
Alika sepertinya masih tidak percaya jika Kanaya yang telah membunuh seseorang itu. Alika pun pergi ke tempat kejadian, ia berharap dapat menemukan sebuah bukti atau informasi saat peristiwa itu terjadi.
"Ini tempat meninggalnya laki-laki itu, aku harus mencari tahu seluk beluk tentang pembunuhan tersebut" ucap Alika.
Alika juga bertanya kepada warga, apakah mereka pernah melihat ada orang yang sedang bertengkar atau bertemu di taman itu. Warga mengaku jika melihat laki-laki dengan perempuan sedang cekcok.
"Saya sendiri pernah melihat laki-laki yang menjadi korban itu sedang bertengkar dengan seorang perempuan berambut pendek" kata warga tersebut.
"Berambut pendek? Kak Kanaya memiliki rambut yang panjang, lalu siapa perempuan berambut pendek yang dimaksud warga?" tanya Alika dalam hati.
"Terima kasih, sudah membantu saya" ucap Alika pada warga itu.
Ketika Alika ingin pergi dari tempat kejadian itu, tiba-tiba dirinya merasa menginjak sesuatu. Ternyata Alika menginjak sebuah liontin kalung berinisial E, sontak Alika mengambil liontin itu dan segera menghubungi pihak kepolisian.
Di kantor polisi, Alika diperiksa sebagai saksi sebagaimana bukti yang telah ia temukan di tempat kejadian. Polisi meminta Alika untuk bersabar, karena pihak kepolisian akan mengulang kembali olah TKP.
Setelah polisi melakukan olah TKP kembali, pihak yang akan diperiksa sebagai saksi baru adalah kekasih dari almarhum Riko yaitu Elda Maharani. Hal ini diputuskan karena liontin yang ditemukan di tempat kejadian berinisial E, dan polisi meminta kekasih Riko untuk datang ke kantor polisi.
"Pak, saya itu sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan Riko. Saya juga tidak tahu kalau Riko meninggal dengan cara seperti itu" ungkap Elda yang dijemput paksa oleh polisi di rumahnya.
"Nanti anda bisa menjelaskan semuanya di kantor kepolisian, sekarang ikut kami untuk dimintai keterangan lebih lanjut" ucap pihak kepolisian.
Elda pun dibawa ke kantor polisi, sedangkan Mamah Rima sibuk dengan harta peninggalan suaminya yang beberapa waktu telah meninggal.
Sertifikat rumah, saham, dan kepemilikan perusahaan Papah Faris kini jatuh di tangan Mamah Rima. Kanaya anak kandungnya tidak diberi sepeserpun dari warisan mendiang Papahnya.
Di kantor polisi, Elda diperiksa kepolisian selama 4 jam. Setelah melalui tahap penyelidikan kepada Elda, polisi menetapkan jika Elda yang telah membunuh Riko kekasihnya sendiri.
Hal ini diperkuat ketika Elda menggunakan kalung tanpa liontin. Ketika kalung tersebut diperiksa, liontin berinisial E itu adalah milik Elda dengan dibuktikan surat pembelian emas yang dibeli Elda.
"Pak, itu bukan liontin saya" kata Elda yang begitu panik.
__ADS_1
"Maaf saudari Elda, berdasarkan hasil pemeriksaan kami, liontin ini tidak sengaja jatuh saat di tempat kejadian. Selain itu, ada beberapa warga yang melihat anda dan almarhum Riko sedang cekcok. Menurut kesaksian warga, perempuan yang bersama saudara Riko saat itu berambut pendek, sedangkan saudari Kanaya berambut panjang" ungkap pihak kepolisian.
Elda tidak bisa mengelak apapun, ia akhirnya divonis penjara selama 15 tahun penjara. Kanaya yang tidak bersalah akhirnya dibebaskan. Alika yang mendengar kabar dari pihak kepolisian, langsung menjemput kakak iparnya itu.
"Pak.. Tolong saya, saya tidak sengaja membunuh Riko. Ini semua karena ulah mba Kanaya.." kata Elda yang terlihat sangat marah.
"Elda, kamu benar-benar tega kepada ku, mba salah apa sama kamu? Tetapi mba harap setelah kamu dihukum, kamu bisa menyadari segala kesalahanmu" ucap Kanaya kepada adik tirinya.
"Aku akan selalu membenci mba Kanaya, awas saja ya mba" kata Elda mengancam Kanaya.
Elda dibawa ke sel tahanan, dan Kanaya keluar dari rumah tahanan tersebut.
Kanaya menghubungi Mamah Rima jika Elda sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan kepada Riko. Mamah Rima terkejut dan mengira ini ulah Kanaya yang ingin menjatuhkan Elda.
Mamah Rima datang ke penjara untuk menemui Elda.
"Ini semua pasti gara-gara Kanaya, dia telah memfitnah Elda" ucap Mamah Rima.
"Kamu memang anak tidak tahu diri, sampai kapanpun Mamah tidak akan pernah memaafkan mu" kata Mamah Rima.
Kanaya pun pergi dari penjara, dan Alika sudah ada di depan untuk menjemput Kanaya.
"Kakak.. Bagaimana keadaanmu?" tanya Alika.
"Alhamdulillah baik Alika, terima kasih sudah membantu kakak" jawab Kanaya.
"Sama-sama kak.. Mari kita pulang kak, kasihan kak Arkan tidak ada yang mengurus kalau kak Kanaya tidak di rumah" gurau Alika pada Kanaya.
"Kamu ini bisa saja" jawab Kanaya yang mencubit hidung Alika.
Alika dan Kanaya pulang, kemudian sampai di rumah Kanaya memberi kabar baik ini kepada suaminya.
__ADS_1
"Halo mas Arkan, ini aku Kanaya. Aku sudah bebas dari penjara, kalau bisa kamu nanti pulang lebih awal bisa?" tanya Kanaya.
"Kamu bebas atau tidak, itu bukan urusan saya. Kenapa anda mengatur jadwal kepulangan saya? Terserah saya pulang jam berapa nanti" jawab Arkan yang tetap acuh tak acuh kepada Kanaya.
"Tut.. Tut.. Tut.." sambungan telepon Kanaya dengan Arkan tiba-tiba putus.
"Aku akan selalu menunggu mu mas, meski dalam hatimu diriku tidak ada tempat. Aku yakin suatu saat kamu akan menempatkan aku dalam hatimu" ucap Kanaya.
Malam tiba, Kanaya sudah menyiapkan segalanya mulai dari makanan, baju ganti untuk Arkan, dan air hangat. Arkan pulang melihat Kanaya yang sudah ada di meja makan dengan paras yang cantik dan bahagia.
"Mas, kamu sudah pulang.. Kamu mandi ya sudah aku siapkan air hangat dan baju ganti di kamar kamu. Setelah itu kita makan bersama" kata Kanaya menghampiri Arkan.
"Sudah saya bilang berkali-kali, saya tidak akan makan masakan anda. Saya akan minta dibuatkan Alika saja" jawab Arkan.
Arkan yang sudah membersihkan diri, ia menghampiri Alika untuk membuatkan makanan. Alika pun menolak karena ia sudah mengantuk.
Arkan terlihat kesal, ia pulang lagi ke rumahnya. Arkan melihat masakan Kanaya ada di meja makan.
"Mas, bagaimana? Apa Alika sudah membuatkan makanan untuk kamu?" tanya Kanaya sedikit menggoda.
"Tidak perlu ikut campur, lebih baik tidur sana" jawab Arkan.
Ketika Kanaya sudah masuk kamar untuk beristirahat, Arkan masih di sekitar meja makan. Perutnya terasa sangat lapar, sehingga Arkan diam-diam duduk di meja makan dan makan masakan Kanaya.
"Dari pada saya lapar semalaman, tidak apa-apa saya makan masakan Kanaya. Dia juga sudah tidur, jadi saya tidak akan ketahuan Kanaya, kalau saya akhirnya makan masakan dia" kata Arkan pada dirinya sendiri.
"Ternyata Kanaya masakannya enak juga ya" kata Arkan memuji masakan Kanaya.
Ternyata diam-diam Kanaya melihat tingkah laku suaminya sedang makan masakannya.
"Alhamdulillah, akhirnya mas Arkan makan masakan ku juga. Aku senang mas melihat kamu makan masakan ku, walaupun kamu makan dengan cara sembunyi-sembunyi" ucap Kanaya dalam hatinya dengan raut wajah bahagia.
__ADS_1
Kanaya pun lega dengan sikap Arkan yang mulai lebih baik dari sebelumnya. Kanaya berjanji pada dirinya sendiri akan membuat Arkan jatuh cinta padanya.