
Empat tahun kemudian.....
YOONA AZZURA sedang mematut diri didepan cermin, dibantu oleh kedua temannya dan juga ibunya, semua temannya sudah siap tinggal Yoona saja. Ibu beserta ayahnya sudah berada di kost sejak kemarin.
Hari ini adalah puncak terakhir Yoona menempuh pendidikan, hari wisuda para mahasiswa seangkatan Yoona dan teman temannya, akan segera terlahir calon koki, calon insinyur pertanian dan dan juga calon dokter. Pada tahun ini.
Yoona mengenakan baju kebayanya Lengkap dengan jaritnya yang ngepas di bodynya membuat ia tambah anggun.
Rambutnya disanggul kemudian poni yang panjangnya se alis itu dibiarkan, membuat kesan imut pada wajah mungil Yoona
Sempurna satu kata diucapkan oleh semua orang yang ada disini, setelah semuanya siap mereka berangkat ke kampus yang jaraknya hanya 500 meter, mereka jalan kakak seperti biasa saat Yoona dan teman temannya ngampus, Orang tua Ishita, dan bibi Sari sebagai pendamping Tania juga berjalan kaki.
Setelah beberapa menit mereka sampai depan kampus. Semua orang berdatangan berbondong bondong.
Yoona berpisah dengan orang tuanya ia berkumpul dengan mahasiswa lainnya.
Ditempat berkumpulnya para mahasiswa. Yoona duduk diantara kedua temannya mereka duduk di bangku ketiga dari belakang, karena mereka tidak fokus kalau harus didepan, rasanya lebih baik duduk di belakang . pikir Yoona dan teman temannya.
Ia lulusan terbaik di kejuruannya saat dia menyelesaikan skripsi nya ia sudah direkrut okeh hotel bintang lima untuk menjadi bagian dari hotel tersebut.
"Yang.... Cantik banget sih " goda Afgan yang tak lain adalah kekasih Yoona
"Mulai deh.. Mulai. Udah dengarkan para dosen memberi sambutan jangan ngobrol mulu. Ucap Yoona
"Iya.. Sayang. " Afgan ia duduk dibelakang Yoona kadang dia menggoda menggelitiki tengkut Yoona alhasil Yoona marah ia sudah berada diambang batasnya, sekali lagi ia dikerjain habis lah sudah Afgan, walaupun mereka sepasang kekasih tetapi ia menjalaninya seperti seorang sahabat mereka tidak mengumbar kemesraan mereka, itu karena Yoona mencontoh temannya yang sekarang menyandang status seorang istri dosen, siapa lagi kalau bukan Ishita.
Tidak pernah mengumbar kemesraannya walaupun seisi kampus tahu kalau sang dosen merupakan suami dari salah satu mahasiswanya.
Afgan sangat jahil lagi lagi ia mengerjai Yoona. Murkalah Yoona
"Gan.. Bisa berhenti gak " tegas Yoona
"Gan sudah jahil banget sama calon bini " kekeh Regina teman sekelas mereka.
"Tahu tuh.. Kalau kalian menikah seperti apa hari hari kalian berdua. " ucap Rafa.
"Pasti, salah sedikit Afgan diusir dari kamarnya " ucap Ben dengan tertawa terbahak bahak di ikuti oleh semua orang yang ada di dekat mereka juga ikut ketawa.
"Bisa diem gak kalian semua." Sarkas Yoona
Setelah dua jam mereka mengikuti setiap acara mereka buyar meninggalkan gedung aula kampus.
Yoona dan teman temannya sedang berfoto ria sedangkan orang tua mereka sudah pulang duluan ke kost.
Afgan menghampiri Yoona ia ingin foto berdua dengan sang kekasih.
Yoona sedang berpose, ia seakan mati gaya kalau dihadapkan kamera belakang alhasil Afgan yang memberinya ide gaya berpose.
__ADS_1
Sekarang pose mereka Afgan menggendong Yoona di punggungnya awalnya Yoona menolak karena pakaiannya yang ketat membuat ia tidak bisa bergerak bebas. Tetapi bukan Afgan namanya kalau tidak memaksa.
Sungguh menggendong Yoona seperti ini membuatnya bahagia apalagi sebentar lagi ia akan segera menikah. Mungkin beberapa bulan kedepan.
Flashback on.
Di suatu malam, malam ini merupakan malam yang spesial buat Yoona, hari ini merupakan ulang tahun Yoona, Afgan berniat membuat kejutan pada Yoona. Ia sudah menyiapkan segalanya tidak mewah sederhana saja tetapi bisa membuat Yoona terkesan pikirnya karena Yoona tidak menyukai segala yang berlebihan.
Di sebuah taman dengan pemandangan danau didekor dengan sangat baik oleh Afgan dan juga kedua teman temannya tak lupa ia juga meminta bantuan oleh kedua sahabat sang pujaan hatinya.
Yoona ia sedang di prank oleh Afgan jadi mereka sedang marahan, padahal ini hanya prank tetapi karena Yoona mudah tersulut jadi dia marah beneran dengan Afgan.
Setelah selesai mendekor tempat ia segera menuju masih ada waktu untuk menjemput kedua orang tua Yoona.
dengan bantuan kedua sahabat Yoona yang berasal dari daerah yang sama. Tania dan Ishita ikut sebagai petunjuk arah mereka.
Setelah menempuh 3 jam dengan bantuan kendaraan Regina ia sampai dirumah orang tuanya Yoona, ia sempat bertemu orang tua Yoona tetapi tidak pernah kerumah di kampung.
Saat sampai di rumah Yoona Afgan menyampaikan maksudnya ia berhasil membawa orang tua Yoona.
Masih ada waktu kurang lebih lima jam, mereka bergegas kembali ke kota dengan membawa kedua orang tuanya sebagai salah satu kejutan darinya.
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya mereka sampai pada apartemen Afgan. Sengaja ia singgahkan orang tua Yoona di apartemen karena ia juga bermaksud mengutarakan Isi hatinya.
Setelah kedua orang tua Yoona dan juga mama Afgan yang sangat setuju akhirnya sedikit lagi hubungan mereka berdua akan segera diresmikan.
Yoona yang masih marahan ia sangat jengkel Afgan membawa paksa pergi keluar. Ia sebenarnya sangat malas tetapi Afgan tetap memaksanya. Alhasil Yoona mengikuti kemauannya.
Ia merasa jengkel sedari kost matanya ditutup oleh kain tipis milik Afgan.
"Gan.. Mau kemana sih.. Jangan macam macam ya.. " ucap Yoona ketus dengan menyilangkan kedua tangannya di perut.
"Sebentar lagi sampai sayang. " ucap Afgan menenangkan Yoona dengan mengelus rambut Yoona , tetapi langsung ditepis oleh Yoona.
"Masih marah ya.. Maafinlah yang. Aku gak bisa jauh dari kamu " ucap Afgan dengan nada manja.
"Bodo." ketus Yoona lalu ia diam tak bersuara dimobil , beberapa menit kemudian mereka sampai tujuan. Afgan menuntun Yoona yang masih mengenakan tutup di matanya.
"Pelan pelan sayang. jalannya licin " ucap Afgan
"Kamu bawa aku kemana sih?" jengkelnya.
"Sebentar lima langkah lagi kita sampai tujuan " ucap Afgan.
Setelah sampai ia berucap "sudah siyap ?"
"Iya." Yoona masih bernada ketus.
"Hitungan 1, 2, 3, buka mata kamu. " titah Afgan
__ADS_1
"Hmmm... " Yoona mengangguk.
Dalam hitungan ketiga kain sudah terlepas dari kepala Yoona juga mata Yoona perlahan terbuka.
Yoona tercengang melihat sekeliling dihiasi berbagai lampu kelap kelip dan juga beberapa bangku di sana. Lalu ia dikejutkan oleh kembang api yang meletus membentuk sebuah tulisan.
'HAPPY BIRTHDAY' Yoona tidak menyangka di hari ulang tahunnya yang ke 20 itu dirayakan dengan sang kekasih.
"Happy birthday Yoona "teriak semua orang dari belakang Yoona dengan sebuah kue tart yang dibawa oleh sang ibu.
"Ibu... Ibu. " ucap Yoona sambil menghampiri ibunya dan memeluknya tak lupa ia juga memeluk sang ayah. Rindu terberat sudah hampir satu tahun ia tidak pulang ke kampung karena tugas.
"Ayah.. Ibu. Yoona kangen. " ucap Yoona sambil terisak. Afgan mengelus bahu Yoona yang masih terisak.
"Kok ibu ada disini. " tanya Yoona
"Ini salah satu dari kejutan masih ada kejutan lagi. " ucap Afgan.
"Kejutan? Jadi kamu kemarin ngerjain aku ya.." tebak Yoona
"Maaf yang.. Namanya juga buat totalitas " Afgan
"Ishh.. Nyebelin " Yoona
"Sayang... " ucap Afgan sambil memegang kedua tangan Yoona dengan posisi berjongkok dia mengutarakan isi hatinya dengan disaksikan kedua orang tua Yoona dan Mama Afgan juga teman temannya.
"Setiap hari, aku selalu bercerita kepada mama, kalau aku sudah menemukan calon menantunya, aku selalu memikirkan dirimu disetiap tidurku, bangunku dan disetiap kegiatan yang aku lakukan hatiku terpaut namamu, pikiranku selalu terlintas senyuman manis mu. Dan saat ini adalah waktunya yang tepat " ucap Afgan penuh dengan perasaan.
Yoona terenyuh dengan ini lalu Afgan berucap " dengan disaksikan kedua orang tua kamu, dan tempat ini sebagai Tempat terindah kenangan kita, YOONA AZZURA MAUKAH KAMU MENIKAH DENGANKU. "
Yoona membulatkan matanya terkejut dengan ucapan Afgan, ia menatap kedua orang tuanya. Mereka mengangguk, lalu dengan mantap ia berucap " tidak. " semua orang terkejut dengan ucapan Yoona apalagi Afgan ia menjadi tak bersemangat lagi, ia sudah menyiapkan segalanya tetapi apa jawaban sang pujaan hati, ia berucap sebaliknya.
"Tidak untuk waktu dekat ini Sayang... Kita harus menyelesaikan kuliah kita dulu " ralat Yoona semua orang menatap binar mereka, kedua orang tuanya juga terenyuh anak purtinya sekarang sudah, sebentar lagi ia akan menjadi milik orang.
Flashback of.
Demikian kisah melamar Yoona, penuh perjuangan dan juga ia berharap bahwa Yoona adalah pilihan yang tepat.
.
.
.
*****
Bersambung
LIKE, VOTE, COMEN
__ADS_1