Sekretaris Cantik Milik Presdir

Sekretaris Cantik Milik Presdir
Chapter 6


__ADS_3

Javier berjalan beberapa langkah ke kursi dimana Elif duduki. "Ini adalah buku yang harus kamu baca, pahami dan hapalkan. Buku ini berisi tugas, kewajiban dan apapun yang harus kamu lakukan setelah menjadi sekretaris presdir. Bisa dimengerti?" seraya menyodorkan buku tebal berbentuk persegi. Elif mengangguk menerima buku tersebut. "Bisa. Terima kasih kepala manager." ucapnya memandang buku tebal yang kini sudah berada ditangan.


"Setelah kamu menjadi sekretaris presdir, pakaianmu akan berbeda. Pakailah ini ketika bekerja nanti." Javier menyerahkan totebag hitam berisi tiga pakaian khusus didalamnya. "Te-terima kasih." Elif benar-benar dibuat tidak bisa berkata-lagi.


Haruskah Elif merasa senang atau sedih karena pemberian presdir?


Pemberian itu bukan semata-mata tanpa alasan. Presdir memberikannya karena tidak mau sekretaris barunya itu akan menjadi bahan gunjingan di perusahaan yang ia kendalikan saat ini.


***


Elif berjalan dengan kepala tertunduk. Ia merasa gundah setelah pulang dari perusahaan. Bukannya seharusnya Elif merasa senang? Kenapa gundah?


"Buku setebal ini harus aku baca, pahami dan hapalkan? Benar-benar ini ujian yang begitu rumit." Elif bergumam sambil terus berjalan di trotoar yang sering ia lewati.


Elif terus berjalan dibawah teriknya matahari. Ia tak menghiraukan panas yang nantinya membuat kulitnya itu bisa saja hitam. Karena yang terpenting bagi Elif adalah cepat sampai ke rumah.


Setibanya di gang kecil yang menghubungkan desanya, Elif dicegat oleh dua orang perampok. Mereka menyeringai melihat Elif yang ketakutan. Salah satu dari mereka merebut tas yang Elif bawa. "Tolong!!!" Elif berusaha merebut tas satu-satunya yang ia punya. Apalagi didalamnya terdapat uang dan buku penting, tentu Elif begitu takut jika barang berharganya itu akan dirampas.


"Jangan berteriak!" perampok yang lain menodongkan pistol pada Elif, agar gadis yang mereka rampok itu diam.


"Kembalikan tasku!" Elif kembali merebut tasnya yang kini mulai dibuka oleh si rampok.


Buk!

__ADS_1


Satu pukulan mendarat diwajah si rampok yang tadi hendak menembak Elif yang terus merebut tas yang sedang dibuka oleh perampok lainnya. Pukulan terus mendatrat diwajah perampok hingga si perampok tersungkur dengan bersimbah darah.


"Berikan tasnya atau lo juga akan seperti teman lo itu. Cepat!" pria tampan tersebut mendekati perampok yang kini sudah mengambil dompet berisi uang milik Elif.


Buk!


Satu pukulan kembali mendarat tanpa diketahui oleh si perampok. Di mata Elif pria tampan yang menolongnya saat ini seperti memiliki kekuatan yang berbeda dengan manusia. Dia dengan gesit menghajar si perampok yang berada tak jauh dari mereka berdiri tadi.


"Ampun!" perampok tersebut segera mengembalikan dompet yang ia ambil.


Setelah itu, keduanya perampok tadi pergi dengan wajah babak belur akibat pukulan pria tampan yang tidak Elif kenal itu. "Kamu tidak apa-apa?" tanyanya khawatir sembari menghampiri Elif yang masih syok dengan apa yang terjadi dan apa yang baru saja ia lihat.


Elif menggeleng pelan, lalu berjongkok untuk memunguti barang yang tadi jatuh. "Terima kasih." tak lupa Elif mengucapkan terima kasih atas jasa pria yang tadi menolongnya. "Sama-sama. Lain kali berhati-hatilah." balasnya dengan senyuman simpul.


***


Sekitar pukul setengah tujuh, Elif tampak sudah siap dengan baju baru sekretarisnya. Tampak pas dibadan Elif yang ramping dan ideal. Dipolesnya wajah bak boneka berbie tersebut dengan make up tipis, hanya untuk membuat wajah agar lebih segar. "Ngapain lo, pakai make up gue. Beli sendiri dong! Katanya udah kerja. Masih aja minta. Dasar kere!" untung saja Elif mempunyai kesabaran, jika tidak pukul mulut yang selalu saja memaki dirinya tanpa alasan. "Lif, make up ini juga dari hasil kerja keras aku. Jadi aku berhak dong, minta sedikit dari kamu." sebuah balasan dari Elif dengan penuh keberanian.


"Anjir ya lo! Udah berani balas omongan gue." Olif terbakar api amarah setelah mndengar balasan dari kakak kembarnya itu. "Kalau kamu mau marah, nanti aja ya. Soalnya hari ini pertama kali aku berangkat kerja. Jadi aku ngga mau sampai telat. Okey?" Elif segera berlalu keluar dari kamar meninggalkan Olif yang masih dipenuhi dengan amarah. "Dasar oncom!" umpat Olif sembari meletakkan make up-nya diatas meja rias.


Elif berjalan keluar rumah menuju pangkalan ojek. Seperti biasa, Elif menaiki ojek yang akan mengantarnya ke perusahaan. Karena dengan cara itu bisa mempersingkat waktu sampai di perusahaan.


Terlihat bangunan megah dan menjulang tinggi dari kejauhan. Ya. Itu adalah perusahaan Unilever yang menjadi perusahaan terbesar dikota bahkan negara. Tak sampai sepuluh menit, Elif tiba di perusahaan yang kini sudah ramai oleh para karyawan perusahaan. Elif segera turun dan membayar ojek. Seteah itu, dia bergegas masuk ke dalam perusahaan.

__ADS_1


Elif menaiki lift para karyawan. Tak lupa pula Elif mengingat hal pertama yang harus lakukan setelah presdir tiba di ruangannya nanti. Pintu terbuka setelah sampai dilantai sepuluh perusahaan. Elif segera berjalan keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan yang kemarin ditunjukkan oleh Javier.


"Breakfast." Elif kembali membaca buku sekretaris setibanya ia diruangan. Tak berapa lama, presdir keluar dari lift bersama Javier dibelakangnya. Membuat Elif yang sedang membaca segera bersiap menyambut kedatangan presdir.


"Selamat pagi, presdir." Elif menundukkan tubuhnya seperti yang tertera dibuku. "Pagi."


Elif mengekor dibelakang presdir Dex. "Breakfast." mendengar kalimat tersebut, Elif bergegas keluar dari ruangan menuju dapur khusus. Lalu, ia membawakan nampan yang sudah siap dengan hidangan yang diinginkan presdir.


"Cake." presdir mengatakan satu kata dan langsung dimengerti oleh Elif, Elif langsung menyodorkan sepiring kecil cake kepada atasannya tersebut. "Bacakan jadwal hari ini."


Jadwal? Kenapa Elif melupakan hal penting tersebut? Dan yang lebih parahnya lagi, Javier lupa untuk memberikan tablet khusus untuk Elif. Apakah presdir yang dingin itu akan murka, setelah mengetahui kelalaian dari bawahannya tersebut?


*


*


*


*


*


Jangan lupa like, kasih hadiah dan koment. Selamat membaca. Semoga terhibur.

__ADS_1


__ADS_2