
Presdir yang tengah fokus menghalau serangan dari para musuhnya tidak tahu jika Marco melesat bersama pedang emas ke tempat dirinya berada. Saat hampir sampai, sebuah tameng menghantam tubuh Marco. Alhasil tubuh Marco terlempar ke belakang. Disinilah presdir baru sadar jika Marco memanfaatkan kelengahannya untuk menyerangnya dari belakang.
Namun usaha Marco harus gagal oleh tameng dari anak kembarnya yang bernama Fred. Disana Fred memamerkan gigi kecilnya ke arah presdir. Lalu mengangguk dan terbang ke arah sobo dan haha sembari memperkuat portal untuk melindungi dari serangan yang semakin banyak.
Keajaiban dari langit datang ketika tiga anak kembar presdir berubah menjadi seorang anak kecil berusia lima tahunan. Benar-benar tak ada yang menyadari bagaimana kekuatan itu turun dan masuk ke tubuh bayi mungil yang berada diatas altar. Semua terjadi begitu cepat dan membuat para pasukan dan raja mereka tercengang.
Begitupun dengan Elif yang melihat kejadian itu dari pintu yang menghubungkan kediaman dengan taman, hanya dapat mematung ditempatnya berdiri. Elif melihat secara langsung bagaimana cepatnya kekuatan itu bereaksi dalam tubuh anak kembarnya. Benar-benar nyata yang ada didalam buku yang pernah dibacanya dulu. Keempat anaknya sendiri mewarisi kekuatan para penguasa terdahulu yang mereka dikenal sangat kuat dan tidak tertandingi.
Tak selang lama, sebuah rantai besi melilit tubuh Elif yang saat itu masih lemah. Elif yang ingin melawan merasa tubuhnya aneh. Karena sepertinya kekuatan yang dia punya tidak dapat digunakan. Dirinya seperti manusia biasa yang sangat lemah. Ditulah Elif baru sadar jika rantai besi yang melilitnya adalah segel atas kekuatannya sendiri saat seseorang yang dengan sengaja melumpuhkannya tertawa dibelakangnya.
"Rasanya tidak percaya kita akan bertemu lagi. Tapi inilah takdir. Impianku selama ini akan segera tercapai. Kau akan tunduk dikakiku, Elif! Hahaha!" Elif yang kini berlutut karena merasa tubuhnya semakin lemah berusaha tetap bertahan dengn tidak menutup matanya.
Dilihatnya seorang wanita yang tengah berjalan didepannya. Wajah dan suaranya sangat tidak asing. Namun penglihatan Elif perlahan mengabur saat Elif berusaha tahu siapa sebenarnya wanita yang bisa menyegel kekuatannya sampai sejauh ini. Elif berpikir wanita didepannya bukan orang biasa.
"Aku akan membawamu ke suatu tempat dimana kamu akan menderita untuk selamanya. Kamu tidak akan pernah lagi bisa bertemu anak dan suamimu. Mereka akan mati di tangan Raja Marco. Dan kamu akan merasakan kesengsaraan setelahnya!" wanita itu berbisik tepat di telinga Elif. Dimana suara itu adalah sihir untuk menghilangkan kesadaran. Dan Elif yang merasa sangat lemah terkulai lemas begitu kesadarannya hilang.
Namun sebelum kesadaran itu benar-benar hilang, Elif lebih dulu memanggil presdir lewat batinnya. Berharap suaminya itu akan segera datang dan menolongnya.
Slarattt!!!
Presdir menyerang perut Marco dengan bola api yang sangat panas. Marco yang tidak fokus pun merasa terdesak dengan serangan tiba-tiba dari musuhnya. Alhasil, perutnya terbakar dan membuatnya terpental kembali menabrak tembok kediaman Kandou.
"Ayo kita serang!!!" seru para pemimpin bangsa untuk menyerang presdir yang berhasil membuat Marco tumbang.
__ADS_1
Saat semua hendak menyerang, presdir dikejutkan dengan suara Elif yang meminta dirinya datang. Hal itu membuat presdir kurang fokus dalam peperangan. Hingga sebuah panah melesat mengenai tangan presdir. Setelah itu serangan-serangan kembali melayang menuju presdir yang tengah menahan sakit ditangannya. Karena panah yang menancap itu mengandung racun yang mampu membuat lawan lumpuh.
"Terima kasih, anak-anak." presdir mengusak puncak ketiga anaknya yang sekarang telah berubah menjadi balita karena berhasil menerima kekuatan dari sang penguasa.
"Pere, pergilah selamatkan mere. Dia dalam bahaya saat ini." ucap Derick yang juga menerima sinyal bahwa ibunya dalam bahaya.
Ketiga anak kembar itu mengangguk. Lalu terbang dengan menyerang semua bangsa hingga mereka semua bergerak mundur. Sedangkan Marco yang akan kembali menyerang memilih mundur karena tahu jika dia tidak bisa mengalahkan ketiga anak kembar itu. Walaupun Marco merasa hari ini belum memperoleh kemenangan, hatinya tetap senang ketika mendapat kabar jika Elif telah dibawa pergi oleh orang suruhannya.
"Tunggulah aku suatu hari nanti anak kecil. Kamu akan ku bunuh dengan tanganku sendiri." ucap Marco sebelum pergi menghilang bersama sisa pasukannya.
Sedangkan presdir yang sudah tahu dari ketiga anak kembarnya tentang Elif, langsung bergerak cepat. Dirinya bergegas kembali ke kamar untuk mengecek lebih dulu. Namun setelah mengetahui bahwa Elif menghilang, presdir mengambil keputusan untuk mencari Elif lewat kekuatan batin mereka.
Karena sinyal yang terakhir dia terima hanya suara Elif yang meminta dirinya untuk datang dan menolongnya, membuat presdir dibuat kelimpungan. Apalagi keluarganya tengah dalam keadaan tidak baik-baik saja. Entah kepada siapa dirinya akan meminta petunjuk.
"Pere, mere dibawa oleh seorang wanita berpakaian serba hitam. Bau tubuhnya masih cukup terasa olehku. Namun, mere tidak akan bisa lagi terhubung ke pere. Karena kekuatannya disegel oleh wanita itu." Derick kecil datang tiba-tiba dengan peluh bercucuran diwajahnya.
"Maafkan pere karena tidak sempat menyelamatkan mere. Tapi pere masih berusaha agar bisa menemukan mere secepatnya. Kamu tenang saja ya." presdir menenangkan anaknya yang wajahnya imut namun nampak sangat serius sekali.
"Aku akan ikut pere mencari mere. Dan aku tidak suka pere menolak." ucapnya cepat membuat presdir ternganga. Anaknya yang masih kecil ini sudah berani berkata apa yang dia tidak suka. Alhasil presdir mengiyakan karena lelah juga jika terus membujuk anak kecil yang sudah mampu berpikir dewasa seperti anaknya.
Tak lama, kedua anak kembarnya datang dengan membawa seorang prajurit yang meringis kesakitan setelah tadi dipukul oleh dua anak kembar yang kini tengah menyeretnya. Lagi dan lagi presdir dibuat terkejut dengan kelakuan anak kembarnya yang sangat diluar dugaan.
"Pere, dia akan memberitahu kita dimana mere berada." beritahu Fred pada presdir sambil mencubit lengan prajurit yang masih diam tak bersuara. Sedikit meringis kesakitan karena cubitan dari Fred yang sangat sakit untuk ukuran anak kecil.
__ADS_1
"Ayo katakan dimana mere kami berada atau aku akan memukulmu lagi seperti tadi!" kini Cassia mulai mengancam dengan gerakan hendak memukul si prajurit tadi.
Prajurit yang bertekuk lutut itu mendengus kasar. Dia terus diam daripada membocorkan rahasia rajanya. Hingga sebuah tendangan dilututnya membuat dia roboh bahkan hampir mencium kaki presdir.
"Cepat katakan! Atau kamu juga akan mati seperti yang lain." ancam Fred tidak main-main. Taring digiginya sudah mulai muncul. Hal itu membuat si prajurit menggeleng kasar dengan napas tak beraturan.
"Ampun, tolong jangan buat saya mati." ucapnya ketakutan. Yang awalnya dia kira melenyapkan seorang bayi biasa namun justru bayi berkekuatan luar biasa inilah yang kini hampir melenyapkannya.
Presdir mengusap puncak kepala Fred, "Tidak perlu begitu, biarkan prajurit ini memilih. Jujur atau dirinya mati." ucap presdir dengan seringai mengerikan.
"Ba-baiklah. Saya akan katakan. Tapi dengan syarat, selamatkan saya dari amukan raja Marco. Dia pasti akan langsung membunuh saya ketika tahu rahasianya dibocorkan ke musuhnya." ucap prajurit dengan tangan mengatup didepan dada.
"Tentu."
Disaat prajurit akan memberitahu, sebuah panah melesat dan menancap di dada si prajurit. Membuatnya jatuh tersungkur dan lenyap seketika.
*
*
*
Bersambung...
__ADS_1
Hallo guys, setelah lama ga up akhirnya hari ini aku bisa up lagi. Maap banget ya kalo tulisanku berantakan. Karena aku lagi berusaha balikin mood nulisku setelah lama ga nulis lagi. Bantu support ya guys. Makasih banyak buat kalian yg masih nunggu update dari novel ini dan minta aku buat update bab du novel ini. Serius kalo boleh jujur, aku seneng banget dan itu bikin mood aku balik. Semoga ke depannya aku makin semangat buat up lagi yaa.
See you di bab selanjutnya.