SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 36~ PERTEMUAN KEMBALI


__ADS_3


*****


Enam Tahun kemudian......


Yoona sedang menunggu restorannya dengan duduk termenung menaruh dagunya di meja kasir, sangat membosankan setiap hari kegiatannya selalu begini, walaupun restorannya itu ramai tapi tidak enak rasanya jika tanpa Afgan suaminya, Afgan sedang menjalankan tugas dari Papa untuk menghadiri pameran yang berada di Phuket Thailand, sudah hampir satu bulan Afgan masih belum pulang dari sana.


Hari sudah semakin  larut malam, Yoona dan kedua temannya itu sedang membereskan restoran.


"Yoo.." panggil Rafa


"Iya..." Yoona


"Pulang gih, biar gue sama Ben yang beresin semua ini" suruh Rafa


"Enggak ah... Aku mau tidur di sini saja" ucap Yoona


"Nggak papa sendirian disini, lu" Ben


"Santai aja kali" ucap Yoona kembali sambil mengibaskan tangannya


Setelah mereka beberes Rafa dan Ben pamit pulang.


"Bener nih... Gak pulang, gue anter deh sampai di apartemen lu" Ben


"Enggak.. Gak perlu repot²" Yoona


"Oke deh.. Gue duluan, ti ati disini banyak demit" ucap Rafa dengan jahil


"Demitnya temen gue" kekeh Yoona


"Eh!!! Dasar... Merana di tinggal suami" ejek Rafa


"Enggak tuh... Bentar lagi juga dia nelpon gue, la elu... Lu jomblo sampai sekarang..EAAA" Yoona gencar gencarnya mengejek temannya yang belum juga menikah sampai sekarang, Ben juga sudah menikah beberapa bulan kemarin dirinya mendapatkan hidayah, yang dulu dia selalu hidup berprinsip foya-foya kini gaya hidupnya berubah drastis ketika mendapatkan seorang istri Sholihah.


Zubaidah..... Seorang gadis lugu yang nasibnya kurang beruntung karena mendapatkan suami gesrek seperti Ben.


******


Malam semakin memuncak, Yoona sedari tadi belum juga tidur, memandang ponsel yang ada di genggamannya yang tak kunjung berdering.


Sepi!!!, hidupnya sepi tanpa sang suami, dirinya juga Afgan tak kunjung di karuniai seorang anak yang akan memperindah keluarga kecil nya, setelah bertahun tahun lamanya mereka menunggu kedatangan seorang anak yang tak kunjung datang. Mereka berdua tetap sabar menghadapi kenyataan pahit dalam rumah tangganya.


Tak lama kemudian ponsel tersebut berbunyi,ia sangat girang mendapat telpon tanpa tahu siapa yang menelponnya.


"Haloo..." Yoona


"Halo nak... Kenapa tidak pulang" ucap suara di dalam telpon tersebut, senyum Yoona seakan luntur setelah mendengar suara yang bukan milik suaminya.


Ternyata Mama mertuanya yang menelpon


"a... Iya mah.. Bentar lagi aku pulang" ucap Yoona, terpaksa ia,pulang karena sudah dua malam ia tidak pulang ke apartemen Afgan dan meninggalkan Mama nya sendiri di sana.


Sambungan berakhir..


Sebelum itu Yoona memesan taxi online untung saja masih ada yang menerima job, setelah menunggu beberapa menit mobil tersebut telah sampai di depan restorannya, cepat² Yoona menyambar switer navy nya juga tas slempangnya.


******


Hari benar benar sudah dini, terlihat tak banyak kendaraan yang lewat, banyak kawanan anak muda yang nongkrong di pinggir jalan tak lupa ada satu, dua wanita bayaran disana dengan sang wanita terlihat bahagia di kerumuni oleh beberapa lawan jenisnya, eh bukan beberapa melainkan puluhan lelaki yang berkumpul disana dengan mainan hidupnya.

__ADS_1


Yoona melihatnya begitu miris, melihat jaman sudah semakin edan.


Ciiittttttt...


Tiba² mobil tersebut di hadang oleh beberapa preman, mereka bergerombol dan menghadang mobil yang di tumpangi Yoona.


"Ada apa Pak..." tanya Yoona


"Whoiii.... Keluar," ucap salah satu preman dengan menggedor kaca jendela mobil.


Ctakk...


Yoona tersentak saat preman tersebut memukul kaca jendela mobil dengan palu, seakan kaca mobil tersebut retak di buat nya.


"Wahhh. Mbak... Bahaya, mbak jangan turun Ya.. Disini saja, biar saya yang keluar" ucap sopir taxi tersebut.


"Hati-hati pak.." ucap Yoona dengan begitu tenang.


Yoona melihat tontonan gratis... Dirinya dengan antusias mendukung supir taxi tersebut.


"Ayo pak.... Lawan... Pukul... Hantam terus" ucapnya dengan begitu antusias.


Tapi ternyata supir tersebut terlempar keras di jalanan.


Tiiiiiiiiinnnnnnnnn, suara klakson mobil di bunyikan oleh tangan mungil Yoona yang membuat para preman tersebut mengalihkan perhatian nya.


Dilihat pintu mobil penumpang terbuka memperlihatkan kaki seorang perempuan yang hanya terlihat dengan celana jeans nya dengan beralaskan kaki sebuah sendal jadul bermerk Melly.


"Hayo ngaku... Siapa yang the power off sendal melly" Author😂


"Wihh... Mulus banget kakinya" bisik preman bertato


"Ada hidangan gratis nih" ucap preman gondrong dengan girang.


Semua gerombolan preman tersebut menghampiri Yoona dengan tatapan liarnya.


"Eneng... Sendirian aja" goda preman berambut pirang dengan mencolek dagu Yoona.


Yoona menepis tangan kotor preman tersebut.


"Wiiiissshhh.... Galak amat neng" ucap preman tersebut.


"Broo... Udah sikat aja..."


Preman tersebut berhasil menangkap kedua tangan Yoona, salah satu preman yang ada di hadapannya menghampiri Yoona dengan tangannya terulur tepat di depan dadanya.


Yoona sudah mengambil persiapan, seakan tubuhnya terangkat dan kakinya menendang tepat di bagian masa depan sang preman.


"Argggghhhhh..... Sialan lu cewek" erang preman tersebut.


Entah bagaimana Yoona sekarang sudah terlepas dari cengkraman kedua preman lainnya.


Sekarang terjadilah baku hantam antara Yoona dengan ke empat preman tersebut, preman yang satu lagi masih tidak bisa bangun karena ulah Yoona.


Perlahan tenaganya terkuras habis saat tubuh mungil nya melawan empat preman bertubuh besar.


"Aaaaaa..." jerit Yoona ketika tubuhnya terhempas kasar di jalanan, supir taxi tersebut juga sudah tak sadarkan diri.


Dirinya harus tetap bertahan tidak boleh lemah, ia tahu pasti akan sulit. sedikit demi sedikit ia membangkitkan semangatnya, ia terbangun dengan tertatih.


,"aduuuhh.... Si eneng masih aja kuat Broo... Yang macam ini nih yang gue suka" ucap preman gondrong sambil mengelus dagunya yang brewokan.

__ADS_1


" cuihhh....Dasar Brengsek..." ucap Yoona menatap tajam segerombolan preman yang ingin menyerangnya dengan keadaan tubuhnya yang mulai melemah, ia tak lupa meludahi hingga tepat mengenai wajah salah satu preman tersebut.


Preman tersebut sudah berapi api, ia menghampiri Yoona, tapi langkahnya terhenti ketika..


Bughh...


Sebuah tendangan mengenai lengan preman yang ingin mendekati Yoona, preman tersebut terlempar hingga tubuhnya membentur body mobil taxi.


"Arggghhhh....." jerit kesakitan preman tersebut


"Sialan... Siapa kau.." ucap preman lainnya.


Seseorang tersenyum seringai kepada preman preman tersebut, dengan posisi yang memunggungi Yoona, membuat Yoona tidak begitu jelas siapa yang tiba² menolong nya.


Terjadilah baku hantam antara pria misterius dengan preman² tersebut.


Entah bagaimana caranya Pria tersebut sudah mengalahkan habis preman² yang mengganggu seorang perempuan yang ada di belakangnya.


Yoona masih melongo dengan kejadian barusan, tapi ia pernah melihat postur tubuh pria itu, tapi dimana?? Hatinya penuh dengan pertanyaan tersebut.


Yoona dengan nafas ngos"an menghampiri pria yang masih memunggunginya.


"Emmm.... Terima kasih" ucap lembut Yoona sambil berusaha menetralkan pernafasan nya.


Pria itu tersenyum kemudian ia berbalik menghadap wanita yang sedari dulu ia idam²kan.


Seakan mata Yoona membulat melihat siapa yang menolongnya barusan. Setelah sekian lamanya, setelah enam tahun berlalu ia tidak pernah berjumpa, tapi Allah berkehendak lain dengan mempertemukan nya kembali dengan pria yang pernah menjadi suami Siri nya.


Iya... Dialah Marchel, setelah sekian lama Marchel akhirnya bisa bertatap mata dengan wanitanya.


"Sama sama " balas Marchel


"Emm... Sekali lagi terima kasih sudah menolongku" ucap Yoona dengan menundukkan kepalanya.


"Iya... Kamu..." ucap Marchel sambil menatap ke segala arah, " sendirian" ucap Marchel kembali.


"Enggak tadinya aku mau pulang naik taxi, eh.. Malah di jalan bertemu preman sialan" ucap ketus Yoona dengan menekan kata 'preman sialan'.


Marchel terkekeh dengan Ucapan Yoona barusan.


"ya udah masuk gih, aku anter sampai apartemen" tawar Marchel


"Enggak deh... Aku gak enak, lagian udah dekat juga" ucap Yoona menolak halus tawaran Marchel


"Udah masuk aja gapapa, aku gak mau kamu kenapa kenapa" ucap Marchel


"M.marchel.... Udah gak papa kok"ucap Yoona sambil memberontak kecil seiring dengan Marchel mendorong bahunya menuju mobil Marchel.


"Marchel..." ucap Yoona yang sedikit geram dengan tingkah Marchel


Yoona di dorong hingga pungunggnya membentur body mobil milik Marchel.


"Marchel... Jangan begini" Yoona mendongak menatap Marchel yang tingginya melebihi dirinya.


"Masuk aku bilang!!" tegas Marchel sambil menghimpit tubuh Yoona.


Yoona berkedip saat nafas Marchel menerpa wajahnya, entah kenapa ia menuruti ajakan Marchel, tangannya membuka pintu mobil tanpa menghadap kebelakang, karena Marchel masih menghimpitnya.


"Ya minggir dong.." ucap Yoona setelah berhasil membuka pintu mobil.


Marchel menuruti dan menyingkirkan badannya, tak bisa di pungkiri rasa rindu kepada wanita yang sudah enam tahun lamanya tidak bersama, sangat mendera rasa ingin memeluknya juga menciumnya ingin sekali terselesaikan, tapi ia masih bisa menahan diri.

__ADS_1


Tangan Marchel mengepal erat seiring dengan keinginannya yang tak tercapai. Sungguh membuatnya tersiksa saja.


Jangan lupa like, coment, vote cerita aku ya...❤


__ADS_2