
OKE.. MAAF KALAU ADANYA KESALAHAN DALAM PENULISAN SELAMA INI, MAAF AUTHOR NYA LAGI BELAJAR, MOHON DUKUNGANNYA TETAP KOMEN TERUS SUPAYA AKUNYA SEMANGAT OGHEEY🤗
MAAF JUGA KALAU SELAMA INI KURANG MENJIWAI DIALOGNYA, EMANG AKUNYA YANG BINGUNG😂
*****
Hari hari silih berganti, dan semenjak pertama Buka Restoran Afgan sudah sukses, pelanggan semakin banyak dan Alhamdulillah pendapatan juga melebihi target. Sekarang sudah waktunya makan siang Restorannya semakin ramai saja. terkadang perawat dan pengunjung Rumah Sakit juga tak jarang mampir mengingat Menu Menunya yang lumayan menggiurkan dan juga harganya terjangkau, mahasiswa mahasiswa juga sering mampir karena tempatnya juga lumayan nyaman buat nongkrong.
Setelah dirasa pengunjung mulai sepi Mereka istirahat duduk di kursi. Afgan sedang menuju dapur ia mengambilkan makanan untuk Yoona.
Afgan menghampiri Yoona yang duduk di kursi.
"loh Gan.. kenapa repot repot sih " ucap Yoona setelah menerima makanan dari Afgan
"sstt!! kamu ini ngomong apa sih, udah deh makan gih trus pulang sana " ujar Afgan
"hah!! pulang? kalau aku pulang kamu gak ada yang bantuin " Rengek Yoona yang tidak mau pulang
"pulang aja gak papa kok, lagian nanti Ben dan Rafa akan kesini katanya mau melamar pekerjaan disini " ucap Afgan
"beneran nih, tapi nanti kamu gak ada yang bantuin " ucap Yoona
"sebentar lagi mereka datang kok, gih makan keburu dingin " ujar Afgan
"emm.. aku mau minum kopi dulu " ujar Yoona
"makan dulu... " ucap Afgan terputus karena di duluan oleh Yoona yang sudah menyeruput kopi.
...
...
" Ah!! kamu itu dibilangin kok, nanti perutmu sakit loh kalau belum makan " tegas Afgan, tetapi Yoona sudah terlanjur jadi jawabannya hanya cengar cengir.
"iya iya.. aku makan ih galak amat sih suamiku " Yoona 'puppy eyes '.
Afgan melihat Yoona makan, "kamu gak makan "Yoona
"nanti, aku masih kenyang " jawabnya
"yaudah buruan makan ya.. nanti kamu sakit " ucap Yoona
" iya.. istrinya Afgan.. " ucap Afgan sambil mengacak rambut Yoona.
Setelah beberapa menit Yoona sudah menghabiskan makannya. kemudian ia mencucinya dibelakang.
"Gan.. aku beneran disuruh pulang nih " ujar Yoona setelah selesai mencuci piring bekas ia makan.
"iya.. kamu temani Mama dirumah, pasti kesepian " Afgan
"hmm... aku pengen sama kamu " ujar Yoona dengan memasang muka imutnya.
Kebetulan Ben dan Rafa baru saja datang, ia melihat pasangan pengantin baru ini.
"eleh eleh.. mentang mentang masih baru, mesraannya gak tanggung tanggung " sarkas Ben setelah melihat Afgan mencium kening Yoona.
" nasib Jomblo " sahut Rafael dengan menepuk punggung Ben.
mereka menghampiri Afgan dan Yoona dan duduk bergabung dengan pasangan suami istri tersebut.
Afgan sedang membujuk Yoona supaya mau pulang ke apartemen.
"sudah pulang sana, kita bakal bantuin Afgan kok " ucap Rafael.
"ngusir nih " ketus Yoona dengan muka sewotnya
"ya enggak gitu, kita juga pengen kerja bareng kalian " Ucap Ben
Yoona mendekati Afgan ia berbisik.
" cepatlah pulang, aku menunggumu haid ku sudah selesai " bisiknya, reaksi Afgan jangan ditanya ia senang akhirnya nanti bisa mantap mantap dengan istrinya.
Afgan menarik tangan Yoona hingga jatuh di pengkuannya lalu mencium bibir Yoona, ia lupa dengan keberadaan teman temannya.
"haiss " gerutu Ben sambil menutup kedua matanya dengan telapak tangannya.
Afgan melepaskan Yoona dan memberi kecupan di kening istrinya " tunggu aku di rumah " ucapnya.
Yoona beranjak dan matanya menatap kedua temannya ia tersenyum malu dan berlari keluar Restorannya.
"sudah selesai " ucap Ben ketus
"sudah ayo kerja " titah bos Restoran tersebut
"baik pak.. " jawab serempak Ben dan Rafael.
__ADS_1
Mereka berbagi tugas ada yang melayani pelanggan ada yang menegang kendali dapur, mengingat mereka lulusan kejuruan memasak jadi tidak dipungkiri kepandaiannya, Afgan ia duduk santai di meja kasir.
****
Di apartemen...
Yoona sedang memetik dan memilih sayuran membuat bumbu masakan yang sore ini ia buat bersama Mama mertuanya untuk persiapan makan malam nanti, sejak kepulangan Yoona, ia masih belum melihat Mertuanya jadi ia mencari kesibukan untuk mengisi waktu luang.
Cekleek..
pintu terbuka perlahan memperlihatkan Mama mertuanya dengan menenteng tas kresek berisi kebutuhan dapur, memang Yoona selalu menawarkan supaya ia yang belanja tetapi Mamanya selalu menolak. ini adalah kesibukan ujar Mama mertuanya.
" loh.. kamu udah pulang, " Mama Afgan
" iya mah.. tadi Afgan nyuruh aku pulang " ucap Yoona
"syukur deh.. Mama ada temannya kalau begitu " ucap Mama dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"iya.. " jawab Yoona sambil mengambil alih tas kresek. " biar aku yang bereskan Mama istirahat gih " titah Yoona
"iya.. menantu Mama " jawab Mama sambil mengusap lembut, kemudian Mama Afgan beranjak ke dalam kamarnya.
Yoona menata sayur dan buah yang dibeli Mama nertuanya ke dalam kulkas.
ia melihat jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. ia mengambil ponselnya di dekatnya.
[ MY HUSBAND ❤ ] Yoona
[yeah MY WIFE 😘] balasan Afgan
Yoona tersenyum mendapat balasan dari suaminya.
[ gak papa, teruskan pekerjaanmu ] Yoona
[oh.. gitu ya sekarang, awas aja nanti malam😏]
Afgan
[gitu aja kok marah sih, Iya iya seberapa kuat sih suamiku ini😁😂] Yoona
[ ehh!! ngeledek nih bocah, awas aja nanti kalau nangis ] Afgan
[canda pak 🙏🏻😁, of dulu mau masakin makanan buat nanti malam ] Yoona
[ iya istriku, tunggu pembalasanku nanti malam ] Afgan
[ jangan kasar kasar, aku cuma bercanda tadi😔] Yoona
[😯😯, udahlah sambung nanti ya.. daahh👋🏻❤😚 HUSBAND ] Yoona
[❤❤😚] Afgan
setelah obrolan dalam chat tersebut selesai Yoona segera menyiapkan peralatan dapur dan membuat makanan kesukaan suaminya.
Afgan POV..
Aku sedang duduk di kursi menunggu kasir, lalu tiba tiba aku mendapat notif dari istri kesayanganku ini, aku tersenyum melihat pesannya, ia membuat duniaku yang selama ini tak berwarna menjadi seperti pelangi.
aku menyeringai melihat pesannya.
Ehh!! dia meremehkanku tentang urusan ranjang, awas aja nanti akan ku garap tubuh mungil istriku ini, tidak ada ampun baginya tuk bisa lepas dari kungkunganku nanti, lihat saja. memang istriku sedikit berbeda dengan wanita lain ia sedikit berani denganku tetapi aku suka sikapnya.
Afgan POV end..
Setelah berkutat kurang lebih dua jam lamanya akhirnya kegiatannya selesai juga.
lalu ia bergegas ke kamarnya dan membersihkan dirinya, hari sudah mulai petang jadi ia bersiap siap mempersiapkan dirinya nanti malam, ada rasa gugup di benaknya mengingat ia tadi mengejek suaminya.
'Ahh... maaf aku tadi hanya bercanda ' batinnya. ia merias dirinya memoles wajah mulusnya dengan bedak tabur miliknya sidikit sentuhan warna bibir yang berwarna merah muda dan juga sedikit semprotan parfum Lily miliknya.
.
.
.
.
****
waktu terus berjalan Restoran Afgan sudah mulai sepi mengingat waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh. Rafael dan Ben sedang membersihkan dan menumpuk meja kursi, Afgan menghitung pemasukan hari ini, sedari tadi dia tidak fokus hingga Afgan menghitung uang yang ada di genggamannya berkali kali, mengingat ejekkan istrinya tadi sore Afgan ingin segera pulang dan menerjangnya di ranjang.
'hah!! fokuslah dulu Afgan ' batinnya
"bos kita sudah selesai, ayo kita pulang " ajak Ben
"iya.. bentar sedikit lagi selesai " ucap Afgan tidak menatap teman bicaranya ia masih fokus dengan urusannya supaya cepat selesai dan segera pulang.
Setelah beberapa menit ia selesai dalam pekerjaannya. ia melihat Ben dan Rafael masih menunggunya.
__ADS_1
"ayo.. " ajaknya kepada kedua soib nya.
Afgan dan kedua temannya berjalan keluar Restorannya, sampai di ambang pintu ia dihadang oleh seseorang yang ada didepannya.
" Hai.. adikku " ucap Marchel menyeringai kepada Afgan.
"mau apa kesini lagi, kau selalu mengganggu hidupku " ketus Afgan
"Duluan aja aku gak papa " ucap Afgan kepada kedua temannya
"enggak papa nih " ucap Ben, " aku khawatir " ujar Ben melihat wajah menyeringai Marchel..
"gak papa.. " ucap Afgan sambil menepuk punggung temannya.
"kalau ada apa apa hubungi kami " sahut Rafael kemudian ia mengajak Ben untuk pulang.
Afgan mengajak Marchel duduk di kursi setelah ia menurunkan dari meja.
"kakakmu ini gak kamu kasih minum " ucap Marchel
Afgan segera kebelakang menyeduh dua kopi susu kemasan.
*****
"Fa.. ngerasa aneh gak sama kedua pengawal yang datang dengan kakaknya Afgan " ujar Ben setelah berjalan melewati dua pengawal mencurigakan
" sedikit mencurigakan sih menurutku " ucap Rafael
" apa kita tunggu aja Afgan di sini aku agak khawatir dengannya." ujar Ben dan diangguki oleh Rafael.
Ben dan Rafael sedang menunggu Afgan di mobil, ia memperhatikan gerak gerik Afgan dan Marchel didalam Restoran, ia jadi tidak melihat salah satu pengawal Marchel sedang mengotak atik mobil Afgan. pandangannya teralih karena Afgan sedari tadi cek cok dengan Marchel.
****
" kamu bisa ambil alih hotel papa, asalkan berikan istrimu padaku " Marchel
"heh! " Afgan menyeringai " jadi kau kesini cuma untuk menawarkan hal bodoh ini padaku, TIDAK SEMUDAH ITU.. " ucap Afgan yang sudah tersulut amarah dengan ucapan Marchel.
"itu mudah, kau tidak perlu membuka Restoran kecil ini, nikmati posisimu sebagai direktur di hotel papa ".
"aku tidak sudi meninggalkan istriku hanya untuk sebuah kedudukan " ucap ketus Afgan
"heh!! kau bodoh " Marchel menyeringai
"aku tidak ada waktu untukmu " ucapnya lalu berdiri " silahkan pergi dari sini " ujar Afgan mengusir Marchel.
Marchel beranjak dari duduknya lalu melenggang pergi, langkahnya terhenti mengingat sesuatu ia berbalik dan " ingat jangan buat pujaan hatiku menangis atau kau tahu resikonya, ia akan berada digenggamanku " ucapnya
****
Yoona sedang mengupas apel, rasanya saat ini ia sangat ingin memakan buah apel, hening karena mama mertuanya sedang berada didalam kamarnya.
TIIIYAAAAAR..
suara kaca pecah, Yoona segera berdiri menghampiri sumber suara, disusul oleh Mama Afgan.
" Ada apa Yoo.. " tanya mama Afgan
"oh tidak!! " ucap Yoona sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia melihat foto pernikahannya hancur berkeping keping, tiba tiba perasaannya tidak enak, ia berlari mengambil ponselnya dimeja makan. ia segera menoel kontak suaminya.
" Halo.. Yang masih di resto ya.. "
" iya.. bentar lagi pulang.Tunggu aku " ujar Afgan disebrang telpon. " sudah dulu Aku menyetir "
" iya.. " jawab Yoona lalu mematikan panggilan.
Yoona segera membersihkan pecahan kaca, ia sangat hati hati memunguti serpihan kaca tersebut tetapi masih saja tangannya terkena kaca tersebut.
...
...
"Ahh! " pekik Yoona sambil memegangi jarinya yang berdarah
"aduh Sayang.. hati hati dong berdarah kan " ucap Mama sambil memegangi tangan Yoona yang berdarah
"mah.. perasaanku gak enak " ujar Yoona
"kamu harus positif thingking Yoo.. jangan seperti ini " ucap Mama Afgan sambil menenangkan Yoona, tidak dipungkiri dadanya juga terasa sesak sejak tadi sore, seperti ada sebuah kejadian mengerikan.
.
.
.
.
__ADS_1
.....
Bersambung....