
Hari demi hari telah terlewati, dimana Yoona akan melakukan interview, pertama kali ia memasuki lobi Hotelxxx tersebut, mewah iya mewah semua adalah perjuangan papa Afgan, atau bisa dibilang calon papa mertuanya. Tetapi hotel tersebut telah diatas namakan istri keduanya yaitu Tanti dan yang menghandle adalah putra dari istri keduanya.
MARCHEL ADITYA PUTRA merupakan anak dari Tanti dengan suami pertamanya. Kenapa hotel tersebut tidak dihandle oleh anaknya sendiri, jawaban papa Afgan adalah karena ia tidak sudi asetnya jatuh ke tangan istri pertamanya, ia tidak mencintai sang istri pertamanya, ia dijodohkan oleh kedua orang tuanya, bahkan yang ia cintai adalah sepupu istrinya sedari mereka belum menikah ia sudah menjalin hubungan dengan Tanti, walaupun Tanti sudah menyandang status istri seseorang, hingga akhirnya ia bercerai dengan suaminya dan memilih kekasihnya.
Kenapa papa Afgan tidak mencintai mama bisa menghadirkan seorang anak yang tak lain adalah Afgan? Karena ia ingin melakukan tanggung jawab sebagai suami ia cukup memenuhi kebutuhan material saja kepada istri dan anaknya. Sungguh malang nasibmu Afgan, untung ada mama yang baik dan juga perhatian, untungnya lagi ada wanita yang beberapa tahun ini hadir di kehidupannya dan memberi warna pada kehidupan kelamnya itu.ucap Author
Yoona memasuki ruangan direktur. Saat memasuki ruangan dengan diantar oleh salah satu pelayan hotel.
Ia melihat seisi ruangan, seseorang sedang duduk di kursi kebesarannya dengan memunggungi Yoona
"Permisi pak.. "Ucap Yoona sesopan mungkin
"Duduk " titah Marchel yang masih memunggungi Yoona
Setelah mendapat perintah dari atasannya ia duduk di kursi depannya.
Saat sang atasan berbalik Yoona terkejut bukan kepalang.
"Kamu!??" ucap Yoona sambil menunjuk Marchel
'Masih sama seperti dulu,' batin Marchel sambil tersenyum seringai.
Flashback on
Disebuah supermarket ia mendapati sang adik tirinya bersama seorang gadis, bercanda tawa, berbelanja kebutuhan bahan pangan, layaknya seperti pasangan suami istri muda.
Ia mengikuti terus mereka berdua ada rasa iri dalam dirinya ia melihat sang adik tiri bersama gadis yang cantik dan perhatian,
Sampai dua jam ia mengikutinya dengan mengendap endap berharap mereka tak menyadari itu.
Setelah mereka keluar dari supermarket ia berjalan sedikit berlari dan memukul punggung Afgan, bahkan sampai Yoona ikut terjatuh karena posisi mereka saling merangkul
Yoona murka, tiba tiba ada yang mengusiknya lalu ia bangkit dan secepat kilat ia meraih kerah baju Marchel dan memberikan bogem mentahnya.
Bugh.. Yoona meninju tepat di wajah Marchel saking kerasnya sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah akibat tinjuan gadis kecil dihadapannya itu, tak ia sangka bahwa tubuh semungil ini bisa melukai sudut bibirnya
"Beraninya menggangguku. "Ucap Yoona sudah tersulut amarah, bagaimana tidak! Ia bahkan tidak tahu apa apa tiba tiba ia diusik, Afgan yang menyadari itu langsung menenangkan Yoona
"Sudah Yoo.. Biarkan saja dia, gak penting" ucap Afgan sambil menatap tajam Marchel
"Tidak Gan.. Berani sekali dia menggangu kita " bentaknya, Marchel yang melihat itu hanya tersenyum tak berucap
Lalu ia meninggalkan drama pasangan kekasih itu.
"Heii.. Mau kemana dasar brengsek " teriak Yoona yang tidak mempedulikan ia berada dimana bahkan semua orang melihat Yoona marah marah, batin mereka 'Ya ampun ceweknya bar bar cowoknya penyabar '
"Sudah Yoo.. Malu dilihat orang " bisiknya, Yoona yang menyadari dia marah marah berteriak di tempat umum langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan menatap Afgan seolah ia meminta maaf.
__ADS_1
"Iya tidak apa apa, ayo " ucap Afgan sambil menuntun Yoona
Flashback of
"Eh maksudnya, babak kita pernah bertemu?" tanya Yoona karena ia lamat lamat mengingat wajahnya.
"Masih ingat? Bahkan luka itu masih membekas, aku masih terbayang bayang tangan indahmu memukulku hingga luka" ucap Marchel menyeringai
"Maafkan saya pak.." ucap Yoona sesopan mungkin.
Setelah melakukan interview ia keluar dari ruangan tersebut, didalam Marchel sedang memeriksa cv Yoona,
"Bagus, cerdas, dan... Cantik " monolog Marchel "hmm.. Bahkan bau parfumnya masih tertinggal diruangan ini." tambahnya sambil menghirup aroma parfum wanita yang dipakai oleh Yoona.
Saat Yoona sudah pulang dari Hotel tersebut , ia mampir ke apartemen Afgan.
Beberapa kemudian ia sampai di depan apartemen Afgan, ia mengetuk pintu beberapa kali hingga pintu tersebut terbuka terlihat Afgan yang memakai pakaian santai nya, lali ia mempersilahkan Yoona masuk kedalam. Saat sampai didalam ia melihat ruang tamu yang berantakan, kulit kacang dimana mana, batang rokok yang berjumlah beberapa potong sudah memendek itu juga berserakan di karpet ruang tamu.
"Ya ampun sayang... Ini kenapa bisa berantakan gini" ucap Yoona terheran, biasanya Afgan tidak seperti setahunya.
"Aku lagi males beres beres, mama lagi pulang ke rumah nenek katanya ada acara di sana" ucap Afgan ia juga takut kalau wanitanya marah marah seperti mamanya yang luar biasa marahnya.
"Kamu itu harus jaga kebersihan dong, masak ganteng ganteng jorok sih " ledek Yoona sambil menguncir rambutnya sembarangan dan berjalan mendekati tempat kotor itu dan membersihkannya.
"Sayang.. Makin cinta deh" pujinya sambil memeluk Yoona dari belakang
" ih.. Apa apaan sih yang.. Bentar dulu masih beres beres ini lo." ucap Yoona sambil melepaskan tangan kekar diperutnya
" silahkan lanjutkan, aku gak ganggu kamu kok" jawab Afgan tanpa dosa
"Aku mana bisa bebas kalau kamunya kayak gini, udah dulu nanti gak selesai selesai pekerjaannya" ucap Yoona, ia tetep memberontak berusaha melepaskan tangan kekar yang melingkar diperutnya.
Afgan langsung merubah posisi Yoona menghadapnya dan semakin mengeratkan pinggangnya ke pinggang Yoona sampai keduanya bersentuhan, Yoona menahan Afgan dengan memegang lengan Afgan.
"Yang.. Nanti gak selesai selesai lo.. " ucap Yoona sambil menatap Afgan
"Biarin aja dulu, lagi kangen kamu" ucap Afgan sambil menyandarkan dagunya pundak Yoona.
"Hm... Tubuhmmu wangi sayang.. " ucap Afgan sambil mengendus leher Yoona
"Yang... Geli jangan gitu Ah. Itu kan parfum juga dari kamu kemarin." ucap Yoona mencegah kepala Afgan supaya menjauh darinya.
"Sudah selesai interview nya?" tanya Afgan , seketika Yoona ingat kalau ia tentang atasannya tadi.
"Oh iya sayang, pas aku kesana tadi aku kira papa yang ada disana tapi ternyata orang lain" ucap Yoona
"Orang lain? Siapa?" tanya Afgan seraya mengendurkan pelukannya menatap Yokna
__ADS_1
"Loh aku kira kamu tahu" jawab Yoona, "sebentar nanti tak ceritain aku beresin ini dulu" ucap Yoona.
Setelah setengah jam akhirnya pekerjaan Yoona selesai, ia merasa haus lalu ia pergi menuju ruang makan dan menuju kulkas dan mengambil air minum dan meneguknya, Afgan sedari tadi mengintili Yoona juga melihat Yoona meminum air, ia menghampiri Yoona yang masih minum itu, mendekat berdiri dihadapan Yoona.
Afgan menyaksikan pemandangan yang membuat ia bergairah, caranya Yoona meminum suara tegukannya keringat yang bercucuran menetes dipelipisnya hingga sampai dileher membuat ia hilang akal.
Yoona kaget melihat Afgan sudah berada didepannya,
"Em.. Bikin kaget saja. Minggir dulu mau ngembalikan minumnya kedalam kulkas", tetapi tangan Afgan menghalangi. "Mas.. Minggir dulu nanti tak ceritain " ucap Yoona sambil mencoba menurunkan tangan Afgan yang menghalanginya.
"Kamu bikin aku hilang akal," ucapnya ambigu.
"Maksudnya?" tanya Yoona, Afgan mendekati Yoona hingga mereka tanpa jarak, Yoona kesulitan bergerak karena terhimpit antara tubuh Afgan dan kulkas dibelakangnya,
"Tahan beberapa bulan lagi" ucap mama mengagetkan mereka berdua saat Afgan hampir menciumnya, Yoona langsung mendorong dada Afgan
"Mama.. Sudah pulang" ucapnya sambil menetralkan rasa malunya karena kepergok mama mertuanya.
Afgan langsung menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"mama, katanya nginep ". Ucap Yoona
" nginep dimana?Siapa yang nginep orang tadi mama beli keperluan di supermarket sebrang jalan." ucap mama
"Hah! Jadi kamu berbohong " ucap Yoona kepada Afgan.
"Berbohong? Soal apa?" mama
"Katanya tadi, mama kerumah nenek, disana ada acara katanya" ucap Yoona kepada mama mertuanya.
"Hah! Ngawur, orang mama tadi bertemu teman lama mama, terus berbincang bincang, mama inget kalau rumah masih berantakan lalu mama segera pulang sambil mampir bentar ke supermarket, eh tau tau rumah sudah bersih" ucap jujur mama
Yoona tersenyum manis sebagai jawaban. "Jadi kamu berbohong yang.." ucap Yoona kepada Afgan "pantesan, kalau mama kerumah nenek seharusnya kamu juga ikut kan kalau disana ada acara" ucap Yoona
"Maaf yang, namanya juga memanfaatkan kesempatan yang ada." ucap Afgan sambil cengar cengir.
"Ishh.. Dasar pembohong " ucap Yoona sambil memukuli Afgan
"A.aaa ampun yang... Ampun. Mama tolongin Afgan." jerit nya
"Hahahhah.. Rasain kamu, berani berbohong sama wanita, rasain amukkannya Yoona, setidaknya kamu harus berpengalaman" ucap mama lalu pergi meninggalkan drama pasangan anak muda itu.
.
.
Bersambung.
Dukung aku terus beib😘😁
__ADS_1