
Seruni putih bertabur diatas rumput hijau di taman belakang kediaman Kandou. Kursi tertata rapi menghadap panggung yang terhias sangat cantik namun tetap memberikan kesan sederhana sesuai keinginan sobo dan haha. Tamu undangan pun satu per satu mulai berdatangan dari berbagai penjuru untuk memenuhi panggilan dari raja mereka, membuat taman terlihat ramai.
Berbeda dengan raja vampire yang saat ini justru duduk termenung ditepian ranjang. Membuat sang istri yang tengah dirias oleh pelayan hanya bisa menghela napas panjang. Setelah selesai, sobo menghampiri suaminya itu.
"Seharusnya kamu lebih dulu menenangkan cucumu, bukan diam dan melamun disini. Itu tidak akan mengubah apapun. Karena sebentar lagi semuanya akan tahu kabar tentang cicit kita yang akan lahir ke dunia." diusapnya bahu kokoh sofu dengan lembut. Berusaha membuat sofu tenang.
"Ya. Kamu benar. Tapi tak dapat dipungkiri aku pun takut dengan gambaran masa depan. Tentunya kamu pun merasakan hal yang sama bukan?" sofu menatap istrinya dengan dalam. Menelisik sorot mata berwarna abu-abu itu, mencari kekhawatiran yang disembunyikan dibalik senyum yang begitu menenangkan.
Sobo mengangguk lemah. Sama halnya seperti sofu, sobo justru lebih merasa khawatir terhadap cucu dan cicitnya. Namun sekarang bukan waktunya untuk duduk dan melamun.
Itu hanya akan membuang waktu yang berharga. Bukankah begitu?
"Mari kita temui Dex lebih dulu. Sepertinya dia sangat membutuhkan kekuatan batin dari kita." sobo mengajak sofu untuk menemui calon ayah yang mereka yakini sedang dalam keadaan gamang.
Di kamarnya, presdir tengah duduk disamping Elif yang masih setia memejamkan matanya. Saat ini presdir berharap Elif akan bangun dengan senyum manis yang terukir dibibir pinknya. Dan mengatakan bahwa dia bahagia dengan kehadiran calon buah hati mereka.
Namun beberapa saat berlalu, tetap tak ada perubahan. Hal itu membuat presdir harus menelan kekecewaan. Lantas dia bangkit dari ranjang. Dengan lemah, presdir melangkahkan kakinya ke arah cermin. Dipandanginya wajah tampan dan tubuh yang telah rapih dengan balutan jaz berwarna hitam itu. Walau terlihat lesu, pesona presdir tak pernah surut.
Hingga tak berapa lama, suara ketukan pintu terdengar. Awalnya presdir hanya melirik ke arah pintu, tak berniat membuka ataupun keluar dari kamar. Tapi setelah mendengar suara yang sangat familiar ditelinganya, dengan gontai vampire tampan itu berjalan untuk membuka benda berbentuk segi panjang mewah tanpa ada senyum diwajahnya sedikitpun.
Ketika pintu terbuka, "Dex? Apa yang terjadi?" ratu vampire itu mendekati cucunya. Meraba pahatan sempurna didepannya dengan wajah khawatir. Membuat presdir menarik napas panjang.
__ADS_1
"Sofu, masuklah. Mari kita duduk disana." presdir membawa tubuh berbalut gaun hitam kerajaan itu dengan penuh kasih sayang tanpa menjawab pertanyaan dari sobo.
Sedangkan sofu mengekor dua orang didepannya, sembari melirik ke arah ranjang dimana mate cucunya masih belum membuka mata juga.
"Dex, sobo dan sofu berharap kamu baik-baik saja." sobo menggenggam erat tangan putih cucunya itu. Dibalas senyum tipis oleh presdir.
"Kamu harus siap dengan segala konsekuensi dimasa depan nanti, Dex. Seperti yang dulu pernah ku katakan padamu. Kuatkan dirimu sekarang juga. Bukan lagi waktunya untuk lemah karena kenyataan." sofu berucap dengan tegas. Berharap cucunya itu mengerti dengan situasi yang akan mereka hadapi nanti.
Sobo mengelus lengan presdir dengan anggukan-anggukan kecil. Sebelum akhirnya berkata, "Kami selalu ada untukmu, Dex. Percayalah, kamu tidak sendirian. Kita hadapi bersama." sobo meyakinkan cucunya untuk segala hal yang akan terjadi dimasa depan nanti.
Presdir yang mendengar ucapan sobo merasa haru, dipeluknya tubuh yang mulai menua itu dengan erat. "Ya. Aku percaya itu, sobo. Terima kasih karena telah memberikan kekuatan kebatinan untukku. Sekarang aku merasa lebih tegar untuk menghadapi semuanya." ungkap presdir dengan jujur membuat lengkungan dibibir sobo terukir sempurna.
Mereka bertiga pun akhirnya turun ketika seorang pelayan memberitahu bahwa acara sebentar lagi akan dimulai.
Semua vampire berdiri lalu membungkuk hormat tatakala keluarga kerajaan berjalan menuju panggung. Acara pemberkatan pun langsung dimulai.
Sofu sebagai raja membuka acara pemberkatan tersebut seraya memberitahu pada seluruh rakyat yang diundangnya bahwa sebentar lagi cicit yang akan menjadi penerus tahta kerajaan lahir ke dunia. Tak lupa, hal terpenting dalam acara ini sofu sampaikan juga. Bahwa mulai hari ini, seluruh penjuru akan dijaga ketat. Karena musuh sudah mulai bersiap untuk perang membunuh penerus bangsa vampire. Dan sofu berharap semua rakyat mempersiapkan diri untuk perang tersebut.
"Aku berharap kalian mengerti apa yang aku katakan saat ini. Tidak ada yang aku harapkan lagi selain rakyatku yang setia dan mau berkorban untuk bangsa vampire. Sekian." sofu menunduk sebagai tanda sambutannya usai.
Sekarang tibalah diacara inti yaitu pemberkatan untuk calon penerus kerajaan vampire. Presdir melangkah ke tengah panggung. Lalu berlutut didepan sofu dengan tangan menempel didada sebelah kiri.
__ADS_1
"Dengan nama bangsa vampire, darah suci dan kekuatan kegelapan dimuka bumi. Aku sebagai raja vampire dan seluruh rakyat setiaku, memberikatimu dan calon peneprus bangsa vampire selanjutnya." Sofu mulai mengeluarkan semua kekuatannya, diikuti oleh seluruh rakyat bangsa vampire. Mereka bersama menyatukan kekuatan.
"Berkatillah kami semua, dewi Keagungan..." ucap mereka kompak lalu melepas kekuatan untuk dikirim ke langit yang saat itu berubah sangat gelap.
Petir saling menyambar. Angin berhembus kencang. Langit bergemuruh. Membuat semua vampire menatap ke atas. Berharap dewi Keagungan memberikan berkatnya pada mereka semua.
Jedar!!!
Semua mata tertuju ke panggung, dimana tubuh cucu raja vampire tergeletak dengan baju berwarna putih.
"Dex!!!"
*
*
*
Bersambung...
Ges maaf seribu maaf yaa karena baru UP sekarang. Ngga tau knapa ya sekarang tuh kalau mau nulis ngga ada semangatnya, pdhl udah dengerin lagu. Bantu support ya ges. Kek nya Author butuh liburan deh wkwkwk.
__ADS_1
Jangan lupa like, koment dan fav ya. Maaciw