
Suatu hari, Alika bertanya kepada Arkan mengapa dirinya tidak terlihat bahagia bahkan kembali murung seperti sebelumnya.
"Kak, kakak kenapa? Apa ada masalah? Ceritakan kepadaku kak, dan kenapa kakak tidak mengajak kak Kanaya ke sini lagi.. Biasanya kak Arkan selalu mengajak kak Kanaya setiap hari.." tanya Alika.
"Alika.. Maafkan kakak, sebenarnya kakak sedang ada masalah kembali dengan Kanaya. Kanaya salah paham dengan kakak.." jawab Arkan.
"Salah paham bagaimana kak? Ceritakan kepada Alika kak, siapa tahu aku bisa bantu" tanya Alika.
"Kamu tahu Dania kan? Yang pagi-pagi itu ke rumah kita?" kata Arkan.
"Iya kak, Alika ingat perempuan itu, teman kerja kak Arkan kan?" ucap Alika.
"Iya, salah paham kakak dengan Kanaya disebabkan oleh Dania. Awalnya Dania memberi saran ke kakak untuk menjalin hubungan sandiwara agar Kanaya cemburu, lalu kakak menyetujuinya. Kemudian, ketika Kanaya sudah kembali ke pelukan saya, tiba-tiba Dania tidak terima atas perlakuan kakak terhadapnya, dan Dania jujur jika dia memendam rasa kepada kakak.. Kakak menolaknya karena cinta kakak hanya untuk Kanaya" ucap Arkan menjelaskan kejadian sebenarnya.
"Kemudian, kemarin kakak sudah berencana untuk mengajak Kanaya ke makam papah dan mamahnya. Namun, setelah kakak sampai, Kanaya sedang menangis karena Dania mengirim foto-foto saat Dania memeluk kakak di ruangan kerja. Kakak memang saat itu sedang depresi karena Kanaya belum memaafkan kakak, lalu ada Dania dan dia berusaha menenangkan hati kakak. Tetapi, kakak tidak sadar jika Dania memfoto kebersamaan kakak dengan dia sat itu" ucap Arkan sambil menangis.
"Kak Dania benar-benar tega sekali kepada kakak, dia sudah merusak hubungan antara kakak dan kak Kanaya. Alika janji akan membantu kakak untuk menyelidiki kak Dania itu.. Kak Arkan tetap sabar ya, Alika yakin semua masalah ada solusinya" jawab Alika.
"Terima kasih Alika, kakak tidak tahu harus bercerita kepada siapa lagi selain kamu adik kakak yang paling baik" ucap Arkan sambil memeluk adiknya.
"Sama-sama kak Arkan yang ganteng" jawab Alika menggoda kakaknya.
Keesokan harinya, Alika pergi ke rumah Dania untuk mencari tahu seluk beluk kejadian yang menimpa kakaknya.
"Aku harus ke rumah kak Dania, aku juga sudah punya alamat rumahnya dari kak Arkan semalam. Apapun resikonya, hubungan kakakku dengan kak Kanaya tidak boleh renggang lagi" kata Alika sambil mengendarai mobilnya.
Ketika sampai di dekat rumah Dania, Alika berusaha untuk menjauh agar tidak ketahuan Dania.
"Kak Dania mana ya? Apa dia sudah berangkat bekerja?" tanya Alika sambil melihat sekeliling rumah Dania.
Setelah 10 menit menunggu, akhirnya Dania keluar dari rumahnya. Dania menuju mobilnya dan Alika pun mengikutinya dari belakang.
"Kak Dania ini mau pergi kemana ya? Aku harus mengikutinya, aku ingin tahu rencana busuk dari dia selanjutnya apa.." ucap Alika.
Kemudian Dania berhenti di sebuah pengiriman paket. Dania keluar membawa kotak kecil dan masuk ke dalam kantor pemaketan.
"Apa yang harus aku lakukan jika kak Dania masuk ke sana? Oh iya, aku akan menyamar saja, aku akan memakai kerudung dan berkacamata" kata Alika.
Setelah berhasil masuk ke dalam kantor pemaketan, Alika mengikuti Dania masuk ke sebuah ruangan. Alika menunggu dari luar ruangan tersebut dan berusaha mendengarkan pembicaraan Dania dengan seseorang.
__ADS_1
"Seperti biasanya, aku ingin mengirim sebuah paket untuk nyonya Kanaya.. Sudah cukup banyak aku meneror dia selama ini, mungkin ini yang terakhir kali aku meminta karyawan anda untuk mengirim paket ke Kanaya. Anda mengerti?" kata Dania sambil menyerahkan paket.
"Saya mengerti Bu Dania, saya akan segera mengirim paket ini" jawab seseorang itu yang bersama Dania.
"Bagus, saya yakin Kanaya akan menjadi gila karena terus-menerus aku teror menggunakan paket misterius ini dan Arkan akan kembali kepadaku" ucap Dania sambil tertawa.
Alika pun merekam pembicaraan Dania dan seseorang di ruangan itu, tetapi tiba-tiba Alika ketahuan karena tertabrak office boy yang sedang bekerja.
Alika langsung berlari ke luar kantor itu, dan Dania merasa terkejut ada seseorang yang merekam pembicaraan mereka. Dania berusaha mengejar Alika, namun Alika sudah pergi jauh dari tempat itu.
"Dasar licik, siapa perempuan itu? Sial semuanya!" ucap Dania terlihat sangat marah.
Alika mengendarai mobil di atas kecepatan, dan dirinya memutuskan untuk pergi ke rumah Kanaya.
"Alhamdulillah, kak Dania tidak mengejar aku. Akhirnya aku bisa menemukan bukti ini, dan akan ku beritahu kak Kanaya sekarang juga" ucap Alika.
Sesampainya di rumah Kanaya, Alika mendapati Kanaya tidak ada di rumah.
"Kenapa rumah kak Kanaya sepi ya?" tanya Alika.
"Coba aku tanya ke tetangga sebelah rumah kakak" ucap Alika.
"Maaf ibu, saya mau tanya.. Penghuni rumah ini kemana ya?" tanya Alika.
"Oh, Mba Kanaya ya.. Dia hari ini ada wawancara kerja di Pengadilan Negeri, kalau tidak salah Mba Kanaya itu melamar pekerjaan dan hari ini ada sesi interview" kata ibu tersebut.
"Oh begitu ya, terima kasih ibu atas informasinya. Kalau begitu saya permisi dulu ya.." jawab Alika.
"Sama-sama Mba.." kata ibu itu.
Selang beberapa jam setelah Alika pergi dari rumah Kanaya, ada seorang kurir pengantar paket ke rumah Kanaya.
Kebetulan Kanaya sudah pulang dari tes interview Pengadilan Negeri.
"Permisi, paket.." ucap kurir itu.
"Iya, ini untuk saya?" jawab Kanaya.
"Iya atas nama Kanaya Alodya.. Tanda tangan di sini ya.." kata kurir itu.
__ADS_1
"Terima kasih, ini dari siapa ya?" tanya Alika.
Belum sempat menanyakan dari siapa, kurir itu langsung pergi tanpa berpamitan kepada Kanaya.
"Aneh sekali, kenapa kurir itu langsung pergi begitu saja. Aku heran hampir setiap hari ada kirim paket dari orang yang tak dikenal, apa paket ini sebenarnya dari Dania?" kata Kanaya penasaran.
Kemudian, tetangga Kanaya memberitahu jika tadi ada yang mencari Kanaya.
"Mba Kanaya, tadi ada perempuan yang mencari Mba.. Tetapi saya jawab kalau Mba Kanaya ada urusan pekerjaan" kata ibu itu.
"Perempuan? Siapa Bu..?" tanya balik Kanaya.
"Saya lupa menanyakan identitasnya, tetapi dia memakai kerudung dan berkacamata, dia juga membawa mobil berwarna kuning" ucap ibu itu.
"Baik Bu, terima kasih ya.. Coba nanti saya cari tahu sendiri" jawab Kanaya.
Kanaya pun masuk ke rumah dan membuka paket tersebut. Ternyata paket itu berisi sebuah boneka Barbie yang ditusukkan kayu ke seluruh tubuh boneka itu.
"Ya Tuhan, apa lagi ini? Kenapa Barbie ini terdapat tusukan seperti ini, siapa yang mencoba untuk meneror saya lagi.." kata Kanaya ketakutan.
Kemudian di balik boneka itu terdapat sebuah surat yang berisi, "Kanaya.. Sebentar lagi nasibmu akan sama seperti boneka itu! Tamat riwayat hidup kamu!".
Kanaya shock melihat isi surat itu, dirinya menjerit ketakutan sehingga tetangga Kanaya menghampiri rumahnya.
"Ada apa Mba Kanaya?" tanya seorang warga.
"Ada yang berusaha meneror saya dengan boneka itu, boneka itu terdapat tusukan beberapa kali. Saya takut sekali melihatnya" kata Kanaya sambil menutup telinganya.
"Wah, benar Mba.. Jangan-jangan ini santet dari seseorang. Lebih baik Mba laporkan ke pihak kepolisian agar ditangani dengan baik" kata salah satu warga.
"Iya, coba nanti saya pikirkan kembali. Terima kasih bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah peduli dengan saya" ucap Kanaya.
"Sama-sama Mba, jika butuh bantuan, panggil kami saja ya.." jawab seorang warga.
"Baik Pak, Bu.." kata Kanaya.
Warga pun pergi dari rumah Kanaya, dan Kanaya berusaha membuang boneka itu di luar rumah akan tetapi Kanaya berpikir jika dirinya membuang boneka itu, dia tidak akan memiliki bukti untuk dilaporkan ke kepolisian.
"Lebih baik ku simpan saja sebagai barang bukti" ucap Kanaya.
__ADS_1