SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 24~MARCHEL KACAU


__ADS_3


"KAU... kenapa kau disini " Yoona meninggikan suaranya


Marchel menyeringai ia berjalan maju mendekati Yoona.


Yoona mundur perlahan seraya dengan Marchel mendekatinya hingga punggungnya membentur lemari, ia mengeratkan handuknya menutupi dadanya yang setengah terekspos.


Marchel melenggang pergi menuju ranjang dan mengambil selimut lalu menghampiri Yoona, secepat kilat ia melilitkan selimut tersebut ditubuh Yoona dan menggendongnya seperti karung beras.


"Aaaaaaaa... Tidaakkk.... Lepasskaannn... Marcheelll.." teriak Yoona.


Entah kenapa disana tidak ada yng mendengar suara Yoona, mungkin karena kamar mandinya berisik dengan gemercik air hingga Afgan yang masih disana tidak mendengar istrinya, dan Mama mertuanya ia juga tidak ada dirumah.


Flashback on...


Marchel sudah berada di lobi apartemen tempat tinggal istrinya dengan suaminya, ia berjalan menuju lift dan memasuki lift memencet tombol 20. Tak disangka setelah keluar dari lift ia melihat ibu tirinya keluar dari apartemen Afgan.


" pagi... Ibuku sayang.." ucap Marchel sambil menyeringai


"Kau.. Ada disini..." ucap Mama Afgan


"Iya.. Aku disini menjemput istriku " ucap Marchel


"Yoona??.. Ia sedang  di kamarnya, masuklah " ucap Mama Afgan


Marchel tersenyum riang saat ibu dari suami sah istrinya memperbolehkan ia membawa menantunya, ia melenggang pergi dari hadapan Mama tirinya


Marchel memasuki apartemen Afgan ia melihat sekelilingnya matanya menatap kamar yang sedikit terbuka, ia mengintip kedalam tak disangka matanya melihat indahnya ciptaan tuhan.


Ia berjalan begitu santai memasuki kamar tersebut, menyaksikan istrinya yang sibuk mencari pakaian hingga istrinya akan melucuti handuknya, tetapi secepat kilat ia menarik tangan istrinya.


Flashback of..


Marchel membawa Yoona mendekati mobilnya, selama diperjalanan semua mata menatapnya entah apa yang orang orang pikirkan Marchel tidak peduli, yang ia inginkan hanyalah istrinya seorang.


" dasar brengsek kau" teriak Yoona menggema didalam mobil, Marchel tidak peduli dengan teriakan istrinya, ia menjalankan mobilnya menuju rumahnya.


Beberapa waktu kemudian mereka sampai dirumah Marchel.


Marchel menggendong istrinya lagi bak karung beras.

__ADS_1


"Iiihhhh... Lepaskan aku.. Marchel kau gila.." teriak Yoona sambil memberontak sayangnya Marchel tidak pedulikan itu.


Marchel mendudukkan Yoona dimeja riasnya, Marchel melorotkan selimut yang dipakai istri sirinya.


"Chel... Jangan macam macam.. " ucap Yoona memperingati Marchel.


"Heh!! Siapa yang macam macam... Aku hanya sedikit bermain dengan istriku." Marchel


"Kau gila... Aku tidak menganggap mu sebagai suamiku, kau hanya perusak rumah tanggaku, KAU PAHAM!! " teriak Yoona.


" oh!! Begitu ya... Akan ku buktikan kalau aku adalah suamimu sesungguhnya " Marchel menyeringai ia membuka lilitan selimut yang menutupi seluruh tubuh Yoona, menggendongnya pindah ke ranjang.


"Jangan... Marchel ku mohon..." Yoona menatap manik mata Marchel dan  memegangi selimut yang ada ditubuhnya.


"Cheelll.... Ku mohon jangan seperti ini.. Pliiisss.." Yoona memohon


"Tidak.. Tidak akan ku lepaskan istriku ini" Marchel melorotkan selimut yang membungkus tubuh polos Yoona hingga sampai dipertengahan dada Yoona.


Marchel melihat belahan dada istrinya yang menggoda, ia mengecup sekilas belahan dada istrinya, terlihat ada banyak tanda disana, mulai dari lehernya hingga dadanya, ia tahu bahwa Yoona baru melakukan ritual suami istri bersama Afgan terlihat tadi, kamar Afgan berantakan dan juga ada bercak darah di spreinya saat Marchel mengambil selimut tadi.


"A-aapa.. Yang kau lakukan Hah!!" ucap Yoona sambil menahan gejolak dalam hatinya saat Marchel menciumi dadanya.


Marchel melorotkan selimut hingga terlihatlah sempurna dada milik istrinya itu, tidak.. Yoona tidak bisa bergerak saat kedua tangannya ikut terbungkus selimut yang melilit ditubuhnya, ia hanya bisa bergerak menghindari serangan dari Marchel, nyatanya ia tidak leluasa.


Marchel menjilat memainkan mainan nya dengan lidah, sesekali ia menghisap benda kenyal tersebut.


"A. Ahh.. Marchel, lepaskan " ucap Yoona sedikit mendesah, tidak bisa dipungkiri tubuhnya merasa melayang di awang awang, tidak..ini tidak boleh terjadi, aku hanya milik Afgan seorang, pikir Yoona


"L-lepaskan aku.. Ahhhh " Yoona mendesah saat tangan Marchel meremas kuat dadanya.


"Heh!! Kau membuat ku gila " ucap Marchel lalu ia menyambar bibir ranum istri dirinya, Yoona mencoba menghindarinya dengan cara memalingkan wajahnya, hingga ciuman itu jatuh ke pipi kirinya.


Marchel menjilat pipi Yoona, menyesapnya dan menggigitnya.


"Ah... Marchel sakit " Yoona mengaduh saat pipinya digigit oleh Marcel, bisa ia pastikan pipinya mengecap gigi gigi Marchel.


"Ahhh.. Manisnya.." Marchel saat merasakan pipi istrinya. " kalau yang ini manis.. Pasti bibirnya lebih manis " ucap Marchel ia memegang dagu istrinya hingga Yoona menatapnya, ia mencium bibir istrinya dengan lembut, tapi Yoona tidak membalasnya dia semakin mengeratkan bibirnya supaya Marchel tidak melanjutkannya.


Bukan Marchel namanya jika ia menyerah begitu saja, ia semakin ******* bibir istrinya walau tidak ada balasan.


" Ahh... " ringis Yoona saat bibir bawahnya digigit oleh Marchel dengan keras.

__ADS_1


Marchel tidak menyia-nyiakan kesempatan lidahnya menyelusup kedalam rongga mulut Yoona.


Tangan Marchel tidak tinggal diam, tangannya meremas benda kenyal tanpa sehelai kain.


"Emmhh... Ahh.. Ma-marcheell..." ucap Yoona ia berusaha melepaskan tangan Marchel


Setelah puas Marchel menatap Yoona Yang berada dibawah tubuhnya, ia mencium kening Yoona kedua pipinya dan mengecup sekilas bibir istrinya.


"Bolehkah aku menjadi suamimu seutuhnya" ijin Marchel sambil menatap lekat manik mata indah Yoona


Yoona menatapnya begitu tajam nafasnya memburu dadanya kembang kempis seiring dengan hembusan nafasnya.


"Lakukanklah.." sarkas Yoona  membuat Marchel tersenyum riang. Ia mencium kening Yoona dengan sayang.


"Tetapi setelah itu TALAK AKU..." Yoona sudah jenggah dengan ini semua ingin rasanya ia bebas dari pria menjijikkan ini.


Marchel menatap lekat Yoona ia mencari kebohongan dari mimik wajah istrinya setelah mengucapkan itu tapi tidak.. Tidak ada kebohongan yang terlihat.


Ia merubah posisinya hingga terduduk disamping tubuh polos Istrinya, ia menutupi tubuh istrinya dengan selimut ia mengusap gusar wajahnya, Yoona mendudukkan dirinya ia menaikkan selimutnya didepan dadanya ia melihat Marchel yang kacau  lalu ia melihat Marchel meraih kaosnya dan melenggang pergi dari kamarnya.


Yoona menangis tersedu didalam kamar Marchel ia menunduk menutupi wajahnya dengan lututnya.


"Nak..." ucap Mama Marchel dengan mengusap punggung polos milik menantunya.


" ini mandilah dan ganti pakaian " ucap Mama Marchel dengan membawa dres miliknya dulu.


Yoona mendongak menatap Mama mertuanya, Mama Marchel tidak tahan melihat mimik wajah menantunya yang amat menyedihkan ia memeluknya berharap bisa menyalurkan kekuatannya kepada menantunya.


"Ma... Apa salahku... Kenapa ini terjadi padaku.. Hiks..hikss.." Yoona menangis didekapan Mama mertuanya.


"Ssstt... Kamu tidak salah.. Yang salah anak Mama.." ucap Mama dengan berlinang air mata


Mama Marchel memapah menantunya menuju kamar mandi, setelah Yoona masuk ke kamar mandi ia menunggunya duduk di ranjang.


Setelah beberapa waktu Yoona keluar dengan menggunakan dres berwarna coklat muda sangat cantik satu kata yang keluar dari mulut Mama mertuanya, ia mendekati Yoona dan menundukkan kepala Yoona dan mencium kening menantunya.


...


.


.

__ADS_1


  Bersambung...


__ADS_2