
di kost'an
Yoona menyiapkan berkas berkas untuk mengundurkan diri dari hotel papanya Afgan.
Yoona sedang sibuk Tania datang, dan membaca surat yang tergeletak di lantai, ia membaca surat tersebut.
"Yoo.. kamu mau resign " tanya Tania
"iya.. aku mau mengundurkan diri." jawab Yoona
"bagus,, keputusan yang tepat " Tania, ia juga selalu dicurhati oleh Yoona yang setiap hari diganggu oleh atasannya.
"iya aku juga mulai risih dengan kelakuannya, ih sebel aku. kenapa gak dari dulu Afgan ngizinin aku, kenapa baru sekarang " gerutu Yoona
"mungkin supaya kamu bisa merasakan apa yang kamu harapkan dulu " jawab Tania menenangkan Yoona
"hah!! lega akhirnya besok aku bisa mengundurkan diri dari sana " ucapnya sambil menghela nafasnya dengan kasar.
"ya sudah, tidur gih, biar besok fresh " ucap Tania, lalu ia mengambil handuk bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri.
*****
Yoona menggercapkan matanya saat sinar matahari menyeruak masuk melalui sela korden, ia bangkit dari tidurnya, masih memejamkan matanya perlahan ia membuka matanya jam sudah menunjukkan pukul setengah enam lewat seperempat, ia bergegas ke kamar mandi, menjalankan ritual mandinya yang cukup singkat hanya membutuhkan kurang lebih sepuluh menit.
Setelah selesai mandi, ia membangunkan Tania yang masih molor di bawah selimut.
"woy.. bangun udah pagi, gak kerja kamu " ucap Yoona membangunkan Tania
"hmm.. bentar dulu aku masuk agak siangan nanti " jawab Tania
"ya sudah aku mau beres beres dulu baru berangkat. " ucap Yoona
"iya.. " setelah menjawab Tania tidur kembali.
Yoona menghampiri bibi Sari yang sudah dimeja makan, mereka sarapan pagi bersama.
"oh iya mana Tania " tanya bibi Sari, setelah makanan mereka habis
"masih tidur bi, katanya masuk agak siangan " jawab Yoona
"oh iya.. sudah kamu hati hati kalau berangkat, dijemput apa naik taxi?" bibi Sari
"oh kayaknya naik taxi bi, aku gak enak sama Afgan masa' setiap hari aku harus ngrepotin dia sih " ujar Yoona
"iya gak apa apa kan! apa salahnya" jawab bibi Sari
"gak enak bi,, ya sudah aku berangkat ya bi. Assalamualaikum " ucap Yoona sambil menyalami tangan bibi Sari
"waalaikumsalam..." jawab bibi Sari
Yoona berjalan menuju gerbang kost, sesekali ia mengecek apa saja yang mungkin ketinggalan, tak lupa ia sudah membawa map coklat ditangannya, map yang berisi surat pengunduran dirinya nanti.
setelah sampai depan gerbang, sebuah mobil pesanannya sudah datang.
"mbak In Yoona ya.." tanya pak supir
"iya pak.." jawab Yoona sopan
__ADS_1
"mari mbak, berangkat sekarang " ucap supir, lalu Yoona masuk kedalam mobil.
"mau kemana mbak?"
"kita ke hotelxxx " jawab Yoona
"siap mbak.." supir tersebut lalu melajukan mobilnya.
sampai di hotelxxx kurang lebih sekitar empat puluh lima menit, karena jalanan masih sepi jadi bisa membuat Yoona datang agak dulu.
Yoona membayar pak supir lalu ia keluar dari mobil, masuk kedalam hotel tersebut. lalu ia menuju ruangannya.
karena Yoona masih ada waktu, ia mencoba memberi pesan kepada Afgan
[Yang..]
[sayang...]
[bangun ih.. sudah pagi lho..]
Yoona menyepam karena tidak ada balasan ia lalu menaruh ponselnya di meja.
setelah beberapa menit ponselnya bergetar.
[iya... sayang. aku sudah bangun dari tadi, baru selesai olahraga maaf ya..]
[ ngapain olahraga, badan juga udah bagus kayak gitu kok ]
[kamu emang tahu badan aku ya..]
[iya enggak sih 😂]
[sini aku kasih tahu😏]
[hehehe.. lah kamu sih, bercanda nya gak asyik.]
[oh iya, nanti aku mau menyerahkan surat resign ku Yang..]
[ oh iya.. kalau ada apa apa chat aku. ] jawab Afgan.
[sudah dulu ya.. aku mau kerja ]
[iya.. semangat istriku❤]
[lope banyak banyak suamiku]
setelah itu tidak ada balasan, Yoona Fokus kepada kerjaannya.
Afgan POV
Aku berada di ruang fitnes yang ada di apartemenku, sengaja aku buat ruangan khusus supaya aku tetap bisa berolahraga. Aku terlalu asyik dengan kegiatanku, hingga ponsel yang aku taruh di ruang tamu berdering nada pesan, aku tidak tahu.
Satu jam setengah aku melakukan kegiatan yang menjadi hobby ku.
"Afgan.. Gan. dimana kamu " mama memanggilku
"aku disini ma.."teriakku didalam ruangan
"hp kamu. berbunyi tu.. kayaknya pesan dari menantuku " mama
__ADS_1
"oh. iya ma.. bentar aku beres beres ini dulu " jawabku. lalu aku bergegas mendekati ponselku. dan benar saja kekasihku mengirimi pesan untukku.
aku segera membalas pesannya.
aku cengar cengir sendiri akibat kekasihku yang terlalu jujur, melihat balasannya aku selalu dibuat senyam senyum sendiri.
Kekasihku berniat resign dari hotel papaku, aku lega seenggaknya tidak ada yang mengganggunya lagi, tetapi hatiku tidak tenang. bagaimana kalau Yoona kenapa kenapa. Aku berniat menyusulnya nanti setelah jam makan siang.
Afgan POV and
Yoona sedang sibuk dengan pekerjaannya, ia sampai lupa bahwa ia akan menyerahkan surat resign nya. Hingga waktu sudah menunjukkan makan siang.
ia bergegas keluar ruangan ingin memesan makanan. Hari hari terakhir ini tidak ada atasan pengganggunya itu.
"syukur deh, pak Marchel tidak mengganggu ku lagi, setidaknya aku bernafas lega di hari akhir aku bekerja disini."gumam Yoona
setelah makanan tandas ia bergegas kembali ke ruangannya, ia mengambil map warna coklat tersebut.
Ia berjalan menuju ruangan atasannya.
Setelah berjalan cukup lama kerena ruangan atasannya berada dilantai atas, ia juga harus menaiki lift untuk sampai diruangan tersebut.
"mbak Yoona mau kemana " ujar Rio yang merupakan pelayan hotel yang cukup dekat dengan Yoona
"oh.. Rio saya mau ke ruangan pak Marchel " jawabnya sesopan mungkin.
"oh iya mbak.. silahkan mari saya antar." ujar Rio
"oh iya.." Yoona ke ruangan Marchel di antar oleh Rio, ia mengikuti Rio yang ada didepannya setelah mereka sampai, Rio mengetuk pintu yang terbuat dari kaca tersebut, setelah ada sahutan dari dalam mereka masuk bersamaan.
"maaf pak.. nona Yoona ingin bertemu dengan bapak " ujar Rio kepada Marchel yang sedang duduk membelakangi meja.
'pucuk dicinta ulan pun tiba ' batin Marchel menyeringai.
Marchel POV
hari hari ini aku di sibuk kan dengan pekerjaanku, papa juga menyuruhku untuk fokus pada Tender yang akan mereka jalani nantinya, berhari hari aku tidak melihat Yoona, Yoona mungkin juga sedang sibuk, akupun begitu rasanya aku ingin bertemu dengan gadis yang memikat hatiku melalui tonjokkannya dulu.
aku sedang fokus mempelajari tender tersebut, lalu ada yang mengetuk pintu aku persilakan masuk, seorang pelayan berbicara akan ada yang ingin menemuiku, aku mengernyitkan dahi ku, siapa yang menemuiku saat aku lagi sibuk.
lalu pelayan tersebut memberitahukan bahwa Yoona ingin bertemu denganku. Ada rasa bahagia, saat pelayan tersebut menyebut nama Yoona.
'pucuk dicinta ulan pun tiba ' batinku menyeringai.
saat aku sedang rindu berat oleh sosok gadis ini, tiba tiba tanpa diundang ia sudah datang ke hadapanku.
Aku membalikkan badan dan melihat pelayan hotel menunduk lalu dibelakangnya ada gadis yang ikut memberi hormat.
Aku menyuruh pelayan tersebut untuk keluar dari ruangan ku. Aku masih melihat tubuh gadis tersebut masih menunduk. sangat senang, akhirnya aku bisa melihat gadis pemikat hatiku ini dihadapanku.
aku menyuruhnya untuk duduk dihadapanku.
Marchel POV and
komen pliss biar rame, like juga biar hidup nih novel🤗 vote juga biar semangat akunya kalau lagi nulis😁.
.
..
__ADS_1
***
Bersambung...