
...********...
Sudah dua minggu Yoona berada dirumah setelah seminggu ia di rawat di rumah sakit, begitupun dengan Marchel yang sudah sembuh dari sakitnya, semenjak Marchel memutuskan hubungan Dengannya, Marchel benar benar menghilang dari hadapan Afgan juga Yoona setelah di rumah sakit kemarin ia meminta maaf kepada keduanya.
Suasana sekarang sudah seperti biasa orang Tua Yoona juga sudah kembali ke kampung dua hari yang lalu, nuansa berkabung masih saja menyelimuti hati Afgan juga Yoona, tetapi mereka tidak akan memperlihatkan keadaan mereka saat ini, mereka memendam dalam² kesedihannya hanya Allah dan mereka yang tahu juga ruangan kamar yang menjadi saksi bisu.
Setelah tadi siang mereka pergi ke rumah sakit untuk mengontrol keadaan Yoona yang perlahan pulih, saat ini mereka sudah berada di kamar mandi yang ada di dalam kamar Afgan. Mereka melakukan mandi wajib setelah pergumulan antara mereka baru saja terjadi.
"Sayang..." ucap Afgan dengan memeluk istrinya dari belakang, ia mencium pipi Yoona dari belakang yang sedang mengambil pakaian gantinya.
Tubuh mereka sama sama polos hanya sehelai handuk yang berada di badan mereka masing masing, setelah melakukan ritual mereka sama sama keluar dari kamar mandi, hari masih menjelang magrib tapi mereka baru saja selesai bersih diri setelah satu jam setengah mereka melakukan pergulatan di atas ranjangnya.
"Ganti baju sana lo.." suruh Yoona kepada suaminya yang membuat ia risih dengan tingkahnya.
"Mau lagi..." manja Afgan sambil menyapukan lidahnya di bahu polos istrinya yang masih sedikit basah.
" Yaangg....". Tegas Yoona sedikit mendesah saat benda lembut dan basah menempel di bahunya
"Ya... Boleh lagi ya.." rengek Afgan
"Enggak!!! Aku capek sayang.. Sudah ganti baju gih.." Yoona mengambilkan baju ganti milik suaminya
Afgan terpaksa melepas pelukannya dan mengambil pakaian yang Istrinya berikan, mereka berdua berganti pakaian bersama tanpa rasa malu mereka melepas handuk yang melilit di badannya masing masing.
Tanpa Yoona duga suaminya sedari tadi menatap lekat tubuhnya yang sekarang berubah menjadi lebih seksi dan berisi semenjak mengandung dan sampai sekarang tubuhnya masih saja seperti ibu hamil pada umumnya, sedikit melebar tapi montok.
"Yaaangg...." Afgan sambil merengek seperti anak kecil yang minta di belikan balon
"Apasih..." jawab Yoona tanpa menatap Afgan
"Jangan gitu ah... Akunya gak tahan lihat kamu, " Afgan mengucapkan kebenarannya, pantas saja lihatlah istrinya sekarang sudah seperti pemain yang ia lihat di Youtube, badannya, kulitnya, dan payudara juga V nya membuat Afgan terangsang ia sangat ingin melakukan kegiatan panas mereka tadi.
__ADS_1
Yoona menatap lekat manik suaminya dan tersadar ia cepat cepat memakai dress polkadot putihnya setelah selesai ia melenggang pergi saat melewati di samping Afgan, Yoona tersentak saat Afgan melentangkan tangannya menghalangi istrinya yang sedang berjalan keluar dari kamarnya.
"What!!!" Yoona menaikkan alisnya melihat tingkah Afgan
Afgan mendekati istrinya Yoona refleks mundur perlahan saat tubuhnya hampir menempel sempurna di tubuh Afgan, perlahan Yoona mundur hingga tubuhnya membentur lemari.
"Yang..." ucap Yoona sambil mendongak menatap Afgan
Tanpa Ba Bi Bu Afgan menyambar bibir yang sedari tadi menggodanya membuat Yoona sedikit mengaduh karena terkejut ia memukul lengan kekar milik Afgan.
"Emmmmhhh... Emm..." Yoona berusaha melepas tautan mereka tapi tidak bisa, Afgan ******* habis bibir mungil istrinya tanpa ampun ia meraup benda lembut yang sedari tadi membuatnya menahan hasratnya, tak jarang Yoona mengerang saat bibirnya di gigit keras oleh Afgan.
Afgan mengangkat kedua kaki Yoona yang membuat Yoona mengalungkan tangannya di leher istrinya, Afgan mengalungkan kedua kaki Yoona di pinggangnya membuat dress yang Yoona pakai sedikit menyibak karena ulah Afgan.
Afgan menyandarkan tubuh Yoona di lemari ia terus ******* bibir istrinya tanpa henti, Yoona juga membalasnya tak kalah dengan Afgan.
Saat Afgan beranjak pindah tempat Yoona semakin mengeratkan pelukannya, Afgan berpindah tempat menuju ranjang yang masih berantakan ia duduk sambil memangku istrinya dan terus melahap bibir istrinya, Yoona pun juga begitu ia membalas ciuman sang suami.
Afgan meraba paha istrinya hingga dress yang di pakai Yoona menyibak, ia terus meraba hingga tangannya menyentuh kain penutup terakhir milik Yoona, Afgan mendorong Yoona hingga ia berdiri dari pangkuannya membuat Yoona mengernyitkan dahinya.
"Sayang..." Yoona memohon supaya suaminya tidak melanjutkan acara yang baru saja berakhir.
Wajar saja, Afgan sudah tiga minggu ia menahan hasratnya karena saran dari dokter tidak memperbolehkan mereka berhubungan intim setelah istrinya melakukan aborsi.
Skip wae lah...kalean menghalu sesuka hati kalian....
"Daddy berharap kau cepat mengisi hari hari Daddy juga Mommy.." ucap Afgan sambil mencium perut polos istri nya setelah melakukan pergulatan kedua kalinya.
Yoona terengah-engah setelah baru saja mencapai puncak nya, perutnya kembang kempis seiring dengan deru nafasnya yang tak beraturan.
'Semoga...' batin Yoona berucap
Lagi dan lagi mereka membersihkan diri selama satu hari ini mereka bersih diri sebanyak lima kali, yang biasanya mereka mandi dua kali menjadi berkali lipat, itu semua karena ulah Afgan yang sedang haus bandel.
__ADS_1
Afgan dan Yoona keluar dari kamarnya hari sudah larut namun mereka juga belum menyantap makan malamnya.Jam menunjukkan pukul sembilan Mama nya juga paling sudah tidur mengingat sekarang sudah larut malam.
"Makan yang banyak ya... Supaya dedek cepat tumbuh di perut Mommy" ucap Afgan sambil mengelus perut rata Yoona.
Yoona tersenyum haru melihat Suaminya yang begitu menginginkan seorang anak, ia membelai puncak kepala Afgan saat suaminya menunduk mengelus perutnya.
'Aku berharap juga begitu... Semoga kamu cepat tumbuh di perut Mommy..' batin Yoona
Mereka memakan makan malamnya dengan tenang sesekali tatapan mereka bertemu dan tersenyum tak jarang Afgan selalu memperhatikan istrinya yang sedang makan itu membuatnya selalu mengingat kegiatan panas yang baru saja mereka ulangi.
Setelah makan malam selesai Afgan melihat punggung Yoona yang sedang menjauh membereskan sisa makan mereka, Afgan beranjak mengekori istrinya yang sedang mencuci piring.
Yoona di buat kaget dengan tingkah Afgan yang tiba tiba memeluknya dari belakang, ia segera mencuci tangannya yang baru saja selesai dengan kegiatannya, ia berbalik menghadap suaminya.
"Apa lagi...!!" Yoona berucap sambil menatap suaminya
Afgan hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban membuat Yoona geram dan menyingkirkan Afgan yang menghalangi jalannya.
Yoona duduk di ruang tamu dengan cemilannya juga ditemani acara Tv yang ia tonton, Afgan juga duduk di samping Yoona ia ikut menonton Tv tapi tangannya juga bermain dibawah sana, membuat Yoona tersentak dengan kelakuan suaminya.
"Yang!! Jangan dielus... Geli" ucap Yoona
Afgan yang sedang mengelus paha mulus istrinya itu terkekeh melihat istrinya seperti ini.
"Yang! Jangan di ulangi lagi... Aku capek tau gak!!" tegas Yoona dengan tatapan tajamnya
"Oke!!" jawab Afgan sambil mengangkat tangannya menjauh dari istrinya yang membuat Yoona menghela nafasnya.
Acara demi acara telah terlewati mereka begadang di depan Tv sambil bermesra ria, tawa pelan selalu muncul di wajah berseri milik Yoona saat Afgan mencoba mengalihkan perhatian istrinya yang sedang di landa kesedihan itu.
"Jangan di ingat lagi.... OKE!!" ucap Afgan sambil menangkup wajah istrinya menatap lekat manik matanya
Yoona tersenyum simpul dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Afgan tersenyum dan memeluk tubuh istrinya mengelus puncak kepalanya dan juga menepuk pelan punggungnya, menenangkan jiwa ke ibuan istrinya yang sedang kehilangan seorang anak.
*****