
Keesokan harinya, Arkan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Alika kembali. Ayah Fauzan pun melihat Arkan datang ke rumah sakit seorang diri tanpa didampingi Kanaya.
"Arkan, dimana Kanaya? Kenapa dia tidak ikut bersamamu?" tanya Ayah.
"Ayah, mulai sekarang jangan panggil Kanaya lagi, karena kemarin Arkan sudah resmi bercerai dengan Kanaya. Arkan yang telah menggugat cerai Kanaya, karena Arkan tidak terima dia menyakiti Alika.. Dan Kanaya tidak akan pernah kembali lagi" ucap Arkan menjelaskan tentang perceraiannya dengan Kanaya.
"Dasar kamu anak yang tidak tahu malu Arkan.." jawab Ayah sambil menampar pipi Arkan.
"Ayah kenapa menampar Arkan?" tanya Arkan yang merasa kesakitan.
"Kamu masih bertanya kenapa ayah menampar kamu? Jelas karena kamu salah, kamu telah melepas sebuah berlian dari rumah.. Kanaya itu sudah banyak membantu kita, kenapa sih kamu tidak bisa melihat sedikit celah kebaikan hati Kanaya? Ayah benar-benar kecewa sama kamu Arkan.." jawab Ayah.
"Tetapi Kanaya sudah..." kata Arkan.
"Sudah apa? Karena sudah menyebabkan Alika celaka begitu? Ayah tidak tahu jalan pikiran kamu ini seperti apa Arkan, kamu begitu angkuh sekali, padahal dia istrimu sendiri" ucap Ayah yang memotong pembicaraan Arkan.
"Lalu dimana keberadaan Kanaya sekarang? Tinggal dimana Kanaya?" tanya Ayah kepada Arkan.
"Arkan tidak tahu yah.. Kanaya tidak memberitahu soal tempat tinggalnya kini" jawab Arkan tersendat-sendat.
"Dimana kamu nak, ayah mengkhawatirkan kondisi mu sekarang.. Atau mungkin Kanaya sekarang berada di rumah almarhum ayahnya? Arkan ayo ikut ayah mencari Kanaya di rumah almarhum ayahnya.." ucap Ayah.
"Baik ayah.." jawab Arkan.
Arkan dan Ayah menuju rumah almarhum Papahnya Kanaya. Ketika di perjalanan, tiba-tiba jalan menjadi macet karena terjadi sebuah kecelakaan. Arkan pun putar balik dan mencari jalan pintas untuk ke rumah mendiang Mamah dan Papahnya Kanaya.
"Ayah kita lewat jalan sini saja, dekat dengan rumah Papahnya Kanaya" ucap Arkan.
"Baiklah nak, tadi ada apa ya?" tanya Ayah.
"Kecelakaan yah, kalau tidak salah sebuah angkutan umum" jawab Arkan.
Ketika sampai di rumah mendiang Papahnya Kanaya, rumah itu terlihat sepi seperti tidak ada orang satupun.
"Assalamualaikum, Kanaya.. Kanaya.. Ini Ayah Fauzan nak" ucap Ayah.
Tidak ada sahutan dari dalam, berkali-kali Ayah dan Arkan memanggil nama Kanaya namun tetap tidak ada respon. Sehingga salah satu tetangga yang mendengarnya langsung menghampiri Arkan dan ayahnya.
__ADS_1
"Permisi Pak, bapak ini mau cari siapa ya?" kata tetangga.
"Begini Bu.. Apa ibu tahu jika putri Bapak Faris datang ke sini mungkin?" tanya Ayah.
"Oh iya Pak, Kanaya memang tinggal di sini, bahkan barang-barangnya ada di dalam Pak.. Tetapi, sampai sekarang Kanaya belum pulang" jawab tetangga itu.
"Belum pulang? Memang dia kemana ya?" tanya Ayah.
"Kurang tahu Pak, kalau setahu saya, pagi-pagi Kanaya berpamitan untuk ke rumah sakit, tetapi sampai sekarang belum pulang" jawab tetangga.
"Kalau begitu jika Kanaya pulang, tolong kabari kami ya bu.. Ini nomor telepon saya" ucap Ayah.
"Baik Pak.." jawab tetangga itu kepada Ayah dan Arkan.
Arkan dan Ayah pun balik ke rumah sakit, mereka tidak menemukan informasi apapun tentang keberadaan Kanaya saat ini.
Sampai di rumah sakit, Dokter memberitahu jika Alika sudah sadar dan Alika ingin bertemu dengan keluarganya.
"Pak, pasien sudah siuman, kini ia mencari keluarganya. Lebih baik bapak pergi menemui pasien" ucap Dokter.
Arkan yang langsung ke ruangan Alika begitu bahagia melihat adik kesayangannya sudah sadar.
"Alika sayang, bagaimana keadaanmu sekarang? Sudah lebih baik kah?" tanya Arkan sambil memegang tangan Alika.
"Alhamdulillah, Alika sudah merasa sembuh kak.. Lagi pula lukanya tidak terlalu parah" jawab Alika.
"Syukurlah nak, Ayah sangat khawatir melihat kamu kemarin belum sadarkan diri" ucap Ayah.
"Oh iya kak, yah.. Kak Kanaya mana? Kenapa tidak ikut bersama kalian?" tanya Alika.
Arkan dan Ayah sekejap langsung diam mendengar Alika menanyakan kabar Kanaya.
"Alika, mulai sekarang kak Kanaya tidak akan tinggal bersama kita lagi.. Karena kakak sudah berpisah dari kak Kanaya" kata Arkan menjawab sejujurnya.
"Kenapa kakak berpisah? Atau karena kak Kanaya yang telah dianggap mencelakai Alika begitu?" tanya Alika.
"Bukan begitu, tetapi kakak sudah lelah menanggapi Kanaya yang begitu egois dan selalu membuat masalah" ucap Arkan.
__ADS_1
"Kakak yang egois bukan kak Kanaya, asal kakak tahu kenapa Alika berani mengejar pencuri itu karena aku tidak ingin kak Kanaya yang mengejarnya.. Karena kak Kanaya sedang mengandung anak kak Arkan" ucap Alika menjelaskan yang sebenarnya terjadi.
"Bahkan kak Kanaya telah mencegahku untuk tidak mengejar orang itu, namun Alika yang tidak mendengarkan perkataan kak Kanaya, sehingga Alika celaka seperti ini.. Sebelumnya pun kak Kanaya telah merelakan tas itu diambil pencuri, namun Alika berusaha menyelamatkan tas kak Kanaya" ucap Alika lagi.
"Apa? Kanaya sedang mengandung anaknya Arkan?" ucap ayah terkejut.
"Iya ayah, ayah tahu ketika kak Kanaya pingsan saat berkebun dan aku mengantar kakak ke rumah sakit, dan kata dokter kak Kanaya sedang hamil.. Tetapi, kak Kanaya tidak mengizinkan aku memberitahu ayah dan kak Arkan karena kak Kanaya ingin membuat sebuah kejutan" ucap Alika.
"Arkan.. Dengar itu penjelasan adikmu, apa setelah ini kamu tidak ingin mencari Kanaya? Dia mengandung darah daging mu, apa kamu tidak punya belas kasihan sedikitpun?" kata Ayah.
"Iya kak, tolong cari kak Kanaya ya.. Jangan salahkan dia, harusnya kakak tidak bersikap seperti itu.. Kalau seperti ini jatuhnya kesalahpahaman dan kini kita tidak tahu keberadaan kak Kanaya ada dimana.." kata Alika berusaha menyakinkan kakak kandungnya.
"Tetapi dia sudah buat kamu celaka Alika.." jawab Arkan.
"Cukup kak, jangan menyalahkan kak Kanaya atas semua hal.. Kenapa kakak selalu menyakiti hati kak Kanaya padahal kak Kanaya sudah baik selama ini, kak Arkan egois dan tidak berperikemanusiaan" kata Alika marah pada Arkan.
"Kalau kak Arkan tidak mau mencari kak Kanaya, lebih baik Alika dan ayah yang akan mencari kak Kanaya" ucap Alika.
"Baik Alika, kakak akan cari Kanaya.. Tetapi, kamu janji tidak akan pergi kemana-mana, karena kamu baru sembuh" jawab Arkan.
"Iya kak, ayah yang akan menjagaku" kata Alika.
"Baiklah, Arkan pamit mencari Kanaya" jawab Arkan sambil berpamitan kepada ayah dan Alika.
Arkan pun mencari Kanaya di sepanjang jalan rumahnya, namun belum ada tanda-tanda. Arkan memutuskan untuk pergi ke rumah mendiang mertuanya dan berharap Kanaya sudah pulang.
"Assalamualaikum Kanaya, ini saya Arkan" ucap Arkan.
Lagi-lagi tidak ada sahutan dari rumah itu, dan tetangga Kanaya pun keluar untuk memberitahu.
"Maaf mas, mas yang tadi ke sini kan.. Mba Kanaya belum pulang mas, tidak biasanya mba Kanaya pulang terlambat, baru pertama kali ini, saya sendiri takut jika terjadi sesuatu kepada mba Kanaya" ucap tetangga itu.
"Baik Bu, saya akan mencarinya kembali. Mohon ibu kabari saya jika Kanaya sudah pulang, saya pamit ya bu.." kata Arkan.
"Baik mas.." jawab tetangga itu.
Arkan mendadak kepikiran soal kecelakaan yang terjadi saat ia dan ayahnya melewati jalan menuju rumah almarhum Papahnya Kanaya. Arkan mencoba menuju ke sana dan berharap menemukan keberadaan Kanaya.
__ADS_1