SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 41 ~Kerja sama-kerja keras


__ADS_3


Hari demi hari, waktu terus berlalu hingga tak terasa Afgan berada di negara asing sudah tiga minggu.


Disetiap proses bisnisnya, Afgan menjalankan dengan baik dan tanpa hambatan sudah meraih beberapa tender besar perusahaan di kalangan menengah ke atas.


Tak kalah cerdiknya dengan Marchel, Afgan juga menguasai bidang perhotelan selain Tata boga nya yang mendapat predikat sangat bagus membuat Afgan cerdik dalam mengambil keputusan, tak hanya itu ia juga banyak mempelajari dunia perhotelan.


Mereka sama sama pandai cocok kalau mereka menjadi saudara kandung, tapi sangat di sayangkan mereka adalah saudara dari orang tua yang berbeda.


******


Seiring berjalannya waktu Afgan dan Mia semakin dekat saja, wajar saja setiap hari Afgan selalu berkunjung di hotel milik Tuan Prateep, dan tak di sangka sifat ramahnya Mia sudah memikat ketertarikan Afgan hingga membuat mereka menjadi lebih akrab.


Sekarang Mereka sedang berkeliling melihat taman yang berada di halaman Hotel, Mereka hanya sekedar mengobrol sambil melihat pemandangan hijau sejuknya taman Hotel milik Tuan Prateep.



Lihat saja betapa akrabnya mereka, bahkan sekarang mereka sudah seperti sepasang kekasih. Iya... dialah Afgan dan Mia semenjak pertemuan pertama antara bibir mereka membuat keduanya menjadi lebih akrab.


Afgan dan Mia sudah berada di dalam mobil milik Mia, entah kenapa sekarang Afgan menuruti kemauan Mia, kemanapun dan dimanapun Mia meminta sesuatu pasti akan di turuti oleh Afgan.


"ENTAHLAH SETAN APA YANG MERASUKIMU AFGAN..." Author ga ngerti!!!!


Sebuah Cafe Bar yang berada di tengah perkotaan seseorang menuangkan Minuman beralkohol ke dalam gelas, Iya... dialah Mia yang dengan bujuk rayu nya telah berhasil menyeret Afgan masuk kedalam Cafe tersebut.


"yeah... ini menenangkan bukan!?" ucap Mia kepada Afgan yang sudah di bawah kendali minuman tersebut.


"hmm... sangat tenang, dunia terasa berputar putar " ucap Afgan ngelantur dengan gaya orang mabuk berat.


"hmm... siapa ini" ucap Afgan sambil menunjuk muka Mia. " kenapa ada bidadari disini, HEYY... INI SIAPA... BIDADARI DARI MANA INI" ucap Afgan sambil berteriak.


" sttt!!! ini aku Afgan, Mia... ini Mia" ucap Mia sedikit lantang karena memang suasana sekarang sedang bising dengan suara musik DJ.


"Mia!!?" Afgan


"iya... ini aku Mia... kenapa?? kamu lupa ya sama aku.." ucap Mia

__ADS_1


"Mia... Mia... Mia.... oh iya.. Mia gadis di ruangan Hotel**** " Ucap Afgan


"iya... kamu betul sekali" ucap riang Mia saat Afgan mengingatnya saat mabuk seperti ini.


"dasar nakal..." ucap genit Afgan, dan tanpa aba-aba Afgan mencium bibir Mia, karena yang teringat di ingatan Afgan adalah waktu Mia menciumnya.


Mia membelalakkan matanya saat Afgan tiba-tiba menciumnya. Ia masih terdiam dan menikmati ciuman kasar yang Afgan lakukan.


Entah bagaimana Afgan sudah memindahkan tubuh Mia ke dalam pangkuannya dan terus memperdalam lumatannya, mereka berdua sama-sama mencari kepuasan tersendiri.


Mia melepas paksa pertautannya, ia masih sadar dan ia memang sengaja tidak minum karena ia ingin merasakan apa yang dilakukan Afgan saat dalam keadaan Mabuk seperti ini.


" Afgan... kamu yang nakal" ucap Mia sambil menoel hidung Afgan dan membuat sang empunya tersenyum smrik.


" ini kan yang kamu mau..." ucap Afgan sambil tangannya bergerilya meremas payudara Mia.


"Aahhh... Afgan... ini.... " ucap Mia dengan sedikit mengerang saat Afgan meremas payudara nya dengan keras.


" rasakan ini!!!...." ucap Afgan sambil mengendus ceruk leher milik Mia sambil tangannya masih bergerak bebas di dada Mia, membuat Mia merasakan kenikmatan yang tiada tara.


"Ahh... Afgan... tapi kau sudah men-menikahh..." ucap Mia terbata bata.


"heh!! mana ada istri yang sudah bertahun-tahun tidak bisa hamil" ucap Afgan seperti orang mabuk berat.


Mia yang mendengar ucapan Afgan langsung membelalakkan matanya. Ia tahu sekarang masalah rumah tangga Afgan, tapi kenapa saat Afgan sadar ia seperti begitu mencintai Istrinya itu.


Tapi,,, Mia percaya perkataan orang mabuk itu benar adanya, isi hatinya dari lubuk paling dalam.


"hiks... aku cinta sama Yoona... aku sayang sama dia... tapi hikss... aku tidak tahan dengan keadaan yang tak berubah seperti ini... aku juga membutuhkan kehadiran seorang anak.." sekarang Afgan berubah menjadi seperti orang tak berdaya.


"sttttt..... " ucap Mia sambil meletakkan jari telunjuknya di depan mulut Afgan, Ia menghapus air mata yang jatuh dari mata Afgan.


"dulu.. aku pernah merasakan bahagia dengan kehadiran seorang anak dalam perut Yoona.. lima bulan... lima bulan itu membuat hidupku menjadi berwarna, tapi...." ucap Afgan masih merenungkan sedikit ia berfikir, biasalah orang mabuk pasti seperti itu.


"tapi kenapa??" Ucap Mia yang kepo dengan masalah keluarga Afgan


"tapi... Yoona terjatuh dari tangga saat sedang bertengkar dengan Marchel... dan setelah kejadian tersebut Yoona mengalami keguguran, sampai sekarang kami belum di karuniai seorang anak.. ini sudah lima tahun lamanya, aku sudah capek... aku ingin hidupku menjadi lebih berwarna." ucap panjang lebar Afgan

__ADS_1


"Afgan yang sabar ya... mungkin memang belum waktunya saja.. iya kan!!" Mia mencoba meyakinkan keterpurukan Afgan.


"hahahaha.... ini lucu bukan.. aku dan Yoona sudah periksa dan kami sehat-sehat saja kata dokter, tapi kenapa sampai sekarang Yoona belum hamil juga." ucap Afgan sambil tersenyum kecut


"mau Mia bantu..." tawar Mia dengan suara lirih tepat di depan telinga Afgan


"hmm.... caranya..." jawab Afgan


"coba deh, lakukan dengan wanita lain, mungkin jika itu berhasil kamu akan mendapatkan seorang anak" ucap Mia sambil menangkup pipi Afgan.


Dengan tatapan sayup Afgan menatap Mia begitu lekat "kamu yakin" ucap Afgan


"jika kamu mau... aku yakin itu..." ucap Mia sambil meraba dada bidang milik Afgan.


"jika itu mau mu... mari bantu aku.." ucap Afgan sambil memindahkan tubuh Mia hingga terduduk di sofa sekarang ia sudah mengukung Mia dan akan mencium Mia, tapi Mia mencegah Afgan.


"tidak disini Afgan... ini tempat umum" ucap Mia sambil menutup mulut Afgan dengan jarinya.


"wangi..." ucap Afgan sambil menghirup body lotion milik Mia, aroma khas vanila menyeruak pekat di hidungnya saat tangan Mia menempel di mulutnya.


"ahh... hahahha... geli Gannn...." ucap Mia saat tangannya berada di dalam mulut Afgan


*******


Sekarang Afgan dan Mia sudah berada di dalam mobil milik Mia, jika biasanya Afgan yang menyetir kini mobil itu dikendalikan oleh sang pemilik, karena memang Mia yang tidak minum tadi.


Ia tahu pasti Afgan tidak akan sanggup mengemudi dengan keadaan seperti ini, jadi Mia ambil alih kemudi itu.


Mia sudah berada di pekarangan gedung Apartemen milik Mia sendiri, sedari tadi Afgan tidak bisa diam ia mengoceh terus seperti burung di pagi hari, omongannya juga melantur kemana mana membuat Mia terkekeh geli dengan sikap lucu Afgan saat sedang mabuk.


Perlahan Mia memapah Afgan dan membawa ke Apartemen yang Mia tinggali, terletak di paling atas milik Mia.


"kamu beneran mau membantuku..." ucap Afgan sambil memainkan rambut Mia yang menjuntai di sofa, baru saja Mia sudah sampai di Apartemen yang ia tinggali dan sekarang mereka sudah terduduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.


Mia menganggukkan kepalanya dan berkata "aku siap.." dengan lantang nya Mia berucap demikian membuat Afgan tersenyum smrik.


"MARI KITA LAKUKAN KERJA KERAS BERSAMA!!!" ucap Afgan

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA, LIKE VOTE DAN KOMEN!!❤


__ADS_2