SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 13~Restoran Buka


__ADS_3


Yoona menggercapkan matanya karena silau cahaya lampu kamarnya, ia merasakan tubuhnya hangat ia membuka matanya terlihat didepan matanya ada Afgan yang terlelap dengan memeluknya, ia tersenyum lalu tangannya terangkat membelai pipi Afgan.


"Pagi.." ucap Yoona lirih lalu ia mencium kening Afgan. ia menyingkirkan tangan Afgan yang memeluk pinggangnya, pelan pelan akhirnya ia bisa bangun juga.


Ia melihat jam diponselnya masih pagi, jam menunjukkan pukul setengah lima, ia berjalan menuju kamar mandi, ia membersihkan dirinya.


Setelah beberapa menit ia selesai dengan acara mandinya, ia keluar menggunakan pakaian santainya berjalan menuju meja rias lalu mengambil lotion dan mengaplikasikan ke tangan dan kakinya.


Ia menghampiri Afgan yang masih terlelap.


"Yang.. bangun " bisik Yoona,


Afgan mengusap kasar telinganya seperti ada nyamuk yang berdengung di telinganya.


"Yang.. Sayang.. ayo bangun udah pagi " bisiknya lagi.


Afgan mencium bau wangi perlahan ia membuka matanya melihat Yoona begitu dekat dengannya, wajah fresh nya dan juga harum tubuhnya membuat Afgan tersenyum menatap istrinya


"Hai.. sudah bangun " ucap Afgan sambil membelai rambut Yoona


"hm... sudah buruan mandi " titah Yoona


Afgan bangkit dari tidurnya lalu berjalan menuju kamar mandi. Yoona menyiapkan baju ganti Afgan setelah menyiapkannya ia menghampiri ponselnya yang berdering notif pesan, ternyata pesan dari grup bengeknya.


[eh. eh. eh. gimana acara malam pertamanya ] Tania


[pasti nguras tenaga ya kan Yoo.. ] Ishita


[issh.. dasar udah diem napa sih ganggu mulu ] Yoona


[etdah marah.. lagi mulai ronde lagi ] Ishita


[gak jawab, gak tahu kalau udah sampai sini, bay.. mau mandi berangkat kerja] Tania


[masih kecil, sana mandi ] Yoona


[ye.. ngeledek gue lu ] Tania


[ enggak tuh, sudah sana mandi ] Yoona


[ iya iya.. bawel ] Tania off


[gimana ? lancar? ] cerca Ishita


[gue kedatangan tamu ] Yoona


[hah! maksud lu haid?] Ishita


[iyah.. ] Yoona


[ya jangan sedih gitu dong,, masih ada banyak hari ] Ishita


[iya.. paham gue, tapi gue kasian sama suami gue kayak nahan sesuatu gitu ] Yoona


[ hahahha.. makanya jangan digodain ] Ishita


[ hahaha.. iya juga ya.. ]Yoona


[yaudah gue off dulu, ] Ishita


[ oke..] Yoona senyum senyum sendiri melihat ponselnya, sampai sampai ia tidak sadar bahwa Afgan sudah selesai mandi.


"kenapa senyum senyum sendiri " Afgan


Yoona tersentak kaget, lalu cengar cengir memandang Afgan " gak papa, lucu aja chatan sama.. " ucap Yoona terputus


"sama siapa??" sarkas Afgan


"sama Tania dan Ishita Yang.. " suara Yoona lembut


"bohong!!! sini'in hpnya " Afgan lalu mengambil paksa ponsel milik istrinya.


Afgan mengecek isi ponsel istrinya tidak ada yang mencurigakan, lalu menatap Yoona sedang cemberut lalu tersenyum.


"aku kira kamu ada apa apa ? " Afgan


"ada apa apa gimana? " ketus Yoona


"gak jadi,, istriku sayang, kok jadi ngambek kan sih " gemas Afgan sambil mengacak rambut Yoona


"ihh yang.. berantakan kan jadinya " ucap Yoona sambil merapikan tatanan rambut yang semrawut.


"ihh.. lucunya istriku " lalu ia memindahkan Yoona di pangkuannya.


"Yang.. " Yoona tersentak saat Afgan dengan cepat kilat memindahkannya di pangkuan Afgan.


"hm.. kamu cantik " ucap Afgan sambil mencium kening Yoona, Yoona merasakan lembut bibir Afgan yang menyentuh dahinya ia memejamkan matanya, setelah puas ia melepas ciumannya lalu membelai pipi Yoona yang masih memejamkan matanya.


Yoona membuka matanya saat merasakan belaian lembut di pipinya, tangan Afgan membelai lembut pipinya dan beralih mengusap bibir bawah Yoona dengan ibu jarinya.


"Apa? " tanya Yoona


Afgan tersenyum jahil " ada ilernya iya.. " tebak Yoona, Afgan menggeleng "trus apa dong " Yoona


"mau ngerasain ini " ucap Afgan lalu tanpa aba aba ia menyambar bibir Yoona


"emm.. Yang.  " ucapnya berusaha normal, tetapi akhirnya ia terbuai juga.


Tangan Afgan sudah tidak terkendali ia mulai meraba lekuk tubuh istrinya.


Yoona mengalungkan kedua tangannya di leher Afgan, semakin lama Yoona semakin seperti cacing kepanasan menggeliat akibat sentuhan dari Afgan.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Gan.. Yoo.. sudah bangun " teriak mama di seberang pintu. Afgan mendesah pelan setelah melepas ciuman Yoona.


Yoona bangkit dari Pangkuan Afgan lalu menghampiri pintu, Afgan melihat punggung Yoona yang  perlahan menjauh  darinya.


"Iya mah.  " ucap Yoona setelah membuka pintu.


"mama ganggu kalian ya.." ucap mama setelah mengintip kedalam melihat wajah Afgan tampak marah


"Enggak kok mah.. "jawab Yoona


"ayo kita sarapan sudah ditunggu semua orang "


" baik " jawab Yoona lalu menghampiri Afgan yang wajahnya ditekuk


"Yang.. udah dong, ayo sarapan " ajak Yoona


"iya.. " jawab Afgan lesuh


"jangan ngambek gitu dong sayang.. " ucap Yoona sambil mengalungkan tangannya di lengan Afgan


Afgan dan Yoona sarapan bersama diresto hotel papa Afgan.


****


Di sebuah kamar...


seseorang duduk di lantai sisi ranjang kamar berukuran besar itu, ia terduduk dengan menyandar diranjang  menundukkan  wajahnya ditangan.


Sangat kacau, terdapat kantung hitam dibawah matanya menandakan kalau ia tidak tidur kemarin, rambutnya acak acakan dan kamar yang semula rapih menjadi berantakan akibat ulah nya.


"kenapa!! kenapa ini terjadi padaku " teriak Marchel, iya.. dia adalah Marchel


"Aaaaaaaaaa..." tambahnya lagi.


diluar Mama Tanti sedang mendengarkan teriakan anaknya, hatinya juga teriris. luka yang dulu dan sekarang mulai membaik kini tergores lagi, menganga lagi.


"Aahh.. sakit " ucap Mama Tanti sambil memukul dadanya dengan keras.


"nyonya.. sudah jangan seperti ini " cegah Asisten rumah tangga yang sedang menyiapkan sarapan.


"kenapa karma sangat menyakitkan " ucap mama Tanti lalu terisak


"sabar Nya.. " ucap pembantu itu lalu mengelus bahu Nyonya nya untuk memberinya kekuatan.


****


Sekarang Afgan dan Yoona sedang berada di kiosnya, hari ini kios tersebut akhirnya buka setelah sekian lama persiapan. Karena pertama buka Yoona dan Afgan berniat untuk memberikan diskon potongan setengah harga.


Yoona sedang memberi selebaran kepada orang yang lewat didepan kiosnya, baik itu anak muda dan orang tua.


Alhamdulilah Hari pertama buka Restoran kecil milik Afgan berjalan lancar, Yoona dan Afgan memang memilih tidak menggunakan karyawan karena mengingat Restorannya masih baru jadi mereka masih enggan untuk merekrut karyawan.


Nyatanya mereka tidak merasa kelelahan, mereka justru bahagia, bisa memulai bisnis kerja samanya.


Hari sudah semakin siang, para pengunjung disana juga mulai pergi dari Restoran.


...



...


Yoona masih belum menyadari, ia sangat lelah karena pekerjaannya tapi ia bahagia, bisa memulai bisnis bersama suaminya.


...



...


"capek ya.. " tanya Afgan


"lumayan " jawab Yoona sambil memasang senyumannya.


Afgan menghampiri Yoona lalu memijit bahunya,


"eh Gan.. malu dilihat pengunjung " ucap Yoona sambil mencegah tangan Afgan.


"enggak papa .. " Afgan


"Enggak papa gimana, udah ah.. " Yoona


sedikit pengunjung disana melihat mereka tersenyum geli, " duh.. masnya sweet " ucap pengunjung remaja.


"iya.. cocok banget deh " pengunjung yang sedang berpasangan.


Afgan yang sedang berdiri tak jauh dari pengunjung ia mengambil mic dan menaiki panggung minimalis untuk  memberi pengumuman.


"MOHON PERHATIANNYA... SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH SUDAH BERPARTISIPASI ACARA PEMBUKAAN RESTORAN SAYA DAN ISTRI SAYA.. DOA KAN SAJA SEMOGA SAYA DAN ISTRI SAYA CEPAT DIBERI MOMONGAN "


"Gan.. ihh kamu itu apa apaan sih... malu udah turun " ucap Yoona sambil berbisik.


" Enggak aku gak mau." Afgan


"KITA ADA SEDIKIT APRESIASI UNTUK KALIAN SUPAYA BISA RILEKS MENIKMATI WAKTU SANTAI KALIAN. "


" apaan Gan.. jangan macam macam " ketus Yoona


"sebentar saja sini " ajak Afgan


"enggak mau " ketus Yoona sambil melipatkan tangannya di dadanya.


"ayolah.. sini Sayang " goda Afgan


"enggak.. "

__ADS_1


"ayo mbak.. ayo mbak.. ayo mbak fiuwit fiuwit.. " sorak pengunjung.


Yoona akhirnya menyerah juga, ia menaiki panggung minimalis.


Musik mulai terdengar..


...Ku pilih hatimu tak ada ku ragu...


...Mencintamu adalah hal yang terindah...


...Dalam hidupku oh sayang...


...Kau detak jantung hatiku...


(Yoona)


...Setiap nafasku hembuskan namamu...


...Sumpah mati hati ingin memilihmu...


...Dalam hidupku oh sayang...


...Kau segalanya untukku...


(Afgan )


...Janganlah jangan kau sakiti cinta ini...


...Sampai nanti di saat ragaku...


...Sudah tidak bernyawa lagi...


...Dan menutup mata ini untuk yang terakhir...


( Afgan dan Yoona)


...Setiap nafasku (setiap nafasku)...


...Hembuskan namamu (hembuskan namamu)...


...Sumpah mati (sumpah mati)...


...Hati ingin memilihmu (ku milikmu)...


...Dalam hidupku oh sayang...


...Kau segalanya untukku ooh...


...Janganlah jangan kau sakiti cinta ini...


...Sampai nanti di saat ragaku...


...Sudah tidak bernyawa lagi...


...Dan menutup mata ini untuk yang terakhir...


...Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini...


...Sampai nanti di saat nafasku...


...Sudah tidak berhembus lagi...


...Karena sungguh cinta ini cinta sampai mati...


...Tolonglah jangan kau sakiti cinta ini...


...Sampai nanti aku tidak bernyawa lagi...


...Dan menutup mata ini untuk yang terakhir...


...Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini...


...Sampai nanti di saat nafasku...


...Sudah tidak berhembus lagi...


...Karena sungguh cinta ini cinta sampai mati...


...Cinta sampai mati...


.............................


..."Yey... " semua pengunjung bertepuk tangan bersorak gembira....


Tak Yoona dan Afgan sadari Tania melihat duet pasangan romantis ini, ia bersorak kencang.


"Yeyeyeyye... pengantin baru.. " teriaknya, seketika Afgan dan Yoona menoleh kearah Tania.


Yoona segera turun setelah bernyanyi, diikuti oleh Afgan.


"sejak kapan datang kesini? " Yoona


"sejak kalian bernyanyi " jawab Tania " eh gak nyangka lu bisa nyanyi " ucap Tania kepada Yoona


"hehehe.. bisa sedikit sih " jawab Yoona


"gue yang ajarin istri gue nyanyi " sahut Afgan dengan memasang wajah tampan nya.


"heleh.. enggak tuh ya.. aku bisa nyanyi dari kecil " ucap Yoona


"dulu aku yang ajarin kamu Yang.. " ucap Afgan


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


Maaf gantung.. Heheh boleh apresiasinya sekedar bintang 😉.


__ADS_2