SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 42~ PERJANJIAN DI BALIK KERJA SAMA


__ADS_3


...********...


"Kamu yakin dengan ini..." ucap Afgan kepada Mia, ruangan kamar Mia dengan nuansa lebih ke natural itu menjadi saksi dimana Mereka melakukan penyatuan pertamanya.


Mia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, keduanya sudah polos tanpa sehelai kain.


Sedikit demi sedikit Afgan memasukkan miliknya ketika Mia sudah mengizinkan nya.


"AAHHH..." desah Mia keenakan saat milik Afgan mengoyak penuh miliknya.


""Ahh... ternyata aku bukan yang pertama bagimu.." ucap Afgan ketika miliknya begitu mudah memasuki area sensitif milik Mia.


Mia hanya bisa menganggukkan kepalanya saat Afgan dengan jahilnya menggoda miliknya.


"jawab aku Mia..." ucap Afgan memompa miliknya dengan dalam memasuki inti Mia, dan itu malah membuat Mia terus mendesah.


"jawab aku.. atau akan ku hentikan ini" ucap Afgan dengan nada mengancam


"Aa.... i..iyaaa....ka..ka..kamuu bukaannnn yanghh pertamaaa.... Ahhh..." ucap Mia sambil terus mendesah


"ohooo... jadi.."Afgan menghentikan pergerakan nya dan itu membuat Mia sangat kecewa.


"a..akuu janji, ini bukan yang pertama bagiku, tapi ini yang terakhir bagiku, aku janji itu.." ucap Mia sambil mengeluarkan bujuk rayu nya supaya Afgan mau melakukannya lagi.


"hahahaha" Afgan tertawa melihat Mia menderita di bawahnya, mimik wajah wanita itu seperti mengemis sebuah belaian, dengan gaya mabuk nya dan ucapannya yang melantur Afgan kembali menggerakkan pinggulnya maju mundur cantik, mencari kepuasan pada wanita tersebut.


"mpphhh... Afgaaaannnn..... " desah Mia saat merasakan duniawi ini.


 


Pergumulan antara Afgan dan Mia itu baru saja selesai, keduanya sudah merasa puas setelah Menempuh perjalanan panjang.


Afgan duduk menatap gedung - gedung tinggi yang sama rata dengan tempat tinggal Mia, menatap langit yang begitu cerah, terlihat banyak bintang di atas sana membuat Afgan sedikit melupakan rasa lelahnya.


Wajar saja, Mia memanglah Wanita hyper yang membuat Afgan menguras tenaganya untuk memuaskan wanita tersebut.


Afgan kembali menuju ranjang yang berantakan akibat ulah mereka, ia menatap wanita yang bernama Mia itu terkulai lemas, ia melihat Mia yang tanpa pakaian itu, membuat Afgan kembali bergairah.


Jujur Afgan mulai membandingkan Mia dengan Istrinya Yoona, jika Afgan di tanya manakah yang bisa memuaskan nya, jawabannya adalah Mia.


Iya... Mia telah berhasil menyingkirkan posisi istri sah Afgan, sekarang Afgan sudah bernafsu dengan Wanita yang baru ia temui satu minggu yang lalu, pertemuan yang tak terduga itu malah membuat Afgan terjebak dengan wanita penggoda itu.


Tanpa Afgan membangunkan Mia, ia kembali melakukan penyatuannya dan membuat Mia terusik dengan itu.


Mia terbangun saat tubuhnya bergerak seirama dengan hentakan Afgan.


"Afgan!!?" ucap Mia kaget saat wajah mereka berdua bertatap begitu dekat


"iya.. sekarang gantian " ucap Afgan tanpa menghentikan kegiatannya di bawah sana.


"A... Afgannhh.... ini... Ahh... emmmhh" desah Mia, ia sangat terbuai dengan cara main Afgan

__ADS_1


"puaskan aku... dengan caramu Miaaaa..." ucap Afgan sambil mengerang


sekarang keduanya sudah berganti posisi dengan liatnya wanita penggoda itu menggoda lelaki yang sekarang masih berstatus suami orang.


...🌞🌞🌞🌞...


Afgan sudah berganti pakaian dengan pakaian formalnya, karena memang ini adalah keputusan puncak Tuan Prateep dengan permintaan kerja sama yang Dendi ajukan.


Afgan berjalan menyusuri lorong hotel milik Tuan Prateep ia menuju ruangan pemilik hotel tersebut.


"selamat lagi Om..." sapa Afgan kepada Prateep


"pagi... Afgan.." jawab ramah Prateep karena memang ia sudah menyukai Afgan dan ingin menyandingkan anaknya dengan putra dari teman waktu menempuh perguruan tinggi dengan Dendi, tanpa tahu bahwa Afgan sudah beristri.


"jadi bagaimana keputusan om Teep.." tanya Afgan


"om sangat setuju dengan kerja sama itu." jawab Prateep


"syukurlah.. terima kasih Om" ucap riang Afgan


"tapi dengan satu syarat Afgan..." ujar Prateep


"apa itu Om.." jawab Afgan


"jika kamu bersedia menikahi putriku, maka Hotel ini sepenuhnya jadi milikmu" tawar Prateep


Afgan tercengang dengan ucapan teman dari Papanya itu. Ia memikirkan tawaran dari Tuan Prateep itu.


"hm,, saya akan pikirkan itu dulu Om" jawab Afgan yang membuat Prateep tersenyum lebar


"pertimbangankan baik-baik perjanjian ini, Afgan" Prateep


Afgan pamit undur diri saat urusannya sudah selesai, ia kembali ke kamar dimana ia tinggal.


Afgan termenung saat mengingat permintaan Tuan Prateep tadi.


Sekarang ia sedang duduk di koridor dan menatap pemandangan perkotaan pada siang hari.


Hari ini adalah hari yang cerah bisa ia rasakan k sengatan teriknya matahari yang menerpa kulit tubuhnya yang setengah telanjang itu.


Dengan kedua jarinya yang mengapit sebatang rokok dan satu tangannya lagi menyalakan korek api.


Afgan menyesap rokok nya yang baru saja ia nyalakan itu.


Afgan menatap pemandangan di depan matanya itu, sambil relaksasi ia juga mencari inspirasi supaya besok ia bisa menjawab permintaan Papa dari Mia, gadis yang kemarin ia tiduri itu.


Setelah merenungkan beberapa jam sambil duduk di koridor Afgan telah menemukan jawabannya.


Afgan beranjak pergi dari sana setelah menghabiskan dua batang rokok, Afgan memang perokok. Tetapi ia tidak pernah merokok saat bersama istrinya.


Afgan melakukan panggilan video kepada Mia.


"halo.."Mia di seberang telepon

__ADS_1


"halo... habis ngapain kok basah" tanya Afgan


"habis renang Afgan.." jawab Mia


"bisa kesini" Afgan


"tentu baby.." Mia, setelah itu panggilan utu berakhir dan Afgan mematikan ponselnya supaya tidak ada yang mengganggunya


Ting Tong....


Bel berbunyi dan Afgan berjalan menuju pintu untuk menyambut tamu yang datang, dan benar saja Mia datang dengan pakaian terbuka.


Afgan yang sudah tersulut gairah saat ia melakukan Videocall tadi seakan membuatnya begitu haus dengan sentuhan sensual yang kemarin Mia lakukan padanya.


Afgan menarik pinggang Mia dan ******* bibir seksi milik Mia. Keduanya sama sama mencari kepuasan saat melakukan pertautan tersebut.


Keduanya saling bertukar Saliva dan ******* satu sama lain, tanpa melepas tautannya Afgan menggiring Mia ke ranjang besar milik hotel tersebut.


Perlahan Afgan membaringkan tubuh milik wanita tersebut, dan akhirnya terulang kembali kejadian kemarin malam.


******


Afgan menatap pemandangan kota di malam hari melalui Jendela hotel yang ia tinggali selama satu bulan lamanya.


dengan rambutnya yang acak acakan juga ia hanya memakai celana jeans tanpa atasan, tubuh kekarnya juga keringat yang membasahi tubuhnya seolah ia baru saja melakukan olahraga di siang hari, padahal ini adalah malam hari.


tuliling... tuliling.... tuliling..


ponsel yang beberapa hari ini di Nonaktif kan kini akhirnya berdering juga, Afgan bergegas untuk mengambil ponselnya di saku celana nya.


Terlihat nama 'MY WIFE❤' yang tertera di ponselnya, tersenyum melihat istrinya tak gencar menelponnya beberapa hari ini.


Jadinya ingin menggeser tombol hijau tapi ia di kaget kan dengan tangan halus yang meraba perutnya dari belakang, tangan itu merambat ke atas hingga sampai pada dadanya.


Bisa Afgan rasakan hangatnya tubuh wanita yang kini berada di belakang nya tubuh mereka tanpa jarak dan keduanya sama polos tanpa atasan.


Afgan menarik salah satu tangan wanita yang berada di belakangnya hingga Wanita tersebut berada di hadapannya.


Afgan membelai pipi tirus milik wanita yang kini tinggal se kamar bersamanya.


Dia lah MIA... yang saat ini berada di kamar Afgan, Wanita yang ia kenal beberapa hari itu merubah segalanya.


Kesetiaan yang ia jaga hanya untuk istrinya seorang kini terabaikan dengan datangnya orang baru yang memberi ia kepuasan semata.


Hatinya sudah tertutupi nafsu syetan, Iya... Afgan baru saja melakukan hubungan terlarang bersama wanita yang kini berada di depannya.


"You want playing more Baby...." ucap sensual Mia kepada Afgan.


seketika Afgan langsung menyambar bibir tipis milik wanita tersebut.


Dan... terulang kembali kejadian yang beberapa menit terhenti.


********

__ADS_1


__ADS_2