Sebening Embun Cinta Kanaya

Sebening Embun Cinta Kanaya
2. Mamah Kinanti Jatuh Sakit


__ADS_3

Sudah 1 tahun lebih Kanaya meninggalkan keluarganya di Indonesia untuk meraih cita-citanya S2 di Jerman. Hari-hari orang tua Kanaya pun terasa hampa dan hening tanpa kehadiran sosok putri kesayangan mereka.


Di pagi hari yang cerah, Mamah Kanaya mendapat telepon dari Surabaya, tempat tinggal Ibunda Mamah Kinanti sekaligus Nenek Kanaya.


"Assalamualaikum, Kin" ucap Pakdhe.


"Wa'alaikumsalam, Pakdhe, ada apa ya mendadak sekali telepon pagi-pagi" tanya Mamah Kinanti.


"Pakdhe ingin memberi berita duka, Kalau Ibumu tadi subuh meninggal dunia karena penyakit jantungnya kambuh" ucap Pakdhe dengan nada sedih.


"Innalilahi wa innailaihi rajiun, Ibu meninggal Pakdhe" jawab Mamah Kinanti sambil bercucuran air mata.


"Iya Kin, yang sabar ya, hari ini beliau akan dimakamkan, kamu datang ya" ucap Pakdhe kepada Mamah Kinanti.


Akhirnya Mamah Kinanti menjelaskan semuanya kepada Papah. Mereka berdua pun langsung terbang ke Surabaya saat itu juga, tanpa memberitahu Kanaya.


Tiba di Surabaya, Mamah Kinanti langsung memeluk jenazah Ibundanya yang memang selama ini memiliki banyak riwayat penyakit, salah satunya penyakit jantung.


Jenazah sudah siap untuk diberangkatkan ke peristirahatan terakhir. Mamah Kinanti pun memberitahu kepada Papah untuk mengabari Kanaya.


"Pah, kabarin Kanaya sekarang ya, tapi pelan-pelan bicaranya, karena Kanaya lama sekali tidak bertemu neneknya" ucap Mamah sambil membawa bingkai foto ibunya ke makam.

__ADS_1


Akhirnya Papah Faris menelpon Kanaya, dan Kanaya pun terkejut mendengar kalau nenek yang sangat ia cintai pergi untuk selama-lamanya.


Ketika pemakaman selesai, Mamah Kinanti memutuskan untuk tinggal di rumah ibunya sampai malam 7 hari. Sedangkan Papah Faris pamit pulang karena ada urusan kantor yang tengah dijalani oleh perusahaannya.


"Mah, jaga kesehatan ya, Papah berangkat ke Bandung sekarang, maaf Papah tidak bisa lama-lama di sini" kata Papah sambil memeluk Mamah.


"Iya Pah, hati-hati ya" jawab Mamah sambil menghapus air mata.


Setelah 7 hari kepergian Ibunda Mamah Kinanti, Mamah langsung berangkat ke Bandung, karena sudah cukup lama cuti di sekolahannya.


Ketika Mamah Kinanti tiba di Bandung, Mamah merasa pusing dan memutuskan untuk istirahat sebentar, Papah Faris yang melihat Mamah Kinanti terbaring lemas, akhirnya memberi saran untuk pergi ke dokter.


"Mah, ayo kita pergi ke dokter, agar Mamah cepat sembuh" tanya Papah yang berusaha membujuk Mamah pergi ke dokter.


"Ya sudah Mah, Papah ambil kompres dulu ya" kata Papah menuju dapur.


Dua hari kemudian, Mamah Kinanti sudah sembuh. Ia mulai masuk menjalani tugasnya sebagai seorang guru. Beruntung sekali, banyak yang sayang Mamah Kinanti, guru beserta murid-murid Mamah Kinanti kompak berdatangan menjenguk nya.


Malam harinya, Kanaya tiba-tiba menelpon orang tuanya.


"Halo assalamualaikum Mah, Pah, apa kabar?" tanya ceria Kanaya

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam Kanaya sayang, Alhamdulillah kabar Papah sama Mamah baik-baik saja, kamu bagaimana kabarnya? Apa semuanya di sana lancar sayang?" tanya Papah.


"Alhamdulillah kabar Kanaya baik-baik kok Pah, Mah, di sini juga lancar semuanya, do'akan ya biar S2 Kanaya bisa ditempuh sampai 2 tahun dan cepat pulang" kata Kanaya meyakinkan Papah dan Mamahnya.


"Iya nak, Papah sama Mamah akan selalu mendoakan yang terbaik untuk putri kesayangan Papah ini" jawab Papah.


"Tapi kemarin sehabis pulang dari Surabaya, Mamah kamu sakit nak, tapi sekarang sudah sembuh" ucap Papah menjelaskan kondisi Mamahnya yang pernah jatuh sakit.


"Apa Pah? Mamah sakit? Kenapa tidak ada yang mengabarkan Kanaya sih, harusnya Kanaya tahu kondisi orang tua Kanaya sendiri" ucap Kanaya yang begitu khawatir.


Tiba-tiba Mamah bilang kepada Papah tidak perlu memberitahu sakitnya Mamah kepada Kanaya, karena akan membuat Kanaya sedih dan kepikiran.


"Papah ini bagaimana sih, Kanaya jadi khawatir setelah tahu kondisi Mamah kemarin" ucap lirih Mamah kepada Papah yang masih menggenggam telepon kepada Kanaya.


Akhirnya Papah memberi telepon itu kepada Mamah untuk berbicara lebih leluasa kepada putrinya.


"Halo Mah, Mamah bagaimana kondisinya? Apa perlu Kanaya pulang sekarang?" tanya cemas Kanaya.


"Mamah baik-baik saja sayang, kemarin Mamah hanya pusing dan capek habis pulang dari Surabaya, jadi kamu tidak perlu khawatir apalagi harus pulang ke Indonesia" jawab Mamah memperjelas kepada putrinya.


"Oh begitu ya Mah, ya udah kalau begitu Kanaya jadi tenang akhirnya" kata Kanaya yang mulai tenang.

__ADS_1


Setelah percakapan mereka bertiga selesai, Mamah dan Papah Kanaya bergegas ke kamar untuk beristirahat.


__ADS_2