Sekretaris Cantik Milik Presdir

Sekretaris Cantik Milik Presdir
Chapter 31 {Siapa kamu?}


__ADS_3

Elif terdiam dengan mata tertutup oleh sebuah kain hitam. Ingin dia melepaskan segala ikatan yang ada ditubuhnya, tetapi semua itu tak ada hasil. Bahkan kekuatannya pun sepertinya tidak bisa digunakan.


Dalam hati, Elif terus mencoba menggunakan kekuatannya. Hingga suara berat seseorang membuat Elif terdiam.


"Kenapa berhenti? Bukannya kamu ingin lari?" tanyanya tepat di telinga Elif. Sampai bulu kuduk Elif meremang karena desiran ditubuhnya saat hembusan napas menerpa leher jenjangnya.


"Siapa kamu? Kenapa saya diikat seperti ini?" Elif berbalik tanya kepada seseorang yang tidak bisa ia lihat.


"Hahaha!" bukan jawaban yang didapat malah justru tawa nyaring yang terdengar.


"Apa kamu lupa dengan saya? Ayo tebak siapa aku?" pria itu memegang dagu Elif dengan kencang, membuat bekas merah disana.


Elif yang mendapat pertanyaan tersebut langsung fokus mendengarkan suara lawan bicaranya.


Sepertinya tidak asing. Tetapi, dimana dia pernah mendengarnya?


"Apa kamu sudah ingat?" pria tersebut duduk di sebuah kursi yang sudah disediakan khusus oleh seseorang. Dengan dua jarinya, dia mengambil rokok yang terselip diatas daun telinga. Satu tangannya lagi ia gunakan untuk memantik korek.


Wushhh!!!


"Uhuk! Uhuk!"

__ADS_1


Kepulan asap menerpa wajah cantik Elif. Semua itu disengaja oleh si pria untuk membuat dirinya puas. Apalagi setelah tau siapa sebenarnya wanita yang ada didepannya saat ini.


"Lemah!" ucapnya dengan kaki disilangkan saat melihat Elif terus terbatuk karena asap yang berasal dari rokoknya.


"Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini semua. Tapi, karena kamu sudah menolak cara halus dariku, maka aku gunakan cara kasar ini. Bagaimana menurutmu?" pria itu meminta saran pada Elif yang tertunduk.


"Aku tidak peduli. Tolong lepaskan aku!" Elif meronta dengan sekuat tenaga. Tetapi hasilnya tetap sama.


Elif merasa dirinya lemah saat itu. Tak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa memberontak namun tetap tak ada hasil yang memuaskan.


"Aku sungguh tidak percaya jika kamu itu seseorang yang diluar dugaanku."


"Sebenarnya siapa dia? Apa benar dia sudah mengetahui siapa aku? Tapi tunggu, cincin ikatanku dengan presdir mana? Apa dia yang mengambilnya?" batin Elif.


Rasa gelisah menyelimuti Elif saat tahu bahwa cincin yang ia pakai tidak ada dijarinya. Sepertinya yang Elif pikirkan tentang lawan bicaranya itu salah. Dia bukan sembarang orang atau manusia. Tetapi seseorang yang berasal dari bangsa musuh bangsa penyihir. Mungkin saja. Pikir Elif.


"Apa kamu mencari cincin mu? Oh maaf. Aku telah mengambilnya. Menurutku, bagus juga cincinnya. Maka dari itu aku mengambil. Hahaha!" pria tersebut tertawa dengan bangga saat ia mengingat bagaimana perjuangannya mendapatkan cincin ikatan milik Elif.


Elif mengingat ucapan sofu saat kemarin dia berlatih. Bahwa, kekuatannya itu bisa tersegel oleh kekuatan lain dan Elif pun tidak dapat menggunakannnya. Namun, satu hal yang tidak disadari oleh para musuh adalah kekuatan yang beradal dari tanda didahi. Kekuatan tersembunyi yang tidak akan dapat tersegel oleh kekuatan manapun. Baik itu kekuatan terkuat sekalipun.


Mencoba memfokuskan pikirannya, Elif tak menjawab pertanyaan yang pria tersebut lontarkan padanya. Hingga sesuatu yang tidak Elif sadari keluar dari tubuhnya.

__ADS_1


"Apa?" pria tersebut bangkit dari tempat duduknya saat melihat sesuatu keluar dari tubuh Elif yang terlihat seperti manusia namun berbentuk api putih.


Serangan pertama berhasil pria itu hindari. Karena kelengahan, pria itu terkapar di lantai dengan berubah wujud akibat serangan bola api yang mengenai wajahnya.


Manusia berbentuk api putih itu mengitari Elif sebanyak tujuh kali. Membuat segel yang terpasang perlahan mulai menghilang. Namun, karena tenaga yang tidak sebanding Elif pun pingsan ditempatnya duduk.


Pria tadi segera melarikan diri dengan wujudnya yang sudah berubah. Serigala bertubuh naga.


Tepat saat itu, dua pria masuk ke dalam tempat dimana Elif disekap. Mereka berlari menghampiri Elif yang pingsan.


*


*


*


Bersambung...


Maaf ya semuanya, cuma bisa UP segini. Karena lagi ulangan jadi harus bagi waktu.


Jangan lupa like, hadiah dan koment. Makasih...

__ADS_1


__ADS_2