
Kanaya terus mencari tahu soal bunga Wisteria yang ada di rumah Papah Faris. Namun, gelagatnya telah diketahui Mamah Rima. Mamah Rima sangat marah karena anak tirinya berusaha merusak semua rencananya.
Di tempat lain, Elda dan kekasihnya bernama Riko sedang bertemu di sebuah taman. Riko mengatakan jika ia merasa bersalah telah memfitnah Kanaya selingkuh dengannya. Riko mengaku jika Kanaya orang yang baik dan Kanaya tidak patut untuk diperlakukan dengan buruk.
Elda pun marah mendengar ucapan Riko. Riko sudah bosan dengan perlakuan jahat Elda.
"Riko, kamu kenapa membela mba Kanaya? Kamu tahu kan aku itu benci sama dia" ucap Elda yang begitu marah.
"Elda, Kanaya itu bukan orang lain.. Dia itu kakak tiri kamu, kamu seharusnya menghormati bukan mengkhianati" jawab Riko.
"Aku benci sama kamu Riko, kamu sudah tidak mencintai aku?" tanya Elda kembali.
"Jujur aku sangat mencintaimu Elda, tetapi aku tidak kuat dengan sikapmu yang selalu menyakiti hati orang lain terlebih lagi saudara kamu sendiri" jawab Riko.
"Dan hari ini juga aku akan menelpon Kanaya untuk datang ke tempat ini" jawab Riko lagi.
Riko pun menghubungi Kanaya, dan Kanaya langsung bergegas menuju taman yang di maksud oleh Riko. Kanaya sebelumnya menolak ajakan Riko, karena Kanaya sudah pernah dijebak oleh permainan Riko dan Elda.
Taman yang terlihat sepi dan tenang mendadak ramai karena dua insan ini saling cekcok.
Elda yang terlihat sangat marah tiba-tiba membawa batu besar dan melemparkannya ke leher belakang Riko.
"Bruuukk...." bunyi dari batu yang dilempar Elda ke Riko.
"Kamu tega membunuh aku Elda" ucap Riko sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.
"Riko.. Maafkan aku, aku tidak sengaja.. Aku bukan pembunuh" ucap Elda yang begitu ketakutan melihat Riko sudah tergeletak lemas.
"Aku harus kabur dari sini, aku tidak mau dipenjara" kata Elda yang langsung menyembunyikan diri dari tempat kejadian.
Kanaya tiba-tiba datang ke taman yang diminta Riko. Kanaya terkejut melihat Riko tergeletak tak bernyawa dengan bersimbah darah di leher belakangnya.
__ADS_1
"Riko.. Kamu kenapa? Apa yang terjadi? Dan siapa yang melakukan ini semua?" tanya Kanaya pada Riko.
Riko telah meninggal, Kanaya sangat sedih melihat kejadian tragis yang menimpa Riko. Kanaya memegang batu besar yang ada di dekat Riko, ia melihat banyak darah di batu itu.
Tiba-tiba warga datang melihat kejadian tersebut. Kanaya pun berusaha menjelaskan kepada warga, namun warga tetap membawa Kanaya sebagai saksi di kantor polisi.
Setelah beberapa jam diperiksa, Kanaya telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan kepada Riko.
Kesalahpahaman yang terjadi pada Kanaya sudah terdengar pihak keluarga baik keluarga Kanaya atau keluarga Arkan.
Arkan yang mendengar kabar istrinya dipenjara terlihat sangat marah dan segera menemui Kanaya di sel tahanan.
"Bisa-bisanya anda seorang perempuan membunuh laki-laki yang tidak bersalah, terlebih dia adalah kekasih dari adik tiri anda. Anda ini manusia atau bukan? Anda tidak pantas disebut sebagai perempuan, saya malu mempunyai istri seperti anda" kata Arkan yang murka kepada Kanaya.
"Mas Arkan, aku tidak membunuh Riko. Dengarkanlah penjelasan ku" jawab Kanaya.
"Saya tidak butuh penjelasan dari mulut palsu anda, dari awal saya sudah curiga akan perilaku buruk anda, maka dari itu saya tidak ingin menikah dengan gadis murahan seperti diri anda ini" ucap Arkan melontarkan kata-kata pahit di depan Kanaya.
Alika dan ayah Fauzan melihat Arkan yang memaki-maki Kanaya. Alika tetap percaya kepada Kanaya bahwa kakak iparnya tidak mungkin melakukan kejahatan seperti itu.
"Terima kasih Alika, kakak benar-benar tidak mengetahui apapun, tiba-tiba saat kakak datang di taman itu, Riko sudah tidak bernyawa" ucap Kanaya berusaha menjelaskan kepada Alika dan ayah Fauzan.
Kanaya divonis penjara selama 15 tahun. Elda dan Mamah Rima sangat senang karena yang telah ditetapkan tersangka adalah Kanaya. Tetapi Elda tetap tidak tenang hatinya, ia takut jika ada bukti yang menguatkan bahwa dirinya yang sudah membunuh Riko.
Di rumah Arkan, dia membuang foto-foto pernikahannya dengan Kanaya.
"Kanaya itu gadis macam apa sih? Kenapa dia tega melakukan hal itu kepada orang lain? Sungguh menyesal diriku telah menikahi gadis seperti dia" ucap Arkan dengan membanting segala perlengkapan yang ada di kamarnya.
Tiba-tiba, Arkan ditelpon Dokter yang menangani Alika.
"Selamat pagi Pak Arkan, saya dokter yang menangani pasien bernama Alika. Saya ingin memberitahu jika Kanaya akan pulih secara total kurang lebih selama 5 bulan ke depan, jadi usahakan tetap menjaga Alika dengan baik" kata Pak Dokter.
__ADS_1
"Baik dok.. Saya akan menjaga Alika dengan baik, terimakasih atas informasinya dok.." jawab Arkan.
Kabar Kanaya masuk sel tahanan sampai telinga Aletta dan Dhivia, sahabat karib Kanaya. Mereka berdua langsung bergegas menemui Kanaya di sel tahanan. Sahabatnya juga tidak percaya jika Kanaya bisa melakukan hal kejam itu.
"Kan, bagaimana kabarmu? Aku sama Aletta kaget sekali mendengar kamu di fitnah melakukan pembunuhan" tanya Dhivia.
"Iya Kan, aku juga tidak percaya, aku yakin kamu orang yang sangat baik dan tulus" ucap Aletta.
"Aku tidak melakukan apapun, saat aku tiba di taman itu, tiba-tiba Riko sudah tergeletak tak bernyawa" jawab Kanaya yang menangis melihat kehidupannya jadi seperti ini.
"Oh iya Dhivia, Aletta aku titip Papah Faris ya.. Beliau sedang sakit dan sekarang ada di rumah. Aku khawatir dengan Papah, karena aku sudah tidak ada di sisi Papah sekarang" ucap Kanaya.
"Kamu tenang saja Kan, urusan Om Faris aku sama Aletta siap membantu dan sering-sering menjenguk keadaan Om Faris" jawab Dhivia menenangkan hati Kanaya yang hancur.
Kanaya merasa lega karena dua sahabatnya sudah membantu ia untuk merawat Papah Faris selama Kanaya masih ada di penjara.
Di rumah, Alika menemui kakaknya dan memberikan makanan.
"Kak Arkan, ini makanan untuk kakak. Aku yakin kakak belum makan, karena kak Kanaya tidak ada di sini" ucap Alika.
"Terima kasih Alika sayang, kamu memang adik yang sangat baik. Mari masuk dan makanlah bersama kakak ya.." ucap Arkan kepada Alika.
"Baik kak.. Kak, bagaimana rasa masakan ku? Pastinya tidak enak ya kak, karena bagi kakak makanan terlezat adalah makanan yang dibuat oleh kak Kanaya" gurau Alika kepada Arkan.
"Kamu ini... Justru masakan kamu enak sekali, kakak juga tidak pernah makan masakan Kanaya" jawab keceplosan Arkan pada Alika.
"Apa? Jadi kakak selama ini tidak pernah makan masakan kak Kanaya? Kenapa kak?" tanya Alika.
"Aduh, saya keceplosan sama Alika" ucap Arkan dalam hatinya.
"Karena kakak benci sama Kanaya, kakak juga tidak pernah cinta dengan Kanaya. Bahkan kakak tidak ingin tidur satu kamar dengan dia" jawab jujur Arkan.
__ADS_1
"Kak Arkan jahat.. Kasihan kak Kanaya, dia sudah berkorban banyak untuk keluarga kita dan sekarang dia difitnah telah melakukan pembunuhan padahal kak Kanaya tidak pernah melakukannya" kata Alika yang pergi meninggalkan Arkan di meja makan.
Alika berusaha membantu Kanaya dengan mencari tahu seluk beluk tentang kejadian saat itu. Alika sendiri sangat yakin bahwa kakak iparnya itu dijebak oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab.