
Kanaya dan Alika berkebun bersama, mereka sangat akrab ketika sedang menanam tanaman hidroponik. Dari pagi hingga siang, mereka belum berhenti berkebun. Tiba-tiba Kanaya pingsan di dekat Alika, Alika pun terkejut melihat kakak iparnya tiba-tiba pingsan.
"Kak, Kakak kenapa? Ayah, tolong Alika.. Kak Kanaya pingsan di kebun.." teriak Alika dari kebun memanggil ayahnya.
"Ada apa ini? Kenapa Kanaya pingsan?" tanya Ayah.
"Tidak tahu yah, tadi Alika sedang berkebun dengan kak Kanaya, tiba-tiba kak Kanaya pingsan mendadak" kata Alika.
"Ayah akan siapkan mobil dan membawa kakakmu ke rumah sakit, kamu hubungi kak Arkan ya.." kata Ayah.
"Baik ayah.." jawab Alika.
Namun, Arkan tidak bisa dihubungi dan jaringannya sibuk. Alika pun menyusul ayahnya ke rumah sakit untuk melihat kondisi Kanaya.
Sesampainya di rumah sakit, Kanaya langsung di bawa ke ruang rawat. Sementara Alika dan ayah menunggu di ruang tunggu pasien. Tiba-tiba ayah ditelepon jika teman lama ayah berkunjung ke rumah, sesegera ayah pamit untuk pulang dahulu, dan Alika yang menemani Kanaya.
"Ayah pulang dulu ya nak.." ucap Ayah.
"Baik ayah.. Hati-hati di jalan" jawab Alika.
"Jangan lupa untuk terus menghubungi kakakmu Arkan ya.." kata Ayah.
"Baik ayah.." jawab Alika.
Beberapa menit kemudian, Dokter keluar dari ruangan dan meminta Alika untuk menemui Kanaya di dalam ruang rawat.
Dokter pun menjelaskan apa yang terjadi di hadapan Kanaya dan Alika..
"Begini Bu Kanaya, ibu tidak apa-apa bahkan sehat secara keseluruhan, hanya saja ibu kini sedang berbadan dua itulah yang menyebabkan ibu pingsan dan mual" ucap Dokter kepada Kanaya.
"Apa Dok? Maksud Dokter saya hamil?" tanya Kanaya penasaran.
"Betul Bu.. Saya ucapkan selamat ya.." jawab Dokter.
"Alika, kakak hamil sayang.." ucap Kanaya kepada Alika.
"Alhamdulillah akhirnya aku punya keponakan juga, terima kasih kak Kanaya. Pokoknya kakak sekarang harus ekstra hati-hati dan istirahat yang cukup, nanti kalau kak Arkan masih menyuruh kakak, bilang saja ke Alika ya.." kata Alika yang begitu bahagia.
"Baik Dok.. Kalau begitu saya permisi" kata Kanaya.
"Ini hasil dari tes laboratorium kehamilan ibu ya.. Mohon disimpan dengan baik" ucap Dokter.
"Baik Dokter, terima kasih sekali lagi"
Alika pun menuntun Kanaya dengan pelan dan berjalan keluar dari ruangan rawat.
"Oh iya Alika, kakak minta kamu tidak memberitahu soal kehamilan kakak ke kak Arkan dan ayah ya.." ucap Kanaya.
"Kenapa kak? Harusnya mereka tahu, pasti mereka akan sangat bahagia" kata Alika.
__ADS_1
"Pasti kakak akan memberitahu, hanya saja menunggu waktu yang tepat. Untuk mas Arkan, kakak akan memberitahu soal kehamilan ini dengan kejutan spesial.. Jadi, kakak mohon ya untuk tidak memberitahu kakakmu dan ayah" pinta Kanaya.
"Baiklah kak, Alika janji tidak akan memberitahu soal ini kepada mereka" jawab Alika.
Mereka berdua pun bergegas untuk pulang, namun ketika mereka sedang menunggu taksi online, tas Kanaya dijambret seseorang.
"Jambret.. Tolong, tolong.." teriak Kanaya di depan rumah sakit.
"Kakak tenang ya, biar aku yang mengejar orang itu.." ucap Alika.
"Jangan Alika itu bahaya apalagi kamu seorang perempuan" ucap Kanaya.
Alika pun langsung mengejar orang yang menjambret tas kakak iparnya yang belum jauh dari lokasi kejadian. Alhasil, Alika mampu merebut tas dari pencuri itu. Namun, Alika tiba-tiba di dorong ke tengah jalan oleh sang pencuri, hingga Alika terserempet mobil.
"Alika.. Alika bangun sayang.. Ini kakak, jangan tinggalin kakak.. Tolong, tolong adik saya" teriak Kanaya memanggil warga sekitar.
Warga yang melihat kecelakaan langsung membawa Alika ke rumah sakit. Kanaya langsung menelepon Arkan bahwa adiknya mengalami kecelakaan.
"Mas Arkan.. Kamu cepat ke rumah sakit Mutiara ya, Alika kecelakaan" ucap Kanaya menangis saat menghubungi Arkan.
"Kecelakaan? Baik, saya akan segera ke sana" jawab Arkan.
Arkan langsung berangkat dari kantornya menuju rumah sakit Mutiara. Sesampainya rumah sakit, Arkan melihat Kanaya sedang menangis di ruang tunggu.
"Kanaya, ini sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Alika bisa kecelakaan?" ucap Arkan yang mencemaskan keadaan adiknya.
"Tadi, Alika berusaha menolong tas aku yang dijambret di depan rumah sakit, Alika berhasil mengambil tas itu tetapi Alika didorong oleh pencuri sehingga ia terserempet mobil.." kata Kanaya menjelaskan yang sebenarnya.
"Mas, aku sudah mencoba mencegah Alika untuk tidak mengejar pencuri itu, namun Alika tidak mendengarkan ucapan ku" kata Kanaya.
"Cukup..!! Saya tidak percaya dengan anda lagi, saya juga tidak ingin mendengarkan penjelasan anda saat ini. Jika terjadi sesuatu kepada Alika, anda akan menanggung akibatnya" ucap Arkan dengan nada mengancam.
"Dan ingat satu hal lagi, kurang 2 bulan saya akan menceraikan anda.. Asal anda tahu, Alika baru sembuh dari penyakit traumanya, dan kini anda membuat adik saya celaka lagi, dasar tidak tahu terima kasih" ucap Arkan dalam keadaan marah.
"Mas.. Aku tahu aku salah, aku minta maaf jika selalu membuat mu terluka" jawab Kanaya.
"Lebih baik, sekarang anda pulang dan tidak perlu menjenguk Alika.. Cepat pergi!! ucap Arkan sambil mengusir Kanaya dari rumah sakit.
Kanaya pun pasrah dengan apa yang dikatakan Arkan kepadanya. Kanaya pulang seorang diri tanpa didampingi Arkan.
Saat pulang, ayah bertanya kepada Kanaya mengapa dirinya menangis.
"Kanaya, kamu kenapa nak? Apa kamu sudah lebih baik?" tanya Ayah.
"Kanaya tidak apa-apa ayah, tetapi Alika.." jawab Kanaya dengan ragu-ragu.
"Alika kenapa?" tanya Ayah yang mulai cemas.
"Alika kecelakaan ayah.. Sekarang ada di IGD, mas Arkan yang sedang menunggu Alika di rumah sakit Mutiara" jawab Kanaya sambil menangis.
__ADS_1
Ayah Fauzan terkejut dan sesak nafas karena mendengar kabar tentang putrinya.
"Ayah kenapa? Mari ayah duduk sebentar, Kanaya akan mengambil air putih di belakang" ucap Kanaya.
"Ayah, minum dulu.. Yang tenang ayah, Alika kini sedang ditangani Dokter" ucap Kanaya berusaha menenangkan hati ayah mertuanya.
"Terima kasih Kanaya, coba ceritakan mengapa Alika bisa kecelakaan seperti ini" ucap Ayah.
"Ketika Kanaya dan Alika sedang menunggu taksi online, tiba-tiba tas Kanaya dijambret pencuri, dan Alika berusaha untuk mengejar jambret itu dan berhasil mendapatkan tas Kanaya kembali.. Namun, Alika didorong oleh pencuri itu ke tengah jalan sehingga Alika terserempet mobil" kata Kanaya menjelaskan kronologi kejadian.
"Tapi ayah, Kanaya sudah berusaha mencegah Alika untuk tidak mengejar pencuri itu, namun Alika tidak mendengarkan perkataan ku, sehingga terjadilah insiden ini kepada Alika" sambung cerita Kanaya kepada ayah.
"Ayah tahu nak, kamu jangan merasa bersalah seperti ini. Setelah ini ikut ayah ke rumah sakit ya. Kita jenguk adik kamu bersama" kata Ayah.
"Tidak ayah, mas Arkan tidak memperbolehkan aku pergi menemui Alika di rumah sakit.. Akan lebih baik jika aku di rumah saja agar mas Arkan tidak marah" ucap Kanaya.
"Baiklah nak, kamu baik-baik di rumah ya.. Nanti ayah kabari jika Alika sudah sadar" kata Ayah yang sedih melihat menantunya itu.
"Terima kasih ayah, hati-hati di jalan" ucap Kanaya.
"Ayah berangkat ya nak, tolong jaga dirimu" ucap Ayah.
"Baik ayah.. Ya Tuhan, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Alika.." ucap Kanaya.
Di rumah sakit, ayah bergegas ke ruangan Alika dan mendapati Arkan sedang menunggu di sana.
"Arkan, bagaimana kondisi adikmu?" tanya ayah yang cemas.
"Belum tahu yah, Dokter masih belum keluar dari ruangan Alika" jawab Arkan.
Beberapa menit kemudian, Dokter keluar dan memberitahu kondisi Alika saat ini.
"Permisi dengan keluarga pasien bernama Alika.." kata Dokter.
"Iya Dok.. Saya ayahnya, bagaimana kondisi putri saya sekarang?" tanya Ayah.
"Pasien sudah berhasil melewati masa kritisnya, beruntung sekali pasien dibawa ke rumah sakit tepat waktu oleh seorang perempuan.. Namun, sekarang pasien belum sadarkan diri, karena terdapat benturan cukup keras dibagian lehernya" kata Dokter.
"Kapan anak saya akan sadar Dok..?" tanya Ayah.
"Mohon untuk tenang dan bersabar, kita serahkan semuanya kepada Tuhan semoga memberikan kesembuhan kepada putri bapak.." kata Dokter.
"Baik Dokter, terima kasih" ucap Ayah.
"Sama-sama, jika ada apa-apa dengan pasien, langsung panggil saya ya Pak.." ucap Dokter.
Arkan tiba-tiba emosi mengingat perbuatan Kanaya kepada adiknya.
"Ini semua karena Kanaya ayah, dia tidak tahu terima kasih dengan apa yang kita berikan selama ini.. Arkan kesal sekali dengan Kanaya, bisa-bisanya membiarkan Alika untuk menghadapi pencuri itu" ucap Arkan yang emosional.
__ADS_1
"Sudahlah Arkan, kamu ini selalu saja menyalahkan istrimu.. Dia tidak sengaja, lagi pula Kanaya sudah mencegah Alika untuk tidak mengejar orang itu, namun ini semua adalah takdir Tuhan, kita tidak bisa menghindarinya" kata Ayah menasihati putranya.
Arkan pun diam mendengar kata-kata ayahnya, dirinya tidak berani membantah pembicaraannya dengan sang ayah.