SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 39~ AFGAN POV


__ADS_3


Aku dan istriku sedang duduk dibangku belakang mobil milik Papa, kami sedang di perjalanan menuju bandara Soekarno-Hatta dimana aku akan menjalankan tugas yang di perintahkan oleh Papa.


Istriku ini sedari tadi dia memeluk erat lenganku seakan ia tidak bisa aku tinggal, sebenarnya aku pun juga begitu, rasanya sangat berat meninggalkan istriku tapi apalah daya.


"Yanggg....." rengek Yoona sambil memeluk erat lenganku


"hm... jadi kamu beneran gak mau ikut" tanyaku kepada Istriku


"emmmm....." terlihat istriku ini sedang mempertimbangkan tawaran ku


"kamu tenang aja, nanti aku akan bilang ke Papa kalau kamu ikut, yah... sekalian kita liburan di sana" ucapku sambil mengelus puncak kepala istriku yang sedang cemberut


"Yang...." ucapku lagi, kini aku menangkup wajah istriku menatap lekat manik mata yang selama memabukkan bagiku, rasanya sungguh aku tidak tega melihatnya sedih seperti ini, di mataku istriku adalah wanita sempurna bagiku.


"em... iyaa..." ucap Yoona bergetar seiring dengan tangis haru nya


" ssstttttt!!! jangan menangis, kita akan berangkat sama - sama, Oke!!!" ucapku


istriku menggeleng pelan " tidak... aku harus di rumah, aku harus menemani Mama, kasihan Mama sendirian, aku gak papa kok"


" kalau kamu mau, kita berangkat bersama yaa... aku ngomong sama Papa" ucapku sambil merogoh ponsel di saku ku.


"emmm... jangan, aku gak papa kok Yang..." ucap istriku


Perjalanan yang membutuhkan kurang lebih satu setengah jam itu akhirnya telah sampai juga di kawasan bandara.


Aku dan istriku turun dari mobil, kami berjalan menuju lobby dengan kedua tanganku menyertai satu koper besar keperluan ku.


Sedangkan Istriku membawa jaket tebalku, karena memang sekarang lagi musim pancaroba, jadi suasananya tidak nyaman bagi tubuh yang kurang vit, karena istriku itu perhatian jadi dia membawakan jaket itu.


aku dan istriku sedang duduk di kursi tunggu menunggu keberangkatan ku yang akan berangkat kurang lebih dua puluh menit lagi.


Suara pengumuman keberangkatan ke Thailand sudah terdengar Aku berdiri di ikuti oleh istriku.


"selamat tinggal... jaga dirimu baik - baik di sana, jangan lupa nelpon kalau sudah sampai sana, jangan lupa minum suplemen kamu harus sehat - sehat di sana..." ucap Istriku sambil memeluk erat tubuhku, aku bergetar seiring dengan isak tangis Istriku


"Iya sayang... kamu juga harus jaga diri disini ya... jangan malas makan lagi, nanti asam lambung kumat, jangan capek capek juga kasihan kamu nya nanti" ucapku sambil mengendurkan pelukan istriku dan menghapus air mata yang membasahi pipi nya.


Istriku mengangguk perlahan, aku mengecup kening istriku sedikit lama, aku juga tidak rela meninggalkan istriku sendirian di sini, tapi ia tetap tegak dengan pendirian nya. Ia ingin menemani Mama di rumah, sebenarnya Mama juga tidak apa² Mama juga menyuruh istriku untuk ikut denganku tetapi Yoona tetap tidak mau dengan alasan demikian.


Aku mengecup wajahnya bertubi - tubi, mulai dari kedua pipinya, matanya, hidungnya, juga bibirnya.


Kemudian aku memeluk erat tubuh mungil istriku.


Cup


"selamat tinggal... jaga diri baik baik Istrinya Afgan" ucapku


Aku melenggang pergi dengan langkah mundur dan masih menatap Istriku juga melambaikan tangan kepadaku, perlahan tapi pasti aku mulai menjauh dan istriku terlihat samar dengan banyaknya penumpang berkerumun hingga menutupi Istriku.


Aku sudah tidak melihat batang hidung Istriku itu, aku segera berbalik dan berjalan mengantri di pintu pesawat, aku menghela nafasku perlahan.


******


...Pukhet (Thailand)...

__ADS_1



Aku telah sampai di tempat tujuanku, dengan semangat aku berjalan menuju hotel yang akan bekerja sama dengan hotel Papa yang akan di bangun di Kota ini.


Aku memasuki Lobby dan memesan kamar yang akan aku tinggali selama kurang lebih satu bulan lamanya jika pekerjaanku sudah selesai.


Aku merebahkan diriku di kamar Hotel tersebut dengan kedua kakiku yang masih bergelantung di lantai, rasanya sangat nyaman setelah sekian lama aku duduk di pesawat juga taxi membuat tubuhku kaku semua.


Jika ada istriku itu, pasti tubuhku akan di manjakan dengan pijatan lembutnya, hhahh!! membayangkannya saja membuatku rindu kepada Istriku itu.


Sekilas aku teringat Istriku dan langsung mengambil ponselku yang tergeletak di samping ku.


Aku mencari kontak Istriku dan segera menelponnya.


"Halo... Sayang... gimana lancarkan perjalanan nya" cerca Istriku di seberang telpon


"iya... semua baik - baik saja. Kamu gimana?? sekarang lagi apa kamu, hm" tanyaku


"aku lagi di restoran Yang... lagi nunggu di meja kasir.." istriku di seberang telpon


"kamu jangan capek - capek ya... jaga kesehatan " ucapku


"iya... pasti, kamu juga jaga kesehatan SUAMIKU😚 " ucap istriku terdengar dia mencium ponselnya


Aku Pun membalas kecupannya, dan telepon terputus.


Aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, rasanya sangat lengket setelah menempuh perjalanan begitu panjang akhirnya tubuhku bisa merasakan segarnya air dingin.


Setelah beberapa menit aku sudah lengkap dengan pakaian santai ku, rencana aku ingin pergi melihat - lihat pemandangan perkotaan di negeri Gajah Putih.



Pasar populer di kota ini sangatlah nyata indahnya.


*****


Hari yang aku tunggu - tunggu akhirnya datang juga, dimana acara Seminar itu akan segera di mulai, Aku bersama rekan - rekan sedang berkumpul di Aula Hotel**** .


Acara tersebut berjalan cukup baik, karena memang aku juga menguasai bahasa di sana membuatku jadi lebih mudah berbaur dengan orang orang di sana.


Hari demi hari telah ku lewati, melaksanakan perintah Papa yang sudah biasa di lemparkan kepadaku saat Marchel tidak bisa melaksanakan nya.


Tugas terakhir dari Papa adalah memenangkan kerja sama dengan hotel yang sekarang aku tempati saat ini, memang Pemilik hotel tersebut adalah teman dekatnya Papa.


Saat ini aku sudah berada di ruangan direktur, seorang Gadis dengan pakaian minim sedang berdiri membelakangi ku, aku melihatnya ia sedang mencari cari sesuatu.


"ekhhmmm..." dia tersentak saat aku bersuara, sepertinya aku mengagetkan dirinya.


"ehh...cari siapa ya?" ucapnya sambil mengelus dadanya ( anggap saja mereka bicara bahasa Thailand)


" emm.... Tuan Prateep ada?" Tanyaku..


"oh... Ayah.. masih keluar tadi, ada keperluan apa ya.. "


'tampan.. manis... dan....' pikiran liar gadis itu sudah ke mana mana


"mau membicarakan tentang kerjasama Hotel milik pak Dendi" Ucapku

__ADS_1


"ohh... sebentar aku akan mencarinya"


"emm.. tidak usah, saya tidak apa², saya akan menunggunya di luar" ucapku sambil berbalik melenggang pergi


"kenapa buru - buru, " Dia mencegah aku pergi dan menarik pergelangan tangan ku.


Aku berbalik dan menghadap nya, aku mengernyitkan dahiku melihatnya, lalu aku melihat tanganku di pegang nya.


Lalu dia menatap ke bawah di mana tangannya memegang tanganku, kemudian dia beralih mendongak menatap mataku.


Seakan mataku terkunci dengan tatapan mautnya, iya... dia sempat menggoyahkan hatiku.


Rasanya jantungku sedikit berdesir saat dia mulai mendekat, perlahan tapi pasti, dia mulai berjinjit mensejajarkan tingginya denganku, tangannya mulai merambat di lenganku hingga naik dan mengalungkannya di leherku membuat kami hingga tak berjarak, tubuh sintal nya menempel sempurna di dadaku.


bibirku dengan bibirnya hampir bersentuhan, aku sedikit memberi jarak kepadanya tapi naas pergerakan lembutnya membuatku terpana, seakan aku terhipnotis dengan sentuhannya.


Dia mengecup bibirku dan melepasnya. Dia mendorong dadaku hingga tubuhku membentur dinding disana.


Lagi dan lagi Dia kembali mengecup bibirku dan sedikit dia ******* bibirku membuat darahku berdesir dengan apa yang dia lakukan, aku yang sudah terbuai dengan gadis yang berusaha menggodaku itu. Aku mulai membalasnya, jika dia menggodaku dengan gerakan lembut tapi tidak denganku aku melihat bibir itu dengan kasar.


Tiiiiiiiiitttt....


skip wae lah adegannya, bikin Author sakit hati😌


Aku tersadar apa yang aku lakukan adalah sebuah kesalahan, aku melepas tautanku dan


"Maaf... Maafkan saya" Ucapku


"its Oke!!!! I am really happy" ucapnya dengan senyum lebar


" Maaf, saya telah lancang " ucapku kembali sambil mengusap bibirnya yang basah akibat ulahku


Dia tersenyum manis kepadaku dan akan menciumku lagi, tapi aku memegang bahunya dan berkata


"Maaf.. saya sudah menikah" Aku harus memberitahukannya kalau aku sudah beristri, ku lihat dia sedikit syok dengan apa yang aku katakan barusan.


"WHAT!!!" kaget nya.


Hai- hai, Haiii...... para pembaca setianya aku... hehe maaf baru nongol😁


*YUK GAES... KOMEN" MANJA...


SIAPA YANG KALIAN PILIH UNTUK MENJADI PENDAMPING SEJATINYA YOONA :




MARCHEL ADITYA P.




AFGAN ALFAFARO


__ADS_1



KOMEN YUK BIAR RAME, AUTHOR PENGEN NGERASAIN NOTIF JEBOL 😉😁*


__ADS_2