Sekretaris Cantik Milik Presdir

Sekretaris Cantik Milik Presdir
Chapter 7 {Kembali}


__ADS_3

"Pere?" suara anak kecil yang menyapa indera pendengarannya membuat seorang pria berbaju putih yang terbaring ditengah taman seketika membuka mata lebar-lebar. Dia bangkit dari tempatnya sembari memijit kepalanya yang terasa berdenyut.


"Anak-anak kalian sedang ap-" wanita berbaju putih yang tengah membawa empat mangkuk berisi sup ditangannya langsung menghentikan langkah setelah melihat seseorang yang amat dia rindukan tengah dikelilingi anak kembar mereka.


Presdir yang mendengar suara yang sangat familiar ditelinganya lantas mendongak. Menatap si sumber suara. Masih dengan memegang kepala.


"Elif? Itukah kau?" tanyanya tak percaya. Melihat wanita yang sudah membuatnya seperti mayat hidup.


Sedangkan wanita berbaju putih itu hanya mampu bergeming ditempatnya. Bukannya menjawab, dia justru memanggil kunci jiwa dan raganya, "Presdir?"


Tanpa pikir panjang, presdir bangun dan menghampiri Elif. Lalu memindahkan nampan kayu yang dibawa mate-nya itu ke atas meja bundar yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Setelahnya, dia merengkuh tubuh tinggi itu dengan erat. Menumpahkan segala rasa rindu yang terpendam sekian lama.


Sama halnya dengan Elif. Dia begitu merindukan sosok tampan yang merupakan anugerah terindah dari Tuhanuntuknya. Pria yang akan menjadi teman hidupnya. Menemani sisa umurnya bersama empat anak kembar mereka.


"Aku merindukanmu Elif. Sangat merindukanmu." ucap presdir seraya memberikan kecupan dibahu polos Elif. Hingga tanda itu tercipta indah disana.


Dan Elif pun membalas dengan penuh rasa cinta, "Aku pun merindukanmu presdir. Sangat merindukanmu." ucapnya dengan tulus.


"Pere? Mere?" kompak keempat bocah kembar yang sedari tadi hanya melihat adegan romantis didepannya akhirnya buka suara. Membuat dua orang yang sedang peluk rindu itu langsung sadar. Bahwa ada anak mereka disana.


Dengan segera presdir dan Elif melepas pelukan mereka. Lalu menghampiri keempat anak mereka sembari bergandengan tangan."Akhirnya kita bertemu lagi." ucap presdir pada keluarga kecilnya. Karena pertama kali mereka bertemu hanya dimimpi. Dan kedua kalinya adalah saat ini. Didunia rahim. Tempat keluarga kecilnya menghabiskan waktu sebelum melihat dunia fana yang menyimpan banyak rahasia.


"Aku juga tidak menyangka jika kita akan bertemu disini." balas Elif merasa tak percaya bahwa ini adalah nyata. Mereka berkumpul.


"Mere, aku juga tidak menyangka akan bertemu pere disini." ucap bocah tampan berambut hitam dengan sorot mata tegas seperti presdir.

__ADS_1


Bocah cantik berambut abu-abu disampingnya ikut menanggapi. "Iya aku juga mere. Akhirnya bisa bertemu pere. Aku sangat merindukannya. Aku sangat senang bisa melihatnya sebelum kita lahir." ungkapnya senang sembari menanmpilkan senyum terbaiknya.


Dua bocah kembar lainnya memilih diam. Sembari berkedip lucu menatap pria tampan yang akan dia panggil dengan sebutan pere. Hal itu membuat presdir tersenyum melihatnya. "Apa kalian berdua tidak rindu kepada, pere?" tanyanya.


"Kami rindu, pere. Hanya saja, kami tidak percaya bisa bertemu pere. Maka dari itu kami memilih diam dan mengamati pere." ucapnya keduanya kompak membuat Elif dan presdir gemas.


Setelah berbincang cukup lama, presdir mengajak keluarga kecilnya untuk kembali. Membuat Elif dan keempat anak kembarnya terkejut.


"Apa sudah waktunya, presdir?" tanya Elif cemas. Karena jika belum waktunya keluar dari dunia rahim, mereka tetap tidak akan bisa keluar.


Presdir membelai wajah cantik Elif dan menjwab pertanyaan mate-nya itu, "Tentu. Acara pemberkatan sudah dilakukan. Dewi keagungan telah memberkati kita. Makanya aku dikirim untuk membawa kalian ke dunia nyata." ucapnya penuh keyakinan.


Empat anak kembar yang duduk manis itu saling pandang, sebelum akhirnya mereka berloncat kegirangan. Sudah tidak sabar lagi melihat dunia yang bagi mereka, sangat indah.


"Yeay!!! Kita akan lahir!!!"


Presdir meraih kedua tangan Elif. Mengecupnya dan menggenggamnya begitu erat. "Tanpa kamu minta, aku akan melakukannya. Mana mungkin aku bisa pergi darimu, jika kamu adalah tujuan hidupku?" sekali lagi presdir mengecup punggung tangan putih itu dengan penuh cinta.


"Terima kasih presdir. Ayo kita kembali bersama anak-anak kita." ajak Elif.


Di kediaman Kandou, semua keluarga berkumpul di kamar presdir. Tak ada yang mereka perbuat, kecuali sofu. Raja vampire itu sedang mentransfer energi agar cucu dan mate-nya kembali ke dunia nyata. Karena sekarang adalah waktunya.


"Sofu! Lihatlah!" Javier yang berada disamping presdir segera memberi tahu sofu bahwa presdir mulai sadar.


"Elif..." presdir duduk dibantu oleh Javier.

__ADS_1


Presdir melirik ke samping dimana Elif tertidur. "Kenapa Elif belum juga sadar, sofu?" Tanya presdir khawatir.


Sofu yang berada diantara Elif dan presdir segera meraih tangan presdir. Lalu menyatukannya dengan Elif. "Genggam dengan erat. Alirkan seluruh energi yang aku transfer padamu, Dex." perintah sofu.


Tanpa banyak kata, presdir memejamkan matanya. Fokus mengalirkan energi yang akan membantu Elif kembali.


Perlahan-lahan perut rata Elif mulai membuncit. Semua yang ada disana menatap tak percaya. Hingga mata berbulu lentik itu sukses terbuka, barulah semuanya menyambut dengan gembira.


"Mari haha bantu." haha mendekat. Membantu Elif menyandarkan tubuhnya.


"Minumlah ramuan ini. Supaya segel yang mengunci energimu terbuka." sofu menyodorkan segelas ramuan yang diracik dari akar tumbuhan Jionye yang hidup selama seratus ribu tahun.


Haha yang menerima, kemudian meminumkannya ada Elif yang terlihat sangat lemah.


Presdir yang ada disampingnya pun terlihat pucat karena energinya terkuras habis. Javier yang paham langsung beranjak menuju kulkas. Dia segera mengambil sebotol darah segar dan memberikannya pada presdir.


"Minumlah."


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


Hai ges, akhirnya kita ketemu lagi nih. Udah siap belum ketemu baby kembar? Hehe jangan lupa ya ges, like, koment dan fav. Maaciw. Jumpa dibab selanjutnya ya. Jangan bosen-bosen.


__ADS_2