SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 05~MARCHEL gak Waras!!


__ADS_3


Yoona dan Afgan sedang duduk di ruang tamu, mama Afgan sedari tadi tidak keluar kamarnya mungkin ia pikir tidak akan mengganggu putranya berbincang dengan calon istrinya.


"Yang.. Tadi tuh di hotel ada pria asing, yang memegang kendali hotelnya papa" ucap Yoona


"Masak sih yang?" jawab Afgan sambil tiduran dipaha Yoona


"Iya.. Kamu inget nggak? Dulu pas kita ke supermarket" tanya Yoona


"Kita akhir akhir ini ke supermarket loh Yang.... yang mana aku gak inget" ucap Yoona


"Ih bukan itu, empat tahun yang lalu, pas kamu disuruh mama buat belanja, trus kamu minta aku yang nemenin kamu dulu loh" ucap Yoona, terlihat Afgan memikirkan omongan Yoona, sekilas Afgan teringat


"Oh... Iya aku ingat" ucap Afgan sedikit membentak mengagetkan Yoona


"Ihh, ya jangan bentak bentak juga kali Yang.. Kaget tahu" sahut Yoona sambil menepuk dahi Afgan


"Hehehe.. Maaf Yang. Aku inget pas kamu ke apartemen ini untuk pertama kalinya, dan pulang anter kamu aku dijewer sama mama" ucap Afgan mengingat ingat


"Yap betul, ingat laki laki yang mukul kamu pas kita udah ada diparkiran " tanya Yoona


"Iya.. Kenapa?" ucap Afgan


"Laki laki itu yang ada diposisi papa Gan.." ucap Yoona sambil melihat kebawah menatap mata Afgan


"Apa!!!" seketika Afgan langsung beranjak duduk disamping Yoona "beneran?" tanya Afgan


"Iya aku sih gak terlalu ingat, tetapi dia inget aku Gan, kamu kenal siapa dia?" tanya Yoona


"Dia..." ucapnya gantung


"Dia apa Yang..." Tanya Yoona


"Dia kaka tiriku, anaknya bibi Tanti" ucap Afgan menatap arah lain, tidak berani menatap mata Yoona.ia belum siap memberitahukan semua tentangnya.


"Apa!!!" Yoona tidak kalah terkejut nya. "Kenapa gak diceritain dari awal sih sayang.." ucap Yoona


"Aku pikir, kamu tidak perlu tahu urusanku dengan dia, jadi gimana mau lanjut?" tanya Afgan


"Aku sudah terlanjur diterima disana Yang... Terus besok aku langsung kerja" ucap lesu Yoona


"Ya sudah terserah kamu, oh iya aku mau ngomong sama kamu " ucap Afgan dengan memegang bahu Yoona dan menatapnya.


"Kan uangku sudah menipis di tabungan, aku mau usaha kecil kecilan, mau buka restoran kecil kecilan, supaya bisa menabung buat calon anak kita nanti" ucap Afgan


"Boleh juga, kita patungan aku juga ada sedikit uang Yang.. Nanti bisa buat tambahan" ucap Yoona dengan senyum riang.


"Gak usah Yang.. Ini biar uangku saja yang keluar" jawab Afgan

__ADS_1


"Enggak, aku nggak mau, aku mau bantu kamu Gan.. Demi kita berdua juga Ya.." Yoona memohon dengan wajah imutnya, Tentu Afgan tidak bisa menolaknya jika Yoona bersikap seperti ini.


Akhirnya Afgan menyetujui kemauan Yoona.


Yoona pulang dari Apartemen Afgan diantar oleh kekasihnya, sebelumnya ia berpamitan terlebih dahulu kepada mama.


Saat di mobil Yoona termenung, dengan menatap luar jendela.


Afgan masih fokus menyetir, ia tahu Yoona sedang memikirkan sesuatu.


Setelah kurang lebih setengah jam, mereka sampai di depan area kost'an.


"Yang.. Ngomong aja jangan dipendam" ucap Afgan sambil menggenggam tangan Yoona dan menaruhnya dipahanya.


"Aku harus gimana besok Yang.."ucap Yoona


"Kamu harus ikutin kata hatimu Yang.. Ini masa depan mu" ucap Afgan mencoba memberi pengertian pada calon istrinya itu.


"Oke aku sudah putuskan, saat ini aku akan kerja di sana dulu, setelah kamu merintis usaha aku akan keluar membantumu"


"Oke. Kita harus cari tempat dulu. Weekend kita cari cari tempat" ucap Afgan


"Baik" ucap Yoona sambil tersenyum riang kepada Afgan.


Lalu Afgan membukakan pintu mobil untuk Yoona dan setelah Yoona pergi duluan ia baru akan meninggalkan tempat.


***


"Iya.. Sebentar bibi" terdengar suara Yoona di seberang pintu.


Tania juga belum bangun dari tidurnya, ia masih ngorok disamping Yoona.


Memang setelah Ishita pergi dari kost mengikuti suaminya, Yoona meminta Tania untuk menemaninya alasannya karena ia tidak bisa tidur tanpa teman.


"Ya.. Tania bangun, ada cowok nyari kamu tuh " ucap Yoona membangunkan Tania, alhasil Tania langsung kaget dan mendudukkan dirinya walau matanya masih enggang terbuka.


"Ya.. Tukang tidur cepat bangun, katanya melamar pekerjaan" ucap Yoona sedikit meninggi.


"Iya... Bentar, nyawaku masih ilang,  susah buat buka mata" ucap Tania dengan suara serak khas bangun tidur


"Cepetan bangun, aku mandi dulu" ucap Yoona kemudian beranjak dari tidurnya.


Setelah Yoona selesai gantian Tania yang menjalankan ritual mandinya.


Yoona sudah siap dengan pakaian kerjanya.


Baju yang dikenakan Yoona sangat pas, ditambah lagi rambut yang dikuncir membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas, sangat menawan.


Tania dan Yoona berjalan menuju gerbang kost, mereka berpisah saat Yoona dijemput Taxi onlinenya.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu, ia sampai di depan Hotel, lalu ia membayar taxi tersebut dan keluar dari mobil.


Setelah sampai di lobby hotel ia langsung menuju tempat kerjanya.


Marchel sedang berjalan menuju dapur hotel, ia akan menengok Yoona diruang kerjanya, semua koki disana terheran heran, baru kali ini atasannya kedapur hanya karena hal yang tidak penting.


Saat Yoona sedang serius mengerjakan pekerjaannya, Marchel tiba tiba membuka pintu ruangan tempat Yoona bekerja, lalu Yoona menoleh ke sumber suara.



"Oh pak Marchel.. "Ucap Yoona sopan sambil berdiri membungkuk memberi hormat.


"Biasa saja, kalau kita sedang berdua gini, gak enak kan kita akan menjadi saudara" ucap Marchel menyeringai, Yoona mengerutkan dahinya.


"Baik. Marchel, ada apa?" tanya Yoona lalu ia duduk kembali dan meneruskan pekerjaannya.


Marchel langsung duduk dihadapan Yoona ia memperhatikan Yoona yang sedang fokus mengerjakan sesuatu.


'Kalau dilihat dari dekat, ia terlihat sangat cantik' batin Marchel.



Yoona yang merasa ditatap oleh Marchel langsung menatapnya.


"Ada apa Marchel?" tanya Yoona


Marchel tersenyum seringai, ia beranjak dari duduknya dan berjalan kearah Yoona, Yoona langsung berdiri melihat Marchel mendekat.


Yoona mundur, Marchel semakin mendekat ia sangat takut kepada orang yang ada dihadapannya, semakin mundur hingga ia menabrak kursi dan terduduk di kursi tersebut, Marchel berjongkok dan melepas tali di rambut Yoona seakan rambut indah Yoona tergerai panjang, Yoona sangat terkejut, dan semakin Yoona mundur semakin Marchel mendekat hingga tidak ada jarak diantara mereka berdua.



'Apa yang Marchel lakukan, dia tidak waras' Batin Yoona


Yoona mendorong dada Marchel, lalu Marchel tersadar dan mengalihkan pandangannya ke meja kerja Yoona, terlihat  ada sebuah pigura yang ada foto Yoona disana.



"Cantik" gumam Marchel yang masih bisa didengar oleh Yoona, Yoona masih syok dengan kejadian barusan, jantungnya masih berdetak cepat, tak dipikirkan bahwa detak jantungnya bisa didengar oleh Marchel, Marchel pun begitu ia sangat terpana oleh pesona Yoona hingga ia akan menciumnya, sejak pertemuan pertama Marchel jatuh cinta pada Yoona.


Marchel pergi meninggalkan Yoona yang masih mematung ditempat duduknya.


Marchel Membawa pigora tersebut.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, coment, vote😁


__ADS_2