Sekretaris Cantik Milik Presdir

Sekretaris Cantik Milik Presdir
Chapter 39 {Asap Putih}


__ADS_3

Perlahan mata berbulu mata lentik itu terbuka. Rasa sakit seketika menjalar dengan hebat diseluruh tubuhnya. Matanya terbelalak saat melihat seseorang sedang duduk bersila tak jauh dari tempatnya duduk. Darah yang mengalir, membuat mata itu terfokus pada lengannya yang sepertinya disayat dengan sengaja.


"Sakit..." rintihnya menahan sakit luar biasa. Saat tangan seseorang menekan paksa lengannya yang tersayat dan mewadahi darah segar yang keluar.


Bulu kuduk seketika meremang. Menyaksikan dengan mata kepala sendiri, darahnya disajikan didepan seseorang yang sedang mengucapkan mantra.


Setelah darah tersajikan, orang tersebut pergi entah kemana. Menyisakan dua orang didalam ruangan yang tak terlalu besar dengan pencahayaan minim.


"Rupanya kamu sudah bangun? Jadi, baguslah kalau begitu. Aku menjadi semakin bersemangat untuk menyiksamu, penyihir." bibir merah itu berucap dengan fasih pada wanita yang diikat dengan sebuah kekuatan besar. Seringai terbit saat melihat wajah takut dari wanita yang dia ambil darahnya untuk persembahan.


Ya, dia Elif. Wanita bak boneka berbie itu terkulai lemas saat mantra kembali diucapkan oleh wanita bermahkota tanduk emas dikepalanya. Rasa sakit mulai terasa lebih kuat ketika asap putih menyelimuti wadah yang berisi darah berwarna abu-abu.


Cincin ikatan Elif dan presdir terlihat berada ditangan wanita tersebut yang tak lain adalah ratu Izora, si ratu dengan julukan ratu kesombongan. Cincin tersebut dimasukkan ke dalam wadah berisi darah.


"Cukup!!! Sakit!!!" Elif berteriak saat asap putih keluar dari ubun-ubun kepalanya. Perlahan tapi pasti, asap putih tersebut bergerak menuju ratu Izora yang tengah mengucapkan mantra khusus. Tangannya dengan lincah menari diatas wadah, entah dirinya sedang apa, Elif pun tidak tahu.

__ADS_1


Tubuh Elif kejang seketika. Rasa sakit yang luar biasa terus tergejolak dalam tubuhnya, seperti ada sesuatu yang keluar dengan paksa. Sudah tidak dibayangkan lagi bagaimana sakit yang dirasakan Elif saat itu. Rasanya seperti akan mati.


"Hahaha!!!" suara tawa terdengar memenuhi ruangan dengan pencahayaan hanya beberapa lilin.


"Akhirnya, aku dengan perlahan bisa mendapatkan kekuatanmu. Dan sebentar lagi kamu akan aku musnahkan seperti bangsa penyihir lainnya. Hahaha!!!" ratu Izora tertawa senang saat kekuatan milik Elif bisa dia dapatkan walau perlahan.


Elif tak membalas ucapan si ratu kesombongan. Hanya air mata yang mengalir diwajahnya yang dapat berbicara tentang apa yang dia rasa. Bibirnya terasa kaku dan kelu hanya untuk merintih.


Gelapnya ruangan, membuat Elif tak dapat melihat sekelilingnya dengan jelas. Hanya wajah penuh kebengisan yang dia lihat saat itu. Tak ada yang lain. Cahaya lilin pun terlihat hanya untuk menyinari sekeliling wadah berisi darah.


Ingin sekali Elif lepas dari ruangan gelap tersebut. Berlari menjauh entah kemana, asalkan tidak bertemu ratu kesombongan yang sedang fokus pada kekuatan yang baru saja dia dapatkan.


Raut wajah tidak percaya terpancar jelas di wajah ratu Izora saat melihat cahaya tersebut semakin bersinar terang.


"Apa ini? Apa itu siluman milik bangsa penyihir yang sangat kuat? Tidak mungkin! Ini tidak bisa dibiarkan!"

__ADS_1


Asap putih keluar dari ubun-ubun Elif ketika tanda tersebut berkedip semakin cepat. Ratu Izora mundur beberapa langkah ketika melihat asap berbentuk seperti manusia berjalan mendekatinya.


Bagai angin tornado, asap putih itu mengelilingi tubuh ratu Izora dengan kecepatan yang tak terkira. Benda-benda yang ada disekitar, mulai beterbangan. Memporak-porandakan ruangan gelap tersebut dalam hitangan detik.


Brak!


Brak!


Tubuh ratu Izora terpental seketika. Asap putih kembali masuk ke tubuh Elif. Menyisakan ruangan yang sudah tak seperti pertama kali. Berantakan? Pasti.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa tinggal kenangan ya semuanya... Biar dikenangan donk. Makasih semuanya... Maaf cuma bisa UP segini...


__ADS_2