
Kanaya dan Alika dinyatakan sembuh dari masa traumanya. Namun, Alika masih dalam masa pemantauan pihak rumah sakit. Kemudian Arkan dipanggil oleh Dokter yang menangani Alika.
"Pak Arkan, ini di luar dugaan kami.. Alika sudah 2 tahun di sini namun saat itu belum ada perubahan sama sekali, sekarang dia sudah hampir sembuh berkat temannya yang bernama Kanaya itu" jelas Pak Dokter.
"Iya Dok, Alhamdulillah saya juga merasa lega mendengarnya" jawab Arkan.
"Tetapi Pak Arkan, saya minta apapun yang dikatakan Alika harus anda penuhi, karena jika tidak bisa berpengaruh pada kondisi mentalnya lagi" ucap Pak Dokter.
"Baik Dok.. Saya akan penuhi kemauan dari adik saya sekarang" jawab Arkan dengan tegas.
Arkan menjemput Alika di ruangannya, akan tetapi Alika terlihat sedih karena harus berpisah dengan Kanaya.
"Alika, mari pulang sama kakak" ucap Arkan.
"Kakak.. aku masih rindu sama kak Kanaya, izinkan aku untuk berbicara lebih lama lagi ya kak?" kata Alika.
"Baiklah, kalau sudah selesai.. Kakak ada di mobil" jawab Arkan.
Arkan pergi meninggalkan Alika dan Kanaya berdua di ruangan. Alika pun menceritakan apa yang terjadi pada keluarganya 2 tahun yang lalu kepada Kanaya.
"Kak, hari ini aku bingung sekali.. Apa aku harus bahagia atau sedih" ucap Alika bersandar di bahu Kanaya.
"Kenapa Alika?" tanya Kanaya.
"Satu sisi aku bahagia karena aku sudah sembuh dan bisa bertemu Ayah dan kak Arkan lagi.. Tetapi sisi lain aku sedih kak tidak bisa bertemu Bunda lagi" tangis Alika pecah saat itu juga.
Kanaya memeluk Alika, dan mencoba menenangkan hati dan pikirannya.
"Justru kalau kamu sedih, Bunda kamu juga turut sedih Alika.. Hidup itu terus berjalan apapun keadaannya" ucap Kanaya.
"Bunda kak Kanaya mana?" tanya Alika.
"Mamah kakak sudah meninggal sekitar 3 bulan ini, karena penyakit jantung" jawab Kanaya yang mulai meneteskan air matanya.
"Maafkan Alika ya kak, Alika sudah membuat kakak sedih lagi" ucap Alika yang berusaha mengusap air mata Kanaya.
"Iya Alika, jadi Alika tidak boleh sedih lagi ya.. Sekarang ada kak Kanaya yang akan membuat Alika selalu tersenyum" gurau Kanaya pada Alika.
"Terima kasih ya kak.. Tetapi aku merasa bersalah juga kak, karena sikap dan perilaku kak Arkan sudah berbeda" cerita Alika.
__ADS_1
"Berbeda bagaimana?" tanya Kanaya penasaran.
"Semenjak Bunda meninggal, Ayah stroke, dan aku masuk rumah sakit jiwa.. Kak Arkan menjadi orang yang angkuh, pendendam, emosional, bahkan ia sangat membenci sebuah hubungan apalagi soal pernikahan" curhat Alika pada Kanaya.
"Kasihan kakak kamu, pasti dia stres berat akibat musibah ini" jawab Kanaya pelan.
"Iya kak, aku kasihan sama kak Arkan, dia bukan seperti kak Arkan yang dulu.. Dia keras kepala, egois, cuek, dan acuh tak acuh kepada orang lain" kata Alika dengan memandang foto kakaknya.
"Kamu sabar saja ya, aku yakin setelah kamu sembuh pasti kakak kamu akan kembali seperti semula" jawab Kanaya.
Kanaya dan Alika pun bertukar nomor telepon agar komunikasi selalu terjalin di antara keduanya. Kanaya mengantarkan Alika ke mobil kakaknya.
"Kak Arkan, kakak tidak mengucapkan terima kasih sama kakak Kanaya?" tanya Alika.
"Sudah kamu diam saja, masuk mobil sekarang!" jawab Arkan.
"Sudahlah Alika, kamu cepat masuk mobil.. Sampai jumpa ya" kata Kanaya sambil melambaikan tangan kepada Alika.
Setelah Arkan dan Alika pergi, Kanaya menelpon Aletta untuk menjemput dia di rumah sakit.
"Halo Aletta, kamu sibuk tidak? Kalau tidak, bisakah kamu menjemput aku di rumah sakit?" tanya Kanaya.
"Alhamdulillah akhirnya kamu keluar dari rumah sakit itu.. Setelah aku pulang kuliah, aku langsung ke sana ya" jawab Aletta dengan riang gembira.
Satu jam kemudian, Aletta mengantar Kanaya pulang.
Di rumah Kanaya kosong tidak ada satu orangpun di sana.
Kanaya berusaha menelpon Papahnya tetapi tidak dijawab.
Aletta kemudian pamit untuk pulang dan Kanaya masuk ke rumah itu dengan perasaan gembira.
Tiba-tiba Elda datang dengan pacarnya bernama Riko. Elda terkejut melihat Kanaya sudah pulang.
"Mba Kanaya sudah pulang dari rumah sakit?" tanya Elda dengan gugup.
"Alhamdulillah sudah El, kamu kenapa bawa orang sembarangan ke rumah Papah?" kata Kanaya.
"Ini pacar aku mba, kenapa?" tanya Elda dengan ketus.
__ADS_1
"Kamu berani-beraninya membiarkan orang lain masuk ke rumah kita" ucap Kanaya mulai marah.
"Mba diam saja ya, ini urusan aku mba, jadi mba jangan pernah ikut campur" jawab Elda yang langsung meninggalkan Kanaya.
Malam hari pun tiba, Papah Faris yang baru datang langsung memeluk Kanaya putri kesayangannya.
"Kanaya sayang, kamu sudah sembuh? Papah rindu sekali" kata Papah memeluk Kanaya.
"Sudah Pah, Kanaya juga rindu Papah.. Tetapi kenapa Papah tidak menjenguk Kanaya selama ini?" tanya Kanaya.
"Maafkan Papah.. Papah masih ada kerjaan kantor" kata Papah Faris.
"Papah tidak berubah ya, dari dulu sebelum Mamah Kinanti meninggal, alasan Papah selalu sibuk urusan kantor" kata Kanaya yang kecewa akan sikap Papahnya.
Kanaya langsung pergi ke kamar dan meninggalkan Papahnya di ruang tamu.
Di sisi lain Elda menceritakan kepada Mamah Rima tentang Kanaya yang tidak sopan saat menegur Elda bersama sang kekasih.
"Tenang saja Elda, kita akan membuat Kanaya diusir dari rumah ini..Bahkan kita tidak perlu mengotori tangan kita untuk mengusir dia" ujar Mamah Rima.
"Maksudnya bagaimana Mah?" tanya Elda.
"Kita akan membuat Papah Faris yang mengusir Kanaya dari rumah ini" jelas Mamah Rima.
Tanpa disadari, Kanaya dijebak dan difitnah telah selingkuh dengan Riko, kekasih Elda.
Papah Faris yang geram mendengar hal ini, dia langsung mengusir Kanaya pergi dari rumah.
"Papah sudah tidak tahan melihat sikap kamu yang sangat menjijikkan. Papah tidak menyangka kamu bisa tega ke adik tiri mu sendiri, mulai sekarang Papah tidak akan menganggap kamu sebagai anak Papah" ucap Papah Faris.
Kanaya pun pergi meninggalkan rumahnya, cuaca yang tidak mendukung pun turut mengiringi kepergian Kanaya dari rumah yang memiliki banyak kenangan bersama orangtuanya.
Di tengah hujan deras, Kanaya berjalan dengan keadaan basah kuyup. Tiba-tiba Alika dan Arkan melihat Kanaya, Alika pun menyuruh kakaknya untuk berhenti.
"Kak.. Kak.. berhenti. Itu seperti kak Kanaya" ucap Alika pada Arkan.
"Sudahlah biarkan saja, dia bukan siapa-siapa kita" jawab Arkan yang tidak peduli.
Alika langsung keluar dari mobil dan menghampiri Kanaya. Ketika Alika berusaha menolong Kanaya, tiba-tiba Kanaya pingsan. Alika langsung memanggil Arkan untuk membawa Kanaya masuk ke mobil.
__ADS_1
"Kak Arkan, tolong kak Kanaya dia pingsan" teriak Alika.
Dengan wajah datar, Arkan menggendong Kanaya masuk ke mobil. Arkan membawa Kanaya ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pengobatan.