SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 09~Apartemen Afgan...


__ADS_3


Yoona menggercapkan matanya, samar samar ia melihat ke segala arah, tempat yang berbeda, ia berusaha mengingat apa yang sebenarnya terjadi. Ia mengingat saat ini berada di apartemen Afgan dan ini kamar Afgan.


...



...


terlihat seperti nuansa pria, ia melihat ke samping tidak ada Afgan disana, ia mendudukkan dirinya di ranjang, terlihat jam diatas nakas menunjukan pukul tiga pagi, ia beranjak keluar kamar,


ia menuju dapur tapi matanya tak sengaja melihat Afgan sedang tidur di sofa, ia menghampiri Afgan yang sedang meringkuk memeluk badannya, terlihat kedinginan ia berinisiatif untuk mengambil selimut di kamar nya, setelah mengambil selimut, ia menyelimuti tubuh Afgan, perlahan hingga pergerakannya tidak mengusik Afgan yang sedang terlelap.


Saat Yoona ingin beranjak ke dapur tangannya ditahan oleh tangan Afgan.


"Eh " Yoona terkejut


"hmm.. kamu sudah bangun " ucap Afgan sambil memejamkan matanya.


"iyah.." jawab Yoona sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Afgan.


"aku baru aja tidur, kamu sudah bangun aja " ucap Afgan dengan suara serak khas bangun tidur.


"ya udah tidur aja lagi, aku mau ke dapur " ucap Yoona sambil mengelus puncak kepala Afgan.


Afgan bisa merasakan tangan lembut yang mengusap kepalanya, ia meraih tangan yang ada digenggaman nya, ia mencium punggung tangan Yoona.


"udah ya.. tidur lagi, ini masih pagi buta. " ucap Yoona setelah itu ia beranjak pergi ke dapur, terlihat dapur masih sepi, mengingat sekarang masih jam setengah empat mungkin mama Afgan masih tidur pikirnya, entah apa yang ia lakukan yang penting ia mencari kesibukan.


Didapur ia membuka kulkas, ingin memasak sesuatu yang mungkin bisa dimasak, ternyata bahan di sana lumayan lengkap, jadi ia memilih memasak makanan buat sarapan nanti.


setelah berkutat di dapur kurang lebih satu jam lamanya ia beranjak ke kamar Afgan, ingin menumpang mandi karena badan berkeringat setelah memasak tadi.


Ia melucuti pakaiannya setelah masuk ke kamar mandi.


****


sedangkan mama Afgan yang baru bangun dan setelah mencuci mukanya ia beranjak di dapur, ingin memasak tetapi setelah tiba di dapur, matanya menatap tundung saji yang berasap, lalu ia membuka ternyata segala jenis makanan rumahan sudah tersaji disana, tercium bau yang sedap di indra penciumannya, ia tersenyum pasti Yoona yang memasak, pikirnya.


****


Yoona setelah menyelesaikan ritual mandinya ia segera memakai pakaian yang mama Afgan pinjamkan untuknya. memakai dress berwarna putih, walaupun terlihat kebesaran, itu malah menambah kesan imut padanya.


__ADS_1


ia berdiri didekat jendela kamar Afgan, sangat bagus pemandangan disana terlihat gedung gedung yang menjulang tinggi sejajar dengan letak kamarnya, melihat sunrise yang membuat pemandangan disana terlihat sempurna.


Ia berjalan keluar lalu berpapasan di ruang tamu oleh mama Afgan


"pagi mah." sapa Yoona dengan sopan


"pagi.. kamu sudah bangun, sejak kapan?" mama Afgan


"dari tadi mah, tadi aku bangun jam 3 pagi. " Yoona


"kamu kenapa repot repot masak sih, kan mama bisa " ucap mama Afgan


"gak papa mah.. itung itung belajar jadi menantu yang baik " canda Yoona


"ihh, kamu itu udah baik, udah top markotop dah pokoknya." ucap mama sambil menjulurkan dua jempolnya.


"ah mama bisa saja." Yoona tersipu malu.


"oh iya, mama mau mandi, kamu bangunin Afgan gih, nanti kita sarapan bareng " ucap mama sambil beranjak ke kamarnya.


"iya mah. " jawab Yoona lalu menghampiri Afgan yang masih bergelung di selimut nya.


"Gan.. Afgan bangun " ucap Yoona membangunkan Afgan, tidak ada respon darinya.


"Afgan bangun yuk udah pagi loh " ucap Yoona sedikit keras tetapi Afgan tidak bergeming.


"iyah... istriku " jawab Afgan tersenyum setelah mendengar bisikan dari Yoona.


"bangun dong Gan.. jangan iya iya aja..." ucap Yoona sambil menggoyang goyangkan lengan Afgan.


Afgan membuka matanya, melihat Yoona sudah segar, sehabis mandi dan wangi sabun miliknya.


"nah. bangun juga kan akhirnya. " ucap Yoona


"cepetan bangun, nanti kita sarapan bersama, aku udah masak " ucap Yoona


"iya bentar aku tak cuci muka dulu " ucap Afgan


"mandi sekalian gih, aku mau melihat kios kita " ucap Yoona


"baik laksanakan nyonya. " ucap Afgan sambil mengangkat tangannya di pelipisnya memberi hormat.


"bagus, anak pintar." gemas Yoona saat melihat muka Afgan bangun tidur.


Di apartemen Afgan,

__ADS_1


setelah sarapan bersama mereka berbincang bincang, kadang sambil bercanda tawa, membuat apartemen menjadi hidup dengan candaan mereka, yang tadinya apartemen tersebut dipenuhi oleh kemarahan mama Afgan karena Afgan masih saja bandel tetapi setelah kedatangan Yoona, membuat apartemen menjadi rame, bagaimana kalau kedatangan Yoona lengkap dengan seorang anak kecil pasti tambah rame. pikir mama Afgan


"ihh.. dulu tuh Afgan sering buat mama marah, kadang dengan tingkah konyol nya kadang dengan sikap bandelnya. " ucap mama menceritakan masa lalu Afgan.


"masa' sih mah. aku pikir Afgan dulu anak yang pendiem, dilihat dari kita pertama masuk kampus dia pendiem banget dingin banget aura wajahnya, bahkan ngomong aja seperlunya mah. " cerita Yoona, Afgan yang jadi bahan omongan itu hanya tersenyum masam.


"dulu tuh, Afgan juga gak bisa tidur kalau pakai baju." ucap mama terkekeh geli. Yoona menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"ihhh mama.. kenapa harus cerita begitu sih " sahut Afgan, ia merasa malu dengan  Yoona.


Yoona tertawa melihat wajah Afgan Yang merah padam, sungguh Menggemaskan baginya.


"udah ya.  katanya mau ke kios, ayo " ucap Afgan


"iya.. iya. gitu aja marah sih " kekeh Yoona


"maklum ia lagi PMS " ucap mama terkikik.


Yoona tertawa terbahak bahak. Setidaknya ia sedikit melupakan kejadian yang menimpanya kemarin. pikir mama Afgan.


Setelah keduanya berpamitan mama Afgan juga akan pergi, membeli barang barang yang ia perlukan.


Di mobil Yoona dan Afgan sedang fokus menatap jalanan. sesekali Afgan mencium punggung tangan Yoona yang ada di genggamannya.


"tetaplah selalu ada untukku Sayang.." ucap Afgan


"hmm.. baik makasih sudah membuatku lebih baik dari yang kemarin, maaf " ucap Yoona lirih


"ssstt!! jangan ngomongin itu lagi, kita lupakan bersama anggap itu adalah ujian cinta kita " Afgan sambil tersenyum


Yoona tak kuasa menahan air matanya, ia menangis dalam diam, lalu menghapus air matanya yang menetes di pipinya.


"kenapa menangis, kita lupakan bersama, aku berjanji akan selalu ada untukmu " ucap Afgan sambil mengelus Puncak kepala Yoona.


"terimakasih " ucap Yoona berhambur memeluk pinggang Afgan


"heeh. ingat aku selalu ada untukmu " ucap Afgan mengelus rambut Yoona, sambil fokus menyetir mobil.


.


.


....


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2