SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 30~NASGOR BUATAN DADDY


__ADS_3


Afgan terpaksa keluar dari kamarnya, padahal ia sudah meminta maaf kepada istrinya tetapi entah apa karena istrinya sedang mengandung menjadikan mood-nya berubah-ubah.


Afgan merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu, dengan dibekali satu bantal doang, ia berusaha menyamankan dirinya tetapi nyatanya tidak...


Afgan POV...


Aku merebahkan diriku di sofa panjang yang berada diruang tamu, Ahh rasanya tidak nyaman walaupun sofa tersebut sangat empuk tetapi aku sudah sangat terbiasa tidur memeluk istriku.


Ini bagaimana!!! Aku tidak bisa tidur, aku tidak bisa tidur dan hanya memiringkan badanku ke kiri dan ke kanan, sesekali tengkurap, aku beranjak duduk dan berjalan menuju dapur untuk mengambil air rasanya tenggorokanku kering setelah cukup lama tadi berdebat dengan istriku, ia tidak mau kalah, sedangkan aku juga tidak mau jauh darinya.


"Haiiisss... Gini ya.. Nasib nasib " gerutuku sambil berjalan menuju sofa tadi.


Aku melihat jam di dinding yang ada disana waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, mataku juga mengantuk tetapi tidak bisa tidur kalau gak ada guling hidupku, eh maksudku istriku.


Aku membaringkan diriku mencoba memejamkan mataku supaya tertidur.


Afgan POV end..


Di kamar Yoona meringkuk dibawah selimut tebalnya, tidak bisa dipungkiri rasanya sangat nyaman berbaring dikasur empuk saat ini, pinggangnya terasa nyaman otot-otot yang tadinya menegang akibat aktivitas hari ini, kini renggang juga.


"Ahhh... Nyaman sekali " ujarnya tersenyum lebar sambil memejamkan matanya. Pelan pelan matanya memejam akibat ia juga merasa sangat lelah.


{Hei.. Hei... Inget suami masih di luar Yoo...😣 kasihan nanti } Perasaan Author ini gak jahat jahat amat deh🙄


######


Yoona tiba tiba membelalakkan matanya saat tiba tiba teringat suaminya.


"Hah!!! Afgan..." ujarnya sambil cepat beranjak duduk, ia membuka selimutnya dan berjalan keluar kamar.


Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Ia membuka pelan pintu kamarnya dan menengok kearah ruang tamu, ia kembali ketempat tidurnya. Eh bukan untuk tidur, ia mengambil selimut tebalnya.


Berjalan keluar kamar menghampiri suaminya yang meringkuk kedinginan.


"Maaf.." lirihnya sambil membelai puncak kepala suaminya.


Ia memegang tangan suaminya dan menaruhnya di pinggangnya, ia berbaring disamping suaminya dengan membelakangi Afgan, ia menarik selimut keatas hingga tubuh mereka terbungkus selimut tebal itu.


Afgan merasakan pergerakan disampingnya, ia juga merasa tubuhnya hangat, sebenarnya ia masih belum nyenyak tidur hingga ia merasakan pergerakan istrinya.


Ia tersenyum simpul saat mencium aroma tubuh istrinya menyeruak di hidungnya, ia mengeratkan tubuh istrinya hingga menempel sempurna di tubuhnya.


Yoona sudah terlanjur nyaman dekapan suaminya membuat ia langsung tertidur nyenyak.


"Maaf.." yang ini adalah Afgan, ia tahu istrinya marah padanya karena tadi siang sepulang dari rumah sakit ia tidak menuruti kemauannya.

__ADS_1


"Dek... Jangan buat Mommy jauh dari Daddy ya.." ucap Afgan sambil mengelus perut rata istrinya, ia bisa tidur sekarang, kursi yang lumayan sempit Ini menguntungkan bagi Afgan, ia jadi bisa memeluk erat tubuh istrinya.


*****


🌞🌞🌞🌞


Pagi menjelang...


Afgan dan Yoona masih meringkuk di sofa, posisi mereka sekarang berubah, Yoona memeluk suaminya dan Afgan yang telentang dengan lengannya dibuat bantalan istrinya.


Tubuh mereka yang terbungkus selimut membuatnya nyaman padahal matahari sudah memperlihatkan dirinya tetapi mereka masih terjerumus mimpi indahnya.


"Gan.. Bangun sudah pagi " Mama membangunkan anaknya, Afgan menggeliat menggercapkan matanya berkali kali hingga matanya terbuka lebar.


"Mama... Hoammm" Afgan menutup mulutnya dengan satu tangannya karena satu tangannya dibuat bantalan sang istri.


"Pindah ke kamar gih " Mama


Afgan menarik tangannya perlahan dan mendudukkan dirinya ia turun dari sofa dan membopong tubuh istrinya pindah ke kamar.


Ia merebahkan tubuh istrinya perlahan, ia ikut membaringkan tubuhnya disamping istrinya kembali, memeluk erat tubuh mungil milik istrinya.


Mereka tertidur kembali mengingat hari ini hari Minggu, membuat Afgan ingin terus berada di kamar bersama istrinya.


Afgan menggercapkan matanya, ia terbangun dari tidur, sekarang pukul sembilan pagi, ia melihat istrinya yang tertidur nyenyak menjadi tidak tega membangunkannya, tetapi rasanya terbangun tanpa ciuman itu aneh, ia menciumi wajah istrinya Hingga ia beralih di bibir manis milik istrinya, ia menciumnya lama lama ia ********** dengan pelan. Setiap pagi gairah Afgan selalu bangkit ia menjadi lebih menuntut ******* bibir istrinya.


"Pagi Dek..." sapa Afgan setelah mengecup perut rata Yoona.


Yoona menggeliat saat menerima kecupan di perutnya


"Yang... " panggil Yoona saat suaminya sibuk dengan kegiatan nya.


"Hm.. Sudah bangun " Afgan mendongak menatap istrinya


"maaf ya soal kemarin..." ujar Yoona, ia mengubah posisinya menjadi duduk bersandar di sandaran ranjangnya


"Enggak papa kok.. Aku yang harusnya minta maaf " Afgan menggenggam serat tangan Yoona


"Sini Yang.. " Yoona melentangkan kedua tangan dan kakinya, Afgan tersenyum lebar ia menghampiri istrinya dan memeluknya.


Afgan sangat nyaman dengan sifat hangat istrinya ia terlelap dalam pelukan istrinya, begitupun Yoona sekarang jauh lebih baik, perlahan rasa mualnya saat dekat dengan suaminya itu hilang.


Afgan mendengar perut istrinya yang keroncongan, ia tersenyum sambil memejamkan matanya, ia mencium perut istrinya


"Laper ya.." ujar Afgan sambil mendongakkan kepalanya menatap istrinya


"Hehehe... Dedek nya pengen makan nasi goreng buatan Daddy nya." ujar Yoona

__ADS_1


"Oke... Daddy buatin ya.. Tapi jangan nakal sama Mommy oke!!" ucap Afgan sambil menatap perut istrinya dan mengelusnya


Yoona tersenyum saat melihat suaminya bertingkah seperti itu, ia sangat bersyukur akan nikmat yang Allah berikan, diberikan suami yang baik dan perhatian, lengkap dengan dedek bayi yang ada di kandungan nya.


"Aku cuci muka dulu.."Afgan beranjak menuju kamar mandi.


Yoona masih duduk di ranjangnya ia melamun entah apa yang ia pikirkan tetapi tidak bisa ia pungkiri dunianya sangat indah saat berada dengan suaminya dan calon janin yang ada di perutnya.


Yoona mengelus perut rata nya, ia tersenyum senang, Afgan sudah selesai dengan acara cuci mukanya ia melihat istrinya sedang bahagia mengelus perutnya. Afgan menghampiri Yoona ia berjongkok dan mengelus perut istrinya.


"Daddy sama Mommy selalu menantikanmu dek..."


"Jangan nakal dan jaga Mommy untuk Daddy jangan ambil Mommy dari Daddy. OKE!!" Afgan berucap memperingatkan calon anaknya yang masih dalam kandungan.


Yoona tersenyum geli melihat tingkah suaminya. "Yang... Laper " rengek Yoona, Afgan segera berdiri dan berjalan menuju dapur, ia akan membuatkan Nasi goreng toping Sosis kesukaan istrinya.


Yoona menuju kamar mandi, seperti biasa ia menjalankan ritual mandinya, akhir² ini Yoona sering berendam di bak mandi yang penuh busa sabun mandi aroma yang menenangkan sangat nyaman saat seperti ini tangannya tidak henti-hentinya mengelus perutnya,


"Mommy senang ada kamu dek" ujarnya, ia berendam cukup lama, dirasa sudah puas ia berdiri dan menyalakan shower membilas dirinya, kemudian keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuh nya.


Setelah Yoona selesai berganti pakaian, ia memakai skincare yang dibelinya kemarin lusa, entah kenapa akhir akhir ini ia jadi tambah semangat merawat dirinya, ia juga sudah konsul dengan skincare dengan Dokter Tania, nyatanya skincare yang di pakainya sangat aman buat bumil dan busui.


......


Yoona sudah sampai di dapur ia melihat suaminya dengan memakai celemeknya sangat seksi di matanya, rambut yang berantakan juga kaos hitamnya sangat kontras dengan tubuh kekarnya.


Yoona melingkarkan kedua tangannya di perut Suaminya, ia memeluk Afgan dari belakang.


"Hm... Wangi" ujar Yoona


"Apanya yang wangi, Nasi goreng apa aku nih.." kekeh Afgan, pasalnya istrinya itu tak henti mengendus punggungnya.


"Hehehe.. Kamu yang wangi " jawab Yoona.


Afgan membalikkan badannya menghadap Yoona.


Dan terjadilah pertautan bibir diantara mereka, begitu lembut dan nyaman bagi Yoona.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2