SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)

SEBUAH RASA (YOONA AZZURA)
SEBUAH RASA 34~PERPISAHAN TERMANIS


__ADS_3


JANGAN LUPA LIKE, COMEN, DAN VOTE CERITA KU....


...-----*******--------...


"Sayang... Tolong maafkan Daddy yang tidak becus menjaga Mommy dan juga kamu..." ucap Afgan sambil membelai perut rata istrinya yang sedang tertidur, butuh waktu beberapa jam untuk menenangkan istrinya  yang sedang berkabung.


Sekarang giliran dia yang menyesali perbuatannya kenapa  ia lalai dalam menjaga istri juga calon bayi yang ada di dalam perut istrinya.


"Lima bulan... Lima bulan kamu datang dalam hidup Daddy juga Mommy, membuat hidup kami menjadi berwarna hanya karna kamu Nak... Kenapa!!! Kenapa kamu tega meninggalkan kami, ku mohon kembalilah Nak... Kembalilah..." ucap Afgan menangis tersedu.


"Haahhhhh.... Hikkss... Kembalilah.. Tolong kembali Nak... Jangan buat Mommy sedih, jangan..." Tangis Afgan pecah di ruangan hening tersebut.


Mamanya juga Ibu sang istri yang Melihatnya juga terenyuh melihat anaknya sedang dalam keadaan seperti ini. Mereka juga berharap akan ada gantinya nanti. SEMOGA...


******


Malam semakin larut, pengunjung rumah sakit tersebut juga sudah sepi, namun di ruangan tempat Marchel dirawat terdengar bising dengan adanya perang cekcok antara Marchel juga Mama nya.


Mamanya ingin Marchel tetap istirahat tapi Marchel ingin sekali menemui Yoona, ia tetap bersikeras untuk menemui istri Siri nya.


Marchel berjalan tertatih menuju ruang rawat Yoona, ia akan meyakinkan istri Siri nya supaya bisa memaafkan nya.


"Chel... Hati hati Nak... Pelan pelan kamu masih sakit" ucap Tanti sedikit khawatir melihat Marchel berjalan sempoyongan. Ia memapah anaknya agar tidak terjatuh.


Mama mencoba menenangkan anaknya semata wayangnya.


"Nak... Besok aja ini sudah malam.. Ayo kembali" lerai Mamanya, namun Marchel tetap kekeh untuk menghampiri Yoona.


"Enggak mah.. Aku mau ketemu Yoona, tolong... Jangan larang aku Mah.. Aku takut... Aku takut dia tidak bisa memaafkan ku..." ucapnya kepada Mamanya.


"Sudah... Besok saja... yaa.." bujuk Tanti kepada Anaknya


"Tolong Mah.. Jangan larang Marchel.. Ku mohon" ucap Marchel memohon.


Mau tidak mau Tanti mengiyakan permintaan Marchel, ia melepas lengan Marchel perlahan membiarkan Marchel berjalan tertatih tatih.


Marchel membuka pintu ruangan tempat Yoona dirawat.


"Sayang.... Hikkss... Tolong... Tolong maafkan aku... Maafkan aku.." Marchel terisak.


Entah kenapa di ruangan tersebut hanyalah seorang Yoona istrinya yang terbaring di ranjang rumah sakit tersebut, entah dimana Afgan Marchel cukup bersyukur dengan ketidak adanya Afgan disana, mungkin kalau Afgan di sana ia juga akan meminta maaf kepada Adik tirinya.

__ADS_1


Tapi hatinya tidak yakin jika Afgan dan Yoona akan mudah memaafkan nya.


Yoona terusik saat merasakan sentuhan halus di puncak kepalanya, perlahan ia membuka matanya dan melihat seorang pria dengan pakaian rumah sakit dan perban di kepalanya sedang menunduk menahan tangis.


"M-marchel...." ucap lirih Yoona yang sudah tahu jika itu adalah Marchel.


Marchel mendongak menatap Istri Siri nya.


"Yo-Yoona... Maafkan aku... Tolong... Maafkan aku..." ucap Marchel sambil menggenggam tangan Yoona.


Yoona tak berucap perlahan ia meneteskan air mata nya


"Jangan menangis ku mohon... Tolong.. Jangan buat aku tambah bersalah" ucap Marchel sambil membelai wajah Yoona juga mengusap air mata Yoona.


Yoona mencoba menenangkan dirinya, tangannya terangkat perlahan ingin membelai wajah Marchel.


Marchel tahu apa yang Yoona lakukan, ia meraih tangan Yoona dan menempelkan tangan Yoona di pipinya.


"Marchel..." ucap lirih Yoona


"I-iyaa... Katakan Sayang... Katakan jika kamu mau memaafkan ku.." ucap Marchel dengan lembut


"Aku tahu... Kamu pasti tidak akan memaafkan ku... Tapi ku mohon jangan membenciku... Yoona tolong maafkan aku.." ucapnya panjang lebar


Yoona tersenyum menatap ketulusan Marchel ia menganggukkan kepalanya perlahan.


Bagai tanah gersang yang tersiram oleh derasnya hujan, begitu leganya Marchel mendengar Yoona bisa memaafkan nya.


Marchel tersenyum hambar, lihat lah begitu mulianya hati Yoona hingga kesalahan terbesar Marchel bisa di ampuni olehnya.


"Marchel... Kamu ganteng.... Baik... Penyayang" ucapan Yoona membuat hati Marchel senang, pertama kalinya ia mendapat pujian dari Yoona secara langsung.


"Tolong... Akhiri hubungan terlarang ini... Jangan biarkan dirimu dipandang rendah oleh semua orang, bahagiakan Papa juga Mama... Jangan membuat mereka sedih lagi.." ucap Yoona


"Apa maksudmu Sayang..." ucap Marchel yang masih bingung dengan ucapan istrinya


"Dengar Marchel.... Kita tidak bisa menyatu, cinta kita tidak seharusnya terjadi, jangan menyalahi takdir Chel... Carilah pengganti yang jauh lebih baik dariku.. Banyak gadis disana yang tulus denganmu.." ucap Yoona yang masih membelai pipi Marchel, bisa ia rasakan getaran isak tangis Marchel yang tertahan.


"No... Jangan menangis Kamu pasti bisa.. Kita akhiri hubungan ini.. Suatu saat nanti kamu akan menemukan orang yang tepat" Yoona


"Tidak... Tolong jangan.... ku mohon aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu, aku menginginkan kamu... HANYA KAMU SEORANG YOONA, TAK ADA YANG LAIN..." Marchel menggenggam erat tangan Yoona yang ada di pipi nya.


"TALAK AKU MARCHEL... JANGAN MENYALAHI TAKDIR..." ucap Yoona sedikit meninggi dengan suara lirih nya.

__ADS_1


Marchel terdiam beberapa saat genggamannya  juga terlepas membuat tangan lemas Yoona merosot ke bawah.


Yoona melihat Marchel yang nampak berfikir, tiba tiba Marchel mendekat ia mencium kening Yoona yang membuat Yoona tersentak oleh tingkah Marchel.


Sedikit lama bibir Marchel menempel di kulit kening Yoona yang terasa dingin itu ia juga merasakan tetesan air mata Marchel, saat Marchel ingin menjauh tapi tangan Yoona mengalung di leher Marchel membuat Marchel sedikit heran.


Yoona mendekatkan Marchel kepada dirinya menarik Marchel hingga berada di dekatnya ia mengecup sekilas bibir Marchel lalu melepasnya.


Marchel membelalakkan matanya masih belum bisa menerima kejadian barusan, hingga tak sadar ia masih tetap di posisi menindih Yoona.


Yoona mengedipkan matanya beberapa kali, entah kenapa hatinya berdetak kencang ia juga baru sadar dengan apa yang ia lakukan barusan, ia memalingkan wajahnya menatap ke arah lain.


Marchel berdehem untuk menetralkan hatinya, ada sedikit getaran hatinya saat tadi bibirnya menempel di bibir Yoona.


Tanpa aba aba Marchel mencium pipi Yoona dia mendekati Yoona dan berbisik.


"SAYA.. MARCHEL ADITYA PUTRA MEMBERI YOONA AZZURA.... TALAK"


Yoona mendengar ucapan Marchel barusan ada sedikit rasa terkejut saat Marchel berucap seperti itu padahal dia sendirilah yang menyuruh Marchel untuk mengakhiri hubungan fana ini.


"I-iya... Semoga bahagia dan cepat menemukan pengganti ku yang jauh lebih baik dariku.." ucap Yoona kepada Marchel


Marchel tersenyum sebagai jawabannya ia berucap "sekali lagi maafkan aku... Maafkan aku Yoona..."


Yoona kembali tersenyum menatap wajah Marchel ia juga berharap Marchel secepatnya mendapatkan wanita yang baik hatinya.


Marchel mengelus puncak kepala Yoona dan beranjak pergi dengan tertatih..


Marchel berjalan sambil mengusap kasar air matanya yang jatuh, sebuah perpisahan termanis yang baru saja terjadi membuat keduanya merasakan begitu jahatnya dunia kepada orang yang bukan takdir hidupnya. Marchel berhenti sejenak dan menoleh ke belakang, lalu ia memutar kenop pintu ruangan tersebut.


Marchel membuka pintu ingin keluar tapi saat ingin keluar Afgan sudah berada di depan pintu.


Melihat wajah Afgan yang tidak bersahabat Marchel tau dan berucap


" jagalah istrimu... Sekali lagi tolong maafkan aku... Jangan menyia-nyiakan wanita baik seperti dia.. Hanya ada seribu satu yang baiknya seperti Yoona.. Aku tinggal.. Selamat malam" ucap Marchel panjang lebar kepada Adik tirinya.


Afgan menatap punggung Marchel yang perlahan menjauh, ia memasuki ruangan dan menemukan Yoona sudah terduduk menyandar sandaran ranjang kecil milik rumah sakit itu.


"Sayang..." sapa Afgan dan berhambur memeluk istrinya


"Marchel tadi.." ucapnya kembali, Yoona menggeleng pelan sambil tersenyum


"Kita sudah mengakhiri hubungan ini" ucap Yoona sambil menatap lekat manik Afgan.

__ADS_1


Afgan tersenyum sambil mencium kening Yoona berkali kali kemudian ia memeluk tubuh Yoona.


Bersambung...


__ADS_2