
Afgan berbaring disamping istrinya dengan satu tangannya menyangga kepalanya hingga ia leluasa melihat wajah Yoona ????yang terlelap.
"Maaf... Jika selama ini aku lalai menjaga mu " ucap Afgan sambil mengelus pipi Yoona dengan telunjuknya
Afgan mencium kening Yoona, rencananya tadi ia akan mengajak istrinya berkunjung ke restorannya, tetapi melihat istrinya yang kelelahan ia jadi tidak tega.
Afgan memindahkan tubuh Yoona hingga berada di dekapannya, lama lama ia juga ikut terlelap dalam tidurnya.
.
.
.
Yoona menggeliat saat tubuhnya remuk redam dalam pelukan seseorang.
Ia kaget secepat kilat ia mendongak menatap dan ia lega karena itu adalah suaminya.
"Sayang..." ucapnya lirih lalu ia mengecup sekilas bibir suaminya.
Perlahan ia melepas dekapan suaminya dan bebaslah ia dari dekapan suaminya, ia duduk dan sesekali ia merenggangkan ototnya.
Ia berjalan menuju lemari dan mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga.
Ia keluar kamar menatap ke segala arah dan tidak ada siapa siapa disana, maklum ini masih jam dua siang mungkin Mama mertua lagi istirahat.
Ia memasuki ruangan khusus yang ada didekat kamarnya, setelah memasuki ruangan tersebut matanya berbinar melihat begitu lengkapnya alat alat fitnes dan juga satu alat yang membuatnya tambah semangat 'samsak' iya... Itu adalah alat favorit Yoona.
Ia menghampiri samsak tersebut dan tak lupa ia memakai sarung tangan tinju yang ada disana.
Yoona meninju samsak tersebut dengan keras hingga samsak tersebut terhuyung terpental kesana kemari.
"Hak... Hak.. Hak..." teriaknya saat ia meninju dengan keras lagi, keringatnya bercucuran menetes dari pelipisnya. Perutnya agak terlihat karena ia memakai kaos olahraga yang panjangnya separuh badannya.
"Uhh... Bodynya..." gumam Afgan yang menyaksikan istrinya berolahraga, ia mengendap berjalan menghampiri Yoona ia memegang samsak dari arah berlawanan hingga samsak itu terhenti.
Yoona mengerutkan dahinya lalu menengok hingga nampaklah suaminya tersenyum tanpa dosa kepadanya.
"Ihh... Ganggu aja " ketus Yoona lalu ia beranjak mengambil air minum yang ia bawa tadi, Afgan mengikuti istrinya duduk di lantai.
"Ayo... Kita duel " tantang Afgan
Yoona terkejut ucapan suaminya ia menoleh melihat suaminya. "Hah!!! Apa!!? Duel... Jangan ngawur kamu pasti aku yang menang " ucap Yoona dengan PD-nya.
"ayo.... Siapa takut " ucap Yoona Lagi
"Yang kalah harus nerima hukuman dari pemenang " ujar Afgan " yang terjatuh duluan berarti kalah dalam ronde tersebut " tambah Afgan
"Deal.." tegas Yoona "tiga ronde " tambahnya lagi
"Oke" jawab Afgan menyeringai
Pertandingan di mulai Yoona mulai menyerang lawannya yang tak lain adalah suaminya sendiri. Tak segan ia memukul Afgan dengan keras menonjoknya bagian perut dan juga sedikit menendang kaki Afgan hingga terjatuh.
" 1 - 0 " ujar Yoona tersenyum manis kepada suaminya, ia mengulurkan tangannya dan membantu Afgan berdiri.
Afgan menyeringai kepada Yoona membuat Yoona mengerutkan dahinya.
'Bisa bisanya dia kalah malah seperti itu ' batin Yoona
Afgan menyerang istrinya dengan pukulan pukulan lembut sesekali ia mencari kesempatan dalam kesempitan .
__ADS_1
Ia mencium lengan istrinya jika ada kesempatan.
"Haiiss.. Dasar curang " ucap Yoona saat mendapat kecupan di lengan nya
" tidak... Aku tidak curang " ucap Afgan menyeringai
Ia kembali menyerang istrinya, kali ini ia sedikit menambah tenaganya hingga membuat Yoona terhuyung hampir terjatuh di matras kalau Afgan tidak menahan tubuhnya.
Sekilas mata mereka bertemu keduanya saling pandang manik mata lawannya.
Afgan menyambar bibir mungil istrinya.
"Emmhh.... Emmm..." Yoona memberontak ia memukul lengan kekar milik suaminya, Afgan melepas tautannya
"Dasar!!! Mana ada yang seperti itu " Yoona sedikit menyentak kepada suaminya saat ini.
"Ada.. Ini sekarang kita lakukan " ujar Afgan dengan entengnya
Yoona menyerang Afgan dengan membabi buta, ia sangat jengkel dengan suaminya itu hingga Afgan kembali terjatuh di matras dengan Yoona berada di perutnya.
Yoona menunduk lalu membisikkan sesuatu "2 - 0 " ujarnya dengan suara sensual lalu ia mengecup telinga Afgan
"Ahh.." desah Afgan saat Yoona seperti ini.
Yoona bangkit dari tubuh Afgan ia menyeringai kepada suaminya.
"Emmhh... Ah.. Ah.. Ahh.." iseng Yoona seperti ini dengan meliukkan tubuhnya didepan suaminya.
Afgan mengerutkan dahinya melihat istrinya mencoba memancingnya
...
...
Yoona sudah lari terbirit birit menjauhi ruangan tersebut.
Saat di ambang pintu Yoona menjulurkan lidahnya mengejek Afgan
"Wleekkkk 😝😝 " Yoona kemudian berlari menuju kamarnya.
Setelah sampai kamarnya ia menuju kamar mandi untuk bersih diri.
Setelah acara bersih diri ia keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang melilit ditubuhnya ditambah satu handuk kecil yang ada di kepala nya.
Ia menuju lemari dan mengambil pakaiannya.
"Eh!!!" ia tersentak saat punggungnya mendapat sentuhan lembut dari belakang.
Secepat kilat ia membalikkan badannya karena ia sedikit trauma saat tadi pagi Marchel menghampirinya dengan seperti ini.
"Afgan..." ucapnya sedikit lega, karena yang ada disana adalah suaminya.
"rileks sayang... Ini aku " ucap Afgan sambil mencium punggung tangan istrinya
Yoona berhambur memeluk suaminya ia terisak dalam dekapan suaminya.
"AKU TAKUT..." ucap Yoona sambil mengeratkan pelukannya
"Sssttt...aku disini, tidak akan terjadi lagi hal seperti tadi " ucap Afgan sambil menepuk pelan punggung polos milik istrinya.
Ia membopong tubuh istrinya dan membaringkannya di ranjang.
__ADS_1
"Kita tadi belum menyelesaikan ronde terakhir kan!!??" Afgan membaringkan tubuhnya disamping Yoona, mendengar perkataan itu Yoona teringat dan berhenti terisak, ia mengernyitkan dahinya melihat Afgan
"Aku lupa.." dengan entengnya Yoona menjawab demikian
"heh!! Bisa bisanya kamu lupa.." ucap Afgan " ayo kita teruskan " tegas Afgan lalu ia membuka lilitan handuk yang membungkus tubuh istrinya
"Eh..eh..eh.. Apa yang kamu lakukan Gan... Aku bisa ganti sendiri " ucap Yoona sambil memegangi lilitan handuk yang hampir terlepas.
"kamu yang tadi menggodaku, saatnya kamu tanggung jawab " ucap Afgan
"A-apa!! Kita akan meneruskan pertandingan tadi kan??" tanya Yoona
" iya... Tapi dengan cara lain " ucap Afgan menyeringai
"Tunggu... Tunggu.. Aku mau bantu Mama Gan... Aku harus ke dapur " ujar Yoona
"Tidak... Tidak akan aku biarkan kamu lolos dariku " ucap Afgan ia menciumi ceruk leher istrinya
"Emmhh... Gaannn.." Yoona menggeliat kegelian saat Afgan menciuminya.
Afgan membuka lilitan handuk Yoona dan melorotkannya hingga sampai diperut istrinya, terlihatlah benda yang selama ini menjadi mainan nya, meremasnya sesekali ia mengecup belahan dada milik istrinya, Yoona menggeliat hingga keluarlah desahannya saat Afgan menghisap p****g nya.
"Ahh... Sayang... Gelii..." desah Yoona sambil jemarinya menyisir rambut ikal milik suaminya sesekali ia menekan kepala suaminya untuk lebih dalam hingga Afgan sedikit sesak nafas.
"O-okeeyy.. Kita lakukan tapi sebentar" ucap Yoona pasrah saat ini ia juga tersulut gairah saat Afgan memainkannya sudah setengah jalan.
Ia membuka lebar kakinya dan mengalungkan tangannya di leher suaminya.
"Lakukanlah..." titah Yoona
Afgan mendudukkan istrinya, ia menggandeng tangan istrinya mengajaknya memasuki kamar mandi.
"Kita lakukan cara lain " ujar Afgan, ia memepetkan tubuh istrinya hingga bersandar di dinding kamar mandi, ia menyalakan shower dan melepas semua pakaiannya.
Ia mengangkat satu paha milik istrinya dan menyatukan tubuh mereka.
"Aahhh... Emmmmhh.." Yoona menggigit bibir bawahnya saat hentakan suaminya yang lumayan keras, ia memegang erat pinggang Afgan.
Dengan posisi seperti ini, Yoona mendapatkan sensasi baru dalam melakukan seperti itu, ditambah lagi suara gemercik air yang mengalir di tubuh mereka membuatnya semakin merasakan seribu kenikmatan.
"Ah..ah..ahh...Afgannnnn.... Emmhh.. Pelan sayang...." desah Yoona saat Afgan menaikkan ritmenya menjadi lebih cepat.
" Sayangghh.. Akuhh... Kakiku..pegall..." ucap Yoona susah payah.
Afgan membaringkan tubuh istrinya dilantai dan meneruskan kegiatannya.
"Ah..ah..ah..ahh..ahhhh.." desah Yoona tak karuan didalam kamar mandi tersebut.
Sedikit lagi, Afgan akan mencapai puncaknya ia menambah kecepatan.
"Eemmmmmhh.." Yoona menggigit bibir bawahnya, ia bergetar saat cairan hangat memasuki tubuhnya.
"Ahhh.. terima kasih sayang.. Muachh" ucap Afgan lalu mencium perut istrinya yang kembang kempis seiring dengan deru nafasnya yang tidak beraturan.
Ia membangkitkan tubuh istrinya dan memandikan istrinya, setelah kurang lebih setengah jam mereka melakukan penyatuan akhirnya berakhir sudah.
Mereka keluar dari mandi bersamaan Yoona di gendong oleh suaminya, Afgan mendudukkan istrinya di ranjang, ia mengambil ganti baju milik istrinya yang terjatuh dilantai tadi.
Dengan senang hati Afgan membantu Yoona memakai pakaiannya.
.
.
.
__ADS_1
.
Author berdosa banget ngajak kalian berzina berjamaah😥 maafkan Author ya..