SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 01 ~ Prolog-visual


__ADS_3


Berawal dari kisah seorang gadis yang baru saja lulus SMA. Dia bercita citakan sebagai koki / chef. Kepandaian memasaknya tak dihiraukan lagi, ia sempat mengikuti lomba memasak tingkat Nasional mewakili sekolah saat dia duduk di bangku SMP.


Paras ayunya, kulit putihnya dan rambut panjangnya membuat semua teman laki lakinya ingin menjalin hubungan spesial, tetapi dibalik kesempurnaannya ada sikap Tomboy nya.


Itu dikarenakan sang ayah yang selalu mendidiknya supaya bisa menjaga diri. Melatih segala macam teknik bela diri yang dibimbing oleh sang ayah sendiri yang ternyata adalah guru dari sebuah perguruan bela diri.


YOONA AZZURA dan kedua sahabatnya berencana untuk melanjutkan pendidikan nya di ibu kota.


Sedari dulu ibunya tidak mengizinkan nya karena sang ibu tidak bisa jauh dari anaknya.


Yoona mencoba memberi pengertian kepada ibunya kalau ia tak sendiri, ia bersama kedua temannya dan juga bibi dari salah satu temannya.


***


ISHITA PANWAR dan TANIA MEHRA adalah sahabat ia sedari kecil, sedari mereka masih ingusan. Mereka adalah teman bermain teman curhat dan teman laknat kadang kala.


*******


Pagi hari semua orang yang ada dirumah Yoona sedang berkumpul sang ayah dan juga ibu juga sedang duduk di kursi ruang tamu.


Sang ibu sedari tadi menangis tidak berhenti ia tetap tidak rela kalau putrinya pergi walau itu untuk menempuh pendidikan.


"Ibu... Ibu jangan menangis ya.. Yoona Pastikan akan pulang saat selesai ujian semester." ucap Yoona mencoba memberi pengertian pada ibunya.


"Ibu tetep gak bisa jauh dari kamu nak.. Bagaimana nasib ibumu ini..." Tiwi terisak (ibu Yoona)


"Ibu harus rela, ini hanya beberapa tahun saja bu.. Setelah itu aku akan menemani ibu " Yoona


"Tapi.. " ucap Tiwi terputus oleh Ali ayah Yoona


"Bukk... Cobalah mengerti Yoona ia juga butuh pendidikan bu.. Beri dia sedikit kebebasan " ucap Ali


"Ayah... Ibu masih tidak rela Yoona anak kita satu satunya. "


Datanglah satu temannya bersama bibi yaitu Tania dan juga bibi Sari.


"Assalamualaikum.. " ucap bibi dan Tania bersamaan.


"Waalaikumsalam. " jawab semua orang.


"Loh.. Ishita mana? " tania


"Masih belum datang kita coba tunggu sebentar lagi " Yoona


"Mbak.. Mbak tenang aja Yoona aman bersama saya " yang ini adalah bibi Sari.


"Tolong jaga anak saya... " ucap Tiwi sambil terisak


"Iya mbak.. Pasti mbak. " Sari sambil tersenyum


Setelah beberapa menit Ishita masih belum datang juga lalu ia mengirim pesan kelas Ishita.


[Ishi.. Masih lama ya.. Semua orang sedang menunggumu kamu jadi berangkat gakk?? ]


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya ada balasan pesan dari Ishita


[Iya.. Tungguin bentar, otw]


"Katanya masih perjalanan yah.  " ucap Yoona kepada ayahnya.


Semua orang sedang menunggu kedatangan Ishita. Tak lama kemudian ia muncul dari depan pintu.

__ADS_1


"Assalamualaikum.. Maaf menunggu lama. " ucap Ishita dengan sopan


"Iya tidak apa apa Shi.." ucap Ali


"Sudah ya ibu.. Jangan menangis lagi aku bakalan setiap hari telpon ayah. Biar kita bisa bicara satu sama lain. " ucap Yoona


"Iya tante, Yoona gak sendirian ada kita berdua dan juga bibi Sari yang yang jagain kita. " ucap Ishita yang diangguki oleh Tania.


"Iya sudah.. Tapi janji Yoo.. Harus sering telpon ibu. " Tiwi


"Siyap laksanakan komandan " ucap Yoona sambil memberi hormat pada ibunya layaknya saat upacara bendera.


Semua barang barang Tania, Ishita,  bibi Sari dan juga barang Yoona dimasukkan kedalam bagasi mobil. Sang ayah sengaja menyewa mobil rental kenalan ayahnya. Ia mengemudi sendiri.


"Bu.. Sudah jangan menangis semua pasti baik baik saja. " ucap Yoona sambil mengusap air mata sang ibu yang terus mengalir.


Semua orang berjalan ke teras rumah, ibu Sedari tadi tidak berhenti menangis, Yoona masih setia memapah ibunya berjalan keluar.


"Bu.. Dengerin Yoona. Yoona akan menjadi anak yang membanggakan ibu dan ayah, Yoona janji. " ucap Yoona


Sang ibu tersenyum kecut, ia masih saja berat ditinggalkan oleh putrinya.


"Ya sudah sana berangkat " ketus Tiwi.


Yoona melihat semua orang sudah masuk mobil kecuali sang ayah yang masih setia menunggu Yoona yang masih menenangkan istrinya.


"Ibu jangan sedih. Nanti aku perginya gak tenang, dan lagi ibu harus jaga kesehatan saat Yoona tidak ada di samping ibu." ucap Yoona sambil mengusap air mata sang ibu.


"Pergilah nak.. Pergilah.. Jangan kecewakan ibu, capailah cita citamu setinggi langit." ucap Tiwi


"Pasti bu.. Yoona pasti tidak akan mengecewakan ibu. " ucap Yoona


Yoona berjalan menuju mobil ia berjalan mendekati sang ayah yang sudah membukakan pintu mobil depannya. Yoona mendengar ibu memanggilnya ia berbalik dan melihat ibu menangis tersedu sedu.


"Ibu... Ibu kenapa menangis " ucap Yoona yang sudah tidak tahan menahan tangisnya ia ikut menangis sambil memeluk ibunya


"Ibu harus kuat, aku hanya empat tahun disana lalu setelah itu pulang kerumah ini berkumpul lagi bersama ayah dan ibu seperti dulu. " ucap Yoona


"Baik, ibu harus rela, ibu harus kuat demi anak ibu" ucap Tiwi sambil mengelus puncak kepala Yoona


Tiwi menciuminya memberi kecupan sayang seorang ibu dan memberi pelukan terakhirnya sebelum Yoona berangkat.


Ali berjalan mendekati kedua wanita tercintanya, ia berucap "buk.. Ayah akan membawa mereka semua selamat sampai tujuan, ibu jangan khawatir"


"Harus yah.. Harus hati hati membawa mereka semua. " Tiwi


"Baik ayah dan Yoona berangkat, jaga kesehatan ibu. Tunggu ayah pulang " ucap Ali


"Iya.." Tiwi


Tiwi menyaksikan kepergian mobil yang dibawa oleh suaminya menuju ibu kota.


Melihat semakin lama mobil tersebut semakin menjauh dan tak terlihat.


****


Diperjalanan semua orang sedang tidur kecuali sang sopir dan kernetnya yaitu Ali dan Yoona


"Yah.. Kalau capek biar gantian aja gimana?" tawar Yoona


"Tidak apa apa. Kamu istirahat saja. " ucap Ali yang masih fokus pada perjalanan.


"Aku tidur sebentar kalau ayah capek nanti bangunin aku saja. " Yoona

__ADS_1


Yoona memang bisa menyetir mobil, ia sempat diajari oleh ayahnya karena ia dulu ngotot pengen bisa bawa mobil alhasil sang ayah menurutinya dengan meminjam mobil milik temannya.


Setelah menempuh kurang lebih empat jam mereka sampai ditempat tujuan, karena bibi Sari sudah memberikan alamat kost punya temannya. Jadi Ali sudah sampai didepan gerbang kost. Ia membangunkan putrinya


"Iya yah.. Mau gantian " ucap Yoona masih setengah sadar.


"Ini sudah sampai Yoo.. "Kekeh Ali


"loh.. Ayah. Kan tadi sudah aku bilang, aku bisa gantiin ayah. "Keselnya pada sang ayah.


" hehehe. Sudah bangunkan yang lain, katakan kalau kita sudah sampai."


Setelah mendapat perintah dari Ayahnya Yoona membangunkan kedua temannya dan juga bibi Sari


Setelah semua orang bangun lalu Yoona dan sang ayah mencoba bertanya pada salah satu penghuni kost'an


Dan benar saja ini adalah tempat kost an tujuan mereka.


Semua orang masuk kedalam area Kost. Ketiga gadis tersebut sangat terpukau dengan pemandangan asri kost'an tersebut, apalagi Ishita ia sangat menyukai berbagai macam tanaman.


********


Semua yang ada di kost sedang di dapur mereka bekerja sama untuk membuat makan malam mereka, Yoona dan kedua sahabatnya juga ikut membantu.


Yoona dengan santai nya memainkan pisau yang ada dikedua tangannya melemparnya ke atas dan menangkapnya kembali, mengambil sayur sayuran dan memotongnya menjadi kecil dengan cepat, semua mata melihatnya.


"wuahhh... keren.." Tania melongo melihat aksi sahabatnya


"kita panggilkan Cheff.. YOONA AZZURA......" Ishita berlagak seperti MC


" hati hati Yoo... nanti kena tangan.. HEII..." teriak bibi Sari, ia sangat takut jika nanti Yoona salah dan pisaunya mengenai tangan


"tidak akan bi... Yoona seperti ibu dari pisau pisau tersebut." ucap Tania, Yoona tersenyum kepada semua orang, lalu ia memberhentikan aksinya.


.


.


..


.


Bersambung..


***OKE SETELAH INI LANGSUNG KE CERITA INTI YA... SEMOGA KALIAN SUKA, JANGAN HUJAT AUTHOR, AKU JUGA LAGI BELAJAR CARI SENSASI..


MAAFKAN KALAU CERITANYA KURANG NGENAK DI HATI✌🏻✌🏻***


VISUAL "SEBUAH RASA"


YOONA AZZURA



MARCHEL ADITYA PUTRA



AFGAN AL FAFARO



OKE VISUAL-NYA MENURUT AKU SEPERTI ITU, KURANG LEBIHNYA SILAHKAN MENGHALU SENDIRI, DIBEBASKAN UNTUK MENGHALU.

__ADS_1


WARNING 21+!!!! ada banyak adegan adegan dewasa, jadi maaf kalau author seperti itu, memang ini genre yang author suka😁😂


hufftt... author bingung siapa pemeran pendampingnya sama sama Ahhhh... sudahlah ikuti saja ceritanya.


__ADS_2