Sebening Embun Cinta Kanaya

Sebening Embun Cinta Kanaya
6. Mamah Kinanti Meninggal


__ADS_3

Saat perjalanan pulang ke rumah, Kanaya ditelpon oleh Dhivia sahabatnya. Kebetulan Dhivia sedang ada di Jogja karena ia sedang menjenguk ibunya yang tengah sakit. Dhivia menceritakan bahwa kemarin ia bertemu Papah Kanaya sedang menuju ke hotel bersama seorang perempuan.


"Halo Kan, aku mau kasih tahu kamu sesuatu" ucap Dhivia.


"Hai Dhiv, mau kasih tahu apa ya? Bukannya kamu kata Aletta lagi di Jogja?" tanya Kanaya.


"Iya justru itu, kemarin aku lihat Om Faris sama perempuan menuju ke hotel Jogja, soalnya hotel itu dekat sama rumah sakit yang merawat ibuku" kata Dhivia.


"Apa? Kamu salah lihat kali, kan Papahku ada urusan kantor jadi tidak mungkin Papah seperti itu" jawab Kanaya.


"Iya sih mungkin aku salah lihat Kan, maafkan aku ya" ucap Dhivia.


"Iya tidak apa-apa kok" ucap Kanaya.


Ketika sampai di rumah, Kanaya terus memikirkan keberadaan Papahnya. Sampai ia melamun dan mengabaikan Mamahnya yang sedang bertanya.


"Hei, Kanaya sayang kamu kenapa? Kok melamun, apa ada masalah?" tanya Mamah.


"Sebaiknya aku tidak cerita apa-apa dulu ke Mamah, nanti Mamah sakit lagi" ucap Kanaya dalam hati.


"Hehe, tidak Mah, Kanaya hanya pusing dan capek di perjalanan tadi" kata Kanaya berusaha mengalihkan perhatian.


Besoknya, Mamah Kinanti pergi ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatannya belakangan ini. Diketahui, Mamah Kinanti sering mengalami pusing mendadak, dan nafas yang sesak. Tanpa sepengetahuan Papah dan Kanaya, Mamah pergi sendiri.


Setiba di rumah sakit, Mamah Kinanti diperiksa Dokter Affandi, yang merupakan sahabat Papah. Dokter Affandi sudah menjadi langganan keluarga Kanaya jika salah satu anggota ada yang sakit.


"Bu Kinanti, setelah mengecek kondisi ibu saat ini, saya harus mengatakan bahwa ibu terkena gejala serangan jantung ringan" kata Dokter Affandi.


"Apa Dok? Serangan jantung ringan?" jawab kaget Mamah Kinanti.


"Iya benar bu.. ibu sering merasakan sakit kepala dan sesak nafas kan.. maka dari itu, ibu tidak boleh stres dan usahakan untuk tidak memikirkan hal-hal yang berat" kata Pak Dokter.


"Baik Dok.. saya akan mengikuti saran dari dokter, kalau begitu saya pamit ya dok.." jawab Mamah Kinanti.


"Sebentar bu, ini hasil dari laboratorium tentang penyakit jantung ibu.. mohon disimpan ya" ucap Dokter Affandi.

__ADS_1


Setelah menerima hasil laboratorium, Mamah Kinanti langsung menyembunyikannya di sesuatu tempat yang tidak bisa diketahui siapapun.


Dua minggu kemudian, Papah Faris pulang. Mamah Kinanti langsung menyambut Papah dengan sangat baik.


"Pah, waktu itu Mamah ditelpon sama staf kantor Papah, katanya minggu kemarin Papah ada pertemuan sama klien dari Jepang?" tanya Mamah.


"Iya Mah memang ada.. Papah mau istirahat dulu" jawab singkat Papah.


"Tapi.. bukannya Papah ke luar kota? Kalau Papah ketemu klien di Bandung, kemana Papah selama 2 minggu ini?" tanya Mamah dalam hati yang tidak berani mengatakan kecurigaannya kepada Papah.


Tiba-tiba saat malam hari, Kanaya pergi keluar untuk membeli makanan dan meninggalkan HP nya di meja kamar. Saat itu, Mamah Kinanti lewat depan kamar Kanaya dan mendengar HP Kanaya berdering.


Mamah Kinanti pun mengangkat telepon Kanaya yang berdering beberapa kali, dan ternyata itu Dhivia sahabat karib Kanaya.


"Halo Kan, bukannya aku mau sok tahu ya, kemarin aku ketemu lagi sama Papah kamu dan seorang perempuan. Bukannya aku mau ikut campur ya Kan, soalnya aku udah dua kali ketemu Papah kamu keluar masuk hotel di Jogja" kata Dhivia bicara panjang lebar.


Mamah Kinanti pun mendengar cerita Dhivia dan tanpa sengaja HP Kanaya terjatuh karena Mamah Kinanti terkejut dengan yang dikatakan Dhivia.


"Apa Papah selama ini ada main dibelakang Mamah? Dan Kanaya pun tahu kalau Papahnya bertemu perempuan di hotel?" ucap Mamah dalam hati.


Selang beberapa hari, Papah Faris jatuh sakit. Mamah Kinanti adalah orang pertama yang sangat mengkhawatirkan kondisi suaminya. Ia melihatkan baktinya pada suami, siang malam ia sabar menunggu sang suami sampai sembuh.


"Pah, minum dulu obatnya. Habis ini Mamah kompres ya" kata Mamah sambil membantu Papah bangun dari tidurnya.


Sampai larut malam, Mamah Kinanti tertidur di lantai sambil memegang tangan Papah Faris yang ada di atas ranjang.


Kanaya tiba-tiba melihat Mamah Kinanti yang terlihat sangat pucat dan lemas karena beberapa hari Mamah Kinanti tidak tidur.


"Kasihan Mamah sampai melupakan tidurnya demi merawat Papah. Apapun kesalahan Papah, Mamah selalu sabar menghadapi sikap Papah yang berubah-ubah" gumam Kanaya dalam hatinya.


Keesokan harinya, tepat ulang tahun pernikahan Mamah Kinanti dan Papah Faris yang ke-25 tahun. Mamah Kinanti berusaha memberi kejutan spesial untuk Papah Faris di kantor, karena Mamah Kinanti berpikir mungkin Papah Faris lupa akan hari pernikahannya ini.


"Wah, Mamah bikin apa itu? Sepertinya roti itu sangat spesial, ada tulisannya happy anniversary ke-25 lagi" gurau Kanaya kepada sang Mamah.


"Iya sayang, hari ini ulang tahun pernikahan Papah sama Mamah ke-25 tahun, maka dari itu Mamah mau memberi kejutan spesial ke kantor Papah" jawab Mamah sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Mamah ternyata romantis sekali ya, Papah beruntung memiliki istri baik seperti Mamah.. Oh iya Mah, nanti aku pulang terlambat ya, hari ini kasus pengadilan semakin banyak, jadi Kanaya perlu tambahan waktu" ucap Kanaya.


"Iya sayang, kamu hati-hati ya. Ingat pesan Mamah, selalu jaga sholat mu.. dan selalu ikhlas dalam hal apapun" ucap Mamah Kinanti sambil memeluk Kanaya.


Sesampainya di kantor, semua karyawan menyambut baik kedatangan Bu Kinanti. Bagaimana tidak, Bu Kinanti sosok wanita tangguh yang sangat dikagumi banyak orang termasuk para karyawan di kantor suaminya.


"Permisi, Pak Faris ada?" tanya Mamah Kinanti pada salah satu staf kantor.


"Tadi ada Bu.. tapi sekarang Pak Faris sedang keluar bersama asistennya, Bu Rima" jawab staf kantor itu.


"Asisten? Sejak kapan Pak Faris punya asisten?" tanya Mamah Kinanti penasaran.


"Sudah cukup lama ibu, sekitar 2 bulan" jawab staf kantor.


"Kenapa Papah tidak pernah cerita soal asisten barunya? Padahal Papah paling tidak suka didampingi asisten" gumam Mamah Kinanti dalam hatinya.


"Oh begitu ya, terima kasih" ucap Mamah Kinanti.


Ketika Mamah Kinanti masuk mobil, ia melihat Papah Faris di sebuah cafe dekat kantor. Sontak Mamah Kinanti langsung menuju ke sana.


Namun, tak disangka ternyata Mamah Kinanti melihat Papah Faris berpegangan tangan dengan wanita yang disebut-sebut sebagai asistennya. Mereka nampak mesra seperti suami istri.


"Pah.. siapa perempuan ini? Apa Papah main gila dibelakang Mamah?" tanya Mamah sambil menangis.


"Maafkan Papah, Mah.. Papah tidak jujur selama ini.. karena Papah bosan sama Mamah yang sakit-sakitan, sedikit-sedikit bawaannya selalu curiga" ujar Papah tegas kepada Mamah.


"Dan dia Rima, asisten Papah sekaligus istri siri Papah. Sebenarnya Papah tidak ada urusan kantor di luar kota kemarin, tapi Papah berniat menikah siri dengan Rima" sambung Papah menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


Mamah Kinanti tak berkata apapun, dia hanya bisa menangis mendengar fakta dari suaminya selama ini.


"Pah, asal Papah tahu, hari ini tepat 25 tahun usia pernikahan kita, tapi kenapa saat Mamah mau memberi kejutan di hari spesial ini, Papah menghancurkan segalanya.. Papah telah mengkhianati pernikahan sekaligus kepercayaan Mamah" kata Mamah Kinanti yang terlihat lemas.


Roti spesial untuk Papah Faris pun jatuh dari genggaman tangan Mamah. Beberapa selang kemudian, Mamah Kinanti sesak nafas dan akhirnya jatuh pingsan di cafe itu.


Tuhan berkehendak lain, ketika Mamah Kinanti akan dibawa ke rumah sakit, ia sudah meninggal dunia. Kemudian, jenazah Mamah Kinanti dibawa ke rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2