
Di tengah jalan raya, Kanaya menghempaskan segala kesedihannya selama ini. Tiba-tiba saat Kanaya tidak sadar sudah ada di tengah jalan, ada sebuah mobil yang melaju kencang dan seketika menabrak Kanaya.
"Bruuukk.." suara tabrakan itu.
Warga yang melihat tabrakan tersebut langsung berlarian menolong korban. Kanaya dibawa ke rumah sakit Mutiara untuk segera mendapatkan penanganan medis.
Kanaya terluka sangat parah di bagian kepala dan tangannya. Warga yang melihat ponsel Kanaya langsung menghubungi pihak keluarga.
"Assalamualaikum, ini dengan keluarga Mba Kanaya?" tanya seorang warga saat menghubungi telepon rumah Kanaya.
"Wa'alaikumsalam, iya benar saya ayahnya. Ini siapa ya? Ada apa dengan Kanaya?" tanya ayah Fauzan.
"Mba Kanaya baru saja mengalami kecelakaan, ia ditabrak sebuah mobil dan kini korban ada di rumah sakit Mutiara" ucap warga itu.
"Baik Pak, terima kasih informasinya. Saya akan segera ke rumah sakit" jawab ayah Fauzan.
Ayah Fauzan begitu cemas melihat menantu kesayangannya itu mengalami kecelakaan. Ayah Fauzan langsung menghubungi Alika untuk segera menuju rumah sakit.
"Alika, ayo kita segera ke rumah sakit. Kasihan Kanaya tidak ada yang menjaganya" ucap ayah Fauzan kepada Alika.
"Ayah, aku akan menghubungi kak Arkan dulu" kata Alika.
Alika mencoba berkali-kali untuk memberi kabar tentang Kanaya kepada Arkan, namun tidak ada respon. Ponsel Arkan sepertinya tidak bisa dihubungi.
Sesampainya di rumah sakit, Alika dan ayah Fauzan menanyakan kondisi Kanaya kepada Dokter yang baru saja keluar dari ruang IGD.
"Dok, saya keluarganya Kanaya.. Bagaimana kondisi Kanaya saat ini?" tanya cemas ayah Fauzan.
"Begini Pak, kondisi pasien kini kritis dan kehilangan banyak darah. Setelah ini, kami akan memberikan surat pernyataan kepada keluarga pasien untuk menindaklanjuti operasi kepada pasien" ucap Dokter tentang kondisi Kanaya.
"Baik Dok, saya akan menandatangani surat pernyataan tindak operasi" jawab ayah Fauzan.
"Baik Pak, mari ikut ke ruangan saya" ucap Dokter.
Setelah mengurus proses operasi, Dokter langsung melakukan tindak operasi di bagian kepala Kanaya.
Di sisi lain, Arkan ternyata pergi ke panti jompo untuk bertemu Bu Hamidah setelah bertengkar hebat dengan Kanaya.
"Bu.. Maafkan saya, saya belum bisa menepati janji ibu untuk memberikan celah untuk istri saya sendiri" kata Arkan sambil menangis di pangkuan Bu Hamidah.
__ADS_1
"Nak, kamu ada masalah apa? Ceritakan pada ibu, pelan-pelan saja" jawab Bu Hamidah.
"Bu, tadi saya bertengkar dengan Kanaya istri saya. Saya meninggalkan dia di jalan seorang diri, karena saya sakit hati dengan perkataannya" ucap Arkan menjelaskan kronologi sebenarnya.
"Dia mengatakan apa nak?" tanya Bu Hamidah.
"Cinta, kasih sayang, dan sebuah takdir. Dia seolah-olah telah mempermainkan hidup saya selama ini. Dia selalu bilang tentang cinta, tetapi saya hanya akan bertahan dengan pernikahan ini selama 5 bulan" ucap Arkan.
"Nak, dengarkan ibu.. Kalau istrimu bicara seperti itu tandanya ia tulus menyayangi mu dan mencintaimu. Bukan istrimu yang mempermainkan hidupmu, justru kamu nak yang telah mempermainkan hidup Kanaya, bahkan telah menghancurkan pernikahan suci" jawab Bu Hamidah.
"Dia wanita yang baik, jarang sekali wanita seperti Kanaya bisa bertahan dengan pernikahan seperti ini. Hanya Kanaya yang mampu bertahan hingga saat ini di samping mu nak Arkan" jawab Bu Hamidah kembali.
"Iya Bu, Arkan salah telah melampiaskan amarah kepada wanita yang tidak bersalah sama sekali" jawab Arkan.
"Pulanglah nak, minta maaflah kepada istrimu. Sudah cukup lama dirimu menyakiti hati istrimu, jangan sampai Kanaya lelah dengan sikapmu ini" ucap Bu Hamidah.
Ketika sedang curhat kepada Bu Hamidah, tiba-tiba Arkan mendapat telepon dari Alika.
"Halo Alika, ada apa?" tanya Arkan.
"Kakak masih tanya ada apa? Kakak dimana sekarang? Kakak tahu apa tidak kalau kak Kanaya kecelakaan ditabrak mobil" ucap Alika.
"Rumah sakit Mutiara, cepat kak" jawab Alika.
Setelah mendapatkan kabar tentang Kanaya, Arkan langsung berpamitan kepada Bu Hamidah.
"Bu, Arkan pamit ya.. Kanaya kecelakaan, minta doanya ya bu, semoga tidak terjadi apa-apa kepada Kanaya" ucap Arkan.
"Iya nak, ibu doakan yang terbaik untuk kesembuhan Kanaya. Ingat nak, mungkin ini peringatan untukmu agar selalu menjaga istrimu, lain kali jangan sampai mengulang kesalahan yang sama" kata Bu Hamidah.
"Baik Bu, terima kasih atas sarannya" ucap Arkan sambil mencium tangan Bu Hamidah.
Tiba di rumah sakit, Arkan langsung menanyakan kondisi Kanaya kepada ayahnya.
"Ayah, bagaimana kondisi Kanaya sekarang?" tanya Arkan.
"Kanaya kritis, sekarang dia sedang menjalani operasi. Kepala dan tangannya terluka sangat parah akibat benturan keras dari mobil yang menabraknya" jawab ayahnya.
"Kamu Arkan, dari mana saja? Dihubungi susah sekali, sebenarnya apa yang terjadi dengan Kanaya? Apa kamu bertengkar dengan istrimu?" tanya ayah.
__ADS_1
"Maafkan Arkan ayah, sebenarnya Arkan tadi bertengkar di perjalanan menuju pulang, setelah itu Arkan menyuruh Kanaya untuk turun dari mobil dan meninggalkannya sendiri di tengah jalan" ucap Arkan jujur akan kesalahannya itu.
"Arkan.. Arkan, kamu ini manusia macam apa sih? Kamu begitu tega dengan istrimu sendiri, ingat dia itu seorang istri bukan sebuah benda yang bisa kamu tinggalkan sesuka hatimu sendiri. Asal kamu tahu, yang merawat ayah dan Alika selama ini itu Kanaya, dia memang sebelumnya orang asing yang tulus untuk menjaga Alika dan ayah sampai sembuh. Kamu keterlaluan Arkan!" ucap ayah Fauzan memarahi putranya itu.
"Ayah.. Arkan minta maaf, Arkan salah sudah bertindak kasar kepada Kanaya selama ini hanya karena Arkan masih trauma" jawab Arkan kepada ayahnya.
"Minta maaflah kepada istrimu, bukan ayah atau Alika. Tebus semua kesalahan mu itu setelah Kanaya selesai operasi. Sebelum kamu minta maaf kepada Kanaya, jangan pernah bicara di depan ayah lagi" ucap ayah Fauzan.
Arkan menyesal atas perbuatannya kepada Kanaya, ia menunggu Kanaya dari ruang operasi.
"Kanaya, maafkan saya.. Saya seharusnya tidak bicara kasar kepada mu. Maafkan saya telah menghancurkan kehidupan mu selama ini" ucap Arkan dalam hatinya sambil menangis.
Setelah 4 jam waktu operasi Kanaya, Dokter keluar dari ruang operasi.
"Dok, bagaimana kondisi istri saya?" tanya Arkan yang didampingi ayah dan Alika.
"Untuk operasi pasien lancar, namun pasien masih belum sadar.. Ada kemungkinan pasien mengalami koma akibat benturan keras di kepalanya" jawab Dokter.
"Koma Dok? Sampai kapan istri saya koma?" tanya Arkan.
"Paling lama sekitar 14 hari, kita serahkan semuanya kepada Tuhan, semoga ada keajaiban untuk kesembuhan pasien. Saya permisi Pak.." jawab Dokter.
Kanaya dipindahkan ke ruang rawat, dan Arkan setia menunggu Kanaya agar cepat bangun dari koma nya.
"Kanaya, maafkan saya.. Saya belum bisa menjadi suami yang baik untuk dirimu. Saya janji, tidak akan pernah menyakiti hatimu lagi" ucap Arkan sambil memegang tangan Kanaya.
Ayah Fauzan dan Alika pulang ke rumah, sedangkan Arkan tetap menunggu Kanaya di rumah sakit untuk bergantian.
Saat Arkan tertidur pulas di ruang rawat Kanaya, ia bermimpi bertemu dengan mendiang bundanya.
"Arkan anakku sayang, ini bunda.. Arkan, sangat beruntung memiliki istri sebaik dan secantik Kanaya. Bunda harap kamu tidak menyakitinya, jika kamu menyakiti hati Kanaya, sama saja kamu telah menyakiti hati bunda. Arkan sayang, bunda di sini sudah tenang dan bahagia.. Jadi, jangan terlalu hidup di masa lalu.. Masa depan mu kini adalah membahagiakan istri mu yaitu Kanaya" ucap Bunda Arkan.
"Jika kamu sayang sama bunda, jangan pernah mengecewakan hati seseorang yang telah tulus menyayangi mu nak.. Hiduplah dengan damai disertai rasa cinta dan kasih sayang, karena itulah kunci kebahagiaan manusia. Bunda titip Alika, ayah Fauzan, dan Kanaya istrimu ya nak.. Bunda pergi" ucap Bunda Arkan di mimpi anaknya.
Arkan pun terbangun..
"Bunda...!!" teriak Arkan di ruangan Kanaya.
"Ternyata tadi mimpi, tetapi kenapa seperti kenyataan saya bertemu bunda?" tanya Arkan kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Bunda, terima kasih sudah menyadarkan Arkan selama ini. Arkan akan memulai hidup baru, dan Arkan akan membuang masa lalu yang begitu pahit. Arkan janji Bun, akan menjaga Kanaya seperti Arkan menjaga ayah dan Alika" ucap Arkan dalam hatinya sambil tersenyum melihat Kanaya yang belum sadar.