
Setelah melakukan rencana agar Kanaya cemburu pada Arkan, Dania pun sering menghibur Arkan yang sedang sedih. Dania rupanya memiliki niat kurang baik kepada hubungan Arkan dan Kanaya.
"Arkan, kamu jangan sedih seperti ini ya.. Aku tahu kamu kecewa, tetapi jangan sampai kamu hilang kendali, aku akan selalu ada untukmu" kata Dania.
"Saya tidak tahu harus melakukan apa lagi, intinya rencana ini jangan diteruskan, sudah cukup saya terus menyakiti hati Kanaya" jawab Arkan.
Tanpa disadari, Arkan yang sedang sedih pun menyandarkan kepalanya di bahu Dania, dan Dania pun memeluk Arkan dengan kasih sayang.
"Sudah Arkan, jangan bersedih" kata Dania mengelus-elus rambut Arkan.
"Saya bingung harus berbuat apa lagi, saya sangat mencintai Kanaya, dan saya tidak ingin kehilangan dia" kata Arkan.
"Sudahlah Arkan, jika memang Kanaya mencintai kamu pasti dia akan memaafkan mu. Namun, jika dia tidak memaafkan mu maka dia sudah tidak mencintai mu lagi" kata Dania kepada Arkan.
Dania dan Arkan pun menghabiskan waktu bersama di ruangan kantor Arkan sampai larut malam.
Di sisi lain, Kanaya merasa sedih ketika orang yang ia cintai kini telah membawa orang lain ke dalam hidup mantan suaminya itu.
"Ya Tuhan, tolong aku agar kuat menjalani ini semua. Jika mas Arkan bukan jodohku, maka berilah hati ini keikhlasan dalam melepaskan seseorang yang sangat ku cintai" kata Kanaya sambil menatap langit.
Tiba-tiba, Alika menelepon Kanaya saat dirinya sedang sedih memikirkan sikap Arkan yang berubah.
"Halo kak Kanaya, apa kabar?" tanya Alika.
"Alhamdulillah kakak baik, kamu dan ayah bagaimana kabarnya?" tanya balik Kanaya.
"Baik juga kak, oh iya kak, besok aku ingin bertemu kak Kanaya di taman biasanya ya, bisa kan kak?" tanya Alika.
"Boleh Alika, sampai ketemu besok ya" jawab Kanaya.
"Baik kak, aku tutup teleponnya dulu ya.. Selamat malam kak, semoga mimpi indah" ucap Alika sedikit menggoda Kanaya.
"Selamat malam juga" jawab Kanaya sambil tersenyum.
Bagi Kanaya, Alika adalah salah satu orang yang bisa membawanya bahagia dan tersenyum kembali. Kanaya pun langsung istirahat setelah dihubungi Alika.
__ADS_1
Di pagi hari, Kanaya bergegas untuk menemui Alika di sebuah taman dekat rumah sakit Mutiara. Ketika tiba di sana, ternyata Alika sudah lebih dulu datang.
"Hai Alika, kamu sudah datang.." kata Kanaya yang langsung memeluk Alika.
"Kakak.. Aku rindu sekali dengan mu kak, rumah sepi sekalu tanpa kehadiran kak Kanaya" jawab Alika.
"Kakak juga sangat merindukan Alika, kamu itu sudah aku anggap adik kandungku sendiri" ucap Kanaya mencium kening Alika.
"Oh iya kak, tujuan aku mengajak kakak sebenarnya ingin membicarakan tentang hubungan kakak dengan kak Arkan" ucap Alika.
"Hubungan kakak dengan Arkan baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir akan hal itu. Walaupun kamu sudah tidak bersama, setidaknya hubungan silaturahmi antara aku dan kakakmu tetap terjalin baik" jawab Kanaya.
"Kak, andai kakak tahu jika aku masih berharap kak Kanaya rujuk kembali dengan kak Arkan. Apa kak Kanaya sudah tidak mencintai kak Arkan lagi?" tanya Alika.
"Kamu sabar ya Alika, biarkan Tuhan memberi celah sementara untuk hati kakak dan mas Arkan. Kita lihat bagaimana Tuhan mempersatukan kakak dengan mas Arkan lagi, jika memang itu terjadi maka kakak akan menerimanya" jawab Kanaya.
Kanaya berusaha memberi pengertian kepada Alika agar tidak terus menerus mendesaknya untuk rujuk dengan Arkan. Bagi Kanaya, dirinya harus berpikir ulang untuk menentukan masa depannya kembali agar kejadian pahit tidak terulang kembali.
Sudah 2 jam lebih Kanaya dan Alika saling mengobrol bersama, dan akhirnya Kanaya pamit untuk pulang karena masih ada urusan.
"Halo, ini siapa?" tanya Kanaya.
"Aku Dania, pacar mas Arkan yang waktu itu di restoran" jawab Dania.
"Oh.. Ada apa ya?" tanya Kanaya.
"Begini Kanaya, sebenarnya kamu salah paham terhadap mantan suami mu itu.. Kejadian di restoran saat itu hanyalah tipu muslihat untuk membuat dirimu cemburu kepada aku dan Arkan, aku memang teman SMA nya Arkan, tetapi aku bukan pacarnya, aku hanya berpura-pura menjadi kekasih Arkan di depan kamu" ucap Dania menjelaskan semuanya.
"Maafkan aku Dania, aku telah berburuk sangka mengenai dirimu selama ini. Aku mengira mas Arkan telah memiliki wanita lain yang menjadi pengganti diriku" jawab Kanaya.
"Lagi pula ide ini aku yang membuatnya, dan Arkan akhirnya juga menyetujuinya melakukan sandiwara ini" kata Dani.
"Itulah kelemahan kamu Kanaya, kamu terlalu mementingkan perasaan kamu sendiri daripada perasaan orang lain apalagi itu perasaan mantan suami mu.. Kamu terlalu melihat dari apa yang tampak di depan tanpa melihat apa yang di belakang. Pantas saja jika Arkan menceraikan mu.." ucap Dania yang mulai menyindir Kanaya.
"Maksud kamu apa ya? Jangan terlalu ikut campur urusan ku dengan mas Arkan" jawab Kanaya mulai emosi.
__ADS_1
Tiba-tiba, Dania mematikan sambungan teleponnya dan Kanaya berusaha menghubunginya kembali namun tetap tidak bisa.
Kanaya pun menangis mendengar kata-kata yang dilontarkan Dania kepadanya.
"Maafkan aku mas.. Aku sendiri tidak mempercayai mu, sekarang aku yakin jika dirimu sungguh ingin memperbaiki hubungan kita, lagi pula aku masih mencintaimu mas.." ucap Kanaya dalam hatinya.
Kanaya pun langsung mampir menuju kantor Arkan untuk meminta maaf langsung. Ketika tiba di kantor, Kanaya masuk ruangan Arkan dan Arkan sedang bersama Dania untuk urusan pekerjaan.
"Mas Arkan.." ucap Kanaya.
"Kanaya.. Mari duduk dulu, apa ada masalah?" tanya Arkan.
Tiba-tiba Kanaya memeluk Arkan dengan erat dan mengungkapkan segalanya jika dirinya tidak mempercayai mantan suaminya sendiri.
"Mas Arkan.. Maafkan aku, aku salah menilai dirimu, dan sekarang aku yakin jika niatmu sangat tulus dalam memperbaiki hubungan di antara kita. Aku mengerti bagaimana kamu berusaha untuk mendapatkan cintaku kembali" kata Kanaya sambil memeluk Arkan.
"Kanaya, dengarkan aku.. Saya tidak pernah membencimu, justru ini semua salah saya karena membuat hatimu hancur saat itu. Saya berharap kita bisa membangun sebuah hubungan baru penuh dengan cinta, apakah kau bersedia?" tanya Arkan sambil memegang wajah Kanaya.
"Terima kasih mas.. Aku mau membangun kembali rumah tangga bersama mu kembali" kata Kanaya dengan berlinangan air mata.
"Sama-sama Kanaya, saya mencintaimu" kata Arkan mengungkapkan perasaannya di depan Kanaya.
"Aku juga mencintaimu mas Arkan" kata Kanaya yang memeluk Arkan lagi.
"Oh iya mas, kenapa Dania ada di sini?" tanya Kanaya.
"Dania ini teman SMA saya, dia memiliki perusahaan di bidang industri farmasi dan kini perusahaannya kerja sama dengan perusahaan saya, jadi kami sedang membahas kerja sama berikutnya. Kamu tidak apa-apa kan jika Dania di sini?" ucap Arkan.
"Tidak apa-apa mas, kalau begitu aku pamit untuk pulang" ucap Kanaya.
"Tetaplah di sini, setelah pekerjaan saya selesai, saya ingin mengajak kamu makan siang bersama" jawab Arkan.
"Tetapi mas.." ucap Kanaya.
"Saya mohon jangan menolak ya, kamu duduk di sini dan saya masih mengerjakan tugas dengan Dania" kata Arkan sambil membawakan air minum untuk Kanaya.
__ADS_1
Dania terlihat sangat kesal melihat Arkan lebih peduli kepada Kanaya yang tak lain mantan istrinya, sedangkan dirinya diacuhkan begitu saja.