
Beberapa minggu kemudian....
Hari hari berjalan baik tanpa adanya pengganggu dari seorang Marchel, ia sejak mencelakai Afgan tidak pernah bertemu dengan Yoona lagi, mungkin ia sadar apa yang ia lakukan adalah kesalahan fatal, Yoona sempat marah besar terhadap Marchel, ia mencaci maki Marchel tak peduli dengan orang tua Marchel yang menyaksikannya, ia hanya memberi sedikit pengertian kepada Marchel bahkan orang tuanya juga mendukung Yoona, entah kemana Marchel pergi yang jelas Yoona tidak akan pernah mau tahu.
*****
Yoona sedang menyiapkan segala keperluan memasak di dapur Mama mertuanya keluar untuk keperluan sebentar.Afgan?? ia sedang beres beres rumah. Ia memang sedari dulu di ajari oleh Mama nya, jadi dia sudah terbiasa beres beres rumah.
Setelah beres beres rumah Afgan menghampiri Yoona di dapur, ia memeluk istrinya dari belakang.
"Yang... Kaget aku " ujar Yoona saat di peluk suaminya
"Hehehe.." jawaban Afgan hanya bercengir kuda.
Afgan menciumi leher Yoona tak peduli nanti Mama melihatnya.
"Yang.. Jangan gitu Ah.. Nanti Mama lihat " ucap Yoona sambil menjauhkan kepala Afgan dari lehernya, ia sangat risih akhir akhir ini sama suaminya.
"Kamu tambah seksi saja Yang.."bisik Afgan sambil mengecupi pipi Yoona
"Yang... Ah sakit" ucap Yoona saat Afgan mere**s dadanya, ia memegangi tangan Afgan mencoba melepaskan genggaman Afgan.
"Ini semakin Mont*k saja Yang.." ujar Afgan semakin memperkuat rem*sannya.
"Emmhh.... Yaang... Ngilu" ujar Yoona ia mempererat pegangannya di meja dapur, badannya bergerak gerak gelisah di depan Afgan.
Afgan membalikkan badan istrinya, mengusap lembut pipi Yoona dan mengusap bibir Yoona dengan ibu jarinya. Saat ia mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya perlahan...
Sebelum menempel sempurna... "Emmpppt.." Yoona menutupi mulutnya ia mendorong suaminya untuk menjauh, ia menuju wastafel
"Hoekk... Hoekk... Hoekk.." Yoona memuntahkan cairan yang ada di perutnya melalui mulutnya, rasanya sangat pedas, panas, padahal itu hanya air saja yang ia keluarkan.
"Yang... " Afgan panik, ia mengurut tengkuk istrinya. "Kamu gak papa Yang..." tanya Afgan sambil mengurut tengkuk leher istrinya
"Hoekk.... Emmhh.. Hoeekkk" Yoona masih memuntahkan isi perutnya, akhir akhir ini ia gampang lelah, saat di dapur restoran pun Yoona sering tertidur disana, untung ada Ben yang berada disana jadi urusan dapur masih bisa di handle.
"Yang... Menjauhlah dariku.. Aku tidak tahan dengan bau mu" ujar Yoona sambil mengelap mulutnya dengan air bersih.
"Apa!!! Aku bau.." ucap Afgan sambil membalikkan badan Yoona perlahan, ia mengelap keringat yang mengalir di dahi istrinya.
"Emmtt... " Yoona kembali berbalik ke wastafel dan memuntahkan lagi isi perutnya untuk kesekian kalinya.
"Yang... Kita ke dokter aja ya.." ucap Afgan ia tidak bisa melihat istrinya kesakitan.
"Ya ampun sayang..." yang ini adalah Mama Afgan yang bersuara, ia segera menghampiri menantunya
"Apa yang terjadi " ucap Mama kepada Afgan, saat melihat Yoona muntah muntah.
"Yoona tiba tiba seperti ini Mah..." Afgan
"Kamu cepat mandi dan antar istrimu ke dokter deh " titah Mama
"Heeh.." Afgan segera beranjak pergi ke kamarnya.
__ADS_1
"Yoo... Kamu baik" tanya Mama mertuanya
"B-baik Mah.." jawab Yoona ia berbalik dan tersenyum kepada Mama mertuanya.
"Kamu pucat sekali, ayo Mama antar ke ruang tamu " ujar Mama sambil memapah bahu Yoona menuju ruang tamu.
"Mah... Kepalaku pusing.." ucap Yoona sambil memegang pelipisnya yang terasa berdenyut, setelah sampai di ruang tamu Yoona di duduk kan oleh Mamanya.
"Sebentar tak ambilkan minum dulu " Mama, ia mengambil air putih dan menyodorkan air minum kepada menantunya.
Yoona menerima air tersebut dan meneguknya.
"Gan... Cepatlah kamu ngapain aja di kamar mandi " teriak Mama, Yoona tersenyum geli dengan tingkah Mama mertuanya.
"Kamu sejak kapan seperti ini" tanya Mama
"Em.. Kurang lebih tiga minggu ini Mah.. Aku sering lelah, muntah di pagi hari dan juga aku gak suka bau badan Afgan " tandas Yoona, ia juga risih kenapa bisa seperti ini. Ini sangat menyiksanya ia ingin dekat dengan suaminya tetapi saat ia sudah berada disamping suaminya ia jadi eneg dan pengen muntah.
Mama tersenyum lebar saat mendengar pernyataan Yoona.
"Apa mungkin kamu hamil" ucap Mama
"Apa!!! Aku hamil Mah.." Yoona terkejut bukan main
"Iya.. Biar lebih jelas kamu periksakan di dokter kandungan" ucap Mama, Yoona tersenyum haru mendengar ia akan segera menjadi ibu, ia memeluk Mama mertuanya mereka menangis bersama dalam dekapan mereka.
Afgan baru keluar dari kamarnya mengerutkan dahinya melihat pemandangan didepan matanya.
"Ada apa?" tanya Afgan menyadarkan kedua Wanita yang sedang berpelukan
Ia menggandeng tangan suaminya dan berpamitan kepada Mama.
#####
Saat sudah berada di mobil mereka hanya diam saja.
"yang..." panggil Yoona memecah keheningan didalam mobil, ia menoleh ke arah Afgan
" iya.." Afgan
"lihat'en aku to.." pinta Yoona
"Iya.." Afgan menoleh ke arah Yoona
"Mataku bengkak ya... Akibat nangis tadi " ujar Yoona
"Enggak.." jawab Afgan singkat lalu ia menghadap ke depan fokus menyetir
"Isshh.. Kamu bohong ya.." ketus Yoona lalu ia mengarahkan kaca spion yang ada di depan ke arahnya.
"Tuh... Kan!! Mataku tuh bengkak Yang.." rengeknya kepada Afgan.
Afgan tersenyum geli mendengar rengekan Istrinya.
"Sedikit Yang.. Kamu masih cantik kok walau mata kamu bengkak" Afgan mencoba menenangkan Yoona
__ADS_1
"Kita berhenti sebentar di supermarket Yang" pinta Yoona diangguki oleh Afgan.
Sampai di supermarket Yoona mengambil topi milik Afgan yang ada di mobil, ia memakainya dan keluar dari mobil.
...
"Mbak beli bedak nya, M****a yang natural satu " ucap Yoona kepada mbak kasir Yoona juga membeli lipstik yang ia akan pakai nanti.
Malu kalau ke Rumah Sakit bermuka pucat padahal rumah sakit memang tempatnya orang pucat, entah kenapa Sifat dan Tingkah lakunya semakin tak menentu saja.
Setelah selesai dengan supermarket Yoona menuju mobil Afgan.
"Yang... Kamu beli apa!!" tanya Afgan
Yoona mengacungkan lipstik dan bedak nya di depan muka Afgan
"Yahh!!! Aku kira kamu beli minuman dingin" Afgan, ia menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.
"Enggak tuh," ketus Yoona ia mengarahkan kaca spion ke arahnya dan berkaca di kaca tersebut, ia mengoleskan bedak nya di wajah mulusnya.
"Kamu tumben riasan " ujar Afgan
"Riasan apanya!! Ini cuma bedak kok " ujar Yoona tidak mau kalah saat Afgan mengatainya
"Sama aja Yang.." Afgan ia menoleh ke arah Yoona yang sedang memakai lipstiknya
Afgan menginjak rem nya membuat Yoona terhuyung kedepan, ia berbalik menatap suaminya dengan tajam.
"Hapus lipstikmu" Afgan, ia melihat warna lipstik istrinya begitu menyala membuat bibirnya menambah seribu persen ke seksi'an nya.
"Enggak... Orang ini biasa aku pakai kok" jawab Yoona ketus
Tidak bisa di pungkiri bibir istrinya kini bertambah seksi saja, entah apa penyebabnya, apakah ia sering ******* bibir istrinya sehingga bisa membuatnya menjadi lebih menggoda.
Ia menyambar bibir seksi istrinya menyesapnya ******* bibirnya atas bawah. Tangannya menahan punggung Yoona mempererat dekapan nya, ia ******* bibir istrinya hingga lipstik yang baru saja di pakai terhapus bersih.
"Yaang..." Yoona menatap tajam mata suaminya setelah melepas tautannya.
"Begini sudah cantik, jangan ditambahi lipstik lagi, kamu berusaha menggoda pria lain ya.." tebak Afgan
"Ihh.. Iya iya.. Iya.. Oke " Yoona tidak punya kata kata untuk berdebat sekarang.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1