SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 12~Malam Pertama


__ADS_3


Orang tua Yoona dan orang tua Afgan sedang berbincang bincang, di lobi hotel mereka akan check in, Biasalah.. hotel juga milik Pak Dendi(papanya Afgan ).


"Sebaiknya saya dengan istrinya pulang ke kost saja." ujar Ayah Yoona


"tidak perlu Pak besan, kita akan menginap disini " sahut Papa Afgan


"iya bu... kita bersama akan menginap disini, tidak apa apa juga " ucap Mama Afgan"iya kan mas " ucapnya Kepada suaminya.


"iya.."  jawab Papa Afgan.


Setelah perdebatan kecil itu akhirnya ortunya Yoona menyetujui besannya.


******


Sedangkan Marchel dirumah uring uringan sendiri, ia mondar mandir ke sana kemari, ia mengacak acak rambutnya memukul mukul meja dan memberantakan semua barang yang ada di meja rias, pasti pengantin baru itu sedang bermesraan, bercumbu mesra.pikirnya


'ya emang, namanya juga suami istri 😏' Author ambil alih.


"Aaaaaaaa " teriak Marchel didalam kamarnya, tidak peduli suaranya didengar oleh Mamanya maupun  pelayan yang ada di rumah.


Tok Tok Tok..


"Marchel.." ucap Mama "chel.. kamu baik disana?" ucap Mama sedikit berteriak, karena Mama Marchel tau ini adalah acara istri pertama suaminya, jadi ia tidak mungkin mengganggu acara yang sudah disusun rapih oleh suaminya itu.


"Chel.. Marchel.. buka pintunya nak.. " teriak Mama di seberang pintu. Marchel tidak bergeming ia sedang tidak baik baik saja.


Akhirnya Mama Marchel menyerah ia kembali ke kamarnya.


"Apa yang dilakukan anakku."  Mama Marchel terisak, "kenapa hidupku selalu menjadi yang kedua, kenapa karma datang secepat ini " tambahnya ia semakin terisak. ia tahu anaknya menyukai istri adiknya itu.


"kenapa kamu mengikuti jejak mama nak... kenapa  huaaaa hiks.." ia tidak kuasa menahan tangisnya.


' oke.. singkatnya gini ya.. orang kedua adalah dimana posisi itu posisi yang paling menyakitkan, tetapi percayalah posisi yang pertama jauh lebih sakit, karena harus membagi apa yang ia miliki seutuhnya dengan orang lain. '


Nah loh.. siapa nih yang akan menjadi peran utama dalam cintanya Yoona.


****


Dikamar sang pengantin baru..


" Yang.. sudah apa belum sih,, lama amat dikamar mandinya.." teriak Afgan


"bentar Yang.. masih bersih bersih ini loh." jawab Yoona di seberang pintu


Yoona keluar masih memakai gaun pengantinnya.


"loh.. gak ganti baju ?" tanya Afgan, Yoona menggeleng.


"iya udah sini.." ucap Afgan sambil menepuk pahanya.


Yoona menghampiri Afgan, ia duduk di pangkuan Afgan.


"Yang.. aku gak berat ya.." tanya  Yoona

__ADS_1


"enggak tuh.. enak aja kayak di pijit " ujar Afgan


"hah! masak sih, BB ku naik 2 kilo loh Yang, semenjak Ayah sama Ibu datang " Yoona


"masak sih!! sama aja kayak biasanya kok " ucap Afgan lalu menyandarkan dagunya di pundak Yoona


Afgan melancarkan aksinya. ia mulai acara malam pertamanya, mulai dari mencium kening Yoona diteruskan mencium kedua pipi dan berakhir di bibir manis Yoona yang sekarang menjadi Istri sahnya.


"Yang... aku mau ngomong " ucap Yoona setelah melepas tautan bibirnya.


"mau ngomong apa, hm " ucap Afgan dengan suara tertahan.


Yoona Bisa merasakan diantara kedua pahanya ada yang mengganjal disana, ia mencoba memberi pengertian pada Afgan.


"Yaaang.. dengerin dulu" desah Yoona saat Afgan menghisap lehernya.


Afgan tidak peduli lagi, yang jelas ia sudah tidak tahan, ia mencari resleting dipunggung Yoona lalu membuka resleting tersebut perlahan.


"Yang.. jangan buru buru aku mau ngomong sama kamu " ucap Yoona mencegah lengan Afgan saat membuka resleting hingga kebawah.


"kenapa!! aku sudah cukup sabar denganmu Yang. " lalu Afgan menyambar bibir Yoona


"emmhh.. Yang.. " erang Yoona saat lidah Afgan menjalar di dalam mulutnya


Afgan menelusuri ke dalam mulut Yoona, tak kala kadang ia juga mengerang saat Yoona membalas tautannya, setelah puas ia turun mencumbu tulang selangka Yoona yang sudah terbuka separuh, tangannya mulai mencari resleting supaya terbuka sempurna, setelah terbuka sempurna Afgan menurunkan gaun tersebut hingga ke perut Yoona, terlihat dua bukit kembar milik Yoona, sangat indah menawan sekaligus menggoda pikir Afgan.


"Yaang.. hhh.. berhenti duluuuh " ucap Yoona menahan gairahnya saat suaminya melahap bukitnya.


"Ah.. Yang.. aku bilang berhenti " ucap Yoona kembali


Afgan sudah dipuncak gairahnya ia membaringkan Yoona di ranjang, ia menelusuri tubuh Yoona yang masih tertutup gaun pernikahannya ia menurunkan gaun istrinya


"Yang.. aku datang bulan " ucap Yoona seraya mencegah tangan Afgan


"gak percaya, kamu pasti hanya menghindari ku kan " elak Afgan, ia tetap melancarkan aksinya melorotkan gaunnya, Yoona sudah pasrah, lagian tamu tak diundang itu datang saat ia kekamar mandi tadi.


sebelum Afgan melepas sempurna gaun istrinya, ia melepas jasnya membuang ke segala arah, lalu dilanjut melepas kancing kemeja yang ia pakai membuangnya kesamping Yoona.


Yoona melihat tubuh kekar suaminya, ia menggigit bibir bawahnya.


'oh.. bagaimana ini, aku harus menghentikan Afgan '  batin Yoona


"Yang.  Yang dengerin dulu, aku gak bohong ini beneran aku datang bulan " ucap Yoona memberi pengertian kepada Afgan, karena ia tahu pasti Afgan akan kecewa.


Afgan menyeringai, Yoona melihat wajah Afgan yang seperti itu, ia jadi ngeri sendiri.


Afgan meraba kaki Yoona yang menggelantung kebawah ranjang, ia mengangkat kaki istrinya, otomatis Gaunnya tersibak memperlihatkan kaki mulus milik istrinya lalu ia menciumnya.


Afgan merangkak saat ia juga menyibak gaun Yoona keatas hingga memperlihatkan pangkal paha Yoona yang tertutup ****** *****.


Ia mendekat lalu pergi melenggang meninggalkan Yoona yang sudah tersulut gairah, Yoona mendengar pintu kamar mandi yang tertutup dengan keras.


"Hah!! pasti kecewa " ucap Yoona monolog.


ia mengganti gaun dengan baju biasa, tak lupa ia selalu membawa pembalut kemana mana ditasnya, untung masih ada sisa pikirnya.

__ADS_1


"Yang.. Sayang.. masih lama ya.. " teriak Yoona sambil menggedor pintu kamar mandi, ini sudah satu setengah jam Afgan tidak keluar dari kamar mandi.


"Yang.. nanti masuk angin kalau kelamaan disana " teriak Yoona


"b.bentar..  yang..hh masih nanggung. " ucap Afgan sambil mengerang.


"jangan lama lama.. " Yoona


Setelah hampir dua jam Afgan di kamar mandi ia akhirnya keluar juga, dengan mengenakan handuk yang melilit dipinggangnya.


"sudah? " tanya Yoona


"hm.. " ucap ketus Afgan


lalu Yoona melenggang pergi ke kamar mandi, meninggalkan Afgan yang sedang marah.


"isshh.  apa apaan bukannya minta maaf malah pergi gitu aja " gerutu Afgan. lalu ia membaringkan dirinya di ranjang.


Setelah setengah jam Afgan menunggu Yoona, akhirnya si empu keluar juga sudah memakai dressnya yang panjangnya selutut.


Melihat Yoona keluar Afgan langsung menutup dirinya dengan selimut.


"Yang.  marah ya." Yoona mencoba membuka selimut tersebut tetapi ditahan oleh Afgan.


"Yang.. jangan gitu dong.." ucap Yoona kembali


"maafin aku.. ya.. "


"Yang.." rengek Yoona sambil berusaha membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh Afgan.


"Apa!!" ketus Afgan setelah membuka selimut hingga memperlihatkan wajahnya


"maafin aku. " Yoona memasang wajah imutnya


"hm.. iya.. yah Yang. " tambahnya lagi


"lagian kamu ngomongnya tadi kayak bohongan " ujar Afgan


"siapa yang bohong.. orang aku beneran tadi. kamunya aja yang gak percayaan ". Yoona sekarang gantian yang marah


"kok kamu yang marah seharusnya aku yang marah " ucap Afgan


"seharusnya kamu itu ngertiin aku, aku ini juga perempuan kamu itu gimana sih! "ketus Yoona lalu meninggalkan Afgan menuju sofa, ia membaringkan tubuhnya di sofa


"yang.  yang kok gitu sih. sini aja yah.. maafkan aku.." ucap Afgan sambil menghampiri Yoona yang sudah berbaring dengan membelakanginya.


"Yang... maaf aku yang salah. maaf ya.  jangan gitu dong nanti badanmu sakit semua " ucap Afgan, mendengar tidak ada sahutan Afgan membalikkan tubuh Yoona menjadi terlentang, melihat nafas teratur Yoona lalu ia membopong tubuh istrinya memindahkannya di ranjang, ia merebahkan dirinya disamping istrinya memeluk tubuh istrinya yang sudah terlelap, ia mencium kening Yoona lalu ikut terlelap.


.


.


.


...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2