
Elif mengulurkan tangannya, berniat saling berjabat tangan seperti yang presdir lakukan. Tetapi, uluran tangan Elif hanya menjadi sapuan udara. Karena lawan jabat tangannya terus memandangnya dengan pandangan menyelidik. "Kamu...bukannya..." sembari melepas kaca mata yang bertengger dihidung mancungnya.
Detik berikutnya Elif baru menyadari dari pandangan pria tampan yang ada dihadapannya, bahwa pria tampan itu adalah malaikat penolongnya setelah wajah tampan tersebut tak lagi berkaca mata. "Malaikat."
Tapi tunggu, kenapa dia bisa ada disini?
Jika dia seorang pemimpin perusahaan, lalu kenapa dia bisa berada di hutan?
Masih banyak pertanyaan yang kini menyelimuti pikiran Elif. Dia sampai tidak menyadari jika presdir meliriknya tak suka atas apa yang baru saja ia ucapkan. Satu kata yang membuat darah presdir mendidih. 'Malaikat'
Tangan presdir terkepal ketika mendengar kata yang keluar dari sang MATE. Entah kenapa presedir merasa sangat marah saja mendengarnya.
"Ekhem." dehaman sekretaris pria tampan CEO perusahaan Indomarco itu berhasil membuat suasana kembali normal.
"Saya Elif, sekretaris baru presdir." Elif berjabat tangan dan tak lupa memperkenalkan diri. Begitu pula pria yang sekarang berjabat tangan Elif juga. "Saya Marco, CEO perusahaan Indomarco." dengan senyuman yang membuat siapapun tersihir, Marco membalas ucapanya Elif. "Mari, silakan duduk." Elif langsung melepas jabatannya dan mempersilakan Marco untuk duduk.
"Terima kasih." lagi dan lagi Elif seperti tersihir akan pesonanya. "Silakan duduk, presdir." fokus Elif terganti pada atasannya yang sepertinya tidak suka akan tindakannya yang terlalu berlebihan. Pikir Elif tatkalan duduk disebelah presdir.
Meeting pun berjalan selama kurang lebih dua jam. Kontrak kerjasama pun terjalin antara dua perusahaan besar tersebut. Meeting berakhir dengan makan siang antara empat orang yang ada dalam meeting tersebut.
Presdir Dex dan Marco saling berjabat tangan atas kerjasama yang terjalin. Setelah itu keduanya berpamitan. Marco dan sekretarisnya terlebih dahulu pergi dari restoran karena ada acara yang harus mereka hadiri dan itu tidak dapat diwakilkan.
Elif membawa jas milik presdir sembari melangkah dibelakang atasannya itu. Mereka berjalan bersama menuju mobil yang sudah on time ditempat. Bodyguard membukakan pintu mobil, mempersilakan presdir masuk ke dalam. Lalu, bergantian dengan Elif karena presdir yang memintanya.
"Jalan." titah presdir ketika Elif sudah berada disampingnya dengan memberi jarak.
Mobil mahal tersebut mulai berjalan keluar dari restoran. Melaju dengan kecepatan sedang dijalan raya yang ramai seperti biasanya. Presdir melirik ke arah Elif yang tampak setia memegang jas kerjanya.
__ADS_1
"Bersikaplah lebih profesional." ucapan predir sontak membuat sopir dan Elif menoleh kompak.
"Jangan lengah." ucapan presdir membuat sopir kembali menatap jalan raya yang sedang lengang.
Elif menelan salivanya dengan kasar. Dia merasa jika ucapan presdir tadi tertuju untuknya.
Apa dia melakukan kesalahan? Pikir Elif.
"Jangan tinggalkan telinga dirumah agar kamu bisa mendengar dengan baik." ucapan presdir seperti tombak yang menghunus sampai ulu hati.
"Baik, presdir." hanya itu yang mampu Elif katakan.
Sepanjang perjalanan yang tidak terlalu lama itu akhirnya berakhir. Presdir turun dan langsung masuk ke dalam perusahaan tempatnya bertahta. Elif segera menyusul presdir.
Seperti biasa Elif akan mengekor dibelakang presdir. Mengikuti kemanapun presdir akan pergi. Dengan menggunakan lift khusus, kini presdir dan Elif berada berdua dalam ruangan.
"Baik, presdir. Saya tidak akan mengulanginya." Elif menunduk hormat sekaligus meminta maaf.
Ting!
Pintu lift terbuka. Tepat saat itu Malika sedang berdiri tepat dilift khusus petinggi perusahaan. Elif ikut terkejut ketika melihat manager pemasar sedang berdiri didepan lift dengan melipat tangnnya didada. Bahkan Elif bisa membaca raut wajah Malika. Sama sekali tidak ada takut terhadap presdir sedikitpun.
"Kembalilah bekerja." presdir melewati Malika begitu saja. Sifat acuhnya memang tertuju pada siapapun, kecuali jika sudah berada dirumahnya, Kediaman Kandou.
Malika memutar tubuhnya dan melenggang menyusul presdir tanpa mempedulikan Elif. "Apa sekretaris barumu lebih menarik dari pada aku?"
Langkah kaki presdir terhenti seketika. "Pertanyaan yang salah." kembali presdir melanjutkan langklahnya menuju ruangannya.
__ADS_1
Malika terus mengekor sampai didepan ruangan presdir. "Bekerjalah dengan baik atau aku akan menggunakan undang-undang perusahaan." presdir masuk ke ruangannya, meninggalkan Malika yang kesal terhadap sikap acuhnya itu.
"Permisi." Elif menunduk ketika melewati Malika yang sedang menatap kesal pada presdir yang sudah masuk ke dalam ruangannya.
Malika bergegas pergi dari ruangan presdir, kembali ke ruangannya. Sumpah serapah terdengar didalam lift khusus petinggi perusahaan. Sikap acuh presdir selalu saja membuat semua rencana Malika gagal seketika.
***
Marco terus tersenyum menatap ke jendela. Tentu saja sikapnya menjadi pertanyaan sang sekretaris yang duduk disebelahnya. "Maaf, tuan Marco. Sepertinya anda sedang senang? Jika boleh menebak, apakah itu karena kerjasama yang terjalin antara perusahaan Indomarco dan perusahaan Unilever?" sang sekretaris menebak.
CEO tampan itu mengalihkan pandangannya yang tadinya menatap jalanan, kini menatap sekilas sang sekretaris. Marco terkekeh mendengar tebakan dari sekretarisnya tersebut. "Apakah benar seperti itu, tuan? Jika iya, saya juga ikut merasa senang. Kini perusahaan Indomarco akan semakin berkembang didunia bisnis saja setelah kerjasama yang terjalin tadi." hanya kekehan dari Marco yang menjawab perkataan sang sekretaris.
Marco juga tak habis pikir, bahwa gadis yang ia tolong adalah sekretaris lawan bisnisnya. Dan sekarang Marco sedang menyusun rencana untuk mengetahui tentang gadis yang sudah membuatnya terus terngiang-ngiang akan bayangannya.
"Aku akan tahu siapa kamu sebenarnya. Dan setelah itu kamu akan menjadi milikku." Marco berucap dalam hati.
Tanpa Marco sadari, ia sedang berurusan dengan musuh terbesarnya yang sekarang menjadi partner bisnisnya itu.
*
*
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa ramaikan. Like, hadiah dan koment dibawah. Selamat membaca. Semoga terhibur.