SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 20~SEMAKIN MEMBAIK


__ADS_3


PERHATIAN!!! HARAP BIJAK DALAM MEMBACA, ANAK DIBAWAH UMUR TIDAK MEMBACA 🌚


🔞🔞🔞


Marchel menenangkan dirinya di taman halaman samping Rumah Sakit tersebut.


Marchel termenung apakah ia salah telah menjadi orang ketiga di kehidupan rumah tangga adik tirinya itu, tetapi tidak bisa di pungkiri, rasa ingin memiliki Yoona sangat lah besar hingga perasaannya tertutupi keinginannya.


"Apakah aku terlalu jahat " ucap monolog Marchel sambil mengusap air matanya yang hampir menetes.


" tidak, aku tidak salah, aku benar aku hanya ingin Yoona menjadi teman hidupku, tidak aku pasti benar melakukan ini " ucapnya sambil memberi semangat pada dirinya sendiri.


Seseorang menyodorkan sapu tangan warna biru kotak kotaknya, Marchel menatap sapu tangan tersebut lalu mendongak keatas, terlihat Temannya waktu kuliah dulu dengan senyum merekahnya.


" ada apa? Tidak biasanya lu seperti itu" ucap lelaki tersebut pada Marchel.


Dia adalah Joe teman sekelasnya waktu ia menempuh pendidikan diluar negeri ini.


" hikss.. Tidak apa apa, " jawab Marchel sambil mengelap ingusnya yang keluar dari hidungnya dengan Sapu tangan milik temannya.


"Ck!! Ya udah terserah lu " ketus Joe lalu meninggalkan Marchel di tempat.


"Joe..." panggil Marchel, Joe menengok kebelakang  " apa " jawab ketus Joe


"Kalau lu suka sama cewek tapi ceweknya suka sama cowok lain gimana? " tanya Marchel sedikit berteriak.


"Apa? Itu gak mungkin, seorang Joe pasti akan mendapatkan apa yang ia minta " jawab Joe lalu ia mendekati temannya yang kayaknya ia mempunyai banyak masalah.


" apapun itu?" Marchel


"Iya... Apapun itu " jawab Joe antusias


"Istri gue..." Marchel


" istri lu kenapa? Sakit? " tanya Joe karena Marchel yang jarang berkunjung jadi dia menyimpulkan bahwa istri temannya itu sedang sakit.


"enggak... bukan itu" elak Marchel


" istri gue ... " ucap Marchel terputus


"oh... gue tahu... selamat Ya.." ucap Joe dengan wajah gembiranya.


"istri gue suka.." Marchel masih berfikir fikir dengan masalah nya saat ini, tapi ia butuh kekuatan dari seorang teman.


Melihat wajah murung dari Marchel , Joe menyimpulkan bahwa ada yang aneh dari temannya.


"Istri lu suka sama cowok lain " sahut Joe memotong ucapan Marchel


Marchel menggeleng dan matanya berair, ia menatap lekat manik mata temannya

__ADS_1


" kenapa hem.. Jangan buat gue penasaran deh " sarkas Joe


" istri gue suka sama suaminya " ucap lirih Marchel


" ohh!!" jawab Joe, eh tapi kayak ada yang janggal dengan perkataan temannya


" suami?! " Marchel mengangguk, sebentar Joe masih load.


"Istri lu, suka sama suaminya!!??" ucap Joe lirih, kemudian Joe menanyakan kembali apa yang ia ucapkan lagi.


Marchel menganggukkan kepalanya sambil menunduk menatap tanah.


" demi apa lu punya istri yang masih bersuami" Joe


" d-dia.. Istri adikku " ucapnya lirih


" adikmu.. Istri. Adikmu. Lu. Ahh!! Pusing gue, lu gak waras ya.." sentak Joe dengan menatap tajam Marchel yang masih menunduk.


"Heh! Siapa yang mengajari mu seperti itu " ucap Joe sambil mendongakkan kepala Marchel dengan menyentuh dagunya.


Marchel menceritakan awal pertemuannya dengan Yoona sampai akhirnya Marchel merebut istri adiknya dengan licik.


" ck!! Gak habis pikir gue dengan kelakuan lu " Joe meninggalkan Marchel yang masih mematung di tempat.


****


Yoona membenarkan kancing bajunya yang setengah terbuka, saat itu juga Afgan dan Yoona,melakukan sedikit adegan dewasa dirumah Sakit tersebut.


"Setelah sembuh nanti, aku akan menepati janjiku kemarin " Afgan menyeringai di dalam dekapan hangat istrinya


" apa!! Heh! Mana bisa," Yoona meremehkan suaminya


" ohh... Awas kamu ya.." Afgan menggelikiti pinggang Yoona, Yoona menggeliat kegelian


"Gan.. Gan. Sudah ahahaha.. Geli " ucap Yoona sambil  menggeliat seiring dengan gerakan tangan Afgan


" Ahh..." desah Yoona saat tangan nakal Afgan mer*mas d*d*nya.


" Ah.. S-sa.sayang..." ucapnya sambil menahan gejolak dalam hatinya saat Afgan meremas d*d*nya kuat.


"Sshh.. Sakiiitt..... " keluh Yoona saat kedua dadanya berada di genggaman Afgan.


Afgan menyeringai saat melihat istrinya terangsang.


" makanya jangan meremehkan seorang pemain " ucap Afgan sambil meremas kuat benda kenyal itu.


Yoona menganggukkan kepalanya sambil terpejam, ia menggigit bibir bawahnya supaya tidak mengeluarkan suaranya. Ia mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.


Afgan meremas lebih keras saat Yoona tidak mengeluarkan suara indahnya.


Gigitan Yoona terlepas karena saking sakitnya hingga akhirnya keluar juga des4han indahnya.

__ADS_1


Afgan tersenyum menyeringai ia masih melanjutkan aksinya.


"Ahh... Ssshhh.  G-gaaann.. Ah. Sakiitt... Berhenti " ucap Yoona sambil memegang lengan Afgan


" salah sendiri mancing mancing " ucap Afgan lalu melepaskan genggaman tangannya.


Yoona menyesal ia telah mengejek suaminya yang notabenenya adalah seorang pemain handal.


Yoona tidak menyangka Afgan bisa melakukan itu sedangkan dia lagi sakit. Sungguh Suaminya benar benar kelewatan saat ia melakukannya di tempat umum seperti ini.


Afgan sudah merangsang istrinya di permainan pertamanya tadi, tapi siapa sangka istrinya membuatnya jengkel hingga ia memulai permainannya kembali.


Sangat senang entah kenapa saat Yoona berada di dekat nya membuat Afgan lebih semangat untuk sembuh..


Marchel POV...


Aku berjalan menuju ruangan setelah menenangkan diriku  tadi, aku berjalan dengan gaya angkuhku, semua wanita diberbagai kalangan menatapku kagum.


Mataku memanas saat tak sengaja melirik jendela kaca yang mengarah ke kamar Afgan.


"Shit!! " umpatku saat melihat Yoona bergerak bergerak gelisah menghadap tembok, terlihat lagi ujung rambut ikal, itu pasti Rambutnya Afgan.


Aku melihat Yoona kelonjotan dengan  posisi terduduk kadang ia menengadahkan kepalanya, entah apa yang ia rasakan saat itu juga.


Mataku semakin panas saat tangan kekar menyibakkan baju Yoona hingga terekspos separuh punggung mulus milik Yoona.


Kemudian Afgan menjauhkan dirinya dari Yoona, sebuah ciuman panas membuat hatiku berdesir dengan sendirinya. Aku menjauh dari jendela itu, aku duduk di kursi tunggu yang berada didepan kamar Afgan. Tak lama aku mendengar suara parau Yoona, walaupun suara itu samar samar, tetapi Aku memiliki indra pendengaran yang bagus.


aku langsung menuju hotel tempat ia menginap yang jaraknya hanya bersebelahan dengan rumah sakit.


aku langsung menuju kamar mandi saat sudah sampai di kamarku.


"Ahh!! Aku tidak bisa membayangkan ini semua, hanya mendengar suaranya saja membuatku ingin mengeluarkan pelepasanku " ucapku dengan suara parau saat ia berendam di bak mandi, sesekali ia mengelus pelan miliknya.


"Ahh!! Ini Membuatku tersiksa"


Marchel POV end..


Setelah selesai kegiatan panas antara Yoona dan Afgan, mereka berdua di kejutkan oleh kedatangan Dokter yang akan memeriksa Afgan.


Untungnya mereka berdua sudah rapi, jadi tidak terlalu malu jika keadaan mereka saat ini sudah seperti sedia kala, hanya saja keringat Yoona masih bercucuran di pelipisnya yang membuat perawat disana mengerutkan dahinya.


Setelah Dokter memeriksa Afgan dan memberitahukan bahwa Kondisi Afgan semakin membaik membuat Yoona tersenyum lebar sambil menatap suaminya yang terbaring di ranjang berukuran kecil itu.


Matanya bertemu dengan manik mata suaminya senyum keduanya kian melebar.


.


.


BERSAMBUNG ..

__ADS_1


__ADS_2