SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 21~ ISTRI ORANG LAIN


__ADS_3


Hari demi hari silih berganti, sekarang Afgan sudah sembuh total, hanya saja bekas luka diwajahnya masih membekas, tapi itu tidak apa apa, Asalkan ia sudah diperbolehkan pulang.


Perjalanan dari Singapura ke Indonesia membuat Afgan sedikit lelah. Sekarang ia dan semua orang sudah berada di mobil papa Afgan yang menjemputnya.


Saat mobil tersebut sudah sampai di depan Apartemen Afgan. Mama Afgan dan Afgan turun dari mobil, diikuti oleh Yoona bergegas turun  tapi ada satu, tangannya dicegah oleh Marchel.


Yoona menoleh kebelakang saat Marchel menatapnya begitu tajam, matanya menatap Yoona tanpa ekspresi.


Yoona menggeleng pelan wajahnya sangat memohon kepada Marchel, tetapi Marchel masih tetap kekeh supaya Yoona ikut dengannya, Afgan melihat Yoona masih dimobil ia menghampiri istrinya, dilihatnya Yoona menatap ketakutan saat Marchel mencengkram pergelangan tangannya.


"Chel.. Lepas tanganmu " tegas Afgan


Marchel mendongak menatap Afgan yang berdiri disamping mobil. Marchel menyeringai saat melihat wajah adik tirinya yang merah padam menahan amarah.


Yoona akhirnya bisa lepas juga dari cengkraman tangan Marchel. Ia segera turun dan berhambur memeluk tubuh suaminya.


Afgan mengusap punggung Yoona yang bergetar seiring dengan isakannya, ia menuntun Yoona masuk kedalam apartemennya.


Marchel melihat punggung Yoona yang perlahan menjauh seiring dengan ia berjalan hingga ia tidak nampak lagi saat memasuki  apartemen nya. Marchel menyuruh sopir untuk menuju rumah.


Afgan dan Yoona sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Sayang... Maaf " ucap Yoona bergetar


"Syuutt!! Jangan minta maaf lagi , nanti akunya gak tahan" ucap Afgan sambil menyandarkan kepala istrinya di dada bidangnya.


" kita mau senang senang loh.. Kenapa jadi mewek mewek kan " ucap Afgan

__ADS_1


Yoona mendongak menatap suaminya, ia tersenyum manis. Afgan menghapus air mata Yoona yang keluar menetes di pipi  menggunakan ibu jarinya.


Secepat kilat Afgan meraih pinggang Yoona hingga Yoona terduduk di pangkuan Afgan.


"Eh!!" Yoona tersentak saat tubuhnya terduduk dipangkuan suaminya.


"Hmm.. Kamu nggak kangen aku nih " ucap Afgan saat Yoona sedikit mendorong dadanya.


"Kangen..." rengeknya kemudian Yoona berhambur memeluk suaminya, mencium telinga suaminya membuat  Afgan terangsang, Afgan mencium pipi istrinya beralih ia memeluk erat pinggang istrinya membuat mereka tak berjarak.


" Yang.. " ucap Afgan yang sudah tersulut gairah saat Yoona menciumi lehernya.


"Hmm.. " Yoona menjawab disela sela kegiatannya.


"Pindah ke kamar yuk.." ajak Afgan lalu ia menggendong Yoona seperti anak kecil. Refleks Yoona mengalungkan kedua kakinya di pinggang suaminya.


Yoona mengalungkan tangannya ia tersenyum manis menatap Suaminya yang sudah berkabut dalam gairahnya.


Yoona POV...


Aku sengaja memancing Afgan supaya kita benar benar melakukan apa yang dilakukan pasangan suami istri pada umumnya. Hampir dua bulan aku hidup setelah pernikahanku, aku seorang istri tentunya aku juga menginginkan kehadiran seorang anak. Aku rasa suamiku sudah sembuh total, aku berinisiatif merangsangnya dengan caraku yang aku bisa dan ternyata berhasil.


Aku menggeliat saat tangan suamiku menyelusup masuk kedalam kaos dan  meraba lekuk tubuhku, sesekali ia menyesap perutku membuatku semakin bergerak gelisah dan menjambak rambut ikalnya.


"Ahh.. Yang... " ucapku saat bibir lembut Afgan menyentuh belahan dadaku.


Suamiku keluar dari kaos yang aku pakai, ia menyibakkan  kaosku hingga sampai di atas dadaku. Aku melihat Afgan sudah kehilangan akal sehatnya, ia menyeringai saat aku melihatnya sambil menggigit bibir bawahku.


Ia menciumi seluruh tubuhku tak lupa tangannya mere*as dadaku dan bibirnya masih setia menyelusuri tubuhku.

__ADS_1


Ia membuka br*ku dan menampilkan dadaku sepenuhnya, aku melihat Afgan sudah menatapnya lapar.


Aku semakin menggeliat saat p**ingku masuk kedalam mulut suamiku, ia menyesap dan meggelitiku dengan lidahnya.


"Yaaangg..." ucapku dengan suaraku sedikit mendesah, aku merasa Afgan semakin menjadi jadi saat aku mengeluarkan suara desahanku.


Afgan mendongak lalu beralih melahap bibirku, tidak... Aku tidak bisa menyeimbangi ciumnannya aku hanya pasrah saja apa yang dilakukan suamiku. Aku membuka mulutku saat Afgan menggigit bibir bawahku sedikit kuat. Aku memejamkan mataku menikmati pertautan ku dengan suamiku, lidahnya bergerak bebas didalam rongga mulutku, sangat nikmat membuatku sedikit mengerang bersamaan lidahnya menggelitiki seluruh mulutku.


"Kamu gak nakal kan.." ucap Afgan saat melepas pertautannya membuatku sadar dan membuka mataku perlahan. Aku menatap manik matanya, sesaat aku ingat keadaanku saat ini, bahkan aku sudah menjadi istri seseorang walaupun itu siri. Tetapi tidak bisa dipungkiri aku tidak bisa membiarkan suamiku sedang diambang kematian saat itu, hingga membuatku setuju dengan persyaratan bodoh kakak tiri suamiku.


Aku terisak membuat Afgan terperangah lalu ia beralih berbaring disampingku.


"Cup cup cup.. Kenapa?" ucap Suamiku seraya mengelus rambutku, aku berhambur memeluk suamiku dan menyembunyikan wajahku di dada bidangnya.


Tidak.. Aku tidak sanggup seperti ini aku harus cerita kepada suamiku aku gak mau suamiku salah paham aku juga  tidak menginginkan pernikahan keduaku ini.


"Yang..." ucapku pelan sambil mendongak menatap suamiku.


"Syyuut!! " Suamiku membawa kepala ku kembali kedalam dekapannya.


Aku harus cerita sebelum suamiku nanti mengetahuinya dari orang lain, lebih baik aku sendiri yang memberitahukannya.


Lidahku terasa kelu, tidak bisa berucap kata kata, aku hanya menangis didalam dekapan hangat suamiku.


Yoona POV end..


Yoona menangis kejer didalam dekapan Afgan membuat tubuh Afgan ikut bergetar seirama dengan isakan Yoona.


Tak sadar Yoona memejamkan matanya membuat ia terlelap dalan dekapan Afgan.

__ADS_1


__ADS_2