Sebening Embun Cinta Kanaya

Sebening Embun Cinta Kanaya
3. Menunda Mimpi


__ADS_3

Sudah puluhan tahun lamanya pernikahan orang tua Kanaya terjalin harmonis dan romantis, hingga memiliki anak sebaik dan secantik Kanaya Alodya. Hingga suatu saat, Mamah Kinanti mulai sakit-sakitan.


"Pah, sarapan dulu yuk, ini Mamah udah siapin masakan kesukaan Papah rendang daging sapi" ucap Mamah sambil menyiapkan piring untuk Papah.


"Iya Mah, terima kasih ya" jawab Papah tersenyum.


Selesai sarapan pagi, Papah dan Mamah Kanaya pergi bekerja. Saat tiba di kantor, bagian administrasi perkantoran Pak Faris memberitahu jika asisten Pak Faris yang baru sudah datang, kemudian Pak Faris bertemu dengan asisten barunya di ruang direktur.


"Selamat pagi Pak Faris, saya Rima Saraswati yang akan menjadi asisten baru bapak di kantor ini" jelas Bu Rima.


"Oh iya selamat pagi juga, selamat bergabung di perusahaan saya, semoga kamu bisa bekerja dengan baik di sini" jawab Pak Faris dengan tegas.


"Baik Pak" kata Bu Rima.


Hingga pada suatu malam, Papah Faris ada meeting dengan klien, yang membuat Papah Faris harus lembur bersama asisten barunya, Bu Rima.


"Hari ini kita ada meeting, selesaikan berkas yang ada di map ruangan saya, ya" ucap Pak Faris kepada Bu Rima.


"Iya Pak" jawab Bu Rima.


Di sisi lain, Mamah Kinanti sudah menunggu kedatangan Papah Faris untuk makan malam. Namun, lebih dari satu jam Papah Faris tidak kunjung pulang, hingga Mamah Kinanti memutuskan untuk menelpon Papah Faris. Alhasil, telpon dari Mamah justru di reject sama Papah.


"Papah kenapa tidak pulang-pulang ya? Biasanya dia selalu memberi kabar kalau mau pulang malam" gumam Mamah Kinanti yang begitu mencemaskan suaminya.


Malam sudah larut, Papah Faris pun tiba di rumah melihat istrinya tertidur di meja makan. Mamah Kinanti pun tiba-tiba terbangun dari tidurnya.


"Pah, kamu baru pulang? Tadi aku telpon malah di reject" tanya Mamah.


"Maaf Mah, aku ada meeting mendadak sama klien jadi aku terpaksa reject telpon Mamah" jawab Papah sambil menuju ke kamar.


Tanpa menatap Mamah Kinanti, Papah Faris langsung pergi ke kamarnya dan membiarkan makanan malam itu terbuang sia-sia. Mamah Kinanti pun terlihat sedih melihat sikap suaminya mendadak berubah.

__ADS_1


Hingga Mamah Kinanti tidak bisa tidur karena terus memikirkan perubahan sikap suaminya.


Saat sarapan pagi, Mamah Kinanti menanyakan kejadian kemarin malam kepada suaminya.


"Pah, kenapa sih kemarin Papah langsung pergi ke kamar dan tidak mau makan masakan Mamah, biasanya Papah selalu makan malam walaupun pulangnya telat" tanya Mamah.


"Mah, kemarin Papah capek sekali, jadi malas untuk ribut soal tidak penting" jawab Papah ketus.


"Tidak penting Papah bilang? Pah, sikap Papah kenapa berubah sih? Ada apa sama Papah?" kata Mamah yang mulai merasa kesal.


"Sudahlah Mah, tidak perlu dibahas lagi, Papah mau berangkat ke kantor" ucap Papah sambil memakai jas.


"Kok begitu Pah, makanan Papah belum habis, biasanya selalu habis bahkan bisa nambah" ucap Mamah sambil mencium tangan Papah yang mau berangkat.


Tanpa berkata apapun, Papah Faris langsung mengendarai mobilnya pergi ke kantor. Mamah Kinanti merasa kecewa dan sedih mendengar suara ketus dari suaminya.


Di SMA Negeri Bandung, tempat kerja Mamah Kinanti. Pagi itu, Mamah Kinanti terlihat terburu-buru menuju kelas XII IPA, karena jadwal hari ini adalah ujian matematika untuk muridnya.


Kemudian, guru lainnya membawa Bu Kinanti ke rumah sakit terdekat. Beberapa selang kemudian, Papah Faris datang untuk melihat kondisi istrinya.


Dua jam kemudian, Mamah Kinanti sadar dan memanggil nama Kanaya. Papah Faris sontak langsung memegang tangan istrinya.


"Mah, Mamah tidak kenapa-kenapa kan? Papah khawatir sekali mendengar Mamah jatuh pingsan saat mengajar tadi" ucap Papah.


"Iya Pah, Mamah baik-baik saja, cuma capek mungkin. Pah, Mamah kangen sama Kanaya. Tolong telpon Kanaya, Mamah mau dengar suaranya" pinta Mamah Kinanti kepada Papah Faris.


Akhirnya Papah Faris langsung menelpon Kanaya, dan menjelaskan kondisi Mamah Kinanti kepada anaknya.


"Halo Mah, Mamah sakit lagi ya? Sekarang kondisi Mamah gimana? tanya cemas putri semata wayangnya.


"Hai sayang, Mamah cuma kecapekan aja, dan Mamah kangen sama kamu, nak" jawab Mamah dengan kondisi terbaring di rumah sakit.

__ADS_1


"Mah, Mamah tidak boleh stress, harus istirahat total ya, minta cuti aja Mah untuk sementara waktu" ucap Kanaya berusaha memberi saran terbaik untuk Mamahnya.


"Iya sayang, kamu tidak perlu khawatir, fokus aja sama studi kamu di Jerman. Mamah cuma pengen dengar suara anak kesayangan Mamah" kata Mamah Kinanti dengan mata berkaca-kaca.


Setelah melepas rindu dengan Kanaya, Dokter memperbolehkan Mamah Kanaya untuk pulang. Papah Faris langsung mengurus semua administrasi dan membawa Mamah Kinanti pulang.


Di Berlin, Jerman.


Kanaya terus memikirkan kondisi Mamahnya yang sering sakit, ia begitu khawatir dengan kesehatan Mamahnya.


Hingga tak lama kemudian, ia memutuskan untuk berhenti sementara dalam menempuh studi S2 nya ini. Tak pikir panjang, Kanaya langsung mengurus masa studinya yang belum selesai di Jerman itu.


Keesokan harinya, Kanaya terbang ke Indonesia. Sesampainya di Bandung, ia langsung menemui orang tuanya.


"Assalamualaikum Mah, Pah" ucap Kanaya sambil membawa koper.


"Wa'alaikumsalam, sebentar" jawab Mamah sambil membuka pintu perlahan.


"Kanaya, kok kamu pulang sayang? Tidak mengabari Mamah sama Papah pula" tanya Mamah terkejut melihat putrinya sudah ada di depan pintu rumah.


"Iya Mah, aku memutuskan untuk menunda studi S2 ku karena aku khawatir sama Mamah" kata Kanaya sambil memeluk erat Mamahnya.


"Ya ampun nak, kamu tidak perlu seperti itu, sampai-sampai kamu harus menunda mimpi besar kamu hanya karena Mamah sering sakit" ucap Mamah sambil mencium kening Kanaya.


"Tidak apa-apa Mah, S2 ku masih bisa dilanjut kan, nanti di sini aku bisa cari kerja sesuai jurusan Kanaya saat kuliah kemarin" jawab Kanaya menyakinkan hati Mamahnya.


"Ya sudah kalau menurut Kanaya itu lebih baik" ucap Mamahnya mengalah dari putrinya itu.


"Mah, Kanaya janji akan merawat Mamah sampai sembuh. Kanaya juga rindu sekali sama Mamah dan Papah" kata Kanaya sambil menuntun Mamah Kinanti menuju kamarnya.


"Iya Kanaya sayang, pasti Mamah cepat sembuh kalau yang merawat putri kesayangan Mamah" jawab Mamah.

__ADS_1


Kanaya pun akhirnya menunda masa studi S2 nya di Jerman, padahal Jerman menjadi salah satu negara favorit Kanaya untuk menempuh pendidikan selanjutnya.


__ADS_2