
...******...
"hmm... kenapa menangis " ucap Yoona lirih sambil mengelus pelipis Afgan dengan telunjuknya.
Afgan merasakan pergerakan tangan Yoona, lalu ia mendongak menatap Yoona "kamu sudah sadar " ucap Afgan sambil mencium punggung tangan Yoona
"iyah.." jawab Yoona lirih
Afgan bangun dari duduknya lalu mencium kening Yoona.
"sudah aku tidak apa apa " Ucap Yoona
"aku lega sekali kamu tidak apa apa, sebentar lagi Ayah sama Ibu datang " ucap Afgan sambil menguap usap pipi Yoona
"Ayah, Ibu ? "
"iya... Ayah dan Ibu datang aku sudah mengabari mereka, kalau kamu sakit " ucap Afgan
"kenapa mengabarinya, aku takut nanti mereka jadi khawatir.." ucap lirih Yoona
"kalau ibu tidak tahu keadaanmu sekarang, ibu dan Ayah akan lebih khawatir " ucap ibu Yoona memasuki ruang rawat Yoona
"ibu... ayah..." ucap Yoona sedikit kaget, ia bangkit dari tidurnya tetapi dicegah oleh sang Ibu.
"tidak usah bangun, berbaring aja " ucap Ibu sambil membaringkan tubuh lemas anaknya.
"apa yang terjadi nak.. " ucap lirih ibu Yoona lalu ia terisak.
"ibu.. aku tidak apa apa " ucap Yoona menenangkan sang ibu.
" kenapa bisa terjadi " ucap Ayah kepada Afgan
melihat Afgan tidak bisa menjawab, Ayah Yoona menggandeng tangan menantunya keluar, "Apa yang terjadi, ceritakan kepada Ayah " ucap Ayah setelah mereka duduk di kursi tunggu
"maaf yah.. " ucap Afgan menunduk
"kenapa minta maaf, kita cari solusinya ya.. ceritakan semuanya " ucap Ayah Yoona sambil menenangkan Afgan
Afgan menceritakan segala sesuatu yang menggangu Yoona selama ini, menceritakan Yoona selalu diganggu oleh kakak tirinya itu, dengan posisi sebagai atasan Yoona kakak dirinya memanfaatkan keadaan supaya selalu dekat dengan Yoona dan berakhir Yoona sekarang.
"Apa yang di inginkan kakak mu itu " suara Ayah, sudah tidak lagi bersahabat. Afgan tahu Ayah mertuanya sedang marah.
"Yah.. aku akan mengurusnya. " ucap Afgan
"tidak, fokuslah pada pernikahanmu nak, Ayah tidak akan biarkan kalian kenapa kenapa " ucap Ayah Yoona.
Ayah Yoona mengajak Afgan untuk mencari tempat tinggal sementara, ia ingin menjaga putrinya di sini, karena hari H tinggal dua minggu, Ayah Yoona memutuskan akan pulang setelah pernikahan putrinya selesai. mereka mencari tempat tinggal di sekitar tempat tinggal putrinya, berhubung ada satu kost kosong jadi Ayah Yoona menempati tempat tinggal tersebut.
*****
sudah dua hari Yoona dirawat di rumah sakit, ia diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah pulih, ia tidak lagi ketakutan seperti kemarin lagi.
"Yah.. ayah gak pulang kan?" tanya Yoona
"ayah sama ibu akan pulang setelah kalian menikah " ucap ayah, Yoona tersenyum mendengar kata Ayahnya, setidaknya ia tidak terlalu memikirkan hal buruk lagi selagi ada kedua orang tuanya.
Sekarang mereka sedang berada di kost tempat tinggal kedua orang tuanya yang letaknya hanya berjarak dua ruang dari tempat tinggalnya bersama bibi Sari.
"nak.. jadilah istri yang baik bagi suamimu nanti. " Ibu menasehati Yoona, Yoona tersenyum lalu mengangguk.
"pasti " jawab Yoona
"semoga kalian berjodoh dunia akhirat " ucap Ibu sambil mengelus puncak kepala Yoona yang ada di pelukan nya. Yoona terlelap di dekapan ibunya.
"anakku sudah besar sekarang " ucap lirih Ibu sambil mengelus rambut anaknya.
__ADS_1
lalu ia juga terlelap dalam tidurnya.
*****
Hari demi hari terlewati, pernikahan Yoona dan Afgan akan dilaksanakan hari ini, keduanya sudah memantapkan hati mereka untuk membangun rumah tangga, melewati pahit, asam, manisnya cinta bersama, melewati keegoisan mereka berdua setelah mereka hidup bersama.
Seorang laki laki dengan tubuh atletisnya memakai kemeja warna putih, memasukkan lengan kekarnya kedalam lengan kemeja, memakai sempurna kemeja tersebut, lalu ia mengancingkan satu persatu kancing kemeja, ditambah jas berwarna hitam yang melekat ditubuh sang pria membuat aura ketampanannya menjadi berkali kali lipat, Ya... dia adalah AFGAN AL FAFARO yang akan melangsungkan pernikahannya hari ini. sedikit gugup tetapi ia masih bisa tenang, berusaha menyembunyikan kegugupannya saat ini.
"eh.. anak mama udah ganteng " puji mama Afgan
"mah.. aku gugup " ucap Afgan sedikit bergetar
"tidak apa apa, lagian ini peristiwa kamu sekali seumur hidup " ucap mama sambil mengelus dada samping Afgan
"mama harus ada disamping aku, oke! "
" iya.. pasti nak... anak mama " ucap mama lalu mencium kening Afgan
Yoona sedang dirias oleh perias dari Salon yang dikirimkan oleh mertuanya, terlihat sangat menawan polesan yang sederhana menambah kecantikan natural seorang YOONA AZZURA
Setelah selesai dirias Yoona dituntun oleh perias untuk keluar kamar, semua mata menatap kecantikannya, terkagum kagum akan keindahan pesona seorang YOONA AZZURA.
karena ijab qobul dilaksanakan di kost tempat tinggal Yoona dan bibi Sari, jadi mereka tinggal menunggu kedatangan calon mempelai prianya saja.
Saat calon mempelai pria datang, semua menatap kearahnya, terlihat tampan gagah, dan sempurna. Tak lupa mereka juga menatap laki laki yang berada dibelakang calon mempelai siapa lagi kalau bukan Marchel yang tak kalah tampan dibanding mempelai pria.
...
...
ia menatap seorang wanita yang duduk dikursi, seorang wanita yang akan menjadi teman seumur hidupnya, Sangat cantik anggun sempurna tidak ada yang lebih dari seorang Yoona istrinya, pikirnya.
...
...
'haiss.. tidak ada yang boleh menatap suamiku seperti itu ' batin Yoona saat semua gadis menatap suaminya terkagum kagum.
.
.
.
skip ijab qobul... karena aku gak ngerti tu gimana prosesnya skip aja.. ogheeyy.🙏🏻😁
Acara resepsi dilakukan di hotel milik papa Afgan, sebenarnya Yoona tidak menginginkan acara resepsi tetapi papa Afgan memaksa karena ia akan melakukan apapun saat anaknya menikah satu kali seumur hidupnya jadi papa Afgan tetap kekeh untuk mengadakan acara resepsi.
"Ya ampun, cantiknya Yoonaku.. " ucap Tania sambil memeluk Yoona dengan erat.
"heii.. jangan erat erat peluknya.. haiis kau ini bikin aku cemburu " sahut Ishita lalu memeluk Yoona dengan erat, mendengar ucapan Istrinya Rendy langsung mengerutkan dahinya.
"apa kamu bilang, cemburu!? " ucap Rendy setengah ketus
"ehehe.. kamu masak cemburuin aku lagi meluk Yoona sih " ucap Ishita setelah melepas pelukannya. Semua yang ada didekat mereka tertawa
Semua orang datang berbondong bondong untuk memberi selamat kepada pengantin pria dan wanita tersebut.
"terimakasih.. atas kehadirannya " ucap Lembut Yoona dan Afgan.
Yoona duduk di kursi pelaminan sendiri saat Afgan sedang mengambil minuman untuk Yoona karena Yoona merasa tenggorokannya kering.
__ADS_1
"selamat atas pernikahannya.." ucap Marchel menyeringai
"Aaa.. iya terimakasih atas kehadirannya " ucap Yoona dibuat senormal mungkin karena dadanya terasa berdenyut mengingat kejadian mengerikan itu.
Afgan datang dengan membawa minuman ditangannya.
"Marchel... " sapa Afgan, lalu Afgan menjabat tangan sang kakak tirinya," terima kasih atas kedatangannya, " keduanya saling menatap tajam, tak kala jabatan tangan mereka berdua sangat erat hingga membuat semua urat tangan mereka berdua menonjol, lalu Marchel melepaskan tangannya.
"sama sama, adikku "ucap Marchel sambil menatap Yoona yang ada didepannya
...
...
'Uh.. wajah ketusnya lebih menggoda ' batinnya
Marchel segera beranjak dari altar pernikahan karena ia tidak mungkin bisa menahan gejolak didalam hatinya saat dekat dengan Yoona yang sekarang jadi istri adik tirinya.
waktu demi waktu Mulai merambat, hari sudah mulai larut, dimana para tamu sudah meninggalkan acara pernikahan, Afgan disuruh kekamar hotel yang sudah disiapkan oleh papanya. Mama Afgan membantu memegangi gaun belakang Yoona supaya Yoona bisa berjalan dengan bebas, setelah sudah sampai didepan pintu
"sudah ya.. mama tinggal " ucap Mama Afgan kepada Yoona sambil mengedipkan satu matanya.
"ah.. iya ma.. "ucap Yoona sedikit kikuk akibat tingkah mama mertuanya.
saat Afgan membuka kamar hotel Yoona tercengang melihat isi kamar tersebut.
...
apakah papa mertuanya menyiapkan segala sesuatunya,
" Yang... kenapa kita gak pulang aja.." ucap Yoona sambil menggandeng lengan Afgan
"kenapa? kamu gak suka " ucap Afgan
"suka.. tapi Ini terlalu mewah Yang.." ucap Yoona " lebih nyaman di apartemen kamu tahu " ucap Yoona lagi
"kenapa emangnya " Afgan
"aku gak enak sama papa kamu " ucap Yoona lirih.
"papa sudah menyiapkan semuanya, rugi kalau kita gak memanfaatkannya " ucap Afgan sambil membopong Yoona
"Eh.. Yang.. " kaget Yoona, reflek Yoona mengalungkan kedua tangannya dileher Afgan.
Afgan membawa tubuh Yoona ke ranjang, membaringkan tubuh istrinya dengan lembut, kemudian mencium keningnya.
Cup.. "terima kasih sudah bersedia menjadi istriku " ucap Afgan, Yoona masih mengalungkan kedua tangannya dileher Afgan lalu berucap
"hm.. terimakasih sudah menerima ku apa adanya " ucap Yoona lalu mengecup sekilas bibir suaminya.
"lagi. lagi.." pinta Afgan
Cup. "sudah, aku mau ganti baju dulu " ucap Yoona lalu bangkit dari tidurnya.
"Aa.. masih kurang " rengeknya
"iya.iya.. masih banyak waktu nanti dulu " ucap Yoona lalu bangkit kemeja rias untuk menghapus make up.
.
.
.
__ADS_1
..
Bersambung...