
Setiba di lokasi kejadian, Arkan langsung menanyakan kepada warga tentang kecelakaan angkutan umum.
"Pak, permisi saya mau tanya, apa bapak melihat gadis ini?" tanya Arkan sambil menunjukkan foto Kanaya.
"Saya kurang tahu Pak.. Setahu saya korban angkutan umum sudah dibawa ke rumah sakit, namun masih ada beberapa korban yang belum ditemukan keberadaannya, karena angkutan umum itu masuk ke jurang" jawab warga tersebut.
"Dibawa ke rumah sakit mana Pak?" tanya Arkan.
"Rumah sakit Berlian Pak.." jawab warga itu.
"Baik Pak, terima kasih atas informasinya" ucap Arkan.
Arkan bergegas menuju ke rumah sakit Berlian. Dalam perjalanan, Arkan menangis karena telah mengusir Kanaya yang sedang mengandung anaknya.
"Maafkan saya Kanaya, saya bukan suami yang baik, saya sudah menceraikan anda di saat anda hamil.. Semoga anda tidak kenapa-kenapa, tunggu saya Kanaya, saya akan membawa anda pulang kembali" ucap Arkan menyesali perbuatannya.
Setiba di rumah sakit Berlian, Arkan langsung bertanya kepada pihak rumah sakit tentang korban kecelakaan angkutan umum.
"Suster, saya ingin melihat nama-nama korban kecelakaan angkutan umum yang barusan dibawa ke rumah sakit ini" ucap Arkan.
"Baik Pak, ini daftar nama-nama korban" jawab suster.
"Tidak ada nama Kanaya di sini, berarti Kanaya bukan korban dari kecelakaan angkutan itu" kata Arkan sambil melihat daftar nama-nama korban.
"Maaf Pak, untuk nama-nama korban sementara masih 7 orang, namun sisanya belum ditemukan sampai saat ini"
"Jadi masih ada korban di lokasi kejadian?" tanya Arkan.
"Betul Pak, kini pihak kepolisian dan Tim SAR sedang mencari keberadaan korban lainnya" jawab suster.
"Baik Sus, terima kasih.. Saya permisi" kata Arkan pergi dari rumah sakit dan menuju lokasi kejadian.
Sesampainya di lokasi kejadian, Arkan meminta kepada pihak kepolisian untuk membantu mencari korban. Namun, permintaan Arkan ditolak, karena itu akan menghambat proses pencarian.
"Ayolah Pak, izinkan saya untuk mencari istri saya.. Istri saya sedang mengandung, bagaimana mungkin saya berdiam diri seperti ini" kata Arkan.
"Mohon maaf Pak, tetap tidak bisa.. Bapak tunggu di sini, kami yang akan melakukan proses pencarian selanjutnya" jawab pihak kepolisian.
Arkan pun tidak bisa membantah, tetapi Arkan diam-diam turun ke jurang untuk mencari keberadaan istrinya.
"Kanaya, ini saya Arkan suami anda" teriak Arkan di bawah jurang.
"Kanaya.. Anda dengar saya atau tidak?" kata Arkan sambil melewati jalan yang rusak.
__ADS_1
Ketika Arkan sedang meneriaki nama Kanaya, dirinya tiba-tiba menginjak sesuatu. Ternyata Arkan menginjak sebuah kalung dengan liontin berinisial K.
"Ini kan kalung Kanaya, ya saya tahu betul kalung ini yang dipakai Kanaya selama ini.. Jadi, benar Kanaya merupakan korban kecelakaan angkutan umum ini, saya harus cari Kanaya, pasti dia tidak jauh dari jatuhnya kalung ini" ucap Arkan.
Sampai malam Arkan memberanikan diri untuk mencari Kanaya, dia tidak peduli akan larangan yang sudah diperingatkan oleh pihak kepolisian.
"Kanaya, anda dimana.. Saya janji tidak akan menyakitimu lagi, maafkan segala kesalahan saya selama ini" teriak Arkan di tengah jurang.
Sudah 4 jam Arkan mencari Kanaya, namun belum ada hasil apapun. Arkan menangis sambil memanggil-manggil nama Kanaya.
"Kanaya, saya mencintaimu.. Jangan tinggalkan saya" teriak Arkan.
Tiba-tiba, Arkan mendengar suara perempuan yang sedang merintih kesakitan. Arkan pun menuju batu besar, dan ternyata Kanaya ada di balik batu itu dengan kondisi yang memprihatinkan.
"Kanaya, anda tidak apa-apa.." tanya Arkan sambil menggendong Kanaya.
"Mas Arkan... Aku sudah tidak kuat lagi" kata Kanaya sambil menyentuh wajah Arkan.
"Tidak Kanaya, saya akan membawa anda ke rumah sakit, kamu yang kuat ya.." ucap Arkan menggendong Kanaya menuju mobilnya.
Arkan yang begitu mencemaskan kondisi Kanaya, dirinya langsung membawa Kanaya ke rumah sakit Berlian. Ketika sampai di rumah sakit, Kanaya langsung dibawa ke IGD untuk mendapatkan pengobatan.
"Ya Tuhan, selamatkan Kanaya, dia sedang mengandung anakku.. Izinkan saya untuk memperbaiki semuanya dan mulai mencintai Kanaya" ucap Arkan pasrah dalam hatinya.
"Ayah, Arkan sudah berhasil menemukan Kanaya.. Sekarang Kanaya ada di rumah sakit Berlian" ucap Arkan kepada ayah.
"Kenapa Kanaya ada di rumah sakit? Apa yang terjadi Arkan?" tanya ayah.
"Ayah tahu kecelakaan yang ada di jalan menuju rumah mertua Arkan? Ternyata Kanaya menjadi korban kecelakaan angkutan umum itu yah.. Arkan menemukan Kanaya ada di jurang" ucap Arkan.
"Innalilahi, nanti ayah akan menyusul ke sana.. Sekarang kamu jaga Kanaya dengan baik" kata ayah.
"Baik ayah.." jawab Arkan.
Arkan menunggu Kanaya di depan ruang IGD. Tanpa disadari, air mata Arkan berlinang di pipinya. Ia merasa dirinya bukanlah manusia, karena tega telah menghancurkan kehidupan seseorang.
Tiba-tiba Dokter datang..
"Dengan Pak Arkan, keluarga dari pasien bernama Kanaya" tanya Dokter.
"Iya Dok, saya suaminya.. Bagaimana kondisi istri saya sekarang?" kata Arkan.
"Pasien sudah melewati masa kritisnya, luka di beberapa bagian juga sudah kami obati.. Kita tunggu pasien sadar 2 jam ke depan" ucap Dokter.
__ADS_1
"Baik Dokter.. Terima kasih" jawab Arkan.
"Sama-sama, kalau begitu saya permisi" kata Dokter.
"Baik Dok.." jawab Arkan.
Dua jam kemudian, saat Arkan menunggu di ruangan, tiba-tiba Kanaya sadar dan terkejut melihat Arkan ada di depannya.
"Mas Arkan.." ucap Kanaya.
"Kanaya, anda sudah sadar.. Saya akan panggil Dokter.." jawab Arkan.
"Dokter.. Dokter.." teriak Arkan.
Dokter pun tiba di ruangan Kanaya dan langsung memeriksa kondisi Kanaya.
"Alhamdulillah, pasien sudah sadar namun perlu masa pemulihan" ucap Dokter.
"Dokter.. Bagaimana kondisi kandungan saya?" tanya Kanaya sambil memegang perutnya.
"Kami mohon maaf Bu.. Janin ibu tidak bisa terselamatkan, ibu mengalami pendarahan sehingga ibu mengalami keguguran" jawab Dokter.
"Kalau begitu saya permisi dulu.." kata Dokter.
Kanaya menangis saat mendengar buah hatinya meninggal dalam keadaan tragis. Kanaya yang melihat Arkan langsung terlihat sangat marah.
"Kanaya, maafkan saya karena telah mengusir anda dari rumah, dan saya tidak tahu jika anda sedang mengandung anak saya" kata Arkan mencoba menjelaskan kepada Kanaya.
"Asal kamu tahu mas, aku bertahan dengan segala penderitaan karena aku mencintaimu mas.. Tetapi, kamu tidak pernah menghargai ku sedikit saja. Kamu selalu saja menyalahkan ku dalam setiap hal, itu semua aku terima dengan ikhlas mas.. Untuk kali ini menyangkut bayi dalam kandungan ku, aku tidak terima mas.. Aku sangat kecewa dengan mu.." jawab Kanaya sambil menangis memarahi Arkan.
"Ini kan yang kamu mau selama ini, kamu terus membuat hidupku menderita.. Ini juga kan yang kamu mau setelah menceraikan ku, dan kamu yang telah menyebabkan anakku meninggal.. Apa kamu suka melihat aku menderita dan hancur seperti ini mas?" ucap Kanaya.
"Terus apa pedulinya kamu sama aku, lagi pula kita bukan suami istri, jadi tidak perlu kamu ke sini.. Biarkan aku yang menanggung semuanya.." kata Kanaya.
"Kanaya.. Tolong maafkan saya, saya menyesal telah menyia-nyiakan wanita seperti anda" jawab Arkan.
"Kamu pasti terkejut kan, seorang Kanaya yang begitu penurut, lembut, sabar, dan tenang sekarang berubah menjadi seperti ini.. Menjadi seseorang yang kasar dan angkuh.." ujar Kanaya kepada Arkan.
"Kamu selalu bilang maaf berkali-kali, namun itu bukan janji tetapi hanya omong kosong. Lebih baik, kamu tinggalkan aku sendiri mas, aku ingin menyendiri dan butuh waktu untuk menenangkan hati aku" jawab Kanaya.
"Tapi Kanaya.." kata Arkan.
"Aku bilang pergi mas dari sini, aku tidak ingin melihat wajahmu lagi.. Aku sakit hati mas, sudah cukup aku menahan rasa sakit ini sendirian, dimana saat aku mengandung, suamiku bahkan tidak mempercayaiku" ucap Kanaya mengusir Arkan.
__ADS_1
Arkan pun pergi dari ruangan Kanaya. Arkan menangis melihat Kanaya yang begitu depresi karena telah kehilangan anaknya. Arkan sangat menyesali perbuatannya.