SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 10~Maafkan Aku Sayang!!!


__ADS_3


Satu bulan berlalu, Yoona sudah tidak lagi bekerja di hotel milik papanya Afgan, ia setiap pulang kerja selalu mengeluh Kepada Afgan tentang kakak tiri Afgan yang selalu mengganggu ia saat bekerja, kadang urusan yang tidak penting, hanya modus semata. Afgan juga sudah memberi pengertian kepada Marchel supaya tidak mengganggu calon istrinya , tetapi bagi Marchel omongan Afgan bukan apa apa.


"wahh.. aku seneng deh. semoga nanti kedepannya menjadi berkah buat kita semua " ucap Yoona saat sudah didepan kios


"amin.." jawab Afgan sambil merangkul bahu Yoona.


Mereka saling melempar senyum lebar nya menatap kios yang akan mereka jadikan tempat usaha nya.


Yoona membantu Afgan mendekorasi  kios tersebut, terkadang ia sambil bercanda tawa, menata meja kursi membuat hiasan dinding dan juga menanam tanaman tanaman kecil.


"oh itu ya.. Rumah Sakit tempat Tania bekerja " ucap Yoona


"iya.. aku sempet berpapasan dengannya " ujar Afgan


"oh sekarang kan udah waktunya makan siang, kamu mau makan apa " ucap Afgan


"terserah kamu aja, aku nurut sama kamu " jawab Yoona


"oke, aku pergi dulu cari makan kamu tunggu disini ya.." ucap Afgan lalu pergi.


Saat Yoona sendirian di kios, ia bermain ponselnya sambil mengirim pesan kepada Tania. setelah memberitahukan bahwa ia sedang ada di kios, ia menunggu Tania, saat ia duduk memunggungi pintu masuk ia mendengar suara langkah kaki.


"Tania.. " ucap Yoona lalu berbalik menghadap belakang, seakan senyumannya hilang sudah melihat orang yang datang.


"Hai.. apa kabar lama tak jumpa " ucap seseorang tersenyum smrik


...



...


iya.. seseorang tersebut adalah Marchel, ia mencari kesempatan supaya bisa dekat dengan Yoona lagi.


"k.kkau.." ucap Yoona terbata bata


...



...


ia sudah berkeringat dingin, masih terngiang ngiang kejadian tempo lalu, ia mundur kebelakang saat Marchel mulai berjalan mendekat.


"jangan mendekat ku bilang " ucap Yoona sedikit meninggi.


****


Tania melihat diseberang jalan kearah kios. ia melihat seseorang berjas masuk kedalam kios tersebut, samar samar ia mendengar teriakan Yoona,ia menyebrang jalan tapi tangannya ditahan oleh Jovan.

__ADS_1


"hei. mau kemana " ucap Jovan saat melihat Tania akan menyebrang jalan


"iss lepas, aku buru buru " ucap Tania sambil memberontak melepas tangan yang ada digenggaman Jovan


"kau harus hati hati Honey, jalannya ramai " ucap Jovan khawatir saat Tania ingin menerobos memotong jalan


"ihh.. lepasin gue " ucap Tania lalu ia berhasil melepaskan dirinya ia segera berjalan menyebrang jalan, saat sampai di depan kios Yoona terduduk di kursi sambil memberontak, Tania bisa lihat itu, wajah takut Yoona dan juga orang yang ada didepannya sekarang.


"haisss, orang ini " gerutu Tania lalu menghampiri Yoona dan orang berjas itu, ia membalikkan badan Marchel dengan kasar lalu menampar pipi kiri Marchel.


PLAKK tamparan Tania tidak berarti apa apa bagi Marchel, saat Tania ingin melayangkan tangannya kembali lalu dicekal oleh Marchel, dan Marchel mendorong Tania hingga tersungkur hampir terjatuh kalau tidak ada Jovan disana.


"santai dong, jangan kasar sama cewek " bentak Jovan


"heh! dua pengganggu ini, beraninya mencampuri urusanku " ucap Marchel sambil menggertakkan giginya.


Yoona saat ini sedang terduduk dilantai, ia menangis tersedu sedu. Tania menghampiri Yoona.


"sstt!! ada aku disini " ucap Tania sambil mengelus punggung Yoona. Yoona mendongak menatap Tania


"hwahaha..... hiks  Tania tolong aku " ucap Yoona terisak.


"sstt!! sudah sekarang kamu sudah aman " ucap Tania menenangkan Yoona.


sedangkan Jovan dan Marchel sedang baku hantam, jelas tubuh Marchel yang besar dibandingkan dengan Jovan itu kalah, hingga Jovan tersungkur dilantai kios, saat Marchel ingin melayangkan Bogem mentahnya ke wajah Jovan, ia mendapat tendangan di pundaknya dari arah depan, ia terjungkal kebelakang, iya... dia adalah Afgan.


Afgan sudah diambang batasnya, hanya Afganlah yang bisa mengalahkan Marchel hingga Marchel babak belur akibat serangan dari Afgan. dirasa Marchel sudah tak berdaya Jovan menghentikan perkelahian diantara keduanya.


"enggakk gue harus habisin ini orang ." Afgan sudah tersulut amarahnya. hingga panggilan Tania menyadarkan keduanya.


"Gan.. cukup Gan.." ucap Tania  ia sambil menahan Yoona yang tidak sadarkan diri. " Gan.. tolong Yoona Pingsan " lanjutnya


Afgan tersadar lalu menghampiri Yoona.


"sayang.. bangun sayang.." ucap Afgan sambil menepuk pelan pipi Yoona.


"sebaiknya dibawa kerumah sakit saja " ucap Jovan


Afgan membopong Yoona yang tidak sadarkan diri ke Rumah Sakit depan kiosnya, diikuti oleh Tania dan juga Jovan.


"bantu mereka " titah Jovan kepada salah satu perawat yang sedang berjalan menghampirinya.


"baik pak.." ucap perawat tersebut sambil menunduk memberi hormat.


****


diruang IGD


Afgan dan Tania sedang menunggu kabar dari Dokter yang memeriksa Yoona.


Afgan mondar mandir kesana kemari, ia tidak tenang, dua kali Yoona pingsan saat Marchel mengganggunya.

__ADS_1


"Gan.. yang tenang Yoona pasti baik baik saja " ucap Tania sambil menepuk bahu Afgan


Afgan menatap Tania dan Jovan yang ada di sampingnya.


"terimakasih " ucap lirih Afgan


"Yoona temanku, aku tidak mungkin membiarkan Dia kenapa kenapa " ucap Tania


"terima kasih... " ucap Afgan terpotong karena ia bingung mau Memanggil orang yang ada di sampingnya itu, siapa.


"oh Jovan, kenalkan saya Jovan tunangan Tania." ucap Jovan berhasil membuat Tania membelalakkan matanya


Afgan tersenyum, "sekali lagi terimakasih sudah membantu calon istri saya." ucap Afgan


"sama sama, dia tadi juga menyakiti Tunangan ku " ucap jujur Jovan.


"maafkan kakak saya. " lagi lagi Afgan geram dengan kakak tirinya yang tidak habisnya mengganggunya.


"ah tidak apa apa. " ucap Jovan.


"kau sudah babak belur oleh  kakak saya, saya akan bertanggung jawab " ucap Afgan


"tidak perlu repot repot, Afgan. aku baik baik saja " ucap Jovan


"biar saya tanggung biaya pengobatannya " tawar Afgan


"tidak perlu Gan " yang ini adalah Tania.


"biar aku yang mengobatinya " ucap Tania, sukses membuat Jovan tersenyum lebar.


"iya biar tunangan saya yang Mengobati saya " ucap Jovan


"Jangan banyak ngomong kamu, ikut aku " ucap Tania lalu Melenggang pergi dari hadapan Afgan.


dokter keluar saat setelah selesai memeriksa Yoona.


"bagaimana keadaaan istri saya dok " tanya Afgan


"istri bapak mengalami gejala trauma, usahakan apa yang ditakuti oleh istri bapak, tolong hindarkan itu " ucap Dokter "saya sudah memberi obat kepada istri bapak, saya permisi " lanjut Dokter tersebut.


"terimakasih Dok." ucap Afgan lalu ia memasuki ruangan tersebut, terlihat Yoona berbaring di ranjang Rumah Sakit tersebut, tak berdaya, wajah pucat nya sangat menyayat hati Afgan, ia menghampiri Yoona dan duduk di kursi yang tersedia di samping ranjang tersebut, di genggamnya tangan dingin milik Yoona.


"maafkan aku Sayang... " ucap Afgan sambil terisak, ia meletakkan punggung tangan Yoona di pipinya.


"Maafkan aku.. maaf.." ucap Afgan.


.


..


...

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2