SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 40 ~ AFGAN²


__ADS_3


Cekleekkkkk....


Pintu terbuka dan memperlihatkan sang pemilik Hotel.


"maaf tuan... saya telah lancang memasuki ruangan anda" Afgan berucap sedikit canggung dan mulai menjauh dari Gadis itu.


"oh... anaknya Tuan Dendi.." Tuan Prateep berucap sambil menunjukku


" iya Tuan Saya adalah putra dari Pak Dendi" ucapnya memperjelas.


"emm.. siapa namanya saya lupa, soalnya kita tidak bertemu selama belasan tahun lalu" tanya Tuan Prateep


"saya Afgan Tuan.. Afgan Alfafaro.." ucap Afgan memperkenalkan diri nya.


"mari mari... silahkan duduk " ucap Tuan Prateep


"lihat tuh pah... dia buru buru banget, padahal aku udah bilang sebentar lagi Papa akan datang, tadi" adunya Gadis tersebut kepada sang Papa


"oh iya... kenalin ini anak saya.. Mia..." ucap Tuan Prateep kepada Afgan


Afgan menatap gadis yang ia ketahui bernama Mia itu, kemudian Afgan menjabat tangan Mia.


Mia membalas jabatan tangan dari Afgan sambil wajahnya tersenyum semanis mungkin supaya Afgan terpikat dengan senyuman nya.


*****


Semuanya berjalan dengan sempurna tanpa hambatan, Afgan dan Tuan Prateep juga sekarang sedang berada di resto Hotel tersebut.


"Kamu... masih lama di sini kan!!" tanya Tuan Prateep


"emm... saya ingin segera kembali setelah urusan kerja sama ini selesai Tuan" ujar Afgan


"oh iya sudah bagus... nikmati pemandangan kota ini" ucap Tuan Prateep


"ah... saya sudah menikmatinya sejak awal berada di disini" Afgan memanglah orang yang jujur, sedari ia datang ia sudah terpesona oleh keindahan alami kota Pukhet.


"kalau begitu, biar Mia yang menemanimu untuk keliling kota ini, supaya kamu lebih puas nantinya " ujar Tuan Prateep


"Ahh... itu tidak perlu Tuan.. saya bisa sendiri " ucap Afgan dengan lirih saat menolak tawaran dari Tuan Prateep


"Papa... Aku siap kok nemenin Afgan keliling kota ini" sahut Mia dengan memeluk leher Afgan dari belakang


Afgan tersentak saat tangan Mia mengalung di lehernya, ia berusaha menyingkirkan tangan tersebut.


Mia beralih menepuk pelan bahu Afgan dengan sedikit merabanya membuat Afgan mencekal satu tangan Mia.


"ow.... Maaf.." lirihnya kepada Afgan yang mendongak dan menoleh ke belakang.


"oke... saya ikuti saran Tuan.." ucap Afgan kepada Tuan Prateep karena ia tidak enak jika menolak tawaran dari teman Papa nya itu.

__ADS_1


"Ah.. hahaha.. jangan panggil Tuan.. panggil saja om.. Om Teep." jelasnya kepada Afgan dan mendapatkan anggukan dari lawan bicara nya.


"eh!! ngomong-ngomong kalian serasi juga" ucap Tuan Prateep tiba-tiba.


"Mmm.. maaf Om Saya...." ucap Afgan terputus dengan sahutan Mia


" ayo Gan.. kita berangkat sekarang" sahut Mia dengan cepat, Afgan menurut saja dan beranjak dan berpamitan kepada Om Teep.


"Om... saya pamit undur diri dulu.." ucap Afgan dengan hormat


Tuan Prateep tersenyum hambar ketika Afgan bersikap formal kepada nya.


"santai saja Afgan!! anggap om ini adik dari Papa mu." ucapnya sambil tersenyum ramah.


"oh begitu Om... baiklah.. saya pergi dulu.." ucap Afgan sambil menyalimi tangan dari Ayah Mia itu.


setelah itu Mereka berdua pergi keluar dari hotel tersebut.


"mereka cocok sekali.." ucap Tuan Prateep sambil melihat Afgan dan anak gadisnya pergi meninggalkan tempat.


.....



"Kita mau kemana?" ucap Afgan setelah memasuki mobil mewah milik Mia, bahkan ini baru pertama kalinya Afgan menaiki mobil semewah kelas atas ini.


Karena Afgan hanyalah mempunyai mobil bekas milik Marchel yang sudah Marchel berikan kepadanya.


"terserah!!!..." ucap Mia sambil tersenyum kepada Afgan


Mia tidak menjawab dan masih menatap kagum ketampanan dari seorang Afgan.


"MIAA..." ucap Afgan sambil mengibaskan tangannya di depan muka Mia.


Mia mengedipkan matanya berkali kali dan berucap " Ouh!! sorry.."


"kenapa minta maaf " Afgan berucap sambil menyalakan mobilnya


"enggak kok.. nggak apa²" jawab Mia


"ya sudah... Ayo" ucap Mia kembali


Afgan dan Mia meninggalkan pekarangan hotel milik Mia, karena memang ia adalah anak tunggal dan tidak memiliki kerabat, ibunya juga sudah bercerai dengan sang ayah, entah itu karena apa, yang jelas Author gak mau jelasin, ntar jadi belibet deh😁


Sampailah mereka pada sebuah pegunungan yang berada jauh dari hotel milik Mia.


"gimana?? indah bukan!!" ucap Mia sambil memandang pemandangan senja pegunungan di sore hari.


"iya.. bagus.. kamu pernah kesini?" tanya Afgan kepada Mia.


Sekarang mereka sedang duduk body mobil bagian depan, mereka sama² menatap indahnya pemandangan yang memanjakan mata mereka.

__ADS_1


"heemm..." Mia berucap sambil menganggukkan kepalanya tanpa menatap Afgan yang berada di sampingnya.


"sendirian!!" Afgan


"emmmm... enggak kok.. sama temen " Mia.


"oohhh.." jawab Afgan


Afgan menatap lekat gadis yang ada disampingnya itu.. menatap mulai dari atas sampai kebawah, baginya Mia cukup menarik, tetapi ia sama sekali tidak tertarik dengan rayuan Mia.


Afgan kembali menatap pemandangan yang ada di depan mata nya.


Tanpa Afgan sadari Mia terus saja menatapnya, tangan Mia mulai merambat dan menyentuh tangan Afgan yang berada di body mobil tersebut


Afgan tersentak saat ada tangan halus yang menyentuhnya.


"santai aja kali Gan.." ucap Mia sambil tangan nakalnya yang merajalela.


"Mia!!" ucap Afgan dengan tegas dan menatap gadis yang ada di sampingnya.


"Apa" jawab Mia dengan begitu lembut, sang gadis itu tetap melancarkan aksinya, tangannya sudah sampai berada di dada bidang milik Afgan.


Terasa Mia menyentuh benda menonjol kecil dan sedikit ia memilin ****** milik Afgan.


"jangan aneh-aneh Ya kamu!! " ucap Afgan memperingati Mia


"okeyy..." jawab santai Mia dan melepaskan tangannya dari dada bidang milik Afgan.


"ayo.. kita pulang saja" ucap Afgan sambil beranjak turun dari bagasi depan.


"Tapi Gan.... " ucap Mia tidak ia lanjutkan karena Afgan sudah memasuki kedalam mobilnya.


Mia mengikuti Afgan dan beranjak memasuki mobil di kursi samping, ia menatap jengkel Afgan yang sedari tadi cuek kepadanya.


"Afgan... kamu kenapa sih.. gak peka banget jadi cowo.." ucap kesal Mia sambil menatap lekat wajah Afgan dari samping.


"kamu yang gak peka.. aku ini sudah beristri Mia!! aku punya istri di indo" ucap Afgan memperjelas.


"tapi Gan... aku cinta sama kamu" ucap Mia sambil menggenggam erat tangan Afgan.


"maaf Mia!! aku tidak bisa.." ucap Afgan sambil melepas paksa tangan Mia.


"Afgan!! enggak!! aku tetap akan cinta sama kamu TITIK!!!" Ucap Mia dengan penuh penekanan


Entah bagaimana caranya Mia sudah berada di atas pangukan Afgan.


"apa yang kamu lakukan Mia!!" ucap Afgan kaget dengan tingkat nekat Mia.


" aku akan buktikan kalau kamu juga cinta sama aku" ucap Mia menyeringai menatap Afgan


"apa yang ka.." ucap Afgan terputus ketika Mia mencium bibirnya.

__ADS_1


"Mia... sadarlah!!" ucap Afgan sambil melepas pertautan mereka.


Mia menatap kecewa Afgan dan beralih duduk di kursinya dengan benar.


__ADS_2