SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 38~ SEBENTAR LAGI PULANG


__ADS_3


*HELO GAES.... KEMBALI LAGI DENGAN AUTHOR, EH NONGOL LAGI NIH... AUTHOR MENYAPA PEMBACA SETIA🌻🌻 SEMOGA SUKA DENGAN PART INI DAN SEBELUM² NYA...


SELAMAT MEMBACA🌤🌤*


...******...


Pagi menjelang....


Yoona dan Marchel masih saja di tempat kemarin mereka juga tertidur di mobil.


Yoona menggercap saat sinar mentari mengganggu tidurnya, perlahan matanya terbuka melihat di badannya ada sebuah jas yang menghangatkan tubuhnya ia tersentak saat melihat jas Marchel ada padanya kemudian secepatnya ia terduduk terlihat Marchel tidur dengan menahan dingin.


Yoona melihat ke segala arah terlihat bingung kenapa ia bisa bersama dengan Marchel saking lelahnya Yoona tidak ingat kalau kemarin ia baru saja berantem dengan preman dan diselamatkan oleh Marchel.


"Chel.... Marchel..... Marchel bangun...." ucap Yoona mengguncang lengan Marchel perlahan


"hmmmmm....." Marchel hanya berucap demikian tanpa membuka matanya ia masih saja tertidur.


"MARCHEL..." ucap Yoona dengan penekanan


"Marchel... bangun gak!!!" Yoona memukul keras lengan Marchel.


Marchel tersentak saat mendapatkan pukulan keras


"auwww.... emmm... Yoo..." ucap Marchel dengan suara khas bangun tidur


"kenapa aku bisa sama kamu disini" tanya Yoona


"emm... kemarin mekaniknya datang jam setengah dua pagi" ucap Marchel dengan mulut buaya nya, sambil matanya ingin tertutup kembali


"ya udah mobilnya sudah bisa jalan kan?" Yoona


"iya... " Marchel


"anterin aku pulang sekarang!!" Yoona


"hoammm..... iyaaa...." ucap Marchel sambil meluap


Marchel keluar dari mobil berganti pindah ke depan


perjalanan yang hanya membutuhkan waktu sepuluh menit itu akhirnya sampai di kawasan gedung apartemen milik Afgan.


"terima kasih" ucap Yoona sambil membuka pintu mobil dan langsung melenggang pergi


Marchel tersenyum saat Yoona pergi dengan muka sedikit di tekuk, sangat manis bahkan jika Yoona sedang marah di mata Marchel hanya terpancar kecantikan sejati dari seorang Yoona.


Marchel melajukan mobilnya meninggalkan area gedung Apartemen.


Yoona membuka pintu Apartemen nya terlihat Mama mertuanya berkutat di dapur sendirian


"Mama..." sapa Yoona


"eh... anak Mama sudah pulang" Mama berhambur memeluk menantunya, Yoona membalas pelukan mertuanya


"Mama kangen sama kamu... jangan ninggalin Mama ya... " ucap Mama sambil menitikkan air mata nya


"Mama... maafkan Yoona yah... jangan menangis" ucap Yoona dengan penyesalan


"Yoo..." ucap Mama sambil mengendurkan pelukannya


"iya.." jawab Yoona sambil menghapus air mata mertuanya

__ADS_1


"kamu harus kuat, jangan menyerah banyak di luar sana yang masih berjuang untuk kehadiran seorang anak" ucap Mama se tegar mungkin


Yoona tersenyum sambil menitikkan air mata


"hmmm.... " Yoona berhambur memeluk Mama mertuanya


"sabar... tabah kan hatimu nak.. pasti akan habir kebahagiaan yang menyelimuti hidupmu, pasti itu akan terjadi" tutur Mama


Yoona mengangguk membenarkan perkataan Mama mertuanya.


"sudah... sudah... mandi gih... " titah Mama kepada Yoona


Yoona mengusap air matanya lalu berjalan menuju kamarnya.


Yoona membuka kamarnya wangi parfum perpaduan miliknya juga Afgan menyeruak di kamar tersebut, membuat Yoona semakin rindu kepada suaminya.


Yoona cepat² menuju kamar mandi ia harus mandi dan setelah itu ia harus kembali ke restoran, sebenarnya kedua temannya itu sanggup menjaga restoran tetapi Yoona tidak punya kesibukan kalau di rumah terus, kadang Mama mertuanya juga keluar rumah untuk keperluan dengan teman teman sekolahnya dulu.


Yoona merias dirinya dengan polesan bedak naturalnya di tambah lipstik berwarna peach membuat kecantikan Yoona menjadi bertambah.


Terlebih dahulu Yoona memesan Taxi online sambil ia bersiap siap, rencananya Yoona akan


berangkat pukul sepuluh pagi karena masih ada waktu tiga jam ia akan membantu Mama mertuanya di dapur.


"Mama..." sapa Yoona


"ehh... anak Mama sudah rapi aja.." Mama


"iya ma... nanti aku ke restoran lagi, Yoona janji akan pulang nanti, Yoona akan menemani Mama " ucap Yoona


" iya iya... jangan ingkar janji " Mama mertuanya memberi peringatan kepada kepada Yoona


Yoona tersenyum mendengar Mama berucap demikian


Yoona dan Mama mertuanya makan dengan tenang hingga makanan yang ada di piring mereka tandas tanpa sisa.


Yoona melanjutkan beberes ruang ruang tamu membersihkan juga mengepel lantai, semua sudah Yoona lakukan tinggal menunggu Taxi online nya datang.


Yoona pamit kepada Mama ketika Taxi tersebut memberitahukan bahwa sudah berada di kawasan gedung.


Yoona berjalan keluar dari dalam gedung dan menghampiri Taxi nya.


"jalan pak.." ucap Yoona setelah baru saja mendudukkan dirinya di kursi penumpang.


Setelah kurang lebih satu jam lamanya Taxi yang Yoona pesan sudah berada di depan restoran miliknya.


krinciiing...


suara hiasan pintu terdengar nyaring saat pintu restoran nya terbuka.


Yoona berjalan menuju meja kasir menaruh tas slempangnya di laci, kemudian ia menuju dapur di mana kedua teman nya menyiapkan segala macam bahan makanan.


"hai..." sapa Yoona kepada kedua teman nya


"hai..." jawab Ben dan Rafa bersamaan


"sudah beres semua ini.." tanya Yoona melihat semuanya sudah tertata rapi, sayuran juga sudah di cuci bersih


" sudah bu bos" ucap Rafa


" tinggal membalikkan papan 'open' " Ben


mereka berjalan keluar dari dapur

__ADS_1


" oke.. siap ya semua.. bismillah" Yoona, mereka mempersiapkan diri memulai pekerjaan nya


Yoona memutar papan yang menempel di pintu kaca tersebut 'OPEN' menandakan restorannya sudah buka


******


Siang hari restoran Yoona semakin ramai saja banyak pemuda pemudi yang menjadi pelanggan setia, ada juga karyawan rumah sakit juga mengisi perut mereka di restoran Yoona.


"Yoo.." Tania berkunjung setiap hari disana karena ia sangat suka dengan menu makanan yang ada di restoran sahabat nya


"Haiii.... " Yoona tersenyum melihat sahabat nya itu selalu berkunjung di restoran miliknya


Tania sudah duduk di meja nomor 25, ia duduk di sana sambil memainkan hp nya.Tanpa ia memesan makanan, sahabatnya Yoona sudah tahu apa makanan favorit nya.


Yoona berjalan menuju tempat di mana Tania berada.


"silahkan mbak..." ucap Yoona menaruh makanan yang di pesan oleh Tania


"terima kasih" Tania tersenyum riang saat makan favorit nya tersaji


"Tan.." ucap Yoona sambil mendudukkan pantatnya di kursi berhadapan dengan Tania


"iya.. " ucap Tania tanpa menoleh sahabatnya ia sudah terhipnotis dengan hidangan yang tergeletak di meja


" kamu tahu nggak obat penyubur kandungan " ucap Yoona sambil memainkan jari telunjuknya


" Yoo... sebenarnya kamu itu gak kenapa² jamu subur Yoo..." jelas Tania, memang Yoona sering periksa kenapa ia juga Afgan tak kunjung di karuniai seorang anak, Afgan juga sering periksa tetapi semuanya baik² saja, semua sehat.


"tapi... aku pengen punya anak..." Yoona


" sabar Yoo... sabar, tenangkan hatimu semua pasti ada jalannya mungkin memang belum waktunya" ucap Tania memberi pengertian kepada Yoona


Yoona menghela nafasnya dengan kasar lalu beranjak menuju meja kasir kembali.


Yoona melihat ponselnya ternyata Afgan menghubungi nya, Yoona tidak tahu karena ponselnya ia silent. Yoona menghubungi kembali suaminya itu.


panggilan terhubung....


"halo yang... " ucap cepat Yoona dengan ponselnya


"halo sayang.... maaf ya.. aku baru bisa main hp sekarang" ucap Afgan di seberang telpon


"iya... tidak apa² kamu sehat kan di sana" Yoona


"alhamdulillah sehat.. kamu juga kan" Afgan


"iya... aku baik" Yoona


"aku akan pulang setelah ini selesai, paling lama tiga hari" ucap Afgan membuat Yoona girang


"beneran!!!" tanya Yoona


"iya..." kekeh Afgan


"ga bohong kan!!" Yoona


"enggak istriku" Afgan


" aku kangen tahu sama kamu" rengek Yoona


" iya sabar ya... tiga hari lagi aku sampai" Afgan mencoba menenangkan istrinya yang sedang merengek


"pokoknya harus janji tiga hari " ucap Yoona dengan tegas

__ADS_1


"iya sayang... ihhh gemes deh... pengen cepet² pulang deh" kekeh Afgan.


__ADS_2