Sebening Embun Cinta Kanaya

Sebening Embun Cinta Kanaya
32. Akankah Semua Berakhir?


__ADS_3

Arkan mengakui dirinya telah berbuat salah selama ini kepada Kanaya. Dirinya merasa memang tidak pantas untuk dimaafkan. Kemudian Arkan kembali ke rumah sakit tempat Alika dirawat.


"Arkan, bagaimana kondisi Kanaya saat ini? Apa dia baik-baik saja?" tanya ayah.


"Kanaya sudah sadar ayah, dan kini kondisinya juga sudah membaik. Tetapi, Kanaya kehilangan janin yang ada di dalam kandungannya" kata Arkan sambil meneteskan air mata.


"Kanaya kehilangan janinnya?" kata ayah yang terkejut mendengar calon cucunya telah tiada.


"Iya ayah, saat Kanaya pulang dari rumah pengacara ku, ia menaiki angkutan umum dan terjadilah kecelakaan itu sehingga Kanaya langsung keguguran ayah.." ucap Arkan.


"Arkan.. Arkan.. Ini akibat dari keegoisan mu, kamu tidak hanya kehilangan Kanaya tetapi anak darah daging mu sendiri" kata ayah.


"Kak, kenapa kakak meninggalkan kak Kanaya sendiri di sana?" tanya Alika.


"Kanaya tidak ingin bertemu dengan kakak lagi, ia shock karena kehilangan bayinya. Kak Arkan berusaha meminta maaf, tetapi Kanaya tidak mengizinkan kakak ada di sana, dan kakak pun pergi" jawab Arkan pasrah.


"Itu sudah pasti, Kanaya sangat kecewa denganmu Arkan. Kamu sudah membuatnya menderita, biarkan Kanaya menenangkan dirinya dulu.." kata ayah.


"Ayah, besok kita jenguk kak Kanaya ya.. Alika sangat merindukannya, lagi pula Alika sudah lebih sehat.." ucap Alika.


"Iya sayang, besok kita ke rumah sakit Berlian ya.." jawab ayah.


"Ayah, Arkan akan ikut bersama kalian" ucap Arkan.


"Tidak perlu Arkan, biarkan kami saja, tunggu sampai Kanaya benar-benar bisa menerima kenyataan sebenarnya" jawab ayah.


"Baik ayah.." kata Arkan.


Keesokan harinya, Alika dan ayah menuju rumah sakit Berlian untuk melihat kondisi Kanaya. Saat tiba di ruangan Kanaya, Alika langsung memeluk Kanaya yang tengah terbaring lemas.


"Kak Kanaya.. Aku sangat merindukan mu kak, jangan tinggalkan Alika lagi ya kak.." ucap Alika sambil memeluk Kanaya.


"Alika, kamu sudah sembuh? Maafkan kakak ya, gara-gara kakak kamu jadi celaka seperti ini.." jawab Kanaya.


"Bukan salah kakak, ini kesalahan Alika sendiri karena tidak mendengarkan perkataan kak Kanaya saat itu.. Oh iya kak, bagaimana kondisi mu sekarang?" tanya Alika.

__ADS_1


"Kakak sudah lebih baik, tinggal menunggu waktu pulang saja dari Dokter" jawab Kanaya.


"Kanaya, ayah turut berduka cita atas meninggalnya bayi yang ada dalam kandungan mu nak.." ucap ayah.


"Iya ayah, terima kasih. Kanaya akan belajar ikhlas atas semua yang terjadi pada hidup Kanaya. Memang ini sudah jalan takdir untukku ayah.." jawab Kanaya merasa sedih.


"Maafkan juga kesalahan putra ayah, karenanya kamu jadi kehilangan janin mu nak.." kata ayah.


"Ini sudah takdir yah, lagi pula aku dan mas Arkan sudah resmi berpisah.. Jadi, tidak perlu diungkit-ungkit kembali. Kanaya akan memulai hidup dengan membuka lembaran baru, sehingga Kanaya tidak akan terusik masa lalu yang pahit" kata Kanaya menjelaskan kepada ayah dan Alika.


"Kak, apakah kakak tidak ingin kembali pada kak Arkan? Kak Arkan sangat menyesali perbuatannya itu, apa kakak tidak mencintai kak Arkan lagi?" tanya Alika.


"Kakakmu tidak pernah mencintaiku Alika, kakak juga sudah lelah dengan semuanya.. Bukan berarti kakak menyerah, tetapi batin kakak terluka karena calon anak kakak telah meninggal dalam sekejap, dan itu juga ulah mas Arkan yang tidak pernah mempercayaiku" ucap Kanaya.


"Baiklah, aku tahu kak Arkan banyak salah, tetapi kakak mau memaafkan kak Arkan?" tanya Alika lagi.


"Beri kakak waktu Alika, kakak butuh ketenangan diri untuk memperbaiki segalanya. Kakak masih trauma, dan kakak tidak ingin menjalin hubungan apapun dengan kakakmu. Jika kami memang tidak berjodoh, berarti itulah jalan takdir Tuhan untukku dan mas Arkan" jawab Kanaya.


"Baik nak Kanaya, ayah mengerti perasaan mu saat ini. Atas nama anak ayah, ayah minta maaf atas segala kesalahan yang telah dilakukan Arkan selama kamu menjadi istrinya.. Ayah juga tidak akan memaksamu untuk rujuk kembali dengan Arkan" kata ayah sambil mengusap rambut Kanaya.


"Iya nak, semoga hari-hari mu bahagia ya.." jawab ayah.


Tiba-tiba Dokter datang menghampiri Kanaya dan berkata, "Pasien sudah boleh pulang hari ini juga, karena kondisinya sudah lebih baik dari hari sebelumnya".


"Terima kasih Dokter.." jawab Kanaya.


"Kak, setelah ini kakak pulang ke rumah siapa?" tanya Alika.


"Kakak pulang ke rumah almarhum Papah kakak, Alika" jawab Kanaya.


"Baiklah, nanti ayah dan Alika akan mengantarkan mu pulang ke sana" kata ayah.


"Terima kasih ayah" jawab Kanaya.


Kanaya pun pulang ke rumah mendiang Papahnya dan diantar oleh Alika dan Ayah Fauzan.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Kanaya, Alika dan ayah bergegas langsung pergi karena hari sudah malam.


"Ayah dan Alika pamit ya nak Kanaya, kalau ada apa-apa jangan malu untuk memberitahu ayah dan keluarga yang lain.." kata ayah.


"Ayah dan Alika tidak ingin minum atau istirahat sebentar mungkin?" tanya Kanaya.


"Tidak kak, kapan-kapan saja ya kak, hari sudah malam pasti kak Arkan menunggu kami pulang" jawab Alika.


"Baiklah, terima kasih ya ayah dan Alika sudah peduli dengan Kanaya.." ucap Kanaya.


"Sama-sama nak, jaga dirimu baik-baik ya. Kami pamit assalamualaikum" ucap ayah.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya.." jawab Kanaya.


Saat tiba di rumah, ayah dan Alika begitu sedih kehilangan orang yang sangat dicintainya. Kemudian Arkan menghampiri mereka dan bertanya tentang Kanaya.


"Ayah, bagaimana kondisi Kanaya?" tanya Arkan.


"Kanaya hari ini sudah boleh pulang, lalu ayah dan Alika mengantarkan Kanaya pulang ke rumah Papahnya. Kanaya tidak ingin tinggal bersama kita kembali, mungkin dia sudah cukup hancur selama ini" kata ayah menjelaskan kepada Arkan.


Ayah dan Alika pun terlihat sangat murung, dan langsung pergi ke kamar masing-masing meninggalkan Arkan sendiri di ruang tamu.


"Lebih baik aku telepon Kanaya saja" ucap Arkan sambil menghubungi Kanaya.


Namun, telepon dari Arkan dimatikan oleh Kanaya.


"Kenapa Kanaya mematikan panggilanku? Mungkin dia masih marah akibat ulah saya waktu itu.. Kanaya, maafkan saya telah menyebabkan anak kita meninggal dalam rahim mu" kata Arkan tak kuasa menahan tangis.


"Jika ada kesempatan satu kali untuk saya, saya akan membuka hati untuk mencintai kamu Kanaya.." ungkap kata hati Arkan.


"Kau pernah berkata jika dirimu sangat mencintaiku bukan? Namun, kenapa kau menyerah dan meninggalkan ku seperti ini" kata Arkan sambil memandangi foto Kanaya.


"Maafkan Arkan Bunda.. Arkan telah melanggar janji Arkan sendiri, saya telah menyakiti hati Kanaya dan sama saja Arkan menyakiti hati bunda.." kata Arkan dalam hatinya.


"Besok setelah pulang dari kantor, saya akan mencoba membujuk Kanaya agar ikut bersama saya lagi dan memperbaiki semuanya. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan cinta Kanaya kembali, walaupun hak itu perlu waktu yang cukup lama" kata Arkan pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2