Sebening Embun Cinta Kanaya

Sebening Embun Cinta Kanaya
20. Penyelidikan Bunga Wisteria


__ADS_3

Beberapa hari setelah Kanaya bebas dari penjara, ia mengajak ayah Fauzan dan Alika untuk pergi ke makam almarhum Papah Faris. Makam Papah Faris disandingkan dengan makam Mamah Kinanti.


"Assalamualaikum Mah, Pah.. Ini Pak Fauzan ayah mertua Kanaya, dan ini Alika adik ipar Kanaya. Maafkan Kanaya belum sempat mempertemukan keluarga suami Kanaya dengan Papah atau Mamah" kata Kanaya berbicara di depan pusara makam Papah dan Mamahnya.


"Kanaya, kamu harus kuat.. Kamu tidak sendiri, anggap saja saya sebagai ayah kandung mu" kata ayah Fauzan.


"Iya kak, Kak Kanaya masih punya aku, kak Arkan dan juga ayah.. Kami semua akan selalu mendukung kakak di setiap waktu" kata Alika menenangkan hati Kanaya yang sedih.


"Terima kasih ayah, Alika.. Kanaya beruntung sekali bisa bertemu dengan orang-orang baik seperti kalian" ucap Kanaya.


Tiba-tiba, Arkan datang untuk menyusul Kanaya, ayah, dan Alika.


"Arkan.. Mari sini, lihatlah ini makam orang tua Kanaya, sekaligus mertua kamu. Jadi, berdoalah dan hilangkan semua rasa benci mu itu" ucap ayah Fauzan kepada Arkan.


Arkan mencium nisan orang tua Kanaya sekaligus mendoakan kedua orang tua Kanaya.


"Mas.. Terima kasih sudah datang dan mendoakan orang tua ku" kata Kanaya.


"Iya sama-sama" jawab Arkan dengan singkat.


Mereka berempat bergegas untuk pulang. Setiba di rumah, Alika dan Kanaya berusaha mencari tahu penyebab meninggalnya Papah Faris. Kanaya mencurigai mamah tirinya di balik misteri kematian Papah Faris.


Aletta datang ke rumah Arkan, suami Kanaya. Aletta bermaksud untuk memberitahu Kanaya soal foto minuman teh yang diberikan Tante Rima kepada Papah Faris.


"Kan, ini foto teh itu yang sempat aku ambil gambarnya. Coba kamu perhatikan, ada yang aneh tidak?" kata Aletta.


"Warna teh ini sangat hitam, berbeda dengan teh pada umumnya, aku yakin teh ini ada hubungannya dengan bunga Wisteria itu" jawab Kanaya.


"Aku juga berpikir seperti itu, aku tidak bisa mengajak Dhivia karena sedang ada kelas kuliah" kata Aletta.


"Iya tidak apa-apa, aku sangat memahami Dhivia" ucap Kanaya.

__ADS_1


"Oh iya aku lupa, sewaktu aku merawat Papah.. Aku sempat memfoto bunga yang dimaksud bernama Bunga Wisteria. Coba nanti aku cari lagi di kamarku" kata Kanaya.


Keesokan harinya, Kanaya dan Alika bermaksud pergi ke rumah Mamah Rima untuk mengetahui isi dari gudang belakang rumah. Namun, tiba-tiba Arkan jatuh sakit dan Kanaya sangat panik.


"Mas, aku kompres sekarang ya" kata Kanaya.


"Sudahlah tidak perlu, aku bisa sendiri. Saya tidak ingin dirawat anda dan jangan pernah menyentuh saya" kata Arkan tergeletak di kamar tidurnya.


"Terserah kamu mas, ini itu aku tidak boleh. Sebenarnya aku ini siapa mas? Trauma mu terlalu menyiksaku" kata Kanaya menangis dan keluar dari kamar Arkan.


Arkan pun terdiam, dan membiarkan Kanaya pergi keluar entah kemana.


Kemudian Kanaya pergi ke rumah Mamah Rima, namun tidak seorangpun di rumah itu. Kanaya langsung menuju gudang belakang rumah, namun gudang itu dikunci sangat rapat.


"Bagaimana cara untuk membuka gembok pintu ini, sedangkan kuncinya mungkin dibawa Mamah Rima" kata Kanaya memandangi gembok pintu itu.


"Coba aku cari di rumah, siapa tahu aku dapat informasi" ucap Kanaya menuju rumah Mamah Rima.


"Kamu sedang apa? Kenapa kamu lancang masuk ke rumah Mamah" tanya Mamah Rima.


"Kanaya hanya ingin berkunjung ke rumah Papah Faris saja Mah, Kanaya rindu dengan suasana rumah ini" kata Kanaya.


"Apa rumah Papah kamu? Rumah dan perusahaan Papah kamu sudah resmi menjadi milik Mamah dan Elda seutuhnya. Jadi, kamu tidak perlu berharap lebih mendapatkan harta warisan Papah kamu, karena Mamah tidak akan membagikan harta ini kepada kamu Kanaya" kata Mamah Rima.


"Mamah jahat sekali, jadi tujuan Mamah selama ini hanya untuk harta Papah" ucap Kanaya yang begitu marah kepada sikap Mamah tirinya.


Mamah Rima pun mengusir Kanaya dari rumahnya. Tetapi Kanaya akan tetap mencari tahu soal bunga Wisteria itu. Jika diperlukan, Kanaya akan meminta pihak rumah sakit untuk melakukan otopsi kepada jenazah Papahnya walaupun sebenarnya Kanaya tidak tega.


Pagi harinya, Kanaya bergegas ke rumah sakit dan meminta Dokter Affandi teman Papah Faris untuk meneliti gambar teh yang ditunjukkan Kanaya.


"Dokter, Kanaya minta tolong agar dokter bisa meneliti gambar teh ini, apa menurut dokter ada yang aneh? Ini minuman yang terakhir kali diminum almarhum Papah" kata Kanaya.

__ADS_1


"Sebentar Kanaya, saya dan asisten laboratorium akan mengecek tentang foto teh ini, kamu tunggu saja.. Jika sudah berhasil, Dokter akan menghubungi Kanaya kembali" ucap Dokter Affandi.


Hari berikutnya setelah melihat hasil dari penelitian, Dokter Affandi mengatakan jika teh itu bukan berasal dari teh yang ada di Indonesia. Teh itu biasanya beroperasi di luar negeri, bahkan teh semacam itu biasanya digunakan untuk hewan peliharaan.


Kanaya terkejut mendengar fakta dari Dokter, Kanaya pun langsung pergi ke rumah Mamah Rima. Lagi-lagi Mamah Rima tidak ada di rumah, pintu semua tertutup rapat. Hal ini membuat Kanaya semakin curiga dan sulit untuk menemukan bukti.


"Bagaimana caranya masuk jika semua pintu saja tertutup rapat.. Oh iya aku pernah mendengar jika pintu gembok bisa dibuka dengan jepitan rambut" kata Kanaya mengambil jepitan rambut di kepalanya dan mencoba untuk membuka pintu gudang tersebut.


Kanaya berhasil membuka kunci pintu itu, ia masuk ke dalam dan betapa terkejutnya Kanaya melihat banyak sekali jenis bunga Wisteria ada dan tumbuh dalam gudang tua itu.


"Kecurigaan ku benar selama ini, Mamah Rima menyembunyikan sesuatu tentang bunga aneh ini" gumam Kanaya dalam hatinya.


Kanaya langsung mengambil beberapa bunga itu dan membawanya pulang untuk melakukan penelitian terhadap sumber bunga yang disebut sebagai Wisteria.


"Berhubung bunga Wisteria yang pernah aku ambil di rumah Papah sebelum beliau meninggal itu sudah hilang, aku akan mengambil beberapa bunga ini kembali" ucap Kanaya.


Kanaya tidak bisa mengunci gembok pintu itu lagi, ia panik jika Mamah Rima nanti tiba-tiba akan datang. Benar saja, Mamah Rima datang dan secara tidak sengaja Mamah Rima menuju gudang penyimpanan bunga misterius itu dan mendapati pintu gudangnya telah terbuka.


"Siapa yang membuka gembok ini? Setahu saya, hanya saya dan Elda yang mengetahui isi dari gudang ini. Lalu apa ada orang yang tahu tentang hal ini juga?" kata Mamah Rima curiga ada orang yang baru masuk ke gudang belakang.


Kanaya belum pergi, dirinya bersembunyi di semak-semak yang ada di samping gudang. Kanaya sangat takut jika Mamah Rima mengetahui bahwa dirinya yang telah masuk ke gudang itu.


"Pasti ada orang disekitar sini, orang itu belum jauh.. Saya harus lebih waspada dan segera menyingkirkan bunga-bunga ini" ucap Mamah Rima.


Mamah Rima pergi meninggalkan gudang itu. Kanaya langsung keluar dari semak-semak dan pulang memberi kabar kepada Alika.


Saat di rumah, Kanaya mencari tahu informasi tentang bunga Wisteria di internet. Ternyata Kanaya menemukan sebuah informasi jika ada kasus pembunuhan dengan cairan bunga Wisteria itu di Jogjakarta. Namun, kasus itu sudah lama sekali sekitar 2 tahun lebih.


"Apa aku tanya kasus ini ke polisi saja ya? Siapa tahu aku dapat informasi" kata Kanaya.


Kanaya mempersiapkan berkas-berkas untuk pengajuan bukti tentang misteri bunga Wisteria itu. Akan tetapi, Kanaya terhalang izin oleh Arkan, suaminya. Arkan tidak suka jika Kanaya masih mengungkit-ungkit orang yang telah meninggal.

__ADS_1


Kanaya pun terus berpikir bagaimana caranya ia tetap melanjutkan penyelidikannya terhadap bunga misterius itu.


__ADS_2