SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 32~JANGAN PERGI, SAYANG!!!


__ADS_3


"SAYANG...." ucap Yoona sambil membuka pintu restoran milik suami nya.


"HAPPY BIRTHDAY SAYANG..." ucap Yoona sambil menyodorkan kue ultah yang sudah terpasang lilin membentuk angka 25.


"Ya ampun.. Sayang.... Kenapa capek capek sih... " Afgan yang super ketat menjaga istrinya yang tengah berbadan dua itu.


"Ihh... Kamu ini, aku sudah bela²in ke sini malah kamu omelin" Yoona berucap sambil cemberut.


"Iya iya... Makasih ya Sayang... Makasih dek... Jangan nyusahin Mommy ya.. Inget Mommy gak boleh capek capek OKE!!" Afgan berucap sambil berjongkok dan mengelus perut istrinya yang kian membesar.


"Aw. Aw. Yang... Dedek nya nendang keras banget." ujar Yoona kepada suaminya sambil mengelus perut buncitnya.


Afgan hanya tersenyum mendengar istrinya berucap, ia sangat bersyukur keduanya sehat sehat saja.


"Selamat Ulang Tahun Daddy.." ucap Yoona sambil meniru suara anak kecil


"Iya... Makasih ya Sayang... " jawab Afgan sambil mengecupi perut istri nya.


"Jadi pengen punya anak.." ucap Rafa sambil memandang pasangan suami istri itu.


"Eh!! Ya nikah  dong" Ben menjawab ucapan Rafa.


"Belum ada yang minat sama gue" Rafa.


Ben dan Rafa menghampiri Afgan dan istrinya.


"HBD broo.." ucap Ben dan Rafa.


Afgan mengucapkan terimakasih kepada temannya sekaligus partner kerjanya.


Afgan memotong kue yang di bawakan oleh istrinya, pertama ia menyuapi istri tercintanya.


"Sehat sehat kalian, penyemangat Daddy" ucap Afgan, Yoona tersenyum dan menggangguki ucapan suaminya.


Kemudian potongan demi potongan ia kasihkan kedua teman nya.


******


Marchel menyaksikan interaksi Yoona dengan suaminya hanya menggenggam erat kemudinya hingga jari² tangannya memutih.


"YOONA.... KAU MILIKKU" ucap Marchel sambil memukul kemudinya.


"Hahh..." teriak Marchel.


*****


Yoona berjalan menuju ruangan khusus yang ada di restoran suaminya.


Ia menggandeng suaminya memasuki ruangan tersebut.


"Hm... Auto dapet jatah bro.." Rafa menyenggol lengan Ben.


"Yang... " ucap Yoona


"Hm.." Afgan sambil membelai punggung Yoona yang ada dipangkuan nya.


"Emm... Itu... Aku... Pengen " ucap Yoona ambigu


"Apa... Kamu ngidam apa, nanti aku cariin" Afgan sambil membelai pipi Yoona.


Yoona yang mendapat sentuhan lembut suaminya hanya memejamkan mata menikmatinya.


Yoona tersadar dan memberi isyarat dengan dagu yang mengarah ke kebawah.


"Itu.." ucap Yoona sambil menunjuk kebawah, dengan bodohnya Afgan mengikuti arah mata Yoona, ia masih bingung apa yang di mau istrinya.

__ADS_1


"Yaaang..." rengek Yoona sambil menuntun tangan Afgan memegang payudara nya.


"Tapi kan kemarin udah Sayang.... Kasihan dedek nya dong, nanti kesakitan" Afgan mencoba bernegosiasi dengan istrinya.


"Tapi... Aku lagi pengen Sayang...ya... Boleh ya..." Yoona merengek seperti anak kecil.


Afgan terkadang bingung dengan kemauan sang istri yang lebih agresif itu, ia juga memikirkan anaknya yang ada diperut istri nya.


"Ya udah oke!! Sebentar ya.." Afgan mengalah.


Ia membaringkan istrinya di ranjang yang berukuran besar itu.


Ia membuka semua pakaian nya juga istrinya.


Ia mencium perut polos milik istrinya .


"Ini kemauan kamu apa Mommy dek?" tanya Afgan sambil mencium perut Yoona, ia juga bisa merasakan tendangan anaknya didalam perut istrinya.


Afgan mendorong pelan intinya kedalam lubang istrinya, ia juga menikmati sensasi yang sama saat pertama kali menyetubuhi istri nya, sangat nikmat juga ia sangat puas saat istrinya mendesah nikmat di bawah kungkungannya.


"Ah... Sayang... Cepat sedikit" pinta Yoona.


"No. No. No. kasihan dedek nya sayang.." Afgan memang melakukan dengan perlahan, ia tidak mau menyakiti buah hati nya.


Yoona mendorong pundak Afgan dan membaringkannya sekarang giliran Yoona yang berada di atas perut suaminya.


Ia mulai memasukkan milik Afgan kedalam miliknya, ia mendesah saat intinya terasa penuh oleh milik suaminya.


"Ssayang... Ahhh.. "Desah Yoona sambil menaik turunkan pinggulnya secara perlahan.


Berlipat-lipat kenikmatan yang Yoona rasakan hingga ia menaikkan ritmenya menjadi cepat.


"Sayang... Hei.. Pelan pelan ingat debay Mommy" ucap Afgan sambil menahan pinggul Yoona.


Afgan mulai jengkel dengan istrinya ia beranjak duduk dan membalikkan tubuh istrinya hingga kembali berbaring di bawah Kungkungan, ia melakukan dengan perlahan hingga keduanya mencapai puncak.


#####


" Mama.... Mah... Mama..." panggil Marchel sedikit berteriak kepada Mama.


"Ada apa nak.. Kenapa teriak teriak" Mama berjalan mendekati anaknya.


"Berapa bulan Yoona mengandung" tanya Marchel.


"Em... Itu.. Lima bulan Sayang" Ucap Mama kepada Marchel.


"Haaaaahhhhhh" teriak Marchel sambil menarik taplak meja di ruang tamu, buku buku majalah dan sebagainya berserakan di lantai.


Mama menutup kedua telinganya mendengar barang barang berjatuhan.


Semua barang dibanting oleh Marchel.


"Cukup Marchel" sahut Papa berada di ambang pintu, melihat Marchel tidak merespon Papa menghampiri Marchel dan menampar keras pipi Marchel.


Marchel refleks memegang pipi nya.


"Apa yang kau lakukan ini Hah!!" Papa. "kau benar-benar tidak waras" tambahnya.


"Aku hanya mau Yoona Pah..hanya dia" teriak Marchel


"Tidakkah kau tahu, Yoona sudah bersuami MARCHEL, IA ISTRI ADIKMU " tegas Papa.


"Aku gak peduli, di harus jadi milikku " Marchel.


Plak..


"Sadarlah MARCHEL... KAU BUKAN JODOHNYA" Papa kembali berucap.

__ADS_1


Marchel melenggang pergi mengambil kunci mobilnya.


"Mau kemana Hah!!!" tanya Papa kepada Marchel tetapi tidak direspon oleh Marchel ia  berlari menaiki mobilnya.


*****


Marchel melihat Yoona berjalan keluar dari restoran, ia keluar dari mobil dan mengikuti Yoona pergi, ternyata Yoona pergi  ke tempat pembuangan sampah yang ada di balik restoran.


Marchel menarik lengan Yoona hingga berbalik kehadapannya.


"MARCHEL!!" ucap Yoona terkejut, Marchel langsung menyambar bibir Yoona dan memojokkannya di dinding, ******* bibir manis Yoona yang menjadi candu.


Dari tadi Yoona terus memberontak tetapi ia sudah jengah dan tidak memberontak lagi, Marchel terus ******* bibir Yoona atas bawah, ia memperdalam ciumannya hingga lidahnya masuk ke dalan mulut Yoona.


"Mmarchel...." Yoona mencoba memberontak tetapi ia kalah, kedua tangannya di cengkram di dinding oleh Marchel.


Marchel tidak bisa berjarak dekat mengingat perut Yoona yang membesar.


Marchel melepas ciumannya dan ia mengucap bibir manis Yoona dengan ibu jarinya.


"Kenapa kau kembali" ucap Yoona ketus sambil menatap tajam Marchel.


"Setelah sekian lama kau tidak lagi mengganggu kehidupanku, tiba-tiba kau muncul begitu saja" tambahnya lagi.


"Aku menginginkan mu istriku" ucap Marchel ingin menyentuh bahu Yoona tapi langsung ditepis olehnya.


"SADAR MARCHEL, AKU SUDAH MENIKAH, AKU SUDAH MAU PUNYA ANAK SEKARANG..DIMANA OTAKMU HAH!! " bentak Yoona


"Aku gak mau tau.. KAU MILIKKU YOONA MILIKKU" tegas Marchel sambil menarik tangan Yoona, Yoona kesulitan menyeimbangi langkah Marchel yang tergesa gesa.


"Marchel, pelan pelan sakit" ucap Yoona sambil memegang genggaman tangan Marchel yang mencengkram pergelangan tangannya.


"Auw.. Marchel..." Yoona kesakitan dengan itu, ia tidak tahan tangannya sakit dan perutnya juga mulai kram karena terlalu cepat berjalan.


Marchel mendorong Yoona untuk memasuki mobilnya.


"Marchel kau ini apa²an hah!!! " bentak Yoona sambil memandang Marchel.


Marchel tidak menghiraukan nya ia menancap gas hingga mobilnya berjalan secepat kilat.


"Marchel.... Aku takut.. Hiks.." Yoona mulai meneteskan air mata, ia memegang erat pegangan tangan yang ada di atasnya.


Guncangan demi guncangan membuat perutnya semakin nyeri.


Hingga mobil yang mereka tumpangi itu sampai di rumah Marchel.


Marchel tetap saja menarik Yoona dan berjalan cepat ia seolah tidak sadar keadaan Yoona yang tengah mengandung besar, ia sudah tersulut emosinya.


"Ma... Marchel... Auw... Perutku" ucap Yoona seraya memegang perutnya yang terasa lebih nyeri.


"Aaggghhhrrrrh.... Marchel... Anakku..."peliknya sambil memegang erat perutnya, perutnya benar benar kram.


"Marchel lepaskan aku... Aggggrrhhh... " ucap Yoona sambil melepaskan tangan Marchel.


Mereka sudah berada di puncak tangga, Yoona terus memberontak hingga tangannya terlepas oleh genggaman Marchel, secepat kilat Yoona berbalik dan turun dari tangga, namun naas kakinya tergelincir Marchel menyadari itu ia meraih tangan Yoona tapi ia kehilangan keseimbangan hingga,mereka berdua jatuh berguling di tangga.


Marchel sudah tidak sadarkan diri, ia berada,di bawah Yoona.


"Ahhhh..... Hakh.... Perutku... Anakku... Jangan pergi" ucap Yoona tersengal perlahan matanya buram dan pingsan.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2