Sekretaris Cantik Milik Presdir

Sekretaris Cantik Milik Presdir
Chapter 16


__ADS_3

Elif mendekati ayahnya yang tengah menatapnya dengan tatapan penuh selidik. "Berhenti." suara presdir terdengar, membuat kaki yang tengah melangkah tanpa alas kaki itu berhenti seketika.


Kini presdir ikut melangkahkan kakinya. Menghampiri pria yang Elif sebut sebagai ayah itu. "Maaf sebelumnya, anda pasti salah paham tentang siapa saya. Tetapi yang jelas, buang pikiran negatif anda tentang wanita yang ada disamping saya. Tidak semua kata-kata selalu benar, bisa saja hanya sebuah bualan belaka." presdir dengan nada datarnya mengatakan sebuah kata-kata yang tentunya membuat ayah Elif terkejut.


Ayah Elif begitu tidak percaya jika pria yang ada didepannya saat ini, membela putrinya yang tadi ia pikir adalah jalang. "Saya datang kesini untuk menjemput Elif. Dan saya tidak menerima penolakan dari siapapun. Apakah anda mengerti?" presdir kembali melanjutkan ucapnnya dan mengatakan apa tujuannya datang ke rumah yang menurut presdir adalah tempat yang menjijikan.


"Apakah anda salah satu klien malamnya?" ayah Elif bertanya dengan tangan menunjuk ke arah Elif.


Tangan presdir terkepal saat pertanyaan itu terlontar dari ayah Elif. Apakah masih butuh penjelasan lagi? tanya presdir dalam hati. Merasa kesal dengan ayah Elif. Tetapi, presdir yang pandai menyembunyikan perasaanya itu memilih mentralkan deru napasnya yang sempat berpacu cepat akibat kekesalannya. Lalu, menatap dengan wajah datar seperti biasa dan menjawab pertanyaan yang pada dasarnya sangat malas untuk dijawab oleh sang presdir karena telah menghabiskan waktunya saja.


"Ayah, dia adalah presiden direktur perusahaan tempatku bekerja." belum sempat presdir menjawab, justru Elif lah yang menjawab.


"Apa anda perlu bukti lagi? Hargailah waktu yang ada sebelum waktu itu berlalu." presdir tampak melirik ke arah jam tangannya yang seharga 2 M. Sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Ternyata sudah menghabiskan waktu sekitar empat puluh lima menit.


"Maaf tuan, silakan bawa saja Elif. Kami tidak masalah." ibu Elif menghampiri presdir dan membalas perkataan presdir.


"Bagus. Tidak membuang waktu." presdir memakai kacamatnya kembali.


"Ayo." presdir berbalik badan dan melangkah menuju ambang pintu.


Elif masih memandang ayahnya, meminta jawaban. Apakah dia tetap boleh pergi atau tidak?.


"Heh, cepat pergilah! Jangan membuat tuan itu menunggu lagi! Memalukan!" ibu Elif menggoyangkan tubuh Elif dan menyuruhnya untuk segera pergi.

__ADS_1


"Tapi, ayah..."


"Cepat!" gertakan dari ibunya membuat Elif seketika membalikkan badannya dan berjalan keluar menyusul presdir.


***


"Presdir, maafkan atas perilaku ayah saya terhadap presdir tadi." Elif memberanikan diri untuk meminta maaf atas apa yang terjadi tadi di rumahnya itu.


Presdir menyalakan tombol yang berfungsi mengaktifkan mode pintar mobilnya itu. Seketika mobil berjalan tanpa harus presdir kemudikan. Tentu hal itu membuat Elif takjub. Baru kali ini Elif menyaksikan sendiri kehebatan mobil mewah milik presdir.


"Tak apa." balas presdir dengan tatapan lurus.


Suasana mobil kembali hening hingga sampai di kediaman Kandou yang kini sudah banyak mobil mewah juga disana. Mobil lamborghini kini berhenti sempurna didepan teras rumah yang pintunya terbuka dengan lebar. Paara pelayan segera membuka pintu mobil dan meyambut kedatangan presdir.


"Terima kasih." Elif turun dan segera melangkah menghampiri presdir yang kini sudah berada diambang pintu kediaman.


"Ikuti aku." presdir melangkah terlebih dahulu setelah itu Elif mengekor tepat dibelakang.


Presdir membawa Elif menuju laboratorium dimana sofu berada. Melewati jalan khusus, akhirnya presdir dan Elif sampai dengan cepat. Keduanya masuk ke dalam laboratorium bersama dengan dua bodyguard juga.


"Keluarlah kalian!" sesampainya di laboratorium inti, presdir memerintahkan dua bodyguardnya itu untuk keluar.Kini tinggalah presdir dan Elif.


"Dex." panggil seseorang dengan jas berwarna hitam itu muncul, membuat presdir dan Elif membelikkan badan seketika.

__ADS_1


"Sofu." presdir tersenyum ketika melihat siapa yang baru saja datang.


Elif merasa bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi sekarang. Terasa aneh saja, ketika melihat pria tua yang tadi dipanggil 'sofu' oleh presdir. Sebenarnya presdir membawanya untuk kemari untuk pesta atau menyelesaikan pekerajaan? Pikir Elif dalam lamunannya.


"Ini Elif, sofu. Wanita yang telah aku ceritakan." presdir menurunkan kacamatanya dan menggantungkannya disaku jasnya.


Sofu mendekati Elif dan menatap manik mata Elif. Sofu terlihat sangat serius kali ini. "Kita harus membuka perisai ditubuhnya. Baru kita akan tahu siapa dia sebenarnya." ucap sofu membuat Elif semakin bingung saja.


Perisai?


Dia sebenarnya?


Apa maksud dari perkataan pria tua dihadapnnya saat ini?


*


*


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like, hadiah dan koment. Selamat membaca. Semoga terhibur.


__ADS_2