Sebening Embun Cinta Kanaya

Sebening Embun Cinta Kanaya
36. Rintangan Datang Kembali


__ADS_3

Arkan dan Kanaya memberitahu kepada Alika dan Ayah Fauzan jika mereka sudah bersatu kembali. Cinta Arkan kini tulus kepada Kanaya begitupun sebaliknya. Kini mereka tengah menjalani masa pendekatan kembali satu sama lain sebelum menginjak jenjang pernikahan yang kedua kalinya.


"Kanaya, terima kasih telah memberikan kesempatan mendapatkan cintamu kembali, saya berjanji untuk menjaga kamu selamanya" kata Arkan sambil memberikan bunga kepada Kanaya.


"Mas, jangan pernah berjanji ketika kita bahagia, karena kita tidak tahu apakah janji tersebut benar-benar dilaksanakan atau diingkari" jawab Kanaya.


"Saya tahu telah beribu-ribu mengatakan maaf dan janji kepadamu, dan akhirnya aku mengingkari janjiku sendiri, tetapi setidaknya percayalah kepadaku untuk yang terakhir kalinya" ucap Arkan.


"Baiklah mas, aku akan mempercayaimu kembali" jawab Kanaya.


"Terima kasih sayang, saya bahagia sekali" teriak Arkan sambil menggendong Kanaya.


"Mari kita beri kabar baik ini kepada ayah dan Alika" ucap Arkan.


"Ayo mas, aku juga rindu sekali dengan mereka apalagi ayah.." jawab Kanaya.


Kanaya dan Arkan menemui ayah dan Alika untuk memberitahu jika mereka akan menikah kembali dengan rasa cinta yang sesungguhnya tanpa keterpaksaan.


Ketika sampai di rumah, Alika sangat bahagia melihat kakaknya bergandengan tangan dengan Kanaya.


"Kak Arkan sudah baikan dengan kak Kanaya?" ucap Alika.


"Alhamdulillah sudah, mana ayah Alika?" tanya Kanaya.


"Sebentar kak, ayah... ayah.. ada kak Arkan sama kak Kanaya" panggil Alika kepada ayahnya.


"Oh Arkan, Kanaya.. Kalian sudah berbaikan?" kata ayah."


"Sudah ayah, ayah bagaimana kabarnya?" ucap Kanaya sambil mencium tangan ayah Arkan.


"Alhamdulillah ayah baik, ceritakan bagaimana Arkan putra ayah bisa merebut kembali cintamu nak.." kata ayah sambil menggoda Kanaya dan Arkan.


"Panjang ayah ceritanya, biarkan mas Arkan yang menjelaskannya nanti" ucap Kanaya malu-malu.


"Ayah.. Arkan dan Kanaya kini sudah kembali, Arkan ingin menikah kembali dengan Kanaya. Arkan akan mengulang semuanya dengan rasa cinta, dan Arkan akan menjaga Kanaya sekuat tenaga Arkan yah.." ucap Arkan kepada ayahnya.


"Bagus... Ini baru putra ayah yang hebat, sudah berani bertanggung jawab atas perbuatannya. Asal kamu tahu Kanaya, Arkan setiap hari selalu murung di kamar dan jarang makan malam bersama ayah dan Alika semenjak kamu meninggalkannya.." kata ayah menggoda putranya.


"Ayah ini bisa saja, jangan seperti itu yah.. Arkan jadi malu di depan Kanaya" kata Arkan malu-malu.


Kanaya tersenyum melihat Arkan sudah mencintainya kembali, dirinya ingin memberi kesempatan satu kali lagi untuk Arkan. Kanaya yakin jika Arkan benar-benar tulus mencintainya, melihat perjuangan Arkan selama ini untuk mendapatkan cinta Kanaya kembali.


Keesokan harinya, Dania merasa dirinya telah dipermainkan oleh Arkan. Maka dari itu, Dania datang ke rumah Arkan untuk menanyakan statusnya.


"Permisi, Arkan.. Arkan.." ucap Dania sambil mengetuk pintu rumah Arkan.


"Siapa ya? Kenapa tidak sopan sekali sambil teriak-teriak di pagi hari.." kata Alika yang mendengar suara dari depan pintu.


Alika pun membuka pintunya dan berkata, "Maaf, anda siapa ya? Ada urusan apa datang di pagi hari seperti ini?".

__ADS_1


"Saya Dania, teman kerja Arkan. Arkan ada atau tidak? Boleh tolong panggilkan sebentar" ucap Dania.


"Ada, sebentar.." jawab Alika.


Alika pun memanggil kakaknya, dan Arkan segera menemui Dania.


"Dania, ada apa? Kenapa pagi sekali datang ke rumahku?" tanya Arkan.


"Aku butuh penjelasan dari kamu ya, jangan mempermainkan aku seperti ini" kata Dania yang emosi kepada Arkan.


"Tolong jaga pembicaraan mu, nanti adik dan ayahku mendengarkan kata-kata mu itu. Lebih baik kita bicarakan di kantor saja, setelah ini aku akan berangkat. Tunggu di sini, aku akan segera kembali.." kata Arkan.


Dania menunggu di depan rumah Arkan, sedangkan Arkan berpamitan kepada Alika dan ayah untuk berangkat kerja.


"Alika, ayah.. Arkan berangkat kerja dulu ya, maaf Arkan tidak sempat sarapan" ucap Arkan.


"Kak, kakak tadi itu siapa? Kenapa dia tidak sopan sekali di rumah orang" tanya Alika ketika sedang sarapan pagi.


"Itu hanya teman bisnis perusahaan kakak" jawab Arkan sambil terburu-buru.


"Hati-hati Arkan, jangan mengebut saat berkendara" kata ayah.


"Baik ayah.." jawab Arkan.


Arkan pun langsung pergi ke kantor dan mengajak Dania untuk naik ke mobilnya berangkat bersama.


"Tolong diam.. Dania, maksud kamu ini apa marah-marah tidak jelas seperti tadi? Kalau adik saya curiga bagaimana?" ucap Arkan memarahi Dania di mobil.


Tiba-tiba Arkan berhenti di sebuah cafe dan mengajak Dania untuk menyelesaikan masalah mereka.


"Kita turun sekarang, dan jelaskan apa yang ingin kamu tanyakan kepada saya.." ucap Arkan menuju cafe.


"Arkan, kenapa kamu mempermainkan perasaanku terus menerus, dan lebih memilih mantan istri kamu itu, hati aku sakit Arkan.." ucap Dania.


"Mempermainkan bagaimana Dan? Jelas saya lebih memilih Kanaya, karena saya sangat mencintai dia. Untuk rencana kita saat itu kan hanya berpura-pura, lagi pula ini semua juga ide dari kamu kan?" tanya Arkan.


"Iya Arkan aku tahu itu, tetapi aku sudah telanjur suka sama kamu, dan aku mencintaimu Arkan.." jawab Dania mencoba menyentuh tangan Arkan.


"Tolonglah jaga sikapmu Dania, saya akan segera menikah dengan Kanaya, tolong lupakan semuanya, ini hanya rencana bohongan kan" kata Arkan menjelaskan kepada Dania.


"Aku tidak terima diperlakukan seperti ini, kamu sudah membuat hidupku hancur Arkan.. Aku tidak mau tahu, pokoknya aku akan mendapatkan cinta kamu lagi Arkan, apapun caranya!" kata Dania yang meninggalkan Arkan di cafe itu.


"Dan.. Dania.." panggil Arkan kepada Dania.


Dania pergi begitu saja dalam keadaan hati yang hancur karena merasa cintanya ditolak mentah-mentah oleh Arkan yang sudah lama ia cintai.


"Aduh, bagaimana ini.. Semuanya jadi kacau karena Dania.. Saya harus katakan apa kepada Kanaya, kalau dia tahu yang sebenarnya pasti dia marah dan akan membatalkan pernikahan" ucap Arkan yang terlihat bingung memikirkan masalahnya dengan Dania.


Arkan pun pergi ke kantor dalam keadaan emosi karena ulah Dania. Tiba-tiba, Arkan mendapat telepon dari Dania..

__ADS_1


"Halo Arkan, aku ingin memberitahu jika perjanjian kerja sama perusahaan kita batal dan tidak perlu ditindaklanjuti lagi" kata Dania ditelepon.


"Tetapi kenapa.?" tanya Arkan.


Namun, sambungan telepon dari Dania tiba-tiba dimatikan sehingga membuat Arkan semakin kesal dengan tingkah Dania seperti anak kecil.


"Dania ini seperti anak kecil saja, kalau tidak sesuai kehendaknya pasti dia akan mengancam orang lain. Pantas saja dulu waktu SMA anak perempuan tidak ada yang berani kepada Dania.." kata Arkan.


Di sisi lain, Kanaya berkunjung ke rumah Arkan dengan membawa makanan kesukaan keluarga besar Arkan.


"Assalamualaikum, Alika.. Ayah.." ucap Kanaya sambil mengetuk pintu.


"Wa'alaikumsalam.. Kak Kanaya.. Apa kabar kak?" tanya Alika yang langsung memeluk Kanaya.


"Kakak baik-baik saja, Ayah ada?" tanya Kanaya.


"Ada kak, mari masuk kak.. Kalau kak Kanaya tanya kak Arkan dia sudah pergi ke kantor tadi pagi" ucap Alika.


"Iya, kakak sudah tahu itu. Ini kakak bawakan makanan kesukaan Alika dan ayah, ada martabak telor juga kesukaan kamu Alika.." kata Kanaya.


"Wah, terima kasih kak" ucap Alika sambil membuka makanan dari Kanaya.


"Kanaya.. Apa kabar kamu nak?" tanya ayah yang tiba-tiba datang.


"Baik ayah, kalau ayah bagaimana kabarnya?" jawab Kanaya.


"Alhamdulillah, ayah baik-baik saja. Ini kamu bawa apa nak, banyak sekali makanan" tanya ayah.


"Kanaya membawa makanan kesukaan ayah dan Alika, ini makanannya Kanaya yang buat sendiri ayah.." kata Kanaya.


"Wah, mantap sekali ini. Mari kita makan bersama.." ajak ayah kepada Alika dan Kanaya.


"Ayah, tadi ku kira yang datang perempuan yang tidak sopan itu, ternyata kak Kanaya.." ucap Alika terlihat kesal.


"Perempuan? Siapa dia?" tanya Kanaya penasaran.


"Tadi ada perempuan yang teriak-teriak tidak sopan, katanya dia teman kerja kak Arkan.. Namanya kalau tidak salah kak Dania" jawab Alika.


"Dania? Itu kan perempuan yang ada di kantor mas Arkan.." ucap Kanaya.


"Kakak mengenali perempuan temannya kak Arkan itu?" tanya Alika.


"Iya kakak tahu Dania, perusahaannya mas Arkan kerja sama dengan perusahaan Dania" jawab Kanaya.


"Sudah.. Sudah tidak perlu membahas orang lain, mari kita makan bersama-sama" kata ayah menyela pembicaraan Kanaya dan Alika.


"Iya ayah.." kata Alika dan Kanaya.


Akhirnya mereka bertiga makan bersama-sama dengan berbagai canda tawa yang mengiringi suasana keluarga itu.

__ADS_1


__ADS_2