Sebening Embun Cinta Kanaya

Sebening Embun Cinta Kanaya
34. Benih Cinta


__ADS_3

Keesokan harinya, Arkan berangkat ke kantornya untuk urusan pekerjaan. Ketika di kantor, tiba-tiba Arkan kedatangan tamu yang tak lain adalah teman SMA Arkan yaitu Dania.


"Pagi, Arkan.." ucap Dania kepada Arkan yang baru saja sampai kantor.


"Anda siapa ya?" tanya balik Arkan.


"Kamu ini ya Arkan pura-pura tidak tahu, ini aku Dania temen sekelas SMA kamu, gimana udah ingat?" jawab Dania.


"Oh Dania yang bendahara galak itu ya.." goda Arkan


"Kalau urusan bendahara aja kamu baru ingat aku Kan.. Kamu bagaimana kabarnya?" tanya Dania.


"Alhamdulillah saya baik, kamu?" tanya Arkan.


"Aku juga baik.. Oh iya Arkan aku datang ke sini karena urusan pekerjaan, aku ingin mengajak kerja sama dengan perusahaan kamu ini" kata Dania.


"Kerja sama? Memang kamu punya perusahaan apa?" tanya Arkan.


"Aku sedang menjalani perusahaan di bidang industri farmasi, maka dari itu aku butuh pemasok produksi batu bara dari perusahaan kamu ini, bagaimana?" tanya Dania.


"Baiklah Dan, saya setuju. Besok saya akan mengkonfirmasikan kepada karyawan untuk mulai memasok kebutuhan batu bara ke perusahaan kamu" kata Arkan.


"Terima kasih Arkan, semoga kerja sama kita berjalan lancar.. Oh iya, kan kita sudah lama tidak bertemu, bagaimana kalau kita makan siang bersama?" tawar Dania kepada Arkan.


"Baiklah.." jawab Arkan.


Arkan dan Dania pergi ke sebuah restoran untuk makan siang. Dania pun bercerita tentang masa-masa SMA nya bersama Arkan dulu.


"Oh iya Kan, kamu ingat tidak saat kamu dihukum guru seni budaya gara-gara kamu tidak mengerjakan tugas menggambar batik.." ucap Dania.


"Iya saya ingat hal itu.." ucap singkat Arkan.


Dania mulai penasaran mengapa sikap Arkan sedikit berbeda dan tidak sama seperti dulu saat SMA.


"Arkan.. Kamu kenapa? Aku lihat dari tadi kamu seperti memikirkan sesuatu, apa ada masalah?" tanya Dania.


"Tidak apa-apa Dan, maaf ya jika saya melamun dan tidak mendengarkan pembicaraan mu" jawab Arkan


"Tidak apa-apa, kalau boleh tahu ya Kan, kamu sudah menikah atau belum?" tanya Dania.

__ADS_1


"Saya sudah pernah menikah tetapi kandas di tengah jalan, baru-baru ini saya bercerai dengan istri saya" kata Arkan.


"Aku baru tahu Arkan, sabar ya.. Kamu harus kuat" ucap Dania menyemangati Arkan.


"Ini semua kesalahan saya, saya yang telah membuat hubungan kami berantakan, karena saya sempat tidak mempercayai istri saya sendiri, dan inilah yang terjadi akibat ulah saya" ungkap penyesalan Arkan kepada Dania.


"Kamu jangan terus menyalahkan diri sendiri, tidak semuanya salah kamu, mungkin istri kamu yang terlalu posesif ya kan?" usik Dania kepada Arkan.


"Apa sih kamu.. Sudahlah jangan bahas itu lagi" kata Arkan.


"Arkan.. Asal kamu tahu, dulu aku pernah naksir sama kamu tetapi kamu tidak peka sama sekali, dan akhirnya kita pisah saat kuliah" ucap Dania mencoba menyentuh tangan Arkan.


"Itu kan masa lalu, jangan diungkit-ungkit kembali, kamu fokus ke masa depan kamu sendiri" jawab Arkan.


"Baiklah, aku paham" kata Dania.


Dania pun memberikan saran kepada Arkan agar Arkan bisa berbaikan kembali dengan mantan istrinya.


"Arkan, bagaimana kalau aku berpura-pura sebagai pacar kamu, dan kamu perlihatkan ke mantan istri kamu itu, nanti dia akan cemburu.. Pastinya dia tidak akan membiarkan kamu menjadi milik orang lain, itu kalau mantan istri kamu memang mencintai kamu.." ucap saran Dania.


"Jangan gila kamu Dan.. Justru itu akan membuat sakit hati Kanaya semakin dalam" jawab Arkan.


"Itu saran Arkan, kalau kamu tidak mau ya tidak apa-apa, tetapi jangan menyesal kalau kamu sulit mendapatkan cinta Kanaya lagi" kata Dania yang meninggalkan Arkan sendiri di restoran.


"Tunggu! Saya setuju dengan saran kamu, saya harap kamu dapat membantu saya untuk kembali dengan istri saya" kata Arkan.


"Baiklah, misi dimulai" jawab Dania.


Arkan dan Dania pun sepakat untuk menjalani rencana mereka agar Kanaya cemburu dengan Arkan.


Keesokan harinya, orang suruhan Arkan mengirim pesan kepada Kanaya untuk datang ke sebuah restoran di dekat taman Teratai, Kanaya pun mengiyakan permintaan itu.


Dania dan Arkan rupanya sengaja ada di restoran itu agar Kanaya melihat mereka dan cemburu kepada Dania yang telah mendekati Arkan.


"Menurut orang yang mengirim pesan kepadaku ini tempat restorannya, ada apa ya dia ingin bertemu denganku?" tanya Kanaya pada dirinya sambil menunggu orang yang dimaksud.


"Aku tunggu saja di sini, nanti dia akan datang mungkin" ucap Kanaya sambil memesan makanan.


Tiba-tiba Kanaya melihat Arkan bersama seorang perempuan sedang makan bersama di restoran yang sama pula.

__ADS_1


"Itu kan mas Arkan.. Siapa wanita itu? Mereka sangat akrab sekali bahkan terlihat mesra, aduh.. Kenapa aku jadi cemburu seperti ini, kan aku bukan istrinya mas Arkan lagi, lagi pula mas Arkan berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dari diriku" ucap Kanaya sambil melihat Arkan dan Dania.


"Hei Arkan, Kanaya melihat kita berdua di sini, sepertinya dia cemburu sekali, ku lihat dari raut wajahnya dia memang cemburu" kata Dania.


"Benarkah? Rencana kita berhasil Dan.." jawab Arkan.


Tiba-tiba Kanaya menghampiri Arkan dan wanita yang dirangkulnya.


"Mas Arkan.." ucap Kanaya.


"Kanaya, kamu ada di sini? Dengan siapa?" ucap Arkan sedikit terkejut.


"Aku sendiri mas, tadi ada orang yang memberi aku pesan untuk datang ke sini, mungkin masalah pembangunan panti asuhan di rumah Papah aku" jawab Kanaya.


"Hai, namaku Dania, pacarnya Arkan" ucap Dania menyela pembicaraan Arkan dan Kanaya.


"Hai juga, namaku Kanaya.. Senang berjumpa dengan mu" ucap Kanaya sambil berjabat tangan dengan Dania.


"Kamu Kanaya mantan istrinya Arkan ya?" tanya Dania.


"Iya, kamu tahu?" tanya balik Kanaya.


"Iya Arkan yang memberitahukan semuanya kepadaku. Oh iya Kanaya, kamu tidak keberatan kan jika Arkan kini membuka hatinya untukku?" tanya Dania.


"Tidak, itu haknya mas Arkan untuk memilih wanita untuk pasangan hidupnya. Aku senang jika mas Arkan telah memiliki pasangan seperti kamu Dania, kamu sangat cantik dan baik hati" ucap Kanaya.


"Oh iya.. Terima kasih Kanaya, jangan dipuji-puji terus, nanti aku bisa terbang" goda Dania kepada Kanaya.


"Oh iya mas Arkan, Dania, aku pamit ya.. Aku masih ada urusan" kata Kanaya sambil berpamitan dan pergi meninggalkan Arkan dan Dania.


"Baiklah Kanaya.." jawab Arkan.


Kanaya pun langsung pergi dari restoran itu, tanpa sadar dirinya meneteskan air mata melihat mantan suaminya yang masih ia cintai kini telah menjadi milik orang lain.


"Aku tidak boleh sedih, lagi pula aku bukan siapa-siapa mas Arkan, dan aku tidak boleh egois seperti ini. Mas.. Semoga kamu bahagia bersama Dania, wanita pilihanmu.. Doa ku selalu menyertaimu, berbahagialah" ucap Kanaya sambil menangis.


Di sisi lain, Arkan pun menangis melihat Kanaya begitu ikhlas jika dirinya menjalin hubungan baru dengan wanita lain. Arkan merasa sakit hati karena telah menyakiti Kanaya kembali.


"Arkan, kamu kenapa menangis? Atau gara-gara mantan istri kamu itu? Harusnya kamu senang karena rencana kita berhasil" tanya Kanaya kepada Arkan.

__ADS_1


"Kamu tahu, sakit hati saya melihat hati Kanaya kembali terluka akibat ulah saya. Dania, kenapa kamu bicara jika saya pacar kamu, saya kan tidak menyuruh seperti itu" kata Arkan yang terlihat kesal kepada Dania.


Tanpa basa-basi, Arkan langsung pergi dari restoran dan meninggalkan Dania seorang diri dalam keadaan menangis.


__ADS_2